<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634</id><updated>2011-08-02T23:16:34.511-07:00</updated><category term='Kesasakan 2'/><category term='Kisah Sasak'/><category term='Greetings'/><category term='Pengantar Sasak Diaspora Australia'/><category term='Pengantar Sasak Diaspora Taiwan'/><category term='Bahasa Internasional esperanto'/><category term='Pengantar Sasak Diaspora Jawa'/><category term='Puisi Sasak'/><category term='Pengantar Dari Gumi Paer'/><category term='Kesasakan'/><category term='In English'/><category term='Catatan Dari Siberia'/><category term='filsafat dan ideologi'/><category term='По Русски'/><category term='Pariwisata'/><category term='Babad Batu Besar'/><category term='Fiksi Sasak'/><category term='Pengantar Sasak Diaspora Belgia'/><title type='text'>Hazairin R. JUNEP</title><subtitle type='html'>Berfikir sederhana. Bertindak sederhana. Hidup sederhana.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>178</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2852062033954131490</id><published>2011-03-30T21:04:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T21:24:51.708-07:00</updated><title type='text'>Cupu Manik Asta Gina (Armageddon Versi Sasak)</title><content type='html'>Yogyakarta [Sasak.Org] Al Kisah Jayeng Rana (Panglima Perang) mengangkat Suwandi Yusuf putra Luqman Hakim untuk menjadi komando perang Magade (Armageddon). Tokoh ini baru beberapa tahun bergabung dalam Tentara Nasional tapi mendapat simpati sang panglima karena dia adalah keturunan manusia paling sholeh di dunia, Luqman Al Hakim yang tersebut dalam Al Quran Karim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Jendral protes keras terutama Jendral Selandir atau Alam Daur, seorang raja/avatar Ceylon (Sri Langka) yang menjadi perdana Mentri di Kekhalifahan Islam zaman entah berantah. Setelah pertempuran selesai sang komandan mendapatkan putri Raja Magade( Mageddon-Israel) bernama Putri Lengka Sari (Putri Bunga Pahit/ Putri Bunga ke enam). Seharusnya putri itu dibawa pulang dan diserahkan kepada Jayeng Rana sebagai tanda takluknya Magade, tapi dikawini sendiri oleh Suwandi Yusuf dan dia sekaligus menjadi penguasa baru Magade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayeng Rana mengutus Umar Maya ( Umar dari dunia mimpi) untuk membujuk agar Suwandi Yusuf kembali. Sayang perintah raja diabaikan meskipun sang Penasehat sangat keras berusaha membujuk. Akhirnya Sang Panglimalah yang turun tangan dan bertempur dengan komando yang desersi. Suwandi Yusuf kalah dan diselamtkan oleh Umar Maya. Sang Raja memberi sarat bahwa Suwandi hanya dapat kembali ke kerajaan apabila bisa menemukan cupu manik asta gina. Suwandi menyanggupi untuk menemukan cupu itu. Setelah pergi, Umar Maya bertanya kepada Jayeng Rana. Dimanakah Gerangan Cupu itu berada?. Jayeng Rana menjawab bahwa ia tidak tahu sebab cupu itu telah hilang di taman Nabi Ishak entah zaman kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwandi Yusuf berkelana sampai patah semangat. Disaat yang sangat sulit saudaranya Denawa Petak (Raksasa Putih) mau menolongnya asalakan dia dibolehkan bertemu dengan Jayeng Rana itu. Suwandi sangat heran bagaimana saudaranya yang jelek itu bisa menolongnya. Sang Denawa berkata bahwa meskipun tampangnya jelek tapi dia belum pernah berbohong dalam hidupnya. Suwandi Setuju dan cupu itu diberikan oleh kakaknya. Dalam perjalanan menghadap raja, Suwandi mengusir kakaknya agar berbalik ke hutan dan menemani ayahnya saja. Setelah tiga kali diusir sang denawa menuntut janji adiknya tapi malah dia dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cupu itu akhirnya diserahkan kepada Jayeng Rana dan Suwandi diterima kembali menjadi jendralnya. Suwandi yang merasa berdosa karena penghianatan dan pembunuhan atas kakaknya sendiri akhirnya mati dalam keputusasaan yang teramat dalam. Saat penyerahan cupu itu langit jadi terang benderang. Apakha sebenarnya arti Cupu Manik Asta Gina itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setting pertempuran adalah Magade atau Mageddon yang kini terletak di Negara Israil/Palestina. Cupu Manik itu hilang di taman Nabi Ishak. Itu terjadi 2000 tahun sebelum Masehi sedangkan kisah ini kiranya terjadi setelah adanya agama Islam sekitar tahun 700 masehi. Pada Saat itu Orang Sasak masih telanjang di hutan dan di Jawa orang sedang membangun Borobudur dan candi lainnya. Di Spanyol, Granada adalah pusat peradaban dunia saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke 2000 tahun SM. Nabi Ibrahim punya dua putera, yang tertua adalah nabi Ismail yang lahir di Makkah dari Ibu yang bernama Siti Hajar. Sedang putra keduanya bernama Ishak yang lahir dari Ibu Siti Sarah. Ismail menurunkan orang Arab dan agama Isalam yang menginspirasi kisah menak itu dan Ishak menurunkan orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hilangnya cupu manik itu keadaan manusia telah berubah sama sekali. Hubungan dua saudara itu makin renggang dan akhirnya menjadi musuh bebuyutan sampai detik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suwandi Yusuf dan Denawe Petak adalah reinkarnasi kedua tokoh itu. Kalau Ismail dan Ishak diturunkan oleh Ibrahim maka Suwandi dan Denawe diturunkan oleh budak bernama Luqmanul Hakim seorang manuisa yang sangat sholeh seperti Ibrahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Luqman diberikan semangka oleh tuannya, buah itu dibelah dan dimakannya dengan lahap sekali. Sang tuan penasaran maka dimintanya sepotong semangka itu untuk dirinya. Setelah dia mengunyahnya seketika itu pula ia pingsan. Setelah siuman sang tuan bertanya. Bagimanakah Luqman dapat menikmati semangka yang super pahit sampai mebuatnya pingsan?. Luqman menjawab bahwa apapun rezeki yang diberikan oleh tuannya ia rasakan sangat enak dan manis saking bersyukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah serat menak tentang Jayeng Rana dan pertempuran itu boleh saja fiktif namun menggambarkan sebagian sisi sejarah Islam yang mendirikan kekuatan atas sifat sifat kesatria, kejujuran dan welas asih. Hanya orang yang penuh keberanianlah yang mau, mampu dan bisa berbuat jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah isi cupu manik dahsyat yang dikisahkan sebagai peninggalan Luqmanul hakim itu?. Cupu Manik Asta Gina artinya kotak permata berisi 8 kekuatan. Kekuatan kekuatan yang harus dimiliki seseorang itu adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wanita, disini wanita mewakili sifat indah, cantik dan selaras. Tiap orang wajib membuat hidupnya indah dan selaras.&lt;br /&gt;2. Pasangan, setiap orang memerlukan pasangan hidup atau patner. Suami atau istri. Kerabat, kawan dan handai tolan. Ini menyiratkan bahwa tiap orang harus pandai membawa diri dalam lingkungan agar hidup damai, tentram, makmur dan bahagia.&lt;br /&gt;3. Rumah, adalah simbul tempat berlindung dikala panas dan hujan. Tempat mengasuh disaat lelah. Manusia hendaklah menjadi rumah bagi semua makhluk dalam rangka rahmatan lilalamin.&lt;br /&gt;4. Kendaraan, adalah jasmani kita yang harus dikendalikan oleh ruh, jiwa dan fikiran yang baik agar hidup kita lempang dan dapat membawa hidup kearah yang positif dan berdaya guna bagi semua makhluk.&lt;br /&gt;5. Senjata, tiap orang terutama pemimpin wajib memiliki senjata lengkap untuk dapat membuat perhitungan yang baik dengan pemikiran yang terang dan tajam penuh kreatifitas dan inovatif. Senjatanya adalah ilmu pengetahuan, kebijaksanaan, filsafat dan agama.&lt;br /&gt;6. Burung, menyimbulkan bahwa hendaklah kita mengeluarkan suara merdu sebagai burung yang berkicau indah. Enak didengar karena lemah lembut dan indah bahasanya sehingga menjadi inspirasi bagi semua yang mendengarnya.&lt;br /&gt;7. Penari, adalah daya pikir yang terus berputar dalam mendalami arti kehidupan ini. Pikiran harus tetap hidup dan bergejolak, mencari solusi bagi banyak persoalan yang terus timbul dalam masyarakat yang berkembang.&lt;br /&gt;8. Musik, adalah simbul dari masing masing individu yang kalau dipadukan dalam kerjasama yang harmony maka akan kita dapatkan musik kehidupan yang indah. Kuncinya adalah kerjasama yang baik antara individulah yang membuat hidup itu indah mengalun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sesungguhnya adalah memberi, oleh itu kita selalu harus memulai segala sesuatu dengan Basmallah. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Otomatis kita menjadi orang yang pengasih dan penyayang dan bukan sebaliknya yaitu orang yang minta minta dikasihi dan disayangi!. Kitapun mengucapkan salam setiap hari. Kita katakan Selamatlah engakau…bukan selamatlah aku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita kembali menghidupkan kisah kisah kesatria dalam tradisi Sasak agar lahirlah kembali para kesatria yang akan menjadi Tuan Guru sejati, yang dirindukan sebab telah sekian lama menghilang. Agar lahir kembali Raja sejati yang mengayomi dan mengangkat harkat martabat anak bangsanya dan bukan Raja palsu yang mencari makan dari menjual kesengsaraan rakyatnya. Agar lahirlah para pejuang yang berani mati sendirian demi menyelamtkan 3,5 juta anak bangsa Sasak yang mayoritas bodoh, terbelakang dan msikin itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi marilah pertama tama, masing masing dari kita, mengambil dan menelaah bebadong cupu manik asta gina itu dan kita terapkan dalam hidup kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang Ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comment from sasak.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.S.Wiradjaja says:&lt;br /&gt;1 December, 2010 at 9:38 AM&lt;br /&gt;Ass.ww. Sanakku Yth. H.R.Junep.&lt;br /&gt;* Bukan main,.. Saya ‘Salut’ &amp; berterima kasih atas lahirnya penulisan naskah pendek “Cupu Manik Asta Gina (Armageddon Versi Sasak)” tsb diatas.&lt;br /&gt;* Masa remaja saya (di Lombok), saya gemar nonton wayang,.. dimana saja ada tontonan wayang yg dekat,.. saya berusaha datang.&lt;br /&gt;* Tentang Jayeng Rana, Selandir, Umar Maya, dll dalam pewayangan sasak -saat remajaku itu- saya cerna dalam benakku hanya sampai kemampuan nalar remaja sbg ‘hiburan’ biasa belaka. Falsafah yg terkandung di balik peranan tokoh pewayangan itu sendiri, terabaikan !&lt;br /&gt;* Sekarang, dengan penggalian arti dan falsafah yg terkandung di dalamnya, baru saya sadari ! Terima kasih pak ! Kami tunggu, penulisan yg lain lagi tentang cerita pewayangan sasak.&lt;br /&gt;Wass.ww.&lt;br /&gt;Kendari, awal Desember ’10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gupran Muhsan says:&lt;br /&gt;12 December, 2010 at 9:00 PM&lt;br /&gt;Besar hati saya mendengar tekat yang penuh semangat cintakan warga sasak,yang sekarang ini masih jadi dongengan orang dari segi kebodohan kita,sehingga dgn senang dan mudahnya warga sasak yang lombok buaq,jamaq,dan patut patuh,pacu dimanfaatkan oleh mereka yang hanya mengejar kepentingan pribadi,bahkan karena ambisi politiknya,sanggup menjual warga dgn hanya uang sepuluh ribu,jangan sangka mereka bisa melakukan hal yang sama kepada generasi sasak yang akan datang,karna generasi sasak kini mulai paham apa itu politik,,,!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2852062033954131490?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2852062033954131490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2852062033954131490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2852062033954131490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2852062033954131490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/cupu-manik-asta-gina-armageddon-versi.html' title='Cupu Manik Asta Gina (Armageddon Versi Sasak)'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-7149338987363121105</id><published>2011-03-30T21:03:00.002-07:00</published><updated>2011-03-30T21:04:09.250-07:00</updated><title type='text'>Membangun Karakter Bangsa sasak</title><content type='html'>Yogyakarta [Sasak.org] Papuk Guru pernah memberi nasihat pada anaknya bahwa ia tidak mengenal usia sebab kalau kita terpengaruh umur berarti kita menghadirkan keakuan kita. Ketika keakuan itu muncul maka mulailah timbul persoalan. Kalau engkau memulai dengan membuat masalah maka dunia ini akan memberimu masalah. Itu adalah salah satu pegangan yang terus diajarkan turun temurun kepada anak cucunya yang bergelimpangan diseantero dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Sasak dan bangsa lain di negeri ini sedang dalam kesulitan oleh karena mereka menganggap waktu adalah uang dan waktu yang dilaluinya adalah yang terpeting sehingga mereka tak dapat diganggu gugat saking sibuknya menghitung menit demi menit yang dikonversi denga uang. Duapuluh tahun saya habiskan sejak lahir di Tanah Selaparang yang permai dan selama itu pula saya berguru kepada semua sanak dan handai tolan yang tinggal di gunung, di pantai dan di kampung kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap rumah tangga pada saat itu sangat peduli pada nasihat papuk Gurunya dengan menyerahkan dan mengawasi anak anak untuk belajar dan mencari ilmu pada pemuka pemuka kampung. Pembentukan karakter yang kuat adalah tanggung jawab tiap orang dari anak kecil sampai orang yang telah renta. Apa yang harus dibuka dibuka bersama apa yag harus disimpan disembunyikan sampai waktunya seorang anak dapat mengerti sendiri. Bicara orang tak boleh sembarangan maka orang tua akan menggunakan bahasa canggih yang disebut senepa agar anak kecil tak faham tema, setting dan klimaks sampai ending. Saya perlu tumbuh dewasa baru mengerti begitu banyak konflik dimasyarakat yang disembunyikan rapat rapat demi menjaga kesucian jiwa saya yang tengah bertumbuh dengan segala kehuznuzzonan seorang anak Sasak yang NAIF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak dapat membayangkan betapa guru guru saya dan kiyai kiyai yang kelak disebut Tuan Guru itu adalah manusia dengan keluasan cakrawala dan dada yang seluas samudra, sehingga mereka dapat menelan semua gosip, fitnah dan hasutan dari anggota masyarakat yang dikawalnya. Sebagai murid pandir saya tak kunjung lulus dalam belajar dan sampai detik ini saya terus mengemis agar siapa saja dapat mengajarkan satu dua nasihat, sebab saya jujur katakan bahwa saya tak tahu kemana hendak pulang kalau tidak ada cahaya dilah jamplung yang menuntun saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang buta yang membawa obor digelap malam, orang orang tertawa dan bertanya. Hai buta, untuk apa engkau bawa obor sedangkan engkau tak dapat melihat?. Si Buta menjawab dengan suara lembut yang datang dari langit. Kawan aku tidak perlu lampu untuk menembus jalan dan belukar karean aku sudah hafal, tetapi obor ini aku bawa agar kalian yang awas dapat melihatku sehingga kalian tak menabrakku. Papuk guru dan para Tuan Guru penerusnya seharusnya bertindak sebagai mercu suar yang tidak mempedulikan cahayanya karena cahaya itu bukanlah untuk mereka tetapi untuk orang orang yang ada diakar rumput yang tidak mengahafal liku liku jalan dan arah yang hendak ditujunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang mengeluh bahwa dinegeri ini hukum adalah hanya untuk orang miskin sedang orang kaya tidak tersentuh oleh hukum. Itu pernyataan mengandung kebenaran dan tidak ada unsur fitnah sama sekali. Orang yang bahagia adalah orang yang paling sedikit memerlukan hukum dan orang sejahtera tidak memerlukan hukum. Untuk menjadi bahagia orang dasan cukup membeli baju sekali tiap lebaran dan makannya bergizi, dehat, halal dan toyibah diperoleh dari lingkungan sendiri sedangkan rumah dibangunnya dari kayu dan bambu serte alang alang yang ada dimana mana. Orang dasan hidup bahagia dan sejahtera selama saya tinggal bersama mereka. Itulah sebabnya mereka menjadi manusia tunduk dan dapat diatur dengan mudah sebab mereka bisa mengatur diri sendiri. Kini Begitu susahnya mengatur anak bangsa ini meskipun ribuan peraturan dan undang undang diterbitkan tipa tahun di DPR/D. Rupanya manusia kini telah kehilangan kebahagiaan dan kesejahteraannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini setiap saat mendengar lagu kebangsaan Indonesia maupun lagu kebangsaan Sasak, Semua melantunkan dengan gagah berani kalimat ; ” Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya”. Jiwa yang terbangun adalah jiwa yang mendapat cahaya. Bila jiwanya telah terbangun maka badan akan serta merta sehat wal afiat. Negara Indonesia itu dibangun agar sejahteralah anak bangsanya baik jiwa maupun raganya. Begitupun dengan Hymne Bangsa Sasak, “Pemban Selaparang” yang mengamanahkan Rakyat yang Sejahtera, REHAYU.Tetapi sekarang orang tak lagi membangun jiwa dan raga namun yang jadi prioritas adalah membangun kesenangan. Sampai sampai para pemegang obor tega memadamkan apinya sehinga anak anak berlarian tunggang langgang kemana suka. Pemimpinya tiba tiba menjadi narsis dan lupa rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan karakter yang paling efektif adalah melalui contoh dan contoh yang baik. Nilai nilai dan ilmu praktis dapat ditransfer melalui contoh teladan dari generasi ke generasi. Pemimpin yang bohong lahir dari masyarakat pembohong pula. Untuk itu mereka harus terus menerus menutupi kebohongan demi kebohongan. Kini kita saksikan orang orang yang berkarakter kuat sebisanya dibungkam dan dibui. Contoh itu lambat laun akan dianggap sebagai kewajaran dan jadilah kita para pembohong sedunia. Hukum hanya untuk menjerat orang susah karena memang orang susahlah yang paling rentan melanggarnya itu bukan karena kehendaknya tetapi memang mereka dalam keadaan lemah dan termajinalkan. Adapun orang yang dianggap kebal hukum pastilah bukan orang baik mereka itu hanya tampaknya bahagia tetapi tak pernah bahagia apalagi sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang sederhana tentang bangsa yang bahagia dan sejahtera meskipun ukuran itu baru sebatas ekonomi sebab yang bathiniah adalah sesuatu yang tak terukur, maka lihatlah saat turis berbonodng bondong datang ke Indonesia. Betapa mudahnya mereka antre menyodorkan pasport lalu bayar murah dan dicap sudah boleh tinggal dan leha leha di manapun sesuai batas yang dia inginkan. Coba bandingkan dengan orang Indonesia yang mau ke negara maju, dokumen yang disyaratkan bertumpuk dan biaya untuk urusan surat dan visa minimal 100 USD. Belum tentu diberi visa!. Karena cap orang yang bahagia adalah orang yang tidak memerlukan hukum itu dipakai untuk menyeleksi siapapun yang coba coba mendekat. Buktinya berapa TKW dan TKI yang bermasalah di seluruh dunia, bahkan ada yang jadi gelandangan di bawah jemabtan di Arab Saudi dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan masyarakat akar rumput, para PNS di Indonesia disinyalir 60% melakukan tindak korupsi.&lt;br /&gt;KPK menyatakan bahwa hutang RI sudah mencapa stadium 4. Kemiskinan merajalela dan penegakan hukum sudahpun lumpuh. Korupsi semakin menggerogoti. Apa yang tersisa dinegeri ini?. Pemimpin telah menggadaikan tanah air. Pemimpin telah membuat rakyat jadi tumbal. Pemimpin telah berubah jadi penipu!. Untuk sertifikasi guru dan untuk membayar gajinya yang meningkat maka pemerintah menggunakan uang hasil hutang dari negara kaya dan pun juga untuk membayar tunjangan orang msikin. Jadi apa bedanya kita dengan masa ORBA yang hidup dari menghutang?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun karakter bangsa untuk menyelamatkan generasi mendatang dari ancaman menjadi budak orang asing harus dilaksanakan dengan sekasama. Para pemegang obor hendaknya berdiri kokoh jangan sampai obornya jatuh apalagi direbut orang asing. Anak anak bangsa Sasak memerlukan cahaya yang dapat menuntun bathinnya agar tidak menjadi mansuia yang tidak pernah bahagia. Kita semua wajib menggerakkan aksi serempak dalam membuka wawasan, memberi pemahaman, menyokong moral, dan menuntun dalam pembelajaran demi mencapai kepribadian atau karakter yang kuat yang sanggup menjadikan setiap anak bangsa siap memenuhi segala kriteria kompetensi disegala bidang pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bangsa Sasak adalah manusia yang tangguh, pemberani dan mandiri. Mereka memerlukan sedikit sentuhan yang bernama kasih sayang dan pengertian. Mari kita mulai berbenah, jangan lihat berapa gelintir oarang yang peduli, Rasulullah SAW membangun karakter bangsa yang paling sulit di alam semesta ini nyatanya berhasil meskipun dimulai seorang diri dan didukung segelintir orang dekatnya. Insayaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-7149338987363121105?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/7149338987363121105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=7149338987363121105' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7149338987363121105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7149338987363121105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/membangun-karakter-bangsa-sasak.html' title='Membangun Karakter Bangsa sasak'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-5680733864921148357</id><published>2011-03-30T21:03:00.001-07:00</published><updated>2011-03-30T21:03:32.585-07:00</updated><title type='text'>Inax Inax Inax!</title><content type='html'>Yogyakarta [Sasak.org] “Aku bersyukur bahwa aku memiliki orang orang kejam disekitarku. Mereka telah melemparku dijalanan dan aku bangun dari keterpurukan dengan luka memar. Aku tidak dendam kepada mereka setelah semua berlalu. Jika bukan karena kesalahan orang orang yang telah melemparku niscaya aku tidak setegar saat ini. Orang beriman adalah orang yang percaya pada qada’ dan qadar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah sebuah catatan dari seorang Sasak Diaspora yang berada disuatu negeri yang jauh. Dia mengenang dan merindukan gumi Selaparang yang telah membesarkannya dengan segala benci dan cinta. Diantara keduanya yang menang adalah cinta. Maka jadilah ia seorang yang cinta dengan segenap hatinya kepada negerinya nun jauh disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya terbaring sakit keras saya harus menelan pil antibiotika yang membuat saya kesakitan. Tiap milimeter daging saya, rasanya seperti diris iris. Obat kimia membunuh kuman tetapi menyakitkan karena semua dihantam termasuk tiap mili sel sel saya ikut pedih dan perih. Kalau bukan kekejaman antibiotik itu tentu saya tak segera sembuh. Saya bersyukur bahwa Allah memberi saya kesempatan untuk merasakan pedihnya mata dan kulit dipadang salju yang membeku. Ketika setiap mili daging saya mengkerut untuk melawan dingin dan tiba tiba udara terasa panas saat memasuki bagian selatan bumi ini, tubuhpun menjadi hidup kembali. Tiap mili daging itu melonjak lonjak merasakan nikmatnya matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika matahari terus menyorot dengan gagahnya sepanjang tahun, kita pasti tak akan siap bila tiba tiba hujan turun selama berbulan bulan. Kita mulai sakit dan tidak nyaman. Kita mengeluhkan becek dan basah kuyup. Tapi ketika matahari bercahaya lagi, rasa syukur kita tidak sekuat keluhan kita sebelumnya. Kalau musim tiada berganti niscaya kita tak mendapat kenikmatan sehebat ini. Atau badan kita akan menjadi lemah dan rentan terhadap perubahan. Rupanya itulah yang dicatat oleh sang musafir Sasak diatas. Sesudah kesulitan akan datang kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya sakit saya abaikan saja telpon yang berdering sebab saya tidak kuat bicara. Tapi ketika kawan yang sering saya ceritakan itu menelpon, saya jadi tertarik mendengarnya. Rupanya benar ia ingin menymampaikan pesan penting. Bahwa di negeri Selaparang banyak pengangguran dan perempuannya dibuang atau digadaikan atau dijual mentah mentah ke negeri jiran untuk menjadi babu, budak dan pelacur cuma cuma. Mengerikan sekali cerita kawan itu, bagaimanakah bisa negeri seribu masjid begitu gampang kecolongan dan membiarkan perempuannya dihina dina. Bukankah perempuan adalah “epen bale”, empu rumah!. Pemilik rumah, yang menentukan baik buruknya sesisi rumah. Tiap tiap perempuan Sasak adalah ratu yang berkuasa karena dialah epen bale, yang lainnya kost, tahu!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita menjadi panjang karena dalam naskah duntal yang dia bacakan tersebutlah seorang tokoh kita yang sering saya takut takuti, biasalah saya suka menakuti sesama teman main sebox peta. Tokoh kita itu sudah malang melintang di tanah orang tidak hanya di Nusantara ini yang dia injak injak, ke luar negeri saja dia berani minggat pada saat kebanyakan anak Sasak yang ikut KS masih bayi atau SD. Dia itu sudah lama pensiun, tapi badannya gagah, tentu saja gagah dan kekar, bukankah semua keturunan Doyan Nada memang botox botox. Sampai tua dia tidak hanya botox tapi bontet. Sebagai pelakon utama ternyata dia harus pulang lagi setelah berpuluh puluh kali pulang ke gumi Sasak. Kali ini ia pulang dengan segala keyakinan, hati teguh dan tidak lupa mengasah bebadongnya. Ia telah menimbang dan menimbang jauh sebelum dia pensiun bahwa dia harus melakukan satu hal. Semua kawan diceritakan tentang keinginannya itu dan meminta supaya dibantu merealisir cita cita mulianya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan Sasak harus dilindungi, diayomi, disayangi sebab bila jatuh martabatnya maka semua isi rumah ini akan terhina. Lombok adalah rumah besar bagi anak bangsa Sasak dan epen bale mereka adalah inax bukan amax!. Keputusan bulat dibuat dan datanglah dia melamar salah satu perempuan yang dia kira akan menjadi korban perdagangan gelap, TKI gelap, Pelacur gelap, atau budak belian. Perempuan itu lebih pantas jadi anaknya, tetapi untuk melindunginya seperti anak bukan muhrimnya. Maka sepakatlah mereka menikah dan langsung akan punya anak. Selamatlah nasib salah satu anak gadis Sasak. Kini anak gadis itu telah menjadi epen bale. Entah bale yang keberapa, lembaran duntal tidak menerangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mulai gelisah menghitung hitung anak Sasak diaspora yang akan pensiun dan membayangkan kalau mereka akan meniru tokoh kita pulang dan mengayomi para janda yang banyak di Lombok Timur itu. Apakah ini adalah jalan keluar yang baik atau malah mendatangkan mudarat kelak. Mengapa kita tidak membuat dasa wisma disetiap RT. Satu orang tokoh akan bertanggung jawab moral mengontrol 9 tetangganya. Apakah ada anggotanya yang sakit, tidak makan, tidak sekolah atau perlu modal untuk berusaha. Tetapi timbul masalah karena ada kampung yang isinya perempuan semua. Lelakinya minggat entah kemana selama puluhan tahun terakhir. Penyakit masyarakat miskin dan terbelakan bermunculan. Aborsi, anak lahir tanpa tahu ayahnya siapa karena tes DNA mahal, pelacuran terselubung kawin siri dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, kawan saya yang suka saya takuti itu ada benarnya, mengambil langkah berani. Salah satu yang menakutkannya adalah saya suka bilang bahwa saya ingin hidup 400 tahun!. Kalau sudah begitu wajahnya berubah. Tetapi dengan umurnya sekarang, bagaimana dengan nasib anaknya ketika ia berumur 75 tahun, anaknya akan berusia 13-15 tahun. Kalau dia masih selamat lumayanlah dia akan membawa kelewang untuk menjaga anaknya kalau ada yang akan menjualnya jadi budak. Meskipun kalau ada maling dia pasti kalah berebut. Tapi bagaimana kalau dia berangkat duluan karena dipanggil oleh Yang Maha Punya Rencana?. Saya dituduh terlalu matematis oleh orang sebelah saya. Katanya hidup itu tidak begitu, pasti akan ada jalannya. Saya hanya bisa melihat secara akal sehat, bukankah saya tidak percaya pada nasib, klenik dan kebetulan. Bukankah Allah sudah menyerahkan bulat bulat alam ini untuk dikelola dengan baik. Para pemegang kuasa dimasyarakt saja gagal merencanakan dan menata masyarakat. Apakah begitu rumitnya peraturan sehingga tak satupun dapat dijalankan?. Hukum itu sejak Nabi Musa dengan 10 perintah Allahnya selalu sederhana, yang rumit adalah cara hidup manusia yang terus mengembangkan tipu daya. Siapa yang harus menbersihkan tipu daya kalau bukan masyarakat sendiri. Terus mulai dari mana kawan?. Ya, dari diri sendirilah. Apa yang dilakukan oleh kawan saya itu adalah salah satu cara, agar dia tidak saya takuti hanya akan masuk gorong batang saat pulang kampung. Dia dengan bangga bilang, “uh, saya sudah sempat menyelamatkan setidaknya satu perempuan calon korban woman trafficking dan kini jadi epen bale saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus minum obat dulu, supaya saya cepat sembuh dan secepatnya mencari cara menakut nakuti kawan saya yang sudah tua tetapi segera punya anak lagi. Sebenarnya saya ingin sekali pemuda pemuda yang mosot melakukan tugas itu, tidak hanya satu, dua, tiga bahkan 4 perempuan bisa diselamatkan, tetapi harus berjanji untuk menyelamatkan dengan sungguh sungguh, sebab ini adalah misi penyelamatan yang setara dengan tugas Nabi Musa saat membelah laut Merah. Dahulu Fir’aun yang merusak sekarang saudara kita sendiri menjadi musang berbulu ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-5680733864921148357?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/5680733864921148357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=5680733864921148357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5680733864921148357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5680733864921148357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/inax-inax-inax.html' title='Inax Inax Inax!'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-4157428627059425803</id><published>2011-03-30T20:39:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T20:40:22.072-07:00</updated><title type='text'>Bungkus Sasak</title><content type='html'>Yogyakarta (Sasak.Org)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehayu Semeton jari inax amax,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngkahte jari menuse berlebihan meton. Kelambi ye cume kelambi. Olex mbe juax kelambi sino ye sekedar penutup awak. Terus kembex ne dengan Sasak mulai genit nyindir dengan lain pekare kelambi. Coba ite pade beriuk pedasang gambar gambar tau Sasak lex taon se ndexman abad 20. Ndexne biza (beda) isix menuse gawah sax belondan ndex wah mandix. Terus ite ngakux akux beduwe kelambi mesax sax te paran adat ino?. Mbe asal usul selapux care bekelambi sax ite beriux tiru lex jelo jelo sine?. Ite ndex inget( sadar) base kelambi sax te kawih sine, sax te jait rapi terus mengkilat bersi te seterikah, ye ndexne budayen tite. Lamun te mele jari dengan Sasak tulen lex pekare kelambi, dung celake jarinte. Belondan separo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970 lex Lombok masih luwex dengan sax belondan separo. Mbe sax te paran Sasak asli lex FB ine, aneh pade base Sasak ntan. Makat ite luwexan kawih base Bali utawe Jawe?. Sang ite mele jari dengan Bali utawe Jawe jagaxn. Lamun ite doang ndex te cernges (lancar) kadu base Sasak terus ite milu milu marax dengan Bali utawe Jawe, dung ape beden ite dait dengan sax milu milu ntan bekelambi dengan Arab. Dait ndah semeton jari inax amax sax solah dait sholeh, side nane kan bekelambi care Barat sax te jauxang pertame isix dengan Kulande (Nederlands), ape ite ndex ngerase?. Gendang Belex sino ndex ne arax waktu ite kodex. Lamun ite mele beli gendang belex ite musti mesen jok Bali, mbeh jage taoxne te piyax lex Bali. terus dengan Sasak beli gendang belex makat ite ngakux base ite ngepe gendang. Pelecing ite paran dengan Sasak doang buduwe, lex Jawe arax pelecing semeno juax lex Bali. Sai milu lex sai aneh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun tetu ite beduwe ilmu kesasakan segerah base Sasak doang ite gawex gawex ntante ngeraos. Komentar ite tulis campuran kadu base Indonesia separoh utawe luwexan six uni Sasak. Kan ite buduwe pepolak (pepatah) sax muni “Base metitox bangse”. Lamun base Sasak ite ndex keruan unin sengax tecampur campur six base lain berarti ite metitox bangse sax bingung, bangse lemah ndex beduwe tandox (identitas). Dengan sax mele te paran bedarax blau six ne kawih base campuran Bali utawe Jawe. Dengan sax mele te paran intelektual six ne kadu base campuran Indonesia luwexan six uni Sasak. Padahel lamun ite tulax jox Sejarah Sasak ndexn arax datu apelagi sax bawaxan sax sebut dirix Lalu ape Raden. Selapux sebutan sino mudian ye te gawex. Selun selun selapux dengan ngerase beduwe hak jari dengan Sasak sax luwih mulia lengan Sasak sax lain. Dengan Sasak sax Asli lengan zaman halal lepang beduwe sebutan Inax, Amax, Semeton, Saix, Adix, Kake, Pisax, Sodet, Naken, Wai, Tuax, Papux, Balox, Toker, Goneng, Papux balox, Toker goneng dait seterusne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembexn ampox ite pade bangse Sasak sine ndot lex taox doang (stagnant), pedahel lengan taon 1970 an wah luwex bajang bajang Sasak sax mbutengang rempung (kelompok) Sasak lex Lombok, Jawe, Bali dait sax lain?. Sengax lamun wah tulak jox masyarakat pade kalah jarin. Sax uwahn ulex pade boyax ilmu jangke sarjane, wahn sax ulex malik ne jari momot. Lex Internet ka luwex kanax Sasak, lamun nulis luar biase semangetne, olex Amerike, Audstralie, Eropah dai seterusne. Demen wah ulex lelah ite boyax ye malik, sixn sebox dirixn. Ape saxne sebox?. Macem macem, lagux sax utame gengsi dait ye ilax. Gengsi sengax ye wah jari intelektual, ngkah bae jangke gerix perbawen isix dengan Sasak sax marax ite sax te paran bongoh sine. Ye ilax sengax timaxne wah jari dengan sax pinter lagux ape baun gawex kadu selametang anak bangsen sax bongoh bongoh ino. Takutn tedatengin isix kanak Sasak sax girang ngendeng ape ape, jari alasan sax lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nane ite beduwe macem macem rempung lex internet, selapux mele pinax mesax mesax. Ye bagus gati lamun seke suwe seke rame semeton Sasak sax berase milu mbutengang watak tau Sasak. Laguxan ngeno luwex rempung te bukax ye ye dirix dengan sax milu. Komentar sax tadah lade dait pesakit ate langsung ite sapu. Anggote sax kritis ndex ite demen apemalik lamun arax batur sax beketoan pekare tau bedarax blau dait adat, ndex te perlu ngantih sejelo, sedetik langsung te ilangang. Jari ite pade sine kumpul jari majuang bangse, ape sekedar milu ngotok pindah leman bough dasan tipax duniye maye?. Bangse Sasak sax solah dait soleh perlu belajah bareng bareng jari menusie sak mule jati. Ape sax ite gitax lex rurung (umum) sekedar bungkus sax aran menusiye. Ngkah te gampang lalox paran dengan lain lengex, sengax selapu kejarian tergantung lex angente mesax. Bagus pengindengte bagus kejarian. Ndexne taox (tempat) atawe keadaan (kondisi) sax piyax ite sengsare lagux pikiran ite mesax. Jari lamun ite terus nunjuk dengan lain kurang utawe lengex kan telu anak imante betunjuk tipak dirikte lamun jempol jax tetep melekux. Jempol sino ite kado sadex tandox bagus, hebat dait selamet. Tunjuk ite nuduh dengan lain lengex telu tunjukte langsung tipax ite, jari inan imente langsung ilax, ye ampoxne melekux. Araxan ite mulai pejonjong imente kadu selapux anak ime lamun bau kadu duwe ime te besalaman kance selapux semetonte sax kadu gamis utawe jubah, sax besewox dait besapux, sax Islam, sax Hindu, sax Kresten, sax Bude, sax pantok gendang Belex, sax begambus,Sax Becilokax, sax Bedangdut dait seterusne. Lengex sopox, lengex selapuxan. Ngkahte jangke jari nile sekecot jari sede susu sepaso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marax meno dait ampure&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamet dait Rehayu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-4157428627059425803?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/4157428627059425803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=4157428627059425803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/4157428627059425803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/4157428627059425803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/bungkus-sasak.html' title='Bungkus Sasak'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-6529726701321939490</id><published>2011-03-30T20:19:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T20:20:11.553-07:00</updated><title type='text'>Sasak Perot</title><content type='html'>Yogyakarta [sasak.org]  Kanak bajang Sasak luwex sax bingung boyax identitas dirixn. Selapux care ntan cobax adexn bau dait ajahan dait tuntunan sax teparan mule Sasak tulen. Lagux lamun arax beketowan lex sax towaxan ape malik ye berembeng pendapat dengan towax dait belex belax sino jelapan ye bereaksi negatif, sili gati. Arax duwe pekare sax piyax dengan towax sino sili. Pertame ye sakit, keduwe ye takut. Pembelas (gap) antare kanak bajang dait dengan towax ye gowar gati. Dengan towax bekelakuan menurut penaox dait pengalaman ne, ye ape gowar ape sempit. Kanak bajang sax menge (open minded) dait kritis beketowan sengax mule meno sifat dengan belajah. Luwex mace, luwex begitax dait luwex alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sax sili biasen nyeke sakit, cobaxang ite pade bejorax lex julun dengan sakit otak pasti ye langsung sili. Ape malik beketowan, ite lawan ngeraos doang ndexn demen. Lamun ndex nyeke sakit dengan sax sili sino ye takut. Dengan sax takut yax te ketaon ape sax ye sebox pastine sili lamun arax dengan ketowanang pekare sax bebuntel (terkait) isix kepentingan hajat idupne. Sax paling ye takutang lamun arax dengan beketowan masalah sejarah dait adat istiadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adat sax ite sebut tradisi sino ye kebiasaan. Lamun arax dengan biase kadu ime kiwox/kiri ye teparan adatne lengex. Lamun arax sax ndex sopan langsung tepenget (peringet), jagax adatm!. Jari adat yesino kebiasaan dait endah perilaku. Tradisi artin melalui kata, olex uni. Jari zaman laex ndex arax dengan nulis, selapuh te ajah kadu conto dait uni. Nani lowex dengan sax nyelax selapux sax nulis rencane dait cite cite, te polox olox si kanax bajang. Unin, ye raos raos doang. Ye ndex sadar base (bahwa) lamun nde arax raos ndex arax ketaon. Lamun ndex arax ketaon jaxn arax beketowan. Lamun arax dengan sakit dait takut jaxn sili. Dengan girang sili terusn muni, ape ndex araxm gawex?. Nyenyedax doang!. Dengan sax ngomeh sino pade kance sax polox olox batur sax kena raos raos doang. Lamun dengan sax tetu mele majuang bangse Sasak pastine bahgiye dengah dengan raosang usahe pemajuang dirix. Dengah dengan beketowan pekare, menak dait ndex menak. Mace tulisan sax nyadarang sai ite pade dait ape sax wah te gawex terus berembe seterusn. Ye sino baken api sax sedut semanget ite selapux adexte gesit maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Sasak beduwen acare sax ye sebut Sangkep. Sangkep sino base Kawi/Sanskrit bemaxne mempersenjatai dirix, nyiapang dirix kadu perang. Perang sino bau sax besifat fisik bau endah sax besifat mental, pemikiran. Jari sai sai bani pesilax dengan sangkep berarti ye siap perang pemikiran. Lamun jelap sili berarti ye ndex mele sangkep lagux arax ye sebox. Kanak bajang Sasak wah pinter pinter, ndexn bau te gulut gulut isix cao utawe pelecing. Timaxn wah te sadex mangan besoh, lamun ye beduwe pikiran lain jaxn muni doang. Ape jaxn takutang lasingan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lex sangkep sangkep duniye maye sax paling liwex te kerantex yesino pekare menak dait adat sax ndex selampax (sejalan) kance akhlak apemalik akidah. Akhlak sax besumber olex akidah sino besifat ringkes, kontex, bagus jari kemasalahatan utawe harmonis. Lamun adat jax bau te rombox te kurangin sesui kebutuhan lex waktu sino. Lamun akhlax olex akidah jelas tuntunan, mbex sax Al Qur’an dait mbe sax Hadits utawe ajaran Ulama asli. Adat sino ures (timbul) oleh keadaan manusia utawe masayaraktne. Dengan Bima luwex kadu ime kiri begawean, ndex arax dengan muni ape ape sengax lex itu luwex dengan kebot. Lamun lex Lombok sekedix dengan kebotne, jari bengax gitax dengan sax bekiwox kiwox. La keceket dengan tye, ngawis kadu kiwox kejelapn aneh, unin dengan sax bengax. Akhlak sino te kadu lempengang peri laku adexn bagus mental spiritualte. Lagux adat terutame ye te kadu sekedar hiasan dait langan boyax mangan. Cobaxang boyax dedare Sasak sax wah istikomah bejilbab terus suruxn taek panggung kance lox udin ngigel ngigel. Pasti nden mele, sengax ye peliharax akhlaxne. Lagux cobaxang boyax dedare sax biase kadu kelambi kaos ape jins, pastin soark ketak six demen te surux milu lex panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laex bangse Sasak sino belondan, bekelombas, ye kadu kulit kayux utawe gedeng jari kelambin lex bagian sax pemalix (tabu). Dengan Sasak sax tulen sino mulai maju sax wahn te jajah six tau kowok aix. Penjajah tite ndexn dengan Kulande doang lasingan. Mulai te jajah six dengan Jawe Majapahit, terus, Sax olex Sembawax, Sulawesi dait secara kultural Banjar dait Melayu. Selain sino dengan Tegis (Portugis), Melage (Spanyol), Persiye, Inggris dait Kulande wah doang jajah ite timax sekedix. Lagux sax paling kowat jajah ite ye sino Tau Bali. Lex abab IX, dengan Sasak lex KLU ye Bude, jari buktine arax te dait patung Buda lex ito, sax nane te simpun lex musium nasional. Terus wahn sax tame dengan Bali luwex sax milu jari Hindu, lagux akhirn tulax malik sengax Bude Sasak ye lainan keyakinane. Ndexn semate anut Dharme lagux arax sax te aran genius lokal/nilai mesax. Sax uwahn tame Slam, dengan Sasak jari meredeka oleh selapux jajahan.Lagux meredeka sino sebates akidah. Merdeka ndexn arax dengan sax lebih mulia sengax lex Selam sax paling utame sino dengan sax beduwe ilmu dait takwe. Lagux sax uwahn bebuteng negare Indonesia, dengan Sasak, idup marax ye tejajah isix bangsen mesax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rempung tau Sasak sax paran dirixn menak begulah boyax kuase, selapuxn gawex adexn te akux six dengan luwex. Piyax dirixn beduwe adat sax lain sax dengan luwex ndexn ketaon. Adat sax piyax idupte sengke, pasti bedowe motif ekonomi, politis. Kembexn pade besiax pekare dengan merarix?. Olex pican tau Sasak te pesulit merarix?. Kembexn pade besual pekare dengan nyongkol?. Sai ngarang ngarang acare nyongkol sax pesulit dengan merarix? Terus pesulit dengan lain, terus pesulit selapux tau Sasak sax ndex ketaon ape ape?. Dengan merarix kan wah sunatullah, alamiah sino. Kanggo ne perariang dedaren lamun wah pade saling kemelex. Makat pulisi milu milu nangkep dengan merarix. Lamun dengan maling utawe menculik baruxn tetangkep. Lamun dengan Sasak mele gentix kebiasaan merarix odax, makat merarix sixn pade ributang. Kan ino masalah pendidikan. Sai sax terdidik bagus ndexn mungkin merarix odax jangke betian bejulu. Dong mbe taox akhlaxn meno?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlax sino kadu akal sehat, beduwe dasar dait pertimbangan belo gati. Lamun adat sifatn strategis, pragmatis, taktis ,ekonomis, lokal dait politis doang. Jari berembe semeton jari inax amax sax wah besyahadat, sax wah te baptis, sax wah te siram kembang, sax wah te perajax marax ogoh ogoh, sax wah te wisuda, la sang pade perot de jari Tau Sasak. Bimbang terus lamun arax dengan beketowan, sili, gedeg, tersinggung. Cobax ite pade jujur ntan, selapux adat tite, ndexn bau selesaiang pekare pekare sax sulit, ye ampoxn terimax ugam Selam isix papux balooxte laex, sengax ugame Selam sino beduwe langan sugul (solusi) kadu pekare sax bilang jelo. Makat ite perot lalox ngkahang nyondol lamun arax masalah sax lebih peren, umpame jangke ite ndex sembahyang. Makat ite perot lalox ngkahang selapux sax ngerugiang dengan luwex?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Sasak sino sifat asline Matriarkal, Inaxn jari puset selpuxan. Kan mule dengan nine sax paling nomer sopox lex duniye sine. Ye ampoxn sebut TUHAN dengan Sasak kena “NENEX”. Nene artine susu, taox ite nyusu, ndex sekedar nyusu waktu te kocet, lagux taoxte nyusu ilmu. Kan Inaxte sax te sebut epen bale. Ye doang ngepe selapuxn. Lamun bedoxe munin, O NENEX KAJI SAX KUWASE!. Nenex (Inax) Kaji (Tuan/Lord) Sax Kuwase. Tuhan sax kuase sax icanin ite idup marax ntan Inaxte sino. Ye ampoxn cocok Tau Sasak six Ugame Slam. Sengax lex Slam sino Sorge arax lex lampak naen Inax!. Ngkah ite campur isix pakere dengan Arab sax bakhil, jahat dst, ino pekare lain, pakere manusiye sax ndex bekait isix ajahan Ugame Slam. Ite gedeg six tau Arab, ape alasante, marax sax lex atas, ite sili, sang sengax ite sakit utawe takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekare epen bale lex gumi paer, ye pekare sax nomer sekex peren ne. Dengan nine Sasak ye mule jati sax paling te muliyax lex duniye sine. Kanax nine Sasak ite sebut DEDARE atine ape?. Dedare artin Bidedari, Diva, Angel!. Ye ndex sekedar menusiye kanak ninente sino. Ye Bidedari, lemax latn jax begentix jari EPEN BALE. Epen gumi paer, epen idup, epen salapuxn. Makatn arax tau Sasak sax bongoh dait perot lalox jangke ndexn bani bela bidedarin mesax, epen balen mesax! PEROT!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget solah solah ite pade beduwe bidedari, berembe jax bidedari sino, inax amax semeton jari?. Ye ndex marax manusye perot, ye BELAMBUNG, kekelep melayang layang lagux bau te demok. Jari enkahte paran ye kekelep marak layangan petox. Sanget agti ite pade tunax male lex kanak nine sax ite sebut dedare, papux baloxte sax uwah anut adatgame, ndexn mele siye siye dedarene. Berembe ntan adexn bidedari sax inges solah tye jari seke top markotop?. Ye terus te kelekang designer paling unggul lex gumi paer. Dadare te piyaxang KELAMBI LAMBUNG. Kelambi sax seke piyax bidedari seke melambung, melayang layang adexn pedas six begitax, adexte pedas bedayang, ino dedare ite ndexn pade six dengan lain. Dadare dait epen balente ite tolox lex atas, melambung le atas ite, terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jari lamun ite masi perot ndex bani bait sikap konsisten, bangse Sasak jax ndexn gen maju maju. Ndex berarti selapux ite serahang lex dengan nine, lagux kehormatan ye sax mule jati ite tulakang julux adex ite jari Sasak Sax mule jati. Sai sai ndex sekolahang dedarene berarti ye tau Sasak Perot. Sai sai ndexn bani gentix adat sax kurang pas berarti ye tau Perot. Pakare sax lain lain jax bau te paran mudax mudax paso belax!. Aneh te beriuk mikirang, berembe ntante pade, revolusi tulak jok dirix ite sax istiqomah lex Ugame sax jari sendi akhlak te beradat dait bekelakuan adexn sax jelap gamax makmur sejahtere utawe REHAYU gumi paerte.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marax meno dait ampure&lt;br /&gt;Sax ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-6529726701321939490?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/6529726701321939490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=6529726701321939490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/6529726701321939490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/6529726701321939490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/sasak-perot.html' title='Sasak Perot'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8486797942149765601</id><published>2011-03-30T20:17:00.002-07:00</published><updated>2011-03-30T20:20:53.039-07:00</updated><title type='text'>Chauvinisme Sasak</title><content type='html'>Jogjakarta [Sasak.Org] Base Sasak sino arax sax te kadu six dengan luwex dait arax sax te kadu lex wayang (theater). Base sax lex wayang yesino base Kawi ye beruwe warisan tite olex saman Majapahit. Lamun base sax te kadu six dengan luwex arax sa xte sebut base hormat (formal form) dait Base Jamax ( Colloquial). Jari ndex arax base makhluk halus ino. Base Formal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Base Sasak sax asli sino ye begax gati lain uni ruwen tebanding six base batur olex Jawe ape Bali. Upame te bait olex conot pekare aranpegentix (kata ganti orang/pronoun). Dengan Sasak kadu ITE sax bemaxne aku dan dirku yang satu lagi ayitu ruh. ITE mengandung makne fisik dait spiritual. Bandingan lamun kadu TIYANG sax bemaxne Tau utawe dengan utawe menusiye. Apa malik Tyang Pelunguh sax bemaxne Dengan Kursi/Sentaux. Terus dengan sax keduwe ite sebut SIDE sax bemaxne mengerti kesempurnaan, sempurne, utuh jiwa dait rage. Lamun te jelasang Ite dait Side doang perlu luwex mase dait raos. Ite dait Side ye te kadu six dengan sax beduwe kesadaran atas pekare eksistesi manusye. Ndexn pekare awak doang lagux besopox six pekare ruh utawe jiwe. Ape sax te gawex six ite dait side beduwe tanggung jawab tipax awak dait ruh yesino hukum akherat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nane pekare arangentix sax kadu Pelinggih utawe pelungguh. Lamun side kadu arangentix sino side musti pikirang sai kancen de ngeraos. Pelinggih sino te kadu six panakawan, pesurux sax ndex bani gitax tuan ne, sax ngesot utawe bejajar lex pekarangan ngantix catu ambon utawe kepeng seketip. PELINGGIH bemaxne taox tokol, kursi. Sentaux. Bandingang six lex Jawe sax kena Sampeyan dalem, sax bemaxne nae. Lamun lex Sunda, paduka unin sax bemaxne kasut. Nah lex Bali jax Cokorde so unin sax bemaxne nae masih. Jari sai sax pantes muni Pelinggih utawe paduka dait cokorde sino, lamun ite jujur ndexte mungkin milu milu kadu iye. Sengax berembe ntan side kena Pelinggih lagux tetep side gitax atas dait ruwen dengan. Makat side ndex gitax sentauxne, terus lamun ye bebuteng dung ndex arax sentauxne. Sai sax kena pelinggih, paduka berarti ye piyax dirix hine dine setingkat isix kasut utawe sentaux.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamun pekare ngeraos doang ite pade masi bekeleot bekelecang ndex istiqomah, taat azas. Terus berembe pakare adat sax lain upame merarix sax jari ajang eksploitasi dengan nine. Arax sax endeng mas 25 kg. jari pegentix kewirangan. Ape ite pade wah jogang selapuxte. Mbe olex kewirangan (kecele, kecewe, rasa malu) kan anaxte mesax sax merarix. Umurn uwah cukup, wah pade melen terus lamun te perarix six dengan sax jax nikahin ye wah pantes ne ngeno, lasingan. Terus ape sax piyax dengan ilax utawe kewirangan sino, pasti salax faham utawe te gawex six dengan lain. Artine, ye arax dengan lain bepesex,boyax kesempatan. Salax faham sino ures leman bekelain faham, sax sopox perasax dirixn tao adat bagusan six sax lain. Sax lain ndexn arax urusan six adat dengan. Betempoh wah duwe kepentingan. Lamun ite sadar jari Tau Sasak sax besopox dait pade pendait, jax kembex persulit dirix aneh. Ape ape te piyax sengke, ape ape te piyax suwe dait krudut. Segrah ite pade demen bekrudut terus selame lamen jari tau Sasak ine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci selapux pekare ye sino ite saling faham, lamun arax batur sax mele ingon care papux baloxne, aneh terusang. Lamun arax sax ndex mele kadu care laex aneh terusang. Lagux lamun bedait dengan duwe, cobaxang ngkah arax dengan sax milu milu mancing boyax mpax betok lex antare duwe dengan sino. Ape jax jarin, lamun arax dengan duwe belain faham, pasti iye gen ngeraos dait peta langan sugul sax te aran bemufakat. Dengan Sasak sino asline dengan mudax bemufakat, ndex arax sax demen piyax pekare jari krudut. Olex sino semeton jari inax amax, te engkahang bae sax aran hobby pesengke batur, ite tau Sasak wah sanggup jari dengan Selam. Selam sino artine Selamet, rehayu. Ite artine aku sax beruwe awak sine dait aku sax arax lex dalem yesino ruh. Side artine awak dait ruh sempurne. Jari ape sax kurang lex tau Sasak. Sax kurang ye sino kewanenante jari dengan sax REJENG, kowat marax karang, betegel lex uninte mesax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walalhualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marax meno dait ampure&lt;br /&gt;Sax ikhklas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8486797942149765601?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8486797942149765601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8486797942149765601' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8486797942149765601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8486797942149765601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/chauvinisme-sasak.html' title='Chauvinisme Sasak'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2139577519132973206</id><published>2011-03-30T20:17:00.001-07:00</published><updated>2011-03-30T20:17:43.494-07:00</updated><title type='text'>Sasak Lasingan!</title><content type='html'>ogyakarta (Sasak.Org) Arax sopox bajang beketuwan, ape kenan LASINGAN sino ah, ndex ku demen gati dengah dengan muni ngeno. Tau sax paran dirix budayawan macem macem unin bejawab padahal masalah sax meno meno wah arax tetulis lex KS dait www. Sasak.org laeeeex gati. Arax sax kena lasingan sino base Arab, base Inggres dait ape sax melene wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasingan tau Sasax sax paran dirixn budayawan, makatne demen lalox nyebox. Berembe ntan jax betulung adexn seke maju bangse Sasak lamun ite nyebox nyebox kanyan. Masalah sax arax lex dunye nyate akhirn bau te gitax lex duniye maye. Tau Sasak lex mbe mbe taoxne ye tetep polos. Pire dengan sax te paran tokoh sino senyatene dengan perot dait ndex jujur. Ye pade piyax akun face book seluwex luwexne adexn te paran beduwe pendukung. Jari ye sax piyax status, ye bejawab. Lamun kance sopox ye dukung barehan sekejet lain unine bekomentar. Sopox aran jaux sopox karakter olex sopox manusiye sax pade. Ape ndex periak lex manusiye sax paranoid dait schizoprenia marax meno. Sax lebih mesaxaken malik kanak bajang sax milu mace dait ngaji lex sesangkokne. Bingungn pade mace, dengan sax kenax te salahang lagux lamun pade ye timaxn bertentangan six akidah wajib te kenaxang wah. Begeroma ruwen pade tau Sasak kajuman, bepayas marax Cupak ngakux dirixn datu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasingan Tau Sasak sax jari maling lex gumi paer sax wah pade sekolahno, pindah jox duniye maye. Lamun lex bale baturte maix angen paling sampi bembex baturn mesax. Maling sino ye kenal taox dait dengan sax arax lex ito. Hapaln langan dait taox nyebox. La nane jax penggitan maling sax seke ahli jari mafia wah. Lex gumi paer lamun arax proyek pembangunan butengang infrastruktur selapux pemborong begulah begaet boyax care adexn maux sax belex belex, lamun perlu nyogok 40% lex pejabat, nyogok wah. Lamun perlu kadu pelet ape seher baun doang masih.&lt;br /&gt;Pemborong sino jari mafia sax bodowe jaringan guar galuh jangke libatang pejabat. Ye sax aran Cupak jari datu. Melene molah molah doang lagux hasilne selapux ye bait. Lox Cupak sax jari datu maling proyek, sixne piyax LSM terus beriux kance semeton jarin sax jari pejabat pegerix kepeng rakyat. Sax beduwe LSM malikne boyax baturne piyax kelompok kelompok lex desa desa. Nah ye ntan pade bagi kepeng jarahan sino. Endex arax irox asexn gitax masyarakat jelata sax nerake idupne. Lox Cupax seken mokoh awakne, ndex arax pegawean lagux istane ye piyax mewah. Suwe suwe ndex arax sumber kepingn, lemax laun selapux panakawan nyedi, lamun wah pangsiun semeton jarin sax pejabat baruxn pelot. Mbe lalox tipaxn pelai, menusiye perot, berot jaxn tulax jok masyarakat jari dedoro, sengax ye mesax anggep dengan lain budakn. O gamax periak papu bain sax jax maux kutukan harta haram jangke 7 turunan lox Cupak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasingan tau Sasak lupax lex adat game. Sai piyax ite pade jangke lupax meno. Dengan towaxte mesax dait pemimpinte mesax. Sax aran adat game sino ye beduwe nilai nilai luhur sax betujuan mbutengeng manusiye sax luhur budi pekertine. Marax upame aix sax sugul lex pengembulan Rinjani ite piyax aix kemasan. Aix sax sehat dait nyereng sino seke suwe seke gemi dait ndexn maix. Kembexn aix kemasan sax te inem bilang jelo sax te salahang makat ndexn masalah pengembulan sax lex Rinjani te pelihara dait te jagax?. Arax dengan sax bekuase takut ilang dagangan ne, ye langsung sebox masalah sino. Terus ye adokang dengan sax nginem aix sino jangke pade begejuh bejaguran saling matex. Arax dengan sax bait untung oleh kekisruhan dait ketidaktahuan masyarakat. Ye ampoxne luwex pade pyax bisnis baru, adu domba, pecah belah ite pade. Mbe sax teparan nilai luhur wah ndexne jelas, pengembulan atawe sumur mbe olex ne maux nilai ndexn perlu te ketownanang sengax lamun arax dengan beketowan artin bisnis bau terganggu. Tedox tedox bau, ite palsuang selapuxn lagux bagusan ntante sebox rahasiye. Ye no sax arax lex ite pade bangse Sasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lasingan taox de ke aran Lasingan?. Lasingan sino olex base Kawi/Sanskrit. Lasingandika artine “maix angen side kena menu!”. Tegesne, kemaix angenm! Atawe kemaix angen ne!. Lagux nane jax wah begentix artin jari macem macem. Bau te padayang isi ongkat kanak bajang; Emang gue pikirin!. Ah tega sekali kau!. Berisik tau! dst. Bilang jelo bilang detik ite pade belasingan lagux ndex te taox ape sax sebenarn melente uni. Lsingan, ke perot dait berot de jari tau Sasak. Aneh ke wah waktun nane ite pade beriuk jari dengan jujur, ikhlas, segrah jax te ngantih dirix gen mate barux te sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marax meno dait ampure&lt;br /&gt;Sax ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2139577519132973206?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2139577519132973206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2139577519132973206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2139577519132973206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2139577519132973206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/sasak-lasingan.html' title='Sasak Lasingan!'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2124173376491619446</id><published>2011-03-30T20:16:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T20:17:04.649-07:00</updated><title type='text'>Kaule, Sikep dan Menak</title><content type='html'>﻿Yogyakarta (Sasak.Org) Saya sudah lama menunggu orang yang bisa menegaskan sebuah sikap tentang keberadaan menak Sasak.Kita sering keliru mengindetifikasi orang yang menggunakan nama tertentu sebagai menak. Menak adalah istilah kuno untuk menyebut borjuis. Bourgois dari bahasa Latin Burgus artinya puri, benteng atau kota yang dikelilingi tembok. Ada pula yang menyebutnya sebagai kapitalis. Selain itu ada lagi istilah petit bourgois (borjuis kecil) untuk menyebut orang dari kelas menengah yang konservatif. Borjuis itu timbul pada abad pertengahan di Eropah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang orang yang tinggal di puri adalah orang yang memiliki kekuasaan terbatas dengan kontrol atas tanah dan bisnis tertentu. Sekumpulan orang orang dari berbagai puri yang saling menikahi anggota keluarganya menjadi besar dan mulailah kapitalisme. Seiring membesarnya kekuasaan dan bisnis, mereka merekrut para pekerja dari wilayah sekitarnya. Ketika perkembangan dunia mulai melesat dengan pelayaran luas, mereka inilah yang menjadi dalang perbudakan dan kolonialisme, atau setidaknya penyandang dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lombok adalah sebuah tempat yang boleh dikatakan metroplis zaman dahulu. Semua Bangsa datang dan pergi. Orang pertama adalah nenek moyang bangsa Nusantara seperti bangsa Mentawai, Lubu, Negrito dsb. Kemudian dari Hindia Belakang atau sekarang China Selatan dan utara Laos. Itulah sebabnya kita memiliki kosa kata dari bahasa Khmer yang dahulu merupakan bahasa berpengaruh dan sumber bahasa lain di Asia Tenggara daratan. Orang Sasak adalah satu satunya yang mengatakan ” NYAMPAH” yang berati Sarapan, makan pagi. Kata itu berasal dari bahasa Khmer ” Nyam bai” dibaca [nyampeui] yang artinya makan nasi. Bangsa Tambora yang musnah oleh letusan gunung Tambora tahu 1815 itu adalah pemakai bahasa yang bertalian dengan Bahasa Khmer. Kata Sasak lain adalah Aox, yang bersal dari Hao, dalam bahasa China. Kemudian datanglah bangsa bangsa lain dari daratan India dan Jawa. Pada abad ke IX, orang Buddha sudah hidup di Lombok. Sejak adanya pelayaran antar benua makin ramailah orang asing datang ke Lombok, mula mula Bangsa Persia, kita mengambil istilah mereka Baix/ Baiq yang berarti tuan. Kini banyak orang Asia tengah dan Selatan masih menggunakan nama itu. Lihat tokoh pendiri Ahmadyah, banyak menggunakan Beig dibelakang namanya. Sebagai warisan Persia orang Sasak tradisonal sampai tahun 80an masih menyimpan gambar buraq. Kalau di Sumbar dan Jambi masih ada upacara tabuik sebagai sisa tradisi Persia/Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Masuknya bangsa Eropah, Lombok semakin ramai dan terus menerus mendapat pengaruh dari berbagai bangsa. Orang Tegis (Portugis), kemudian Melage ( Spanyol) lalu Inggres dan Kulande (Belanda) masing masing memberi warna pada bangsa Sasak. Namun yang paling besar pengaruhnya dalam kebudayaan adalah Bali dan Jawa. Setelah masa Jawa dan Bali itulah kita mengenal Menak. Ketika semua penjajah sudah pergi setelah perang Lombok, sebagian orang Menak yang biasa bekerja pada penjajah itu, mendapat kesempatan menggantikan kedudukan penjajah. Maka oknum oknum yang menyebut diri menak bertindak sebagai borjuis baru. Mereka tidak tahu bahwa di Jawa sudah tidak ada Menak sesudah matinya Menak Jinggo. Yang ada hanya di dalam wayang dengan sebutan Wong Menak untuk Jayengrane atau Amir Hamzah. Jayengrane artinya Panglima Perang dan Amir Hamzah adalah salah satu tokoh penyebar Islam. Jadi mengapa ada orang Sasak mengelitkan diri dengan sebutan Menak?. Akibat kelakuan oknum menak yang mengundang penjajah maka warga lain mengambil sikap dan jarak. Orang yang dengan sadar dan demi cintanya pada bangse Sasak itu keluar dari “puri puri” mereka dan menyatu dengan masyarakat banyak, Mereka itu adalah para kesatria tulen Bangse Sasak dan menyebar di seantero Gumi Paer dengansebutan SIKEP atau KAULE!. Sikep dan Kaule ini adalah orang yang militan dalam menjaga harkat martabat bangsa Sasak dari dahulu sampai sekarang. Kini oknum oknum yang menjual menak masih banyak sekali. Mereka mempersulit masyarakat dengan berbagai adat yang menjadi ajang bisnis kalangan tertentu namun mencekik rakyat jelata. Para Sikep dan Kaule nampaknya kalah kekuatan dan suara, meskipun sampai lelah berjuang dan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIKEP artinya, orang yang sangkep. Sangkep artinya berkumpul untuk mempersenjatai diri, baik secara fisik maupun rohani. Para Sikep ini menurunkan Ulama yang disebut Tuan Guru pada zaman sekarang. Namun tidak semua TG adalah Ulama, karen banyak Ulama su’ yang menjual ayat untuk cari makan. SIKEP memiliki ciri khas, tunduk, berani, terbuka dan bersahaja. Dsiplinnya luar biasa karena ia adalah manusia dengan integritas tinggi. Ia tahu apa yang diinginkan dan ia yakin akan kebenaran. KAULE adalah Sikep yang terjun langsung dimasyarakat bawah, akar rumput. Ia tidak menampakkan perbedaan apapun, ia duduk, berdiri dan makan sama dengan masyarakat jelata, tapi ia membawa angin perubahan untuk memajukan anak bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah yang masih mau menjaga nilai SIKEP dan KAULE itu?. Mari kita bersama sama bersatu padu, mengangkat bangsa Sasak. Kita bicara kepada pejabat, pemimpin dan ulama agar mereka mengambil langkah untuk menerapkan prinsip prinsip seorang Sikep dan Kaule dalam menjalankan tugasanya. Kita ingatkan bahwa apa yang terjadi saat ini, dimana banyak orang yang berani memangku jabatan tetapi lupa amanahnya mengemban amanat penderitaan rakyat Lombok, agar berhenti sejenak dan berfikir, apakah yang telah ia lakukan untuk anak bangsanya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah menara Babel yang gagal mencapai langit bukanlah karena para insinyur dan tukangnya tidak saling mengerti bahasa, tetapi jauh lebih parah dari itu, bahwa mereka tidak saling mengerti apa dan siapa mereka. Masing masing berjalan menuruti nafsunya sendiri. Yang satu menaruh diri begitu tinggi dan mengabaikan akar rumput, maka ketika tiba waktunya melakukan pekerjaan besar, jurang pemisah begitu lebar dan kita bersama sama jatuh berjumpalitan kedalam jurang itu tanpa ampun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Sasak adalah bangsa multi segalanya, tradisi indah karena akulturasi semua peradaban dunia masuk. Rupa kitapun beraneka, ada banyak yang serupa dengan orang Timor, Sumbawa, Mbojo, Bali, Jawa, Sunda dan Bugis bahkan Cina dan Arab. Kamajuan kita bersama akan tercapai bila kita terbuka seperti nenek moyang kita yang menerima segala rupa bangsa untuk hidup di gumi paer ini. Banyak orang dari bangsa lain, setelah lahir dan besar disana, jadi cinta dan mengaku bangsa Sasak. Tentulah harus demikian karena dimanapun kita berada ini adalah bumi Tuhan. Sasak diasporpun sangat pandai menyesuaikan diri diseantero jagad ini.&lt;br /&gt;Mari kita mulai langkah baru dengan mengedepankan ciri seorang Sasak Sikep dan Kaule yang sejatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2124173376491619446?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2124173376491619446/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2124173376491619446' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2124173376491619446'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2124173376491619446'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/kaule-sikep-dan-menak.html' title='Kaule, Sikep dan Menak'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1529928862689815812</id><published>2011-03-30T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T20:16:08.168-07:00</updated><title type='text'>Bahasa dan Budaya Sasak</title><content type='html'>Yogyakarta [sasak.org] Hingga di tahun 1970an saya banyak menyaksikan orang orang elit Indonesia sisa sisa kolonialisme yang masih menggunakan bahasa Belanda dalam kehidupan sehari hari. Diantara yang elit itu ada yang lebih khusus lagi yaitu yang menggunakan bahasa Prancis yang diselipkan disan sini. Mereka itu adalah orang orang yang dahulunya bekerja atau mendapat keistimewaan dilingkar penguasa penjajah asing. Orang orang elit itu biasa tinggal dan bergaul dengan sesamanya dan mempertahankan cara hidup bak induk semang mereka si penajajah itu. Kalau penjajahnya Belanda maka mereka menggunakan bahasa Belanda dan Prancis. Di negeri dengan penjajah Spanyol seperti Filipia kaum elit tentu memakai bahasa Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau Lombok yang sejak zaman prasejarah menjadi tempat singgah dan menetapnya berbagai bagai bangsa, mulai dari bangsa Khmer dari kerajaan Champa dans ebelumnya, China Selatan atau Yunan yang membawa bahasa Sinotebetan dan banyak kosa kata seperti tene, nyampah, mai/maeh dll. Kemudian datang pula bangsa Jawa dan Bali yang membawa bahasa Kawi sehingga kita mempunyai bahasa yang sangat dekat dengan kedua bangsa itu. Orang orang elit Sasak, membangun dan mengelompokkan diri mengikuti cara dan gaya induk semangnya sang penjajah Jawa dan Bali. Mereka menggunakan bahasa Kawi,Jawa, Bali dan kadang dicampur baur dengan berbagai bahasa lain dikemudian hari. Mereka ingin terlihat seperti induk semangnya sehingga menskipun bahasanya tidak begitu dikuasai mereka memaksakan untuk bicara sebagaimana gaya penjajah. Hal itu berlanjut sampai pada gaya berpakaian segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Kawi atau menak yang sperti dipergunakan pada pertunjukan teater atau wayang meank Sasak adalah seperti bahasa Italia yang digunakan pada opera di seluruh dunia yang mengadopsi gaya Italia itu. Atau bahasa Spanyol pada nyanyian para sopranos dalam teater teater di Eropah. Ketika orang memutuskan menggunakan bahasa Sastra dalam komunikasi sehari hari pasti akan sangat canggung (kelegot) sebab settingnya tidak sesuai lagi dengan apa yang harus diekspresikan. Menggunakan kosa kata yang dianggap bahasa tinggi (sementara orang menyebutnya base alus) seharusnya mengubah gesture dan mimik seseorang. Apa artinya kita mengatakan pelinggih (kursi), Cokorde atau Sampeyan dalem (kaki) atau Paduka (kasut) kalau kita bersikap layaknya bicara dengan teman sepermainan?. Bahasa Sastra itu bukanlah bahasa Sasak, buktinya dalam penggunaan sehari hari tak ada satupun yang fluent (lancar) menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah menonton wayang menak Sasak?. Semua karater yang berbadan tingi dan berhidung mancung itu bukanlah bangsa Sasak. Tingginya rata rata diatas karakter lokal. Satu satunya karakter penting yang dihormati oleh karakter non Sasak itu adalah Oemar Maja (umar Maye). Ia digambarkan sebagai seorang sakti dan bijaksana yang bibirnya bergerak saat bicara. Karakter lain hanya tangan dan badannya yang bergerak sebagai simbul penguasa yang main tunjuk saja. Umar Maye adalah mewakili orang asli Sasak yang mengutarakan setiap kata dengan lugas sampai bibirnya dapat dibaca, terus terang dan bersahaja. Karater Umar Maye ada dalam wayang menak Jawa tetapi tidak dibedakan dengan karakter lainnya, dalam berbicara. Umar maye adalah juru bahasa bagi rakyat akar rumput. Ia mewakili tokoh yang kita sebut Sasak Lokax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum adanya para pendatang yang menjajah, Bangsa Sasak adalah orang Budis terbukti dengan adanya penemuan patung Buddha yang sekarang disimpan di musium nasional. Kemudian semua bangsa berdatangan dan memberi pengaruh pada bangsa Sasak dalam bahasa, budaya dan adat mereka. Bangsa Sasak sejak dahulu kala adalah bangsa yang sangat bhineka. Kalau kita bandingkan dengan Autralia dan Amerika Serikat yang hanya berusia 200 tahun dan mereka berhasil membangun sebuah negara bhineka, maka bangsa Sasak jauh lebih dahulu merintisnya. Katakanlah kita telah mulai berasimilasi dengan berbagai bangsa pendatang sejak 1200 tahun lalu, dengan bukti bukti peninggalan budaya dan hukum yang ada kita telah survive sampai saat ini. Kita akan terus menjadi warga bhineka tanpa perlu repot repot mengkorup sejarah seolah kita pernah punya kerajaan masing masing ditiap gubuk dengan maharaja entah berantah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini generasi muda yang cinta Sasak dan Lombok dibuat bingung oleh para budayawan keblinger yang mengaku aku sebagai pewaris budaya adiluhung Sasak dengan mencari legitimasi dari lontar lontar manapun yang bisa dicopy paste lalu membuat baju kebesaran dengan gaya bicara bak pemain ketoprak keliling. Kelegot dan kaku, tentu masyarakat awam merasa geli dan asyik melihat pertunjukan gratis itu.Tidak ada petir tahu tahu muncullah raja diraja diantara para pendukung dana korup dan bersembunyi dibawah bayang bayang kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggelikan sekali kalau kita mengaku telah bersyahadat sementara mengatasi masalah kemacetan oleh acara nyongkol yang menghamburkan biaya besar yang kontras dengan banyaknya anak anak bangsa yang kehilangan hak dasarnya atas pendidikan dan kesehatan tak dapat diselesaikan dengan arif. Kita seharusnya menerima Islam satu paket, jangan dikurangi dimana mana agar dapat menjadi barter untuk legitimasi perkara lain yang ternyata bertentangan dengan akidah. Mempertentangkan ajaran Islan dengan ideology modern semisal masalah polygami, jihad yang disalah artikan dan ukhuwah yang dimanipulasikan adalah tindakan mengambil Islam separuh hati. Satu kaki berpijak pada hukum Islam satu kaki lagi pada hukum lain. Jadi bagaimana kita dapat mengerti tentang Rahmatan lilalamin bahwa kita berbeda beda untuk saling mengenal kalau semua harus munafik lompat sana lompat sini. Tiba tiba kita memeliki musik dan tari ale ale yang ntah dari mana datangnya tapi diakui sebagai warisan Sasak. Contoh yang buruk dari mereka yang mengaku aku raja dapat diterapkan juga pada mereka yang mengaku aku sebagai kreator seni baru bangsa Sasak yang asli dari nenek moyang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Lombok tidak bisa dengan mengkopy paste program jadi jadian yang didapat dari daerah lain apalagi dari negera asing. Para pemimpin ramai ramai studi banding ke daerah lain dan menganggap daerah lain lebih bagus padahal sesudah mereka pergi daerah lain sudah berubah lagi karena yang studi banding berikutnya inginnya berbeda sesuai yang dilihat dari sponsornya. Apalagi yang studi banding ke luar negeri, masak sih cuma sebulan bisa faham. Paling juga pergi shopping dan ke lampu merah atau pijat sana pijat sini. Makanya yang digembar gemborkan adalah modernisasi apa saja yang dianggap kurang maju lalu mematok target harus seperti yang sudah dilihat di Eropah. Ganjil sekali bangsa Sasak kalau harus sama dengan Bali, Jawa, Belanda atau Jepang. Orang Sasak yang hebat adalah orang yang sanggup menunjukkan kreatifitasnya dalam menghadapi tantangan hidup. Orang yang sanggup keluar dari jeratan penjajahan ekonomi, budaya dan politik. Orang yang sanggup berbicara dengan tegas lugas sedemikian rupa sehingga orang dapat membaca gerak, bibir, mata dan tubuhnya dengan terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bahasa kasar yang dipakai orang Sasak dalam bebicara. Yang ada adalah bahasa biasa (kolokial) dan bahasa Sastra. Mau memilih yang manapun asal konsisten tidak ada masalah. Bahasa kasar hanya digunakan oleh orang yang marah, mabuk atau gila. Bahasa lucu adalah apabila orang tidak menguasai bahasa Sastra tetapi memaksakan diri sehingga gerak geriknya tidak sejalan dengan ungkapannya. Pergunakanalah subjek Ite (I), Side (you), Ye (he,she,it), Ite pade (we), Side pade (you plural), Ye pade (they). Kata serapan asing Aku (Melayu) Ante (Arab) Kamu( Melayu) dianggap kurang sopan bila dipakai pada orang baru dan dewasa. Untuk subyek orang kedua tunggal bahasa Sasak asli mempunyai bentuk egaliter Di baik untuk anak atau dewasa. Di adalah sama dengan kata De yang berasal dari bahasa Sangskrta Deva, Devi. Sayangnya kata Di, tinggal satu kelompok masyarakat Sasak yang masih menggunakannya. Bahasa Sasak Asli yang sama sekali bebas dari pengaruh bahasa menak itu, masih dipakai di seluruh Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi generasi muda yang ragu bicara Sasak gara gara tidak menguasai bahasa Sastra tidak usah sungkan sungkan menggunakan Sasak asli yang dipakai oleh Umar maye itu. Cukup kita betiang berenggeh tidak apa sebab tiang dan nggih sudah diserap semua lapisan selain itu biasa biasa saja. Aox dan ndex adalah kosa kata yang lebih tua dari bahasa sastra, tidak ada pantangan memakainya kalau mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallaohualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1529928862689815812?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1529928862689815812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1529928862689815812' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1529928862689815812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1529928862689815812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/bahasa-dan-budaya-sasak.html' title='Bahasa dan Budaya Sasak'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2424400715451179572</id><published>2011-03-30T20:12:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T16:51:21.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar VIII</title><content type='html'>Yogyakarta [sasak.org] Setiap hari semakin banyak pertanyaan yang muncul di semua FB yang dibikin oleh anak bangsa Sasak. Ada yang bertanya lalu dijawab sendiri oleh kloningannya pada saat yang sama. Satu kloningan bercanda, satu yang serius dan satu lagi melompat sana lompat sini. Yang lompat lompat itu yang paling banyak. Kita dapat dengan mudah mengenali kloning siapa yang menulis dan berpendapat. Kata orang Sasak, mudax mudax paso belax artinya semudah pecahnya tempayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelisahan generasi muda yang mulai mencari identitas diri bagaikan orang hilang dikeramaian. Bahasa Sasak tidak bisa karena ribet mau meniru teater keliling seperti tooneel yang pakai bahasa Kawi campur Jawa, Bali yang digecok urap dengan bahasa Arab, Belanda dll. Jadi tidak hafal semua istilah aneh aneh. Mau bicara pakai bahasa Sasak sehari hari, kelimpungan juga karena sejak kecil dicekoki Bahasa Indonesia dan bahkan Inggris saking modernnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No problemlah, kita adalah bangsa yang beragam warna, boleh pakai bahasa manapun asal taat azas. Setelah perkara bahasa ini masih ada ribuan pertanyaan dan yang terakhir adalah masalah kerajaan yang diklaim pernah ada. Tiap orang punya versi, menurut mamixnya begini, menurut mamix yang satu lagi begono. Yang lumayan bijak bilang, terserah kalian mau omong apa. Jadi di Lombok itu orang boleh bicara tentang sejarah masing masing. Kalau tidak ada yang digali dari kuburan, ya dibuat atau copy paste dari mana saja, sampai manipulasi datapun boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhananya kerajaan di Lombok zaman baheula, boleh saja dibesarkan sehingga melebihi Majapahit dan rajanya punya keturunan sampai detik ini. Tapi kalau diminta tes DNA mungkin akan berkelit seperti lelaki yang menghamili tetangganya dan tidak mau menikah!. Tapi kalau dibesarkan kita akan jadi tukang omog besar. Kita diam saja nanti generasi muda akan terus mengorek korek apa saja agar mengerti. Semakin kita banyak mempelajari semakin sedikit kita tahu. Semakin banyak kita melepas semakin bijaksanalah kita. Bagaimana kalau kita melepaskan saja klaim klaim lucu yang terus membuat kita bimbang dan tidak maju maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pertanyaan adalah dimana dan seperti apa keraton sisa sisa kerajaan yang pernah berdiri di Lombok itu. Ada yang merasa minder bahwa orang Jawa meningalkan Borobudur sedangkan papux balox tidak meninggalkan apa apa. Bisakah kita berputar sejenak dan melihat dari sisi lain sembari melepaskan baju baju kebesaran imaginer kita?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang raja berkuasa ditempat yang makmur dan luas, ambisinya akan berkembang besar seiring dengan luasnya kekuasaan. Ada yang gila hormat dan ambisi pamer. Semua dibuat ekstraordiner, luar biasa dalam wujub benda materi. Tetapi ada banyak lagi yang tidak membangun benda materi namun memilih membangun manusia dan kemanusian. Apakah papux balox tidak bisa membangun seperti Borobudur?. Bisa, bukankah mereka adalah orang yang sama, mereka sama sama Budis dan memiliki ilmu yang setara?. Jangan lupa genius lokal berpran penting dalam suatu peradaban. Kita punya batu andesit, pasir, tanah liat dst persis seperti di Borobudur. Tapi kita tidak memiliki alam yang seperti lingkungan dibangunnya candi itu. Kita punya pantai yang serba dekat, gunung yang juga dalam jangkauan. Inspirasi orang yang tinggal di dataran rendah dengan orang seperti bangsa Sasak, mematerialisasikan harapan dan impiannya dengan cara berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenunan, jalinan anyaman, bahasa, filsafat, tembang dan kuliner adalah monumen besar yang ditinggalkan oleh papux balox kita. Politik dan kekuasaan boleh berganti beribu kali tapi pemeliharaan tradisi dan pembangunan manusia dan kemanusian tiada kata henti. Maka kita secara turun temurun menjadi bangsa yang punya kerajinan, filsafat dan tradisi serta bahasa yang tak rusak oleh waktu. Apa yang kita punya mungkin saja lebih lengkap daripada basrelief atau stupa candi. Bangsa hebat tidak selalu mengandalkan peninggalan kuno mereka sebab setiap 1000 tahun sebuah peradaban dimungkin menghilang sama sekali oleh sebab apapun. Seorang raja Korea menciptakan huruf hanggul yang merupakan cara penulisan paling genius di duniua. Orang Islandia tidak punya monumen tapi mereka adalah salah satu bangsa termodern dan makmur. Mereka punya karya Sasatra bernama Saga. Bahasa mereka sama dengan seribu tahun lalu dan mampu mengungkapkan istilah modern seperti faxsimilie dll. Bangsa Sasak tidak usah menggali kubur hanya untuk mengerti apa itu Sela Parang. Cukup pergi ke Obel Obel dan tampaklah apa yang namanya Selaparang. Kalau mau ribut lagi soal raja sampai Banjar Getas, lihat saja orang di dasan dasan yang jauh dari pengaruh kota, mereka itulah para raja. Mereka tetap pakai sarung setengah badan bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaparang artinya batu besar, mengapa mencari istana, kalau tahu apa artinya batu besar, Big Stones!. Mau berapa saja bisa, ambil sendiri dan gratis, sebab itu adalah warisan yang tiada henti dimuntahkan oleh Rinjani bagi putra putri maharaja batu besar. Berbagai bagai bangsa di dunia ini tidak pernah meributkan sampai mencungkil cungkil halaman tetangga saking getolnya dapat sebongkah batu sekedar legitimasi diri. Orang Singapura atau Australia tidak pusing mencari cari, mereka justru melakukan hal seperti yang dilakukan papux balox kita, yaitu membangun manusia dan kemanusiaan dan lihat hasilnya, hanya 50 tahun saja mereka membangun lebih dahsyat dari sekedar stupa dan baslerief bahkan dalam bidang sastra, filsafat, kuliner mereka maju pesat. Jadi kita harus memutuskan sekarang mau jadi jangkrik atau yang beken lagi adalah jadi tuntel sekalian, lalu menggali tanah dan cari tempurung kelapa, setelah seribu tahun kelak anak cucu masih mencari istana Tengkulak Gero!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang muda dan bersemangat berhentilah menunggu, carilah pekerjaan yang engkau cintai agar seumur hidupmu kau tak perlu bekerja. Generasi momot meco saat ini penuh di boug boug karena mereka mencari pekerjaan yang tiada dicintai. Semua berbondong bondong jadi PNS padahal tak semuanya cinta profesi tersebut. Lihatlah dikantor kantor, apa saja yang dilakukan para PNS tanpa cinta itu, adalah meneruskan kebiasaan di boug boug itu. Mereka tidak merasa bertanggung jawab atas ancaman kesehatan anak dari jajanan beracun, kotor dan tidak layak. Mereka tidak peduli murid jadi apa yang penting lulus UN dengan cara apapun. Mereka tidak tergugah melihat derita akar rumput sampai mengkorup Raskin dan BLT. Kalau gagal jadi PNS maka konfresni tiada henti akan terus berlanjut, syukur sekali kalau ada yang cinta Malaysia, mereka akan berjuang sampai mati agar dapat kesana untuk melakukan tugas yang tiada dicintai. Derita tiada akhir adalah keputusan diri untuk mau menderita. Bukankah rasa sedih, rasa jengkel, iri dengki dan malas pun juga cinta dan bahagia, semangat dan tekad baja hanya bisa terjadi jika kita sendiri yang mengizinkannya terjadi?. Kalau demikian apalagi yang kalian tunggu?. Maju dan jayalah bangse Sasak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komen from sasak.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu lilih(deslander) says:&lt;br /&gt;30 March, 2011 at 10:07 PM&lt;br /&gt;bagaimana bangsa sasak tidak cinta malaysia,cinta arab,cinta brunei,walau hakekatnya tidak cinta,semua cinta karna keterpaksaan.bahkan untuk mengejar cinta yg dibenci tidak sedikit dari kami harus ngutang pada para rentenir,,tapi karena propesi yg tidak di cintai itu desa dasan di gumi paer sasax jadi putih.mudah2an kedepannya terune bajang bangse sasax lebih maju biar tidak ter jajah oleh china terus seperti kami..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2424400715451179572?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2424400715451179572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2424400715451179572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2424400715451179572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2424400715451179572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2011/03/babad-batu-besar-viii.html' title='Babad Batu Besar VIII'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-6902107592542083343</id><published>2010-09-12T17:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-12T17:23:14.482-07:00</updated><title type='text'>visited countries</title><content type='html'>&lt;img src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=t&amp;chs=440x220&amp;chtm=world&amp;chf=bg,s,336699&amp;chco=d0d0d0,cc0000&amp;chd=s:9999999999999&amp;chld=CAUSIDJPCNMYSGTHRUFRNLBEDE" width="440" height="220" &gt;&lt;br/&gt;visited 13 states (5.77%)&lt;br/&gt;&lt;a href="http://douweosinga.com/projects/visited?region=world"&gt;Create your own visited map of The World&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-6902107592542083343?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/6902107592542083343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=6902107592542083343' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/6902107592542083343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/6902107592542083343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2010/09/visited-countries.html' title='visited countries'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-5440546462202271993</id><published>2009-11-12T04:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T04:43:38.568-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Memberontaklah!</title><content type='html'>[Sasak.Org] Saya mulai terbiasa melihat lalu lalang orang berbagai rupa dibawah apartemen, setelah mengintip dari jendela yang memandang ke jalan utama Rozi Luksamburg di Rayon Novi Laninski. Pagi hari saya usahakan jogging 10 menit dan mengulangnya di petang hari. Mulai kemarin pagi udara semakin beku mencapai minus 16 drajad dan malam hari sampai minus 20 drajad. Ketika udara sedingin itu alis dan lingkar mata sampai kumis jadi putih karena titik titik air langsung membeku. Air mata yang keluar karena pedih dan ingus langsung menjadi es serut yang menempel. Tiba tiba mata jadi sakit dan saya cepat lari masuk gedung yang hangat. Ada hal yang berubah soal jadwal makan dan tidur. Orang orang disekitar saya nampaknya tidak punya jadwal makan tetap tetapi terus saja makan sepanjang waktu kecuali saat tidur. Kami tidur jam 24.00 atau lebih larut dan saya bangun jam 6 pagi yang keadaannya seperti subuh di Jogja.Teman teman saya bangun jam 8 atau 9 atau 10. Mereka orang yang tidak terikat oleh jam kerja sebab semua diatur lewat telpon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berkeliling mengamati toko satu persatu dan juga pedagang yang memajang barang diatas kardus berderet di tepi jalur bis dan gang pasar. Ada yang menjual sayur masyur, ikan, daging dan buah. Saya liaht ada juga yang jual kaki sapi dan jerohannya. Rupanya orang Rusia juga memakan bagian bagian tersebut seperti kita. Waktu melihat warung kecil berupa kotak etalase berisi sayur mayur saya melihat jamur dan daun pakis atau paku. Saya kangen dengan paku dan tengkong manuk itu. Di dasan paku tumbuh sepanjang tahun tapi jarang sekali orang memanfaatkannya. Di Irkutsk saya mebeli 200 gram salad seharga Rp.26000 dan tengkong manuk kecil yang didasan disebut tresex 50 gram seharga RP. 9000. Salad paku itu sebenarnya hanya dipanaskan dengan bumbu bawang putih, merica dan sedikit paprika kering. Kalau di Jogja saya suka membeli di supermarket 4 ikat bisa kami makan sekeluarga dengan harga seribu dua seikat. Lagi lagi saya melihat betapa lemahnya mental orang dasan sehingga tangannyapun tak digunakan untuk memetik paku yang tumbuh disepanjang kokox dan reban di gumi paer. Mendingan mereka momot dan busung lapar atau berkelahi dari pada bertebaran menagmbil manfaat dari alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Masa Uni Sovyet, pemerintah menjual daging sekali sebulan di toko resmi dengan antrean panjang memegang kupon. Tiap anggota keluarga dapat jatah membeli daging yang harganya murah 2 kg sebulan. Begitu juga untuk kebutuhan lain, mereka selalu antre sebab persediaan terbatas. Kalau mereka membeli di pasar harganya selangit dan tidak mudah. Orang tidak kreatif karena tidak boleh membuat usaha sendiri. Pakaian juga dibagikan yang mutunya jelek dan bisa sampai 5 tahun sama saja. Buku tidak dijual dan semua tersedia diperpustakaan. Anak sekolah dijamin sampai asrama mahasiswa tersedia bagi siapa saja yang menginginkannya. Kamar kamar komunal bisa berisi 6 orang dan berderet deret dengan satu kamar mandi dan satu wc. Rumah tinggal juga dibuat berderet panjang dengan satu wc dan kamar mandi serta dapur yang dipakai bergantian. Saat ini masih ada rumah tinggal komunal bagi orang miskin, sewanya murah dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat sekeliling apartemen dengan orang orang tua yang bekerja, saya menyaksikan bahwa siapa saja yag mau berusaha hidupnya akan tercukupi. Kemakmuran bukanlah karena melimpahnya makanan dan harta tetapi kemauan bekerja keras dan kesempatan berusahalah yang menentukan. Sayang sekali perubahan kepada demokrasi telah merusak segi segi positif yang telah ditanam dan dipelihara selama 70 tahun, seperti nasionalisme yang tinggi yang kini tak terlihat lagi. Anak anak muda berseliweran tiap senja dengan botol bir serta alkohol lain ditangan. Saya melihat betapa banyaknya apotik dimana mana, ternyata yang paling laris adalah jarum suntik yang bungkusnya terserak dimana mana. Generasi mendatang dalam keadaan bahaya, meskipun sekarang masih minoritas tetapi cepat atau lambat akan merajalela juga. Saya dengar polisi dapat dibeli dengan harga murah. Demokrasi telah memberikan kebebasan berekspresi dan memperluas kesempatan korupsi pula. Situasi dasan ramai sekali orang berebut simpati saat ketahuan korupsi berjamaah di kantor masing masing. Ada oknum penguasa yang minta minta dikasihani oleh rakyat bahwa mereka tidak bersalah yang lainlah yang salah. Demokrasi rupanya juga melahirkan pemimpin bermental kerupuk dimana mana. Ada pemimpi n yang minta dana besar untuk meperbaiki departemennya agar tidak bobrok seperti sekarang. Semua ingin uang besar untuk mengubah kekisruhan yang ditimbulkan oleh penanganan yang salah kaprah dari hulu ke hilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dasan apalagi pejabatnya tak akan dapat diubah meskipun digaji dan diberi makan enak setiap hari gratis. Justru yang tumbuh berkembang adalah kerakusan dan kelicikannya. Perilaku korupsi bukanlah bagian dari kebudayaan sebab ia timbul dari perilaku bejat. Korupsi adalah lawan dari kebudayaan. Kebudayaan adalah budi pekerti yang dikembangkan agar manusia dapat hidup baik dan harmonis. Agama sebagai ajaran tertua sejak homo sapien hadir adalah akar dari kebudayaan yang berkembang sampai saat ini. Seluruh ajaran agama adalah membangun budi pekerti manusia agar tidak mengalami degradasi moral. Ketika manusia semakin banyak dan tidak terkontrol maka mulailah penyakit sosial yang bernama menipu atau bohong. Kita sangat mudah mengeluarkan uang 20 atau 50 ribu untuk menyogok polantas yang setiap tanggal tertentu operasi dan suka mengintip dari tempat tersembunyi lalu hoop pura pura menilang. Kita dan polantas adalah manusia bejat yang melanggar moral kejujuran. Di Negara yang sudah begitu rumit korupsinya tak ada satupun anggota masyarakat yang tak berdosa. Bahkan orang alim yang sangat jujur dan tidak pernah bohongpun ikut makan dari pajak yang dibayar oleh para pembohong besar yaitu seluruh rakyat. Lihatlah bagaimana kita mendidik dengan UN yang dijawab oleh guru agar muridnya lulus. Untuk jadi PNS ada yang menyogok sana sini. Untuk jadi aparat ratusan juta melayang. Untuk menyelesaiakn kasus ada makelarnya silahkan tawar menawar. Saking banyaknya pelaggaran moral maka kita anggaplah korupsi sebagai sudah membudaya. Kita harusnya memasukkan pelacuran, pengemis, gelandangan yang makin penuh, TKI gelap, maling, perbuatan mesum, pornografi, perdagangan anak dan perempuan, serta penyiksaan babu sebagai kebudayaan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi bobrok seperti ini saya hanya menginginkan satu hal agar negara ini tutp buku secepatnya. Setelah itu kita mulai yang baru sebab kalau sampai Allah turun tangan memberi keputusan akan terjadilah lidah api dari neraka atau guncangan yang akan membalik gumi paer seperti manusia yang sesat terdahulu. Kalau mau ikut menyelamatkan negeri sangat mudah dan sederhana, rakyat jelata semua tanpa kecuali adakan boikot nasioanal dengan tidak keluar rumah 5 hari saja. Jangan rusuh dan anarkis, berdiam dirilah tanpa bicara. Kalau perlu puasa serempak. 240 juta rakyat tidak boleh dikelabuhi oleh segelintir cecunguk korup yang petentang petenteng. Ayo pemuda dan mahasiswa mana dadamu? Jangan bloon, tak ada gunanya menunggu yang tua dan peot, inilah waktu bagimu tentukan, ini negeri dibiarkan rusak atau kalian rekonstruksi agar kembali baru. Pilihan ada ditanganmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dari SO:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daking&amp;Dulasam: ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang memang bukan seorang aktivis yang pernah turun ke jalan, apalagi punya pengaruh untuk memobilisasi massa, tapi kenapa beberapa hari terakhir ini tiang sibuk sendiri memikirkan bentuk sebuah gerakan yang bisa disebut pembangkangan nasional di mana dalam kurun waktu 2 atau 3 hari atau bahkan seminggu kita serentak tidak mengindahkan salah satu aturan di negeri ini sebagai bentuk perlawanan kita terhadap kekuasaan yang korup dan tidak punya integritas ini. Tiang juga semakin bingung kira-kira bagaimana format pembangkangan ini, dan aturan mana yang bila tidak diindahkan dalam waktu seminggu tidak akan terlalu mengganggu tatanan sosial ekonomi bangsa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Ada ide selain saran cemerlang Miq HRJ di atas?1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 11, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-5440546462202271993?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/5440546462202271993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=5440546462202271993' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5440546462202271993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5440546462202271993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-memberontaklah.html' title='Sasak Memberontaklah!'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8169095222438825561</id><published>2009-11-12T04:40:00.001-08:00</published><updated>2009-11-12T04:40:57.201-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Yang Cabul</title><content type='html'>(Sasak.Org) Waktu saya kelas satu SMP, ada seorang teman saya yang melakukan pelanggaran moral yang sangat keterlaluan. Senakal nakalnya kami paling banter berkelahi atau saling ejek. Tapi teman yang satu ini mungkin terlalu banyak gizi dan hiperaktif. Seorang kawan kami yang cantik jelita, pendiam dan lembut diremasnya dan membuat dinding sekolah bergetar, genteng hampir merosot dan pecahan tembok bekas gempa membuka dan menutup. Proses persidangan langsung digelar dan si cewek cantik itu diselamatkan oleh ibu guru kami yang baik hati, penyayang dan penuh empati. Si arjuna playboy cap kapak itu digiring ke ruang BP. Guru BP yang bijak bersama kepala sekolah mengintrogasi pangerannya yang tampak kusut masai dengan wajah menunduk. Entah apa yang mereka katakan tapi kami tak lagi melihat kawan kami itu bersekolah. Rupanya dia dipulangkan dan diserahkan ke ayahnya untuk dibina 2 minggu. Setelah itu dia masuk sekolah seperti biasa. Dia tidak bodoh dan dia tidak pintar. Waktu berjalan terus dan kami lulus dari SMP. Si gadis menikah pada usia 16 atau 17 tahun. Si playboy jadi anak yang baik sewaktu kami SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya mengajar di SMA, seorang palyboy dasan telah berbuat hal yang sama. Siswa SMA jauh lebih matang daripada SMA, sehingga perbuatan itu sudah tergolong tindakan orang dewasa meskipun secara hukum masih anak anak juga. Kepala sekolah kami marah sekali. Beliau orang yang pendiam dan berpretasi internasional tapi dalam kasus ini keluarlah kemarahan cara dasannya. Si playboy cap pacul pecah itu digiring masuk ke ruang guru dan setelah di omeli dengan berbagai kata seru, dia harus berjalan melewati tiap guru untuk menerima ketupat bengkulu atau tempelengan yang diayun keras oleh ibu guru. Tidak ada yang dipecat dari sekolahan sebab, manusia pada usia itu sedang mengalami badai dan petir dalam tubuhnya. Saya yakin sekali si anak telah menerima pelajaran yang terbaik selama masa hidupnya tentang moralitas kemanusiaan. Karena kami serempak mununjukkan dan memperaktikkan sebuah nilai moral yang dijunjung tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duapuluh tahun terakhir ini kasus siswi hamil luar biasa banyaknya, semua orang tua dan guru sangat kebingungan menghadapi kejadian itu. Generasi muda selalu lebih cepat bergeraknya sebab mereka bertumbuh sedangkan yang tua mengalami degradasi. Generasi tua yang lalai menelurkan generasi muda yang kurang bermutu. Semua bermula dari penanaman moral sejak dini. Di sekolah anak saya ada banyak siswa yang dibuang dari berbagai daerah. Ada yang sudah melahirkan dan banyak yang dicoret dari sekolahnya yang lama. Mana lebih baik kita perbuat, memberi kesempatan untuk menjadi lebih baik atau membiarkan anak yang sudah jatuh itu makin terpuruk?. Bagi kita yang percaya bahwa Allah dapat mengangkat manusia dari kenistaan kepada kedudukan paling mulia, haruslah mebuka kesempatan bagi mereka yang datang untuk memperbaiki diri. Niat kita adalah membangun karakter manusia, sesuai dengan tujuan Agama Islam. Kalau kita menghakimi semua murid yang terjerumus dengan prasangka, maka untuk apakah kita mengirim da'i ke tempat pelacuran dan markas para cecunguk di penjara?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kenakalan anak sekolah paling banter merokok atau mencuri mangga di kebun tetangga sepanjang jalan antara sekolah dan rumahnya. Mengapa demikian, sebab mereka hanya meniru orang dewasa. Bukankah orang dewasa sangat doyan menghembus hembus asap seolah hidupnya begitu nikmat? Padahal dibalik para penghisap rokok itu bercokol jiwa yang resah, tidak puas, gugupan dan kurang PD. Dengan memutar mutar rokok itu jemarinya aktif dan ketika menghisapnya asap bernikotin itu menyakiti dadanya sehingga konsentrasi teralihkan. Anak anak menyangka alangkah enaknya orang dewasa merokok, kita ikut saja ramai ramai. Yang mencuri mangga mungkin lapar atau ingin mengadu keberanian menentang aturan. Inipun adalah akibat anak anak tidak mendapat apresiasi di rumah. Orangtua sering mengatakan, diam kamu anak kecil! Padahal anak anak tumbuh jauh lebih cepat dari kesadaran kita sebagai orang tua. Yang kita ingat adalah selalu ketika anak itu masih balita dan menyenangkan sepanjang hari. Dia lucu dan manis, maka kita tak ingin anak itu berubah!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kelakuan manusia masih sama. Siapa bilang dahulu tidak ada pornografi? Selalu ada disepanjang zaman. Mungkin majalah porno tidak ada tapi namanya stensilan beredar diam diam diseantero dasan. Teman saya yang kuliah di Akademi Agraria sangat berbakat melukis, dia sangat banyak merokok. Sebagai mahasiswa dinas dia dapat gaji tapi uang dia habiskan untuk merokok dan mabuk. Dia melukis tiap hari dengan bolpoin di kertas buram. Lukisannya hidup dan sangat detail. Sayang dia cabul karena bakat langkanya dibuat melukis komik cabul yang dia lihat sendiri, dibicarakan sendiri, ditertawakan sendiri. Hanya kalau sempat berkumpul dengan rekan kos sedaerah dia baru bisa mempertontonkan karyanya. Terus terang tidak ada yang menanggapinya lebih daripada mentertawakannya.Teman bergaul sangat berperan dalam mengembangkan atau membunuh kebiasan cabul seseorang. Bagi anak manusia yang sedang remaja, seks adalah suatu hal yang paling membuat penasaran. Oleh karena itu jangan sampai ada orang dewasa disekitarnya yang memamerkan hal hal yang berbau pornografi. Kalau ada orang dewasa yang membeli bahan bacaan atau film porno sebaiknya disimpan dengan rapi ditempat pribadi. Dimasa kini internet menyajikan materi seronok sampai yang menjijikkan dapat diunduh dengan bebas di Indonesia. Saat menulis ini saya menggunakan internet dengan komputer canggih dan koneksi internet sesuka hati. Tapi yang namanya pornografi tidak bisa diakses. Saya tak tahu bagaimana kebijakan pemerintah disana sehingga youtube porno apalagi film porno ditutup sama sekali. Di kios yan berderet dibawah apartemen, mereka menjual majalah playboy dan sejenisnya tapi tempatnya tersembunyi seperti yang saya lihat di Uni Eropah juga. Kalau di jalan Kaliurang Jogja kios dengan bebas menggantung tabloid dengan wanita sronok sementara anak sekolah berseliweran melihat lihat penasaran.Anak anak itu adalah korban dari ketololan orang dewasa dan terutama para mahasiswa yang telah menuntut kebebasan berekspresi yang sesungguhnya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus siswi berhandphone gambar porno merebak dimana mana, sebab segala dokumen dapat dibagi dengan mudah dan cepat. Mengapa anak anak yang menjadi korban ditindas bukan diarahkan dan dibina. Kalau semua anak yang berHP di satu sekolahan diperiksa terus menerus selama satu minggu dan diulang lagi pada minggu berikutnya niscaya mereka akan mengerti bahwa perbuatan itu tercela. Pendidikan adalah proses panjang yang melelahkan sebab dibutuhkan waktu seumur hidup untuk menanamkan, memelihara dan menumbuh kembangkannya. Sekolah bukanlah tempat orang suci untuk belajar. Bahkan masjidpun bukan hanya untuk orang yang sudah hassan akhlaknya. Kalau kita keluar dijalanan, disana banyak orang berbuat tak senonoh, ada maling, pemabuk, aparat menerima suap, pemeras dan pencabul. Bukankah banyak orang gila yang telanjang bulat mondar mandir didepan sekolahan dan taka ada guru atau kepala sekolah yang menghukum muridnya menonton bareng mereka bahkan dengan hati yang tak terpengaruh sama sekali?. Semua yang disebutkan tadi adalah porno dan cabul. Semua yang bertentangan dengan akhlak yang baik adalah cabul! Tapi kita tebang pilih terus sehingga anak jadi bingung menetapkan nilai kebenaran. Para guru hendaknya tidak berhenti belajar agar jiwanya terus hidup dan mengerti bahwa dalam belajar manusia harus jatuh dan bangun. Bahwa kita jatuh seribu kali sehari tidak perlu dirisaukan, sebab yang penting adalah bahwa kita selalu berjuang untuk bangun kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8169095222438825561?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8169095222438825561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8169095222438825561' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8169095222438825561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8169095222438825561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-cabul.html' title='Sasak Yang Cabul'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8622588567695898884</id><published>2009-11-12T04:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T04:40:13.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Lawanlah Cecunguk</title><content type='html'>(Sasak.Org) Malam ini dinner agak ribut gara gara gadis yang 18 tahun itu nimbrung masalah bayi berumur 6 bulan yang tak terurus oleh orang tuanya yang pemadat. Gadis itu mengusulkan pada kami agar bayi itu dipungut dan dipelihara. Sekali ini saya tak berani berkata kata sebab saya tak mengerti kultur mereka namun demikian saya tak dapat sembunyikan perasaan iba saya dan teringat bayi 4 hari yang pernah kami perebutkan dengan RS dimana ia dilahirkan oleh seorang wanita muda yang tersesat. Ibunya tak tahu bahwa RS itu sangat mahal dan dia terjebak dalam permainan mafia dan misionaris. Pada jam dan detik yang sama cerita itu berulang di Siberia. Kali ini tak ada mafia penjual anak atau misionaris yang dihadapi . Menyelamatkan anak manusia dari ancaman orangtuanya sendiri, mungkin tidak sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami memperbicangkan masalah anak dengan kondisi itu dan masa depannya. Manusia dibentuk oleh asuhan keluarga dan lingkungan. Kalau anak itu selamat kelak maka dia akan jadi pemadat dan lebih jahat dari orangtuanya. Saya katakan pada hadirin agar tidk mengambil keputusan malam ini. Si gadis itu telah lenyap pergi mencari bayi itu.Sekembalinya dia minta bicara dengan tuan rumah di dalam kamar. Entah apa yang terjadi. Gadis itu murung dan mengurung diri di kamar mandi. Sebelumnya saya sempat tanya mengapa wajahnya murung. Dia bilang bahwa betapa dia kasihan pada bayi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang membunuh seorang manusia maka dia telah membunuh seluruh manusia. Demikian pula kalau ada yang menyelamatkan anak manusia mestinya difahami juga bahwa telah terjadi penyelamatan atas semua manusia. Bahwa seorang manusia menyimpan seluruh mistery kemanusiaannya yang tak seorangpun dari 7 miliar manusia hidup pernah atau akan mengungkapkan mistery itu. Bahkan sejak zaman Phitekantropus Erektus sekalipun. Oleh sebab itu manusia adalah alam semesta dalam wujud kecil yang sama rumitnya dengan makrokosmos ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dasan dahulunya anggota masyarakat sangat rekat dan merasa kasih pada anak dan anggota kuluarga tetangga dekat apatah lagi terhadap lingkungan keluarga sendiri. Kita mengetahui kemunduran dan kemajuan orang perorang bahkan di dasan tetangga. Dan kita ikut bangga dan gembira menceritakan prestasi orang perorang itu. Kalau ada tetangga yang menjadi anggota TNI atu Polisi semua berbinar. Dan mereka yang berhasil jadi orang berpangkat menolong dengan hati senang siapa saja yang perlu ditolong dalam urusan birokrasi dan sebagainya. Begitupun kalau ada satu orang yang jadi maling semua orang akan saling memberitahu agar waspada. Orang yang berhasil akan makin maju yang berperilaku buruk akan terjepit dan menghilang. Itulah sebabnya kita banyak mengenal orang yag telah bertobat dan menjadi orang yang taat ketika telah matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak anak yang tak berayah atau tak beribu atau tak berorang tua biasanya ditampung di panti asuhan di Pancor atau di pusat pusat NWDI di seantero gumi paer. Tiap bulan ada seorang ibu, yang berkeliling mengumpulkan beras 1 kilogram tiap kepala keluarga. Biasanya tak hanya 1 kg tapi tergantung keadaan, bagi yang sedang panen bisa besar sumbangannya bagi yang sedang susah akan menyumbang semampunya. Anak anak yatim dan piatu itu diasuh dalam suasana kekeluargaan yang sederhana. Mereka banyak yang berhasil jadi anak soleh dan solehah. Anak anak yang dahulu saya kenal pernah menghuni panti itu sekarang telah menjadi ustad dan ustazah yang meneruskan usaha panti mereka ditempat masing masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panti asuhan itu terletak ditepi dasan dekat persawahan, betapapun memperihatinkannya tapi dari situ telah muncul manusia manusia yang berbudi luhur. Sebab mereka telah diasah dengan budi pekerti (pengetahuan tentang akhlak) yang islami. Anak anak yatim sangat bergembira bila tiba hari dimana mereka diberi makanan dan pakaian baru oleh anggota masyarakat secara gotong royong. Buahnya pastilah anak anak yang tumbuh jadi manusia yang lapang dadanya dan penuh dengan empati. Saya bukan anak yatim tapi saya diasuh oleh semua penghuni dasan bahkan di dasan yang jauh sekalipun banyak orang yang mebelai rambutku. Satu kalimat dan satu belaian teduh masih terasa di tiap tiap anak rambut dan pori poriku. Bagaimana indahnya budi perkerti warga dasan kami sehingga menelurkan banyak pepadu yang welas asih pada anak bangsanya dimasa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan sekarang mulai berubah dengan kecepatan yang tak disangka. Pernah saya pergi ke Pancor dan masuk ditoko buku Hikmah, didepan pintu seorang pemuda tanggung tergelatk mabuk, semua orang membiarkan saja kejadian itu. Ada anak kecil yang melihat, ada kaum terpelajar yang melihat. Saya bertanay pada orang disekeliling agar kita berbuat sesuatu. Mereka sudah hafal kelakuan anak itu dan membiarkannya. Mereka tidak sadar bahwa kita semua telah terlibat dalam pembunuhan karakter semua manusia. Anak jalanan mulai merebak dimana mana, pengemis kecil datang dengan koordinator. Mereka didrop dengan kendaraan dan harus setor tiap hari. Para pemangku kepentingan sosial masyarakat, baik pemerintah maupun para TG telah terang terangan membunuh karakter seluruh manusia dengan membiarkan hal itu terjadi berlarut larut. Satpol PP dikerahkan hanya kalau sedang ada proyek pembersihan kota. Lambat laun pekerjaan menangkap gelandangan dan pengemis menjadi sumber tambahan penghasilan karena ada honor ekstranya. Kalau ada sesuatu yang membawa keuntungan materi sudah semestinya dibiarkan berkembang. Akibatnya pengemis bertambah sebab makin banyak orang malas bekerja toh banyak yang kasihan dan kalau ditangkap tinggal bagi hasil dengan yang menangkapnya, beres. Kalau ditahan koordinator bisa chin chaila dengan aparat. Tebus saja sudah beres. Alangkah jauhnya kita terjebak dari kebohongan satu ke kebohongan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di dasan terjadi juga dalam sekala besar saat ini. Karena kita telah biasa membiarkan pembunuhan karakter dimana mana maka semua anggota masyarakat telah terbunuh karakternya. Polisi sebagai bayangkara makan tanaman. Jaksa yang mengusut tuntas malah merampok sampai tuntas pesakitanya. Hakim yang mengadili dapat dibeli murah meriah.Maka dibentuk saja lembaga yang lebih hebat agar dapat melakukan tugas kedua badan yang sudah ada secara lebih efektif. Apalacur orang yang direkrut untuk melaksanakan tugas itupun sama saja. Mereka adalah para petugas yang tadinya ikut membunuh kemanusian kita. Maka bertemulah para buaya, kobra, macan dan singa. Kita telah lama memulai pembunuhan demi pembunuhan manusia di level dasan dan hasilny sebuah negara penuh dengan cecunguk. Cecunguk yang berkuasa itu memilih teman temannya untuk mengurus negara. Dan lihatlah dasan jadi bopeng dan compang camping dirampok, digali,dirusak tiap detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik balik bukit yang sunyi &lt;br /&gt;ada anak anak kecil yang murni&lt;br /&gt;yang tak mengerti &lt;br /&gt;cecunguk cecunguk itu. &lt;br /&gt;Adakah pepadu &lt;br /&gt;yang bersedia menjadi tameng&lt;br /&gt;agar mereka tidak dibunuh&lt;br /&gt;sebelum mengerti &lt;br /&gt;tentang senyuman para bidadari,&lt;br /&gt;tentang hangatnya cahya matahari, &lt;br /&gt;tentang embun pagi, &lt;br /&gt;tentang nyanyian burung &lt;br /&gt;dan semilir angin &lt;br /&gt;dari puncak Rinjani?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8622588567695898884?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8622588567695898884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8622588567695898884' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8622588567695898884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8622588567695898884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-lawanlah-cecunguk.html' title='Sasak Lawanlah Cecunguk'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-5961837951306817185</id><published>2009-11-12T04:38:00.002-08:00</published><updated>2009-11-12T04:39:28.971-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Tanpa Ideologi</title><content type='html'>(Sasak.Org) Setiap kali saya berangkat ke luar negeri saya selalu menggunakan jas dengan garuda di saku kiri. Saat hendak berangkat ke Rusiapun saya mengenakan jas yang bergaruda. Saya merasa nyaman dengan kostum itu. Hassan bertanya apakah pakai kostum bergaruda lagi, dan saya jawab" ya". Dia tertawa terkekeh kekeh dan anggota keluarga ikut tertawa. Saya balik mentertawakan mereka, tentu mereka merasa heran ditertawakan karena mentertawakan orang yang aneh malah ditertawakan. Pagi pagi saya mandi dan melihat ada sabun mandi tergeletak ditepi bak. Setelah saya selesai mandi saya teriak menanyakan siapa gerangan yang menaruh sabun mandi sedangkan saya sudah menyediakan sabun cair yang lebih praktis dan busanya banyak. Hassan bilang bahwa orang dasan biarpun sudah kenyang makan apa saja dia tidak merasa sudah makan kalau belum makan nasi. Begitupun kalau mandi, meskipun ada sabun cair sepanci kalau belum menggosok badan dengan sabun mandi biasa dianggap belum bersabun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak satu ini selalu banyak cerita, tapi saya kesihan sekali melihat mereka tumbuh dan berkembang di alam kebebasan ini. Dia faham soal kebiasaan anak dasan, tapi dia dan yang lain tidak faham mengapa saya selalu mengenakan garuda di saku kiri. Itu jauh lebih dalam dari soal kebiasaan. Di kostum itu ada sebuah ideologi, ada sebuah impian, ada sebuah harapan. Ideologi adalah ilmu tentang impian. Bagaimana hidup dengan ide besar yang diejawantahkan dalam kehidupan sehari hari. Ketika saya ikut organisasi pemuda semasa di Unram, saya mendapat penataran P4 paket 15 jam. Sewaktu saya masuk akademi di Jogja saya dapat penataran P4 paket 45 jam dan ketika saya masuk UNY saya dapat P4 paket 100 jam. Saya menggugat P4 dan terancam dipecat dari kampus. Akhirnya saya dapt A untuk mata kuliah Pancasila yang diambil dari nilai P4 itu. Saya ditempa menjadi manusia yang mengerti akan tanggung jawab sebagai warga negara. Bahwa kami harus mengejar kemajuan bagi kejayaan nusa, bangsa dan agama. Anak anak saya tak mengerti apa itu ideologi, impian dan harapan masa depan sebuah bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Uni Sovyet berdiri kokoh, Aeroflot pesawat udara kebangsaan mereka terbang ke Jakarta dan Surabaya tiap minggu atau tiap hari. Mereka membantu kita dalam berbagai bidang terutama teknologi dan budaya. Bahasa Rusia diajarkan gratis di konsulat dan kedutaan meskipun anak dasan tak ada yang tertarik. Negara besar itu tegak berdiri menakutkan negara lainnya. Sebabnya adalah karena mereka punya ideologi, punya impian dan harapan kejayaan bersama. Tentu banyak orang mengatakan itu utopia. Dan setelah 70 tahun runtuhlah semua impian bersama itu disebabkan karena manusia tak sanggup menjaga dan mempertahankan konsistensi ideologinya. Ekonomi tidak berkembang dan semua defisit, untuk memperoleh kebutuhan orang harus antri dan kalau perlu menyogok. Yang hidup enak hanya para pejabat yang berkuasa dari pusat . Di Zaman Orde Baru kita punya ideologi kuat dan impian dengan repelita yang terus dijalankan. Kitapun disegani oleh negara tetangga sebab kita berdiri tegap dan tahu hendak berjalan kemana. Garuda Indonesia tertib terbang ke kota kota utama negeri dan bahkan seluruh dunia ia termasuk terbaik. Ada atau tidak ada penumpang jalan terus demi kehormatan bangsanya. Akhirnya ORBA kandas juga akibat pertengan kepentingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara seperi As dan China dapat maju karena mereka punya ideologi dan impian yang kuat. Orang AS merasa merekalah yang paling hebat dan berjuang jangan sampai ada yang kalahkan mereka. Keyakinan itu membuat mereka menguasi ekonomi dunia. Begitupun China yang liahi bermain disela sela permainan semua kepentingan. Warga dasan telah habis ketika mereka ikut meruntuhkan Orde Baru. Mereka yang dahulu panen bagus dengan hasil melimpah sekarang mengeluh sebab pupuk lebih mahal daripada beras. Dahulu sekilo beras dapat mebeli 2 kilo pupuk. Bukan saya hendak mengatakan Orde Baru itu lebih bagus dari sekarang tapi mari kita lihat bahwa disana ada rencana, kontrol dan kekompakan. Dahulu orang kelaparan ada tapi tak sebanyak busung lapar sekarang. Pada masa itu jangan sampai ada yang menyebut tetangganya orang miskin yang didaftar untuk RASKIN. Bahkan pernah ada pemeo yang salah sebut: " Biar miskin asal sombong" maksudnya biarpun kita miskin tetapi harus terhormat!. Sekarang semua ingin di BLT kan. Koruptor juga tidak seramai sekarang, narkoba juga tidak sebanyak sekarang. Saatitu kalau ada yang celaka segera dapat pertolongan sebab setiap orang merasa punya dorongan moral untuk menolong. Kita dilatih pramuka dan belajar agama agar menjadi manusia yang berperilaku pancasilais dan religius. Sekarang tetangga menutup pintu sebab semua orang hanya ingin menimati apa saja untuk diri sendiri. Inilah yang saya maksud dengan ideologi, impian dan harapan yang telah sirna. Sehingga perekat antara anggota masyarakat dasanpun tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ajaran Islam, Rasul Allah SAW mengajarkan kita untuk beribadah seolah kita mati segera dan bekerja dengan giat seolah kita akan hidup selamanya. Itu adalah ideologi, impian dan harapan. Islam adalah ilmu tentang cara hidup. Islam adalah hukum. Tetapi warga dasan tidak memperlakukan agama sebagai pegangan maupun model untuk menjalankan hidupnya. Kalau Pancasila sudah kurang populer maka seharusnya agamalah yang memandu kita agar terus menghidupkan impian dan harapan bersama. Saya katakan pada Hassan, garuda kecil disaku kiriku ini adalah satu satunya kebanggaanku sebagai anak bangsa. Aku tak punya apa apa selain itu sebagi identitasku dalam pergaulan internasional. Bangsa Sasak baru lahir kembali dan belum mau menujukkan diri dengan terang. Maka aku adalah seorang Indonesia sejati. Dan engkau Hassan siapakah dirimu?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kami di sekolah pelajaran sejarah tentang peran Republik Indonesia dalam berbagai ajang diplomasi internasional kami banggakan dan terus membicarakan Konferensi AA dan Non Blok. Pelajaran itu tertulis dalam teksbook sejarah yang diajarkan diseluruh dunia. Kami tumbuh jadi anak yang menyematkan garuda kecil di dad kiri sambil memasang cita cita agar dapar berbuat seperti Soekarno Ketjil, Agoes Salim Ketjil, Natsir Ketjil, Sodirman Ketjil, Soeharto Ketjil, Hamzanwadi Ketjil dan seterusnya. Kamipun belajar untuk meraih cita cita yang akan membawa kemaslahatan bagi dunia kita. Kini kau tak mengetahui sejarah karena guru di sekolahmu adalah para penghafal cerita yang diupah tiap bulan atas jasa mereka yang mereka sebut sendiri sebagai "menjual abab". Anak bangsa di dasan ini telah dicetak tanpa wawasan kebangsaan, tanpa akidah yang sekeras baja, bahkan tanpa mengetahui untuk apa kuliah. Makin ramai penduduk makin tidak berharga diri ini. Semua harga barang naik tiap tahun bahkan cabai selalu jadi primadona hanya manusialah yang tak pernah naik harganya malah cendrung merosot. Sebab nilai yang tak terhingga atas harkat dan martabatnya dapat ditebus dengan sambal terasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-5961837951306817185?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/5961837951306817185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=5961837951306817185' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5961837951306817185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5961837951306817185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-tanpa-ideologi.html' title='Sasak Tanpa Ideologi'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1823396417722625872</id><published>2009-11-12T04:38:00.001-08:00</published><updated>2009-11-12T04:38:45.087-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Kucing Bergenta</title><content type='html'>(Sasak.Org) Di apartemen saya, selain dengan anjing labrador seberat 45 kg itu, saya juga ditemani seekor kucing hitam besar jenis siam. Anjing itu bernama Rik dan kucing itu bernama Tsigan. Mereka displin makan minum dan tidur. Kalau mau makan dan ke belakang mereka minta. Tsigan badannya gemuk dan kerjanya tidur melulu. Dia dibantot sehingga gayanya seperti kucing banci. Makanan kedua hewan ini sangat mewah. Mereka menghabiskan biaya besar sekali, melebihi biaya hidup dan pendidikan dua manusia. Mereka punya kelinik dan asuransi kesehatan. Pokoknya terjamin semua dan tuannya memperlakukan mereka seperti anak kandung tersayangnya. Bahkan sering melebihi kasih sayang terhadap anaknya sendiri. Kedua hewan itu kehilangan naluri buasnya dan tak doyan makanan yang selain makanan biasa yang dibelikan di supermarket.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dizaman dahulu, kira kira 2500 tahun silam, terdapatlah sebuah kerajaan kucing yang sangat makmur dan sejahtera. Kucing zaman itu berbicara dan makan minum ala manusia. Mereka mempunyai kerajaan dan demokratis. Saking majunya kerajaan kucing itu mereka hidup keenakan dan semua sistem yang tadinya berjalan baik perlahan dan pasti hancur berkeping keping. Tikus yang menjadi santapan mereka telah belajar seribu tahun untuk memahami peilaku hidup kucing. Mereka mempelajari tiap detail tentang kucing. Laboratorium dan universitas di buka dengan jurusan perkucingan. Dan hasilnya luar biasa. Dalam waktu singkat ramailah dunia tikus dengan sarjan akhli dibidang perkucingan sebab bidang itu sangat dibutuhkan demi menjamin keberlangsungan hidup bangsa sang tikus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang profesor tikus yang menguasai bahasa dan perilaku kucing membuat gagasan agar semua tikus mengumpulkan dana untuk membuat lonceng kecil. Banyak rakyat jelata tikus tidak faham tapi wibawa profesor itu dapat mencapai lobang tikus yang bahkan di dasar bumi sekalipun karena komitmennya yang tersohor. Para pengrajin dari skarbela, masbagik dan pancor dikerahkan untuk membuat sejuta lonceng dengan ukiran cerita kerajaan bunut baok. Bangsa kucing sangat bangga dengan sejarah kerajaan bunut baok yang sebenarnya tidak diketahui kepastiannya. Profesor tikus dengan bahasanya yang halus dan bertata tertib menyampaikan maksudnya kepada raja kucing bahwa bangsa tikus hendak memberi kehormatan kepada para tokoh kucing diseluruh gumi paer. Untuk menembus birokrasi yang rumit profesor tikus menyogok tiap aparat dari meja satu ke meja yang lain dengan terasi, kangkung dan beras miskin. Ketika makin tinggi birokrasi yang dimasuki makin banyak pula dibawakan terasi. Meskipun jabatannya tinggi bangsa kucing ini tidak pernah lupa dengan makanan kesukaannya yaitu sambal terasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara pemberian tanda kehormatan dari bangsa tikus kepada tokoh penting kerajaan kucing dari esolon tertinggi sampai amak kangkung yang dipanggil mamix oleh warga se RT pun tidak ketingalan diberi kalung kecil. Para pemimpin kucing baik pejabat kerajaan maun para TG nya sekrang sudah berkalung lonceng kecil yang bunyinya nyaring. Mereka bangga dengan kalungnya dan sedapat mungkin langkah diatur agar lonceng dapat sedikit gemerincing didengar orang lain. Jendral, komandan, jaksa, Pol PP sampai hansip kucing berkalung semua. Sang profesor tikus senang dan bicara kepada semua rakyat tikus agar mulai saat itu hidup tenang dan meneruskan aktifitas mengerat mereka diseluruh gumi paer. Tidak perlu ada rasa takut atau sungkan lagi. Tidak perlu tentara, polisi, jaksa, Pol PP apalagi Hansip untuk menjaga mereka dari terkaman kucing. Sebab semua tikus tahu dengan pasti kapan berhenti mengerat dan segera bersembunyi ketika gemerincing lonceng kecil makin jelas terdengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan berlalu kucing telah mulai kehilangan naluri memangsa tikus. Kukunya mulai tumpul dan giginya tak lagi runcing. Mereka mulai doyan makan bakso dan mi pangsit dengn sumpit. Mereka bersaing mencari hidup dengan menipu dan menakuti warga lainnya, sebab persediaan pangan makin menipis. Mereka tidak sanggup menanam sendiri gandum dan harus mengimpor tetapi uang tidak ada. Negerinya mulai digadaikan dan perempuannya dijual jadi budak kemanca negara. Kini buaya, macan, singa dan ular kobra juga memakai lonceng kecil dilehernya. Hebat sekali, tikus tikus itu telah berpengalaman jauh lebih lama dari semua pemangsanya. Masih adakah para pemangsa tikus yang tak berkalung genta kecil dilehernya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1823396417722625872?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1823396417722625872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1823396417722625872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1823396417722625872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1823396417722625872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-kucing-bergenta.html' title='Sasak Kucing Bergenta'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-6588070500684813864</id><published>2009-11-12T04:11:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T04:37:51.953-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Mengutuk Keju</title><content type='html'>(Sasak.Org) Setelah 16 hari saya berada di Irkutsk, pada siang ini baru pertama saya diizinkan pergi dengan bis kota dengan pengawalan seorang teman. Sebenarnya saya igin hilang sendiri tapi setelah mengalami perjalanan ke pusat kota yang panjang dengan pemandangan sama yaitu bangunan rata rata berlantai 10, berupa apartemen yang bercat teduh dengan pepohonan yang daunnya meranggas atau layu dan kering, saya merasa kawan kawan saya benar tidak berani melepas saya sendiri. Bagaimana mematok timur dan barat kalau pemandangan sama, pohon pohon meranggas, kios kios, supermarket dan pasar dimana mana, sang mentaripun tak pernah menampakkan batang hidungnya. Bis melaju dengan cepat dari satu halte ke halte berikutnya. Meskipun berumur 30 tahun ternyata nyaman juga bis Uni Sovyet ini. Kursinya empuk dan tidak sesak. Kalau di dasan bisnya dibuat sepadat mungkin dan manusia dijejalkan sebanyak banyaknya kalau perlu saling iwa, apalagi kalau ada anak anak. Si sopir dasan yang sok jagoan bisa membentak inax amax yang sangat penakut saking gawahnya. Dia perintah agar anaknya dipangku meskipun dipungut ongkos. Pokoknya kalau tidak disiksa orang dasan tidak puas. Hati saya sampai kelabu bukan karena langit Siberia yang beku tapi mengenang betapa menderitanya anak bangsaku yang hidup di dasan kami. Si sopir yang gaya itu pada gilirannya akan digertak aparat dan dikompas dengan pura pura cari kesalahannya. Di dalam buku rebuijs terselip 20 ribu untuk sang pembentak. Dan si aparat akan dikompas atasannya kalau mau urus naik pangkat atau mau sekolah lagi. Aduh, capek menelusuri kelok kelok manusia rusak. Udara hari ini dari pagi hangat, plus 3 drajad saja, saya ikut merasa hangat sebab teman saya Evgeny saja kalau minus 10 drajat dibilangnya hangat, hangat sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun dipusat kota kami berlarian menyeberang jalan jalan yang ramai, saya biasanya menghentikan mobil di jalanan jogja kalau mau nyebrang, di Irkutsk saya lakukan juga. Setelah berjalan kesana kemari akhirnya sampai juga di Musium seni Rupa tapi waktu tinggal 30 menit, saya tunda besok saja. Tiket masuk di musium yang bagus bagus itu berkisar antara 50 sampi 100 rubel. Kurs sekarang adalah 300 rupiah untuk satu rubel. Kalau di Jogjakarta masuk borobudur dan prambanan tiketnya 10 dolar, itu terlalu mahal, seharusnya cukup 5 dolar. Kalau tidak ramai ramai dikorup sebenarnya pemasukan kedua taman itu sangat besar meskipun dengan tiket yang 5 dolar itu. Saya mencari cari wc umum tapi tidak ada. Waktu ke Baikal ada wc dengan sewa 20 rubel. Di kota saya tidak ketemu satupun. Saya putuskan pulang dan sampai dirumah sudah jam 18.00. Kami makan malam dengan ikan goreng. Saya bertualang di pusat kota hanya sekitar 90 menit. Rintik salju tipis menerpa wajahku dan dalam waktu 15 menit rahang jadi kaku dan sulit bicara. Bahasa Inggris susah terucap dengan baik apalagi bahasa Rusia. Saya mengerti mengapa bunyi bahasa Rusia begitu rumit sebab berat sekali berkata kata diantara terpaan udara dingin yang menerbangkan setiap lafal huruf yang terucap. Saya perlu 2 hari untuk menemukan letak lidah untuk mengucap L dan banyak lagi bunyi desis basah dan kering yang tak dapat saya uraikan. Bagi orang Rusia cuaca ini sangat menyenangkan hati, kalau jumpa teman, mereka saling menyapa,"bagaimana hidupmu?".Tak satupun menjawab dengan cerita buruk, semuanya baik, normal dan menyenangkan. Meskipun seandainya tidak menyenangkan. Mereka tidak mengenal apa yang kita sebut niat! Tapi mereka memperaktikkannya setiap hari. Kalau kita niatkan semuanya baik niscaya akan baik bukan?. Setiap sempat pulang ke dasan, saya selalu menjabat tangan teman teman masa kecil saya dan memujinya sedapat mungkin, bahwa dia kelihatan sehat dan gemuk. Gemuk adalah pertanda kemakmuran. Tapi tidak sampai saya selesai bicara semuanya bilang: "ado ite jex ngene ngene dirix, bee ngumbe angkunte?!". Anak dasan itu tidak pernah memasang niat baik dan tidak mau melihat bahwa mereka sesungguhnya sangat beruntung. Makan dan minum enak sekali. Air di gumi paer sangat sehat dan bersih. Nasinya pulen atau garing dengan beberox kangkung atau terong. Masyaallah nikmatnya. Masih juga disepelekan kalau sudah kenyang. Mereka bilang: " enggax enggaxne te kaken beberox beberox dirix!". Saya membayanngkan kalau rekan rekan Rusia saya ini bermental dasan mungkin mereka tiap pagi dan petang mengutuk makanannya: " Roti malik!. Keju malik!. Salad malik! Empax malik!. Te bementega mentega dirix lasingan!". Kalau sampai begitu yang terjadi, Rusia sudah penuh dengan orang momot meco dengan jemari gemetaran karena dingin, sebab sewox tidak dapat melawan dingin Siberia yang 1000 kali dinginnya musim perekong tengkulak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu masa seorang pendeta nekad masuk ke pedalaman India dimana terdapat suku terasing yang buas. Para pengawal angkat tangan dan mundur satu persatu. Pendeta itu sangat yakin bahwa Tuhannya akan menyelamatkan dia sebab ia ingin membebaskan manusia dari kebiadabannya. Ketika dia akhirnya berhasil masuk ke wilayah orang buas itu, serombongan manusia mengerikan mengarahkan tombak, panah dan senjata beracun lain ke satu titik. Sang pendeta terkepung dalam lingkaran maut yang mengerikan. Dia sangat ketakutan dia tak membawa apapun kecuali biolanya. Lalu dipejamkan matanya seraya memainkan biola dengan nyanyian pujian kepada Tuhannya. Orang orang buas itu, setelah mendengarkan musik yang syahdu jadi berubah perilakunya. Mereka menurunkan senjatanya dan akhirnay sang Pendeta diterima dan tinggal disana bertahun tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dasan kami yang penuh dengan manusia yang berhijib dan bersalawat, para TG datang disambut dengan hingar bingar. Mereka tak segan berteriak Allahuakbar dan melantunkan Asrakal Badru atau Ya Nabi Salam Alaika. Sang TG tidak membawa apapun kecuali datang dengan jubahnya yang kebesaran dengan tiga tau empat saku di kiri kanan. Ketika tangannya yang satu bersalaman tangan lainnya memasukkan amplop ke saku saku yang menganga seperti cupak yang tak pernah kenyang. Tiba tiba anak bangsa Sasak yang pandai berhijib dan bersalawat itu berperang satu sama lain dan TGnya melarikan diri sesudah itu mereka hidup lebih buruk dari suku terasing di pedalaman rimba antah berantah itu. Barangkali sudah saatnya anak bangsa Sasak ditransmigrasi ke Siberia dan diberi makan keju sebagai ganti urap urap beberoxnya. Disana mereka tak akan sanggup berhijib karena rahangnya kelu. Kalau ditanya apa kabar meton?. Mungkin mereka akan menjawab: " pade marax sax uwix!". Padahal mereka sudah makan keju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komentar dari SO:&lt;br /&gt;1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Roil Bilad: ... &lt;br /&gt;Miq Junep, Sasak Eropa merindukan "empik", &lt;br /&gt;bosen makan keju terus---- &lt;br /&gt;November 10, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roti-keju-roti-keju-roti-keju, boseeeeeeeeeeeeeen&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-6588070500684813864?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/6588070500684813864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=6588070500684813864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/6588070500684813864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/6588070500684813864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-mengutuk-keju.html' title='Sasak Mengutuk Keju'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-7069207676375112986</id><published>2009-11-03T04:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T05:00:01.211-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Pembakar Panci</title><content type='html'>[Sasak.Org] Saya memasak nasi dengan panci stainless diatas kompor listrik besar yang tak menyala. Bekerjanya seperti elemen sterikahan yang membara saat di stel on. Panci saya taruh diatas lapisan tembus pandang dan dalam waktu singkat air mendidih dan nasipun matang. Karena ingin menunggu kematangan sempurna saya tetap membiarkan panci dan pergi melihat sasak.org untuk mengetahui seberapa ramaikah pengguna yang mampir. Sudah berhari hari semua informasi dan kontentnya menjadi basi dan tiba tiba pengunjung ramai. Saya gembira melihat adanya perkembangan. Ada pengunjung dari negara yang tidak mungkin ada anak sasaknya. Pastilah mereka mencoba membuka atas rekomendasi anggota KS yang mereka kenal. Rekan rekan saya dari penjuru dunia yang saya biarkan saja emailnya berdatangan tanpa saya jawab akhirnya menemukan saya di sasak.org dan mengirim tembusan emailnya ke alamat saya di sasak.org. Saya mengusahakan sebanyak mungkin menggunakan kata sasak saat berinternet agar makin banyak entri yang masuk dan makin populerlah kata Sasak itu di dunia maya. Setidaknya menurut angan saya di internet nama sasak positif karena aktifitas tulis menulis bukan karena yang lain seperti di kehidupan dasan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking asyiknya menonton sasak.org saya terlena dan asappun mulai mengitari ruangan apartemen, bau gosong menembus hidung dan saya sontak lari ke dapur. Mengangkat panci dan langsung menaruhnya di atas meja dapur yang menyatu dengan dinding. Asap mengepul setelah saya buka dan nasi berwarna kekuningan dan coklat tua. Celaka, saya mengangkat panci ternyata meja lengket dan saya pindahkan lagi ke sebelah dan saya lupa yang distu juga jadi lengket. Saya cepat mengambil mat pelapis dan kayu itupun gosong juga. Saya tertawa tak henti hentinya sebab saya sering merusak alat dapur inax waktu di dasan dan saya juga sering merusak alat dapur di rumah kami. Lingkaran lingkaran gosong itu sepereti lukisan anak SD yang memblad uang logam dikertas, ada yang tebal ada yang tipis tapi pinggirnya sangat hitam. Saya memilih nasi yang masih ada putihnya sebab saya tidak tahu beras ada dimana kalau mau memasak ulang. Sementara buka puasa tinggal 30 menit lagi. Kami makan dengan perasaan nek dihatiku sebab lukisan lukisan itu tajam menatapku. Kawan kawan bergurau bahwa besok akan ada perbaikan mebel dapur untuk menghilangkan gosong dan saya ditunjuk sebagai panitia rekonstruksi. Kami tertawa tapi salah seorang menegur kawan itu agar saya tak tersinggung. Saya goda mereka bahwa besok saya pesan tiket satu jalan dan tidak kembali, kawan yang tadi jadi muka merah. Saya datang dengan tiket sekali jalan maka saya pulangpun dengan tiket sekali jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali saya datang ke Jogjakarta yang saya lakukan adalah jalan jalan ke pusat kota antara jalan solo dan maliboro. Bukan untuk belanja tapi hanya untuk mengenal lingkungan. Saya mula mula menghitung jumlah gelandangan dari batas kota ke Rahayu yang sekarang menjadi Galeria mall dan saya catat paling banyak 5 orang dan di malioboro hanya 8 orang saja. Kalau di dasan gelandangan hanya satu orang yang tinggal di gubuk di pasar dekat gedung Gabimas. Dia perempuan tua bernama mbah Karsinah. Saya suka memandangnya lama lama dan bertanya mengapa orang ini begitu kasihan. Tapi jauh dilubuk hati saya, saya justru bertanya mengapa orang orang dewasa yang tiap tahun pergi sembahyang hari raya ke tugu dan bahkan para pejabat tidak pernah mengulurkan tangan untuk menyelamatkan seorang perempuar tua dari gubuk kardusnya itu?. Sampai dia mati tak ada yang menolong menyelamatkannya. Dia cukup dianggap gila titik. Gelandangan di Jogja rupanya adalah pendatang dan orang gila yang dikirim truk dari daerah lain. Semua orang tahu bahwa kabupaten lain menangkapi orang gila dan gelandangan mereka lalu mendropnya dengan truk ke daerah laian. Suatu hari saya berjuang seorang diri menyelamatkan orang gila di depan mirota kampus yang ramai, dia bertelanjang dan saya membelikannnya celana. Karena tak ada yagmenolng memegangnya saya gagal membuatnya berpakaian. Saya jadi tontonan aneh orang ramai. Mungkin saya telah dicap gila oleh mereka, sehingga tak ada yag tergerak membantu menutupi aib bersama itu. Di tempat tinggal saya ada perempuan muda yang telanjang dia baru gila dan suka bernyanyi. Hati saya teriris mendengarnya melantunkan lagu yang aneh. Saya mengajaknya bicara dia tak faham. Saya takut dia akn dirusak oleh orang yang waras tapi lebih gila dari dirinya. Saya laporkan keadaannya, tak adayang peduli. Tidak lama saya melihatnya di jembatan Tempel perbatasan dengan Jawa Tengah sangat jauh jarak yan ditempuh. Minggu berikutnya dia nongol lagi di lahan kosong biasanya di depan kampung kami. Saya masih berusaha bicara dengan orang yang berkompeten. Akhirnya perut wanita itu membuncit, terjadilah apa yang saya takutkan dan dia ramai ramai ditangkap dengan kain spanduk panjang seperti menjaring ikan. Penangkapan dilakukan oleh anak kampung dipimpin sang lurahnya. Saya kira akan diselamatkan ternya dimalam yang gelap dan berembun itu mereka membawanya ke arah timur dan saya dengar dia dibuang ke Prambanan. Beginilah gambaran manusia manusia yang telah melepaskan budi pekerti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang orang yang menjadi guru kita dizaman dahulu adalah gelandangan yang mencari hikmah dibalik ayat ayat Tuhannya diantara hamparan alam, gunung, sungai dan danau. Gua adalah tempat perenungan panjang mereka. Sekarang kita hidup dalam kenyamanan luar biasa. Kita lupa mencari hikmah diantara hamparana kenikmatan yang kita akui sebagai hasil usaha sendiri. Dan bangga sekali kita dengan segala pencapaian diri disegala bidang. Gelandangan masa kini adalah buah dari cara hidup yang mengejar materi dan kesenangan diri pribadi. Panci yang gosong itu direndam dua hari dua malam, gosongnya tak melunak. Dicoba lagi dengan mengisi air sabun dan memanaskannya sampai mendidih lama tak juga melunak. Saya geli sekali dan mencoba membrinya kaporit dan sabun serta memasaknya, cara ini kami pakai menghilangkan daki handuk yang malas kami cuci di asarama. Setelah dijemur dengan sabun dan di cuci lagi maka agak bersihlah jadinya handuk kami yang kusam itu. Ketika saya masuk pasar yang berada 10 meter dari apartemen saya melihat gelandangan sedang memilah barang buangan dan disampingnya si panci yang didalamnya terukir sebuah relief kisah pembakaran kampung Sasak berwarna hitam. Saya meninggalkan monumen untuk si gelandangan, gara gara asyik nontonsasak.org.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Jogja gelandangan yang tidak gila adalah hasil urbanisasi yang tak kuat menjadi tukang becak dan buruh kasar. Mereka konon menjual tanahnya untuk pergi mengadu nasib ke kota. Kalau gagal mereka tidak mau pulang dan menggelandang tanpa tujuan. Di kota orang yang ingin hidup menyesuaikan diri dengan persaingan jor joran gengsi menjual tanahnya atau rumahya sedikit demi sedikit dan ada banyak yang tiba tiba jadi kere diantara pendatang baru. Lama lama orang kere ini minggat juga jadi gelandangan. Di Rusia yang beku ini, setelah revolusi yang penuh benci terhadap Uni Sovyet peris seperti kawan kawan saya yang teriak histeris mencaci Pak Harto. Salah banyak dari mereka hanya sanggup berteriak memaki tapi tidak siap untuk mengadaptasi diri pada pembaharuan. Mereka tak cukup kecakapan dan ilmu untuk meraih materi yang digembar gemborkan saat soasialis. Mereka mulai menjual rumah yang dulu diterima secara gratis dari Sovyet. Dari kota sampai pelosok, rumah dibagi Cuma Cuma. Semua dibiayai sampai ditengah hutan asal mau tinggal dan mengembangkan desa. Kini mereka menjual apartemen ya ng strategis lalu pindah ke tempat yang lebih murah dan sisa uangnya untuk bersenang senang membeli alat elektronik dan mabuk. Lambat laun apartemen baru dijual lagi sebab semua madat minuman dan senang makan enak. Bukankah semua menawarkan serba enak, buat apa nunggu lama lama. Gelandangan yang menemukan panci berelief karya putra Sasak asli itu adalah salah satu korban gagal beradaptasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dasan orang muali tergoda menjual sawah dan rumah agar bisa pergi ke Malaysia untuk mengikuti sejuta manusia yang menggelandang di pedalaman dan di kota kota semenanjung melay. Orang indon yang banyak Sasaknya itu adalah para pengukir relief tentang kisah manusia yang membakar dasannya sendiri dan lari untuk membuat cerita yang lebih dramatis di seberang lautan. Kisah panci ini dapat berkembang jauh seperti sandal abunawas yang menyumpal selokan tapi tidak usah diperpanjang, sebentar lagi buka puasa. Mari kita awasi warga dasan agar jangan membakar panci berisi batu untuk mengelabuhi anaknya yang kelaparan karena uang telah habis dipakai ke malay dan pulang dilempar ke laut sebagai pendatang haram. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dari yahoogroup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/11/03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul..betul. Setuju sama miq junep, mari kita awasi pola&lt;br /&gt;tingkah dengan dasan, kita bimbing mereka agar gak ikutan&lt;br /&gt;tren ber-TKI ke malaysia yang tidak sedikit sebenarnya &lt;br /&gt;merupakan pelarian dari masalah2 hidup, seperti dikejar &lt;br /&gt;utang, dikawin paksa atau lari dari rumah karena kecewa &lt;br /&gt;dengan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari...mari.. kita bimbing mereka agar jadi orang yang&lt;br /&gt;bertanggungjawab terhadap, at least, diri dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari... mari.. kita semua menjadi petugas ronda malam &lt;br /&gt;maupun siang hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;// Terima kasih atas perhatiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Manis,&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Rifki H&lt;br /&gt;Teruna Sasak Si Mule Tulen Gagah&lt;br /&gt;Pubs    : http://www.maleficarum.net/&lt;br /&gt;Contact : bajang[@]maleficarum.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-7069207676375112986?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/7069207676375112986/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=7069207676375112986' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7069207676375112986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7069207676375112986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-pembakar-panci.html' title='Sasak Pembakar Panci'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1611488161890093765</id><published>2009-11-03T04:36:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T22:35:01.419-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Yang Terlena</title><content type='html'>[Sasak.Org] Kami menerima telfon dari seorang teman yang ingin menginap akhir minggu kemarin dan kami setuju. Maka aprtemen jadi ramai oleh 4 orang yang sangat aktif bicara, bekerja dan makan minum. Mereka heran melihat saya makan hanya dengan dua potong roti sudah kelelahan sedangkan mereka 4 roti masih nambah yang lain lain. Badan mereka besar dan kuat bekerja diudara dingin. Minum teh berliter liter dan kalau di luar orang minum bir atau anggur dan vodka dengan kandungan alkohol antara 15 sampai 40%. Di samping apartemen ada terminal bis dan pasar. Diantara gedung gedung terdapat taman untuk bermain anak anak dan halaman luas untuk bermain anjing piaraan penghuni. Mereka secara teratur mebawa anjing keluar apartemen dan mengajaknya mengejar mainan berupa piring atau tongkat yang dilempar. Di lahan itu anjing kencing dan buang kotoran disela rerumputan dan perdu yang meranggas saat musim dingin. Bis yang berlalu lalang adalah bis tua yang sekurangnya berumur 30 tahun. Di zaman Sovyet bis itu adalah angkutan pekerja. Apartemen dahulu dibangun untuk pekerja semuanya gratis dan bagi orang yang tidak kebagian dapat menkredit ditempat lain dengan harga ringan. Sesudah memasuki zaman kapitalisme surat surat kepemilikan harus diurus dengan biaya 15 ribu rubel atau sekitar 5 juta rupiah. Kalau mereka mengingat begitu mudahnya memperoleh fasilitas dan kebutuhan hidup mereka sangat suka bernostalgia. Alangakah mudahnya hidup dengan gaji 100 rubel, cukup makan dan kebutuhan rumahpun dibangunkan dan tinggal ditempati. Sekarang seratus rubel tak berarti apa apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi kami berbelanja di pasar yang penuh dengan pedagang china dan wajah asia lain. Kami bisa tawar menawar di kios. Karpet turki natural oval harganya 800 rubel atau 240 ribu rupiah masih lebih murah daripada di malioboro dengan harga 350 sampai 400 ribu. Di jejeran pedagang makanan dan sayuran yang berjualan adalah para ibu dan bapak pensiunan, penduduk setempat. Mereka menjual hasil kebun dan olahan sendiri. Buah buahan yang dibuat selai dan dikeringkan serta asinan dalam botol berbagai macam sayuran. Produk susu yang dibuat berbagai minuman berupa,susu segar, kefir, yogurt, smetana ,mayones, tvork, mentega dan keju. Kita tidak punya smetana yang berupa susu asam kental kaya kalsium, untuk makan kentang goreng dan campuran sup. Mayones kita punya hampir sama dengan smetana penggunaannya. Tvork adalah kefir yang dipisahkan dan berbetuk padat seperti cream tapi lebih padat. Semua produk ini sangat berguna untuk rambut, tulang, gigi dan kulit. Saya melihat tangan dan wajah orang berkerut dan berpori besar akibat dingin. Balita yang dikereta dorong hanya tubuhnya sampai kaki tertutup jemari tangan dan wajah masih terbuka padahal saya sudah mengkerut semua di minus 10 yang dianggap hangat oleh sopir saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhubungan dengan keluarga di tanah air lewat sms dan email dan saya dapat mlihat metro tv lewat live streaming. Saya dengar tentang pembakaran café di Mataram, demo pelecehan seks di Bima dan mengikuti penangkapan Bibit-Chandra. Alangkah banyaknya versi cerita yang beredar mengenai café yang diangap tempat prostitusi dan masalah KPK yang akan dihabisi karena membahayakan banyak pihak yang terlibat korupsi. Kalau tempat penuh dengan lumpur maka tak seorangpun dapat bersih ketika berlalu disitu. Setidaknya ada yang menciprati baik sengaja tau tidak. Kesalahan adalah pada yang mau lewat ditempat berlumpur. Perubahan yang dinginkan untuk kebebasan berekspresi telah kita dapat dan kitapun bebas mau omong apa saja termasuk mengutuk orang yang salah atau yang benar. Tapi silahkan terus bicara, soal kesulitan hidup telah lupa diagendakan sebab waktu demo yang dituntut adalah kebebasan berbicara. Sampai sampai kalau team olahraga kita yang kalah melulu dianggap belum dapat bicara diajang internasional. Karena bertanding olah raga juga dianggap bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari setelah pertempuran besar dengan perkiraan bahwa esok hari kemungkinan akan terjadi lagi, pasukan Prancis beristirahat di kamp. Tetapi Napoleon mengerti bahwa musuh berada tidak jauh sehingga dia tak dapat tidur. Dia bangun berjalan bersama seorang pengawal menuju kamp dan beranjak ke menara pengintai. Disana ada penjaga dengan senjata dan alarem yang siap dibunyikan. Dia menemukan penjaga menara pengintai dalam keadaan tertidur pulas. Perbuatan prajurit itu termasuk kejahatan yang dapat dikenai hukuman mati. Dia menyadari bahwa pasukannya sedang istirahat. Hatinya luluh dan kasihan. Diapun mengganti prajurit itu dengan memasang senjata yang tadinya tergeletak, berjaga sampai pagi tiba. Ketika prajurit itu terbangun dia sangat terkejut melihat kaisarnya ada disitu. Dia gemetar, tapi tidak ada gunanya. Tugasnya telah dilaksanakan oleh orang lain. Bukankah peraturan telah dipenuhi. Dan diapun jadi bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para prajurit yang bernama TNI, Polri, Pol PP, Kejaksaan, KPK dan lain lain kurang baik menjalankan fungsinya seharusnya sang penguasa baik presiden, gubernur, bupati dan lurah harus turun ke lapangan melihat dan mengawasi dengan akal dan hati nurani. Menganalisa keadaan dan menegakkan peraturan dimana perlu. Spirit kepemimpinan yang berdasarkan moral untuk menjaga keselamatan rakyat jelata harus diejawantahkan dalam kehidupan sekarang ini. Kafé didirikan bukanlah untuk rakyat kebanyakan. Mengapa rakyat yang tidak pernah tahu apa itu kafe tiba tiba mengamuk dan merusak dengan tuduhan sebagai tempat prostitusi. Siapakah prostitusi itu, sesungguhnya?. Mereka adalah perempuan kita yang kita sia siakan dan buahnya adalah malapetaka bagi semua. Maka kitapun marah atas akibat perbuatan kita. Kita membabi buta menyerang orang lain dan usaha orang lain kita hancurkan. Para perusak kerap dipimpin oleh TG saat mengamuk. Mereka teriak Allahuakbar, seolah palu hukum yang mereka timpakan dikening para pelacur diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPK itu dirintis bukan untuk menangkap semua orang yang lewat dilahan berlumpur itu tapi menyelidiki siapa yang mengotori diri dan membuat semakin banyak lumpur. Jangan kita berlari dan tidak mengakui bahwa kita terciprat lumpur padahal kita sendiri yang sengaja lewat disitu. Jangan orang yang menyelidiki dan berjuang membersihkan lumpur agar kita semua dapat lewat dan hidup tanpa kotoran yang diberantas. Ketika prajurit terlena, kita dapat menghukum mati dia, tapi kita sebagi pemimpin harusnya menembak mati diri sendiri karena melihat prajurit tidur pulas justru kita tidak segera menggantikan posisinya demi menjaga keselamatan negara, bangsa dan tanah air kita. Berapa prajurit sudah dihukum mati untuk menyembunyikan kelemahan kita sebagai pemimpin. Bahkan kita akhirnya kong kalikong dengan musuh sesungguhnya dan berpesta pora sambil menunjuk nunjuk kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak anak dasan yang beringas selalu menyakiti hati masyarakat. Maling berkeliaran selalu merugikan kita semua. Pelacur merajalela meresahkan ibu ibu kita. Koruptor mencatut dana BLT diman mana. Apakah kita dan para pemimpin kita baik politik maupun spiritual tidak kunjung sadar bahwa kita selalu meremuk cermin yang terus memantulkan bayangan siburuk rupa?. Padahal kita tak pernah mandi, mencuci pakaian dan berolah raga. Kita mengaji tanpa mengerti. Kita belajar untuk menjadi robot. Tetapi terus bermimpi menjadi manusia tampan yang igin dipuji. Silahkan terus bicara dan berkelahi dan jangan tuduh bencana bila negeri ini ditenggelamkan gempa bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1611488161890093765?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1611488161890093765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1611488161890093765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1611488161890093765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1611488161890093765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-terlena.html' title='Sasak Yang Terlena'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-897197980623938088</id><published>2009-11-03T04:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-05T22:31:42.548-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Sang Restaurator</title><content type='html'>[Sasak.Org] Petang ini kami makan malam dengan hidangan Rusia Siberia, ikan asin yang hanya dibersihkan dan direndam garam dalam jangka lama sekali sehingga seolah ikan itu matang.Kalau didasan kita punya ikan peja. Saya tidak bisa memakan ikan itu baik di dasan atau di Siberia. Sayuran campuran kol, wortel dan bawang besar dengan bumbu ala kadarnya berupa bawang putih garam dan penyedap. Karena ada daun salam dan daun jeruk purut yang saya bawa sekalian di masukkan juga. Roti dan teh panas. Teh disana kental dan berupa campuran daun daun yang kaya vitamin c. Teh berasal dari Sri Lanka dan rerumputan dari Siberia sendiri. Rasanya pekat dengan aroma kuat, cocok dengan cuaca yang membeku. Di Jogja kalau sampai saya minum teh pada sore hari bakalan saya tak bisa tidur. Di Siberia saya minum teh kental sekali, saya bisa tidur juga. Mungkin di Jogja saya banyak melihat orang momot meco sehingga susah tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi sore kami jalan jalan ke perusahaan transport milik kawan saya dan saya menunggu di luar gedung. Saya mencoba jogging agak 15 menit dalam suhu minus 10 hidung dan tengorokan saya seperti diirisi. Saya segera kembali ke mobil dan sopir menyuruh saya masuk. Di dalam heater (pemanas) menyala. Sopir itu disiapkan untuk mengurus keperluan saya melihat kemanapun saya mau. Dia bernama Evgeny. Saya berkata: " Kaput!". Maksudnya saya remuk, atau saya pelot! Karena kedinginan. Sopir ini bisa sedikit bahasa Jerman karena dia Insyinyur penerbangan dan sedikit bahasa Perancis untuk lucu lucuan. Kami banyak berbincang dengan bahasa Jerman yang patah patah sebab saya sudah 20 tahun tidak memakainya dan sejak Sovyet runtuh dia tak pernah praktik. Hal itu penting untuk menambah hangatnya persahabatan. Diantara perbedaan yang tajam dalam berbagai hal setidaknya hati kami sama sama tulus dan ada kesamaan pengalaman hidup yaitu belajar bahasa Jerman. Bedanya saya otodidak dia belajar di Fak. Teknik . Selain itu kami juga sama sama orang ORBA. Dia warga Sovyet dan saya warga Orde Baru. Kami sama sama mentertawakan nasib manusia yang tiba tiba berubah dari sosialis ke kapitalis. Saya terharu namun saya bahagia sebab bagi saya apapun yang terjadi saya tak pernah putus asa. Mau berganti seribu kali atau setiap hari rejim yang berkuasa, saya dan keluarga saya meyakini bahwa penguasa atas hidup kami adalah Sang Maha Diktator yang kepadaNya kami berserah diri. Dimasa Orde Baru saya mendapat kebaikan dan sekarangpun saya mendapat kebaikan karena tunduk pada PENGUASA hidup kami. Kasihan kawan saya Evgeny ini, dia lebih muda dari saya setahun tapi rupanya setua ayah saya. Mungkin karena dia tak mengenal Sang Penguasa Tunggal kehidupan sehingga dia berputus asa dan mabukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah makan malam, ibu yang diseberang meja bercerita bahwa saya telah memberi tahu dia akan bahaya sesuatu. Saat kami masuk gerbang aprtemen, seorang lelaki keluar berpapsan dan saya kontak mata dengannya. Naluri saya mengatakan orang itu sangat jahat dan berbahaya. Saya langsung bilang pada ibu itu bahwa orang lelaki tadi bahaya. Dia bilang itu ayah si fulan, saya bilang saya tahu. Dia terkejut mendengar bahwa saya tahu siapa orang itu. Gampamg saja saya telah mengenal si fulan sejak beberpa hari dan rupanya sama dengan lelaki itu. Ib itu bilang memang dia berbahaya dan mengancam hidupnya, katanya. Rupanya lelaki itu adalah salah satu tokoh mafia Rusia lokalan. Tapi saya tidak takutlah. Mendengar cerita ibu itu yang agak berlebihan, salah seorang minta dibaca dirinya tentang seberapa baikkah dia. Saya bilang dengan tertawa bahwa dia sangat baik. Dia senang sekali. Bagaimana kita dapat katakan pada seorang wanita muda cantik dan banyak mengurus keperluan saya selama ini tentang hal tidak baik. Saya tidak mengupahnya sepserpun tapi dia selalu gembira menolong saya. Ibu itu dan yang lainnya serentak bertanya tentang bagaimana menghadapi penjahat itu. Saya ingta pernah bertemu kobra dan saya hantamkan batex (parang) ke depannya dia serta merta menyerang dan saya melompat. Saya mengerti bahwa kobra itu bereaksi atas bahaya yang saya buat. Saya berdiam diri, lalu dia pergi. Saya katakan bahwa kalau kalian bertemu ucapkan salam. Mereka mengatakan : " Puih" bersama sama, tidak mau!. Kalau begitu tanamkan dalam hati kalian sesuatu fikiran baik. Jangan ada rasa benci. Dengan perasaan tenang, akan keluar ekpresi tenang juga dari wajah kalian. Hal itu akan mempengaruhinya dan dia akan segera berlalu. Akan tetapi sebaik baiknya setelah kalian berfikir tenang dan jernih, hindarkan bertemu dengannya sedapat mungkin. Mereka serempak menyetujui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat saya jogging di udara dingin itu saya tidur dengan mimpi buruk. Mimpi saya selalu sama dan datang pada saat kondisi fisik dan mental yang sama. Mimpi bagi saya bukan kembang tidur seperti anggapan umum. Mimpi saya adalah petunjuk nyata atas keadaan fisik dan rohani saya. Sehingga setelah mimpi saya secepatnya berdoa dan berserah diri karena sudah tahu apa yang akan terjadi. Alhamdulillah selalu terjawab semua doa saya dan halangan sering teratasi bersama datangnya pertolongan Allah. Sore ini saya bermimpi mandi di sungai, artinya saya akan sakit, itu sudah hafal, pokoknya kalau saya mandi sampai tersiram atau tenggelam, maka itu peringatan dini, macam akan ada tsunami. Cepat cepat bertobat dan berzikir terus, kalau perlu perintah orang rumah agar segera bersedekah lebih banyak lagi. Itu sesungguhnya adalah reaksi badan terhadap virus atau kelelahan fisik belaka. Waktu inax dan amax masih hidup kami suka bertelepati. Komunikasi lewat saluran satelit PT. Telekomunikasi yang dikuasai Pemilik Perusahaan Dunia Akhirat, yaitu Yang Maha Konglomerat. Dahulu telpon genggam belum ada, kalaupun ada cari nomer saja dibikin susah dan mahal. Inax dapat menghubungi saya lewat jalur Jalan Lurus dan bukan jalur orang yang dimurkai Allah. Kami berkomunikasi lancar dan saling memahami. Sekarang saya suka mencoba menghidupkan jalur itu dengan berlindung dari godaan was iwsaufi sudurinnas minaljinnatiwannas. Hati yang lapang bersama Yang Ahad, membuat saya dapat menyentuh hati kawan saya di manapun dibelahan bumi ini dan mereka mengirim surat, sms atau email balasan bahkan ada yang 5 tahun telah putus hubungan, maklum mereka tidak mengenal jalur siratalmustakim itu. Bukankah ada seribu jalan menuju Segara Anak?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menulis ini saya dilapori bahwa si mafia menunggu di gerbang dan sempat cekcok dengan salah seorang kawan saya makan malam tadi. Saya merasakan sesuatu yang kurang baik, tapi di apartemen ada anjing besar jenis Labrador yang sangat sayang padaku. Dalam Islam anjing boleh dipelihara oleh petani, dan peternak untuk menjaga harta mereka. Landasan itu saya pakai menerima kawalan anjing ini demi keselamatan saya. Saya harus cuci tangan kalau sampai menyetuhnya dalam keadaan basah, dengan sertu' sabun pencuci piring, sebab tanah tidak ada di apartemen. Anjing Labrador ini beratnya 45 kg lebih dan punya naluri kuat sebagai penyelamat manusia baik di darat maupun di air. Tiap hari dia mengajak saya bermain petak umpet. Saya sembunyikan mainannya dan saya perintah dia mencari, saat dia mencari saya bersembunyi di balik lemari dan dia bolak balik mencari saya ke semua ruangan dengan mainan yang berhasil diterkamnya , sampai saya keluar terbahak bahak karena dia mengendus endus didepan pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tinggal di dasan maupun di Jogja saya dan keluarga sering bertindak sebagai penolong orang bermasalah untuk mental recovery. Menenangkan perasaan orang yang galau. Kami menerima lelaki dan perempuan dari masalah impotensi dan ekonomi juga masalah spiritual. Kekuatan baik sangka dari komunitas membuat kami berhasil meyakinkan orang bahwa segalanya akan membaik kalau sudah sampai di rumah. Sesampai di rumahnya ada yang langsung telpon bahwa semua beres. Di Siberia ini entah bebodo mana yang memberitahu, tiba tiba orang orang jadi berkonsultasi pada saya mengenai benyak hal, terutama kesehatan dan masalah keluarga. Manusia selalu tidak beruntung bila tidak bersabar dan bersyukur. Pangkal masalahnya hanya itu. Orang orang yang saya temui ini adalah orang kaya dan hidup makmur dengan segala fasilitas yang hanya dinikmati kaum elit namun mereka masih mengeluhkan hal kecil yang merereka bikin sendiri. Berat badan, madat rokok, anak malas belajar dan anak yang melawan orangtua. Yang paling gawat adalah anak yang memaki maki ibunya. Ini sudah tak dapat ditolong lagi sebab dia tidak ada rasa hormat pada ibunya sendiri. Kemakmuran dan fasilitas sama berbahayanya dengan kemiskinan tanpa tuntunan agama. Di tempat ini anak dimanja saking sayangnya sehingga mereka tak berkembang sebagai anak yang mandiri. Masih kecil sudah penuh fasilitas. Sehingga malas sekolah apalagi belajar. Di dasan banyak orang tak sempat menyayangi anaknya karena ditinggal terbang dengan sapu untuk membabukan diri dan yang laki minggat dengan tombak untuk meruntuhkan tandan sawit yang berguguran bersama harkat dan martabatnya. Anak anak tumbuh tanpa tuntunan yang cukup dan kini mereka berfoya dengan uang kiriman, tidak mau mengaji atau sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat dunia ini penuh dengan lukisan yang mulai buram, memudar dan retak retak. Masih ada disana sini lukisan alam yang tentram. Lukisan wanita dengan senyuman yang berkilau dan gambar keceriaan anak anak berlarian dan kuda kuda yang trengginas. Tapi dipojok pojok dasan lukisan yang retak mulai miring dan segera runtuh. Saya menunggu seorang pepadu dan dedare yang mau menolong saya untuk merestaurasi lukisan tentang dasan yang wajah gadisnya retak dibibir, dikening dan dada penuh goresan luka. Lukisan kakek yang merenungkan keindahan alam Gumi Sasak terbelah dan gambar anak berlari hilang bagian kaki. Masihkan kita memikirkan seni merestaurasi diri ketika semua tidak lagi berfikir tentang nilai sebuah lukisan yang bernama manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dari yahoogrou:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;2009/10/31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa produktifitas miq Junep mangkin niki---&lt;br /&gt;Laju menulis pelungguh lebih cepat dari laju membaca saya, ketinggalan terus.&lt;br /&gt;Belum ada waktu yang enak buat mencerna nasihat pelungguh. sementara saya upload-upload dulu. Anyway istri saya salah satu pembaca setia Kolom H. R. Junep di sasak.org.&lt;br /&gt;Selamat kedinginan di Rusia, di Belgie juga sudah mulai dingin:(Salam hangat dari leuven yang mendingin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roil dan Atun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-897197980623938088?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/897197980623938088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=897197980623938088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/897197980623938088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/897197980623938088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-sang-restaurator.html' title='Sasak Sang Restaurator'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-3128662527052136727</id><published>2009-11-03T04:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-03T04:32:19.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Sang Peziarah</title><content type='html'>[Sasak.Org] Papux saya telah menabung cukup lama untuk mendapatkan uang carter mobil dari Selong ke Lombok Barat. Dimasa itu dia adalah salah satu busniswomen terpenting di dasan. Dia membuat revolusi kuliner dengan mengenalkan pecel pada masyarakat yang setiap hari makan beberox urap urap. Dia memperkenalkan resep &lt;br /&gt;H. R. Junep&lt;br /&gt;berbeda meskipun pelecingnya tetap merebakkan aroma disepanjang jalan&lt;br /&gt;H. R. Juneppahlawan. &lt;br /&gt;Orang antre untuk menunggunya meracik bumbu yang sudah dipersiapkan dari rumah, tinggal digilas dicobek besar dan diberi air matang. Saya sering membantu menumbuk bumbu dan mengangkutkan dagangan. Hadiahnya adalah dua kaki ayam pelecing yang dahsyat. Sampai saat ini saya sangat doyan kaki ayam dan selalu jadi jatah saya tiap kami makan sop atau gulai ayam. Selain enak, kaki ayam juga bermanfaat besar untuk kesehatan, menurut kepercayaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat pagi dengan seluruh sesepuh keluarga. Saya beruntung terpilih ikut mendampingi amax bersama kakak saya yang tertua. Rombongan kami merayap dijalan berkelok kelok dan sempit. Sampai makam Saleh Sungkar kami diajak ziarah. Saya hanya menonton dari luar, mengamati apa yang diperbuat orang dewasa. Makam itu berkelambu, saya bertanya dalam hati bagaimana orang sudah mati masih takut pada nyamuk. Sesudah itu kami meneruskan ke Batu Bolong yang angker. Dahulu wilayah itu benar benar tempat jin buang anak, maksudnya kalau ada orang jahat maka anaknya dia buang sejauh mungkin sampai di tempat itu. Kemudian jinlah yang difitnah membuang anak. Rupanya ziarah itu memberi manfaat besar bagi saya untuk menemukan bahwa betapa manusia suka menipu dan memfitnah makhluk lain. Acara berikutnya adalah mengambil air suci di sumur yang penuh dengan uang logam dan orag tua belanger dengan kelapa parut, beras kuning dan bunga setaman menurut ingatan saya. Ketika orang mulai minum air dan beraup muka dan dikucur kepalanya dengan air saya menolak dan lari menjauh. Papux saya ngomel peteng dedet. Saya tidak mau kotor dan lengket, hanya itu alasan saya. Kok diomeli sampai dedes begitu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari inii saya dan rekan saya tiga orang pergi berkunjung ke Gereja Ortodoks Rusia, Monaster, Masjid dan Sinagog. Saya seorang mukmin dan meyakini kebenaran ajaran para Nabi dan Rasul Allah. Adapun masalah penganut agama lain itu sudah menghianati atau mengganti ajaran sesungguhnya saya kesampingkan karena betapapun lihainya manusia menyembunyikan, menipu dan memfitnah masih tetap akan terbit kebenaran dicelah celahnya. Yang salah tetap salah yang benar tetap benar. HAKIM TUNGGAL akan mengadili kelak dihari pembalasan. Saya tidak berani jadi hakim untuk orang lain apalagi agama lain. Hakim adalah penghuni neraka mayoritas, tetapi sesuai perkembangan taktik memfitnah dan menipu manusia, profesi lain akan sama banyaknya termasuk guru apalagi TG yang bergelimpangan, polisi, tentara dan rakyat yang diam seribu bahasa melihat kebatilan. Saya juga termasuk dalam daftar ke neraka karena diam saja tidak berjihad melawan kejahilan anak bangsa Sasak. Sehingga mayoritas saudaraku bodoh, miskin, penyakitan dan momot meco nunggu bareng masuk neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama perjalan kami arahkan ke gereja ortodoks kecil di rayon Leninsky. Kecil tapi rapi, bersih dan teduh. Kami masuk dan rekanku membuat gerakan salib dengan menyatukan jempol, telunjuk dan jari tengah, seperti kita mengambil kangkung untuk dicolekkan ke sambal. Lalu jemari ditempelkan di jidat lalu ke perut, bidang dada kanan dan bidang dada kiri. Itu sebabnya disebut pravaslavna yang artinya kanan, merujuk ke tangan yang dimulai ke kanan baru ke kiri. Bandingkan dengan Katholik yang melakukan sebaliknya. Di dalam gereja itu kami membuka topi dan kaus tangan, yang wanita harus pakai rok dan kerudung. Kami membeli lilin untuk berdoa dan kedua rekan saya memilih gambar berupa ikon ikon orang suci lalu menyalakan lilin dan berdoa sementara saya berputar melihat gambar gambar orang suci yang tak satupu saya kenal. Di Dasan orang mulai berbuat meniru niru cara Kristen itu dengan memasang gambar TG dan ajimat ajimat. Bagaimana mungkin TG yang ulama sebagai penjaga akidah ummat tidak melarang hal demikian. Semua orang Kristen juga memulainya seperti itu, mengkultusakn tokoh lalu mengangkatnya menjadi orang suci. Saya berdiri didepan gambar Yesus. Saya pernah mendebatkan gambar itu pada pemimpin agama Kristen yang berkedudukan di London. Bahwa itu bukan Yesus atau Isa AS. Dia bialng tidak penting gambar itu yang penting percaya. Saya mempelajari dari Orang Spanyol Katholik bahwa gambar itu adalah Gambar Raja Charles Yang Agung dan Gambar Bunda Maria adalah gambar Ibu dari Raja itu. Orang Kristen umumnya tidak tahu tapi para ulama mereka tentu tahu sebagaimana meraka tahu bahwa Yesus tidak lahir di bulan Desember atau Januari. Natal dimana mana jatuh pada tanggal 25 desember sedangkan di Rusia dan Negara ortodok jatuh pada 6 janusari. Sekali lagi saya tidak menghakimi tetapi saya sedang merenungkan perjalan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan berikutnyaadalaj Masjid, saya melihat ramai sekali lelaki yang akan siap shalat jum'at, saya tak dapat ikut karena halangan. Saya membuka pintu dan sajadah tergelar diseluruh ruangan. Masjid itu punya tempat khusus untuk pendengar non muslim yang boleh masuk saat azan akan dikumandangkan. Saya tidak mengizinkan dua rekan saya itu masuk karena tak ada kerudung untuk yang perempuan. Saya ajak mereka pergi. Saat berjalan saya merasakan begitu eratnya silaturahmi antara sesama muslim. Saya ingat waktu SD kami makan tebu yang sama bergantian menggigit dan juga jajanan lain kami saling berbagi. Saya mmelihat orang orang itu seperti kami saling berbagi roti dan lainnya. Alangkah dekatnya persaudaraan mereka. Di luar masjid ada yang berjualan roti, pakaian, parfum dan pernik pernik ibadah lain. Wajah mereka sebagian besar Asia atau Turki dan ada beberapa yang bule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ke Sinagog yang dibangun abad ke 19 dengan arsitektur khas. Saya langsung masuk dan mengucapkan Shalom. Sang penjaga bengong tak menjawab. Lalu kami minta izin melihat lihat. Dia mempersilahkan dan menunjukkan arah. Saya langsung menuju mimbar dan mebuka Kitab Taurat bertuliskan huruf Ibrani. Dan saya melihat segala pernik untuk ibadah. Di dalam sinagog ini ada tempat makan, main sodok dan sebagainya. Rupanya sinagog juga adalah pusat kebudayaan mereka. Di dasan masjid dipakai hanya untuk senam 5 kali sehari, tidak ada perpustakaan apalagi sarana lainnya padahal masjid adalah pusat kehidupan ummat Islam. Saya bercerita pada penjaga bahwa kami mengunjungi rumah ibadah. Dia bilang di blok berikutnya ada Masjid. Dia bilang sebentar lagi ada shalat disana kalau mau lihat. Kalau disini sudah tadi malam acaranya. Dia bertanya saya darimana dan saya jawab Indonesia. Dia bilang: "Muslim ya?". Saya menjawab ya. "Saya seorang muslim dan bekerja disini. Saya tak dapat shalat jumat karena tugas. Rabi sangat hormat pada saya dan agama islam. Rabi melindungi saya" katanya. Saya pamit dengan menucapkan Assalmualaikum dan dijawab dengan fasih dengan beberepa kali mengucap Slava Allah, Slava Allah: Alahamdulillah! Maksudnya. Sinagog dan Masjid berada dipusat kota di deretan gedung gedung berusia 200 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami meneruskan perjalanan ke sebuah monaster yang cukup besar. Saya langsung masuk ke gereja yang cukup luas dan penuh dengan ikon ikon. Beberapa pasang orang menyalakan lilin di depan gambar orang suci. Saya berdoa dalam hati semoga selalu diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan. Di depan gereja dan monsater ada pengemis yang saya kasi logam 10 rubel an atau 3000 rupiah. Saya membeli delima besar dengan harga 55 rubel. Setelah mobil jalan kedua rekan saya bertanya mengapa orang menyerang dengan teriak Allahu Akabar?. Sopir menjawab, itu artinya dia bersama Tuhan. Saya tidak dapat menjawab dengan jelas. Sebab selama ini stigma teroris itu dipertontonkan ke seluruh dunia secara langsung dengan gambar orang mengamuk, mengebom, menyerang dengan teriakan Allahu Akbar itu. Saya bilang bahwa Muslim menyebut Tuhannya Allah. Allahu Akbar artinya Tuhan Maha Besar. Saya menerangkan bahwa Muslim tidak menggunakan juru selamat atau perantara dengan Tuhannya. Mereka merdeka untuk bicara langsung pada Allah. Yesus bagi mereka hanyalah seorang manusia dan diyakini sebagai salah satu Nabi mereka. Melihat reaksi rata rata orang saat menyebut islam, sungguh luar biasa sekali liciknya musuh muslim itu dalam merusak citra kita. Semua perbendaharaan penting yang membangun dan menegakkan harkat dan martabat Islam dikambing hitamkan dan dicaci maki. Al Qaidah artinya hukum atau kaidah Islam, rusak sudah. Lalu Jamaah Isalmiyah, dipelintir dan jadi busuk. Mujahidin dikotori. Jihad dina'jiskan dan akan terus adalagi cara dan strategi baru untuk semakin membuat kita jadi yang terjelek dari semua manusia jelek! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja keil dan monaster itu penuh dengan buku dari yang kecil sampai ensiklopedia. Di pintu depan terpampang jadwal kegiatan yang banyak sekali. Mereka hidup dari menjual pernak pernik dan sumbangan jamaah. Mereka melayani perawatan korban narkoba gratis. Di sinagog ada gambar pohon yang berbentuk relief dengan daun maple emas. Cabangnya banyak dan daunnya bertuliskan nama orang yang meberi sumbangan untuk sinagog itu. Salah satu nama yang saya baca adalah Avramovich yang memiliki kesebelasan Chelsea di Inggris Raya itu. Penjaganya seorang muslim dan dia bisa shalat lima waktu tanpa dihambat. Itu sangat sulit terjadi di Gereja di Indonesia. Orang Muslim di Prambanan dan Borobudur adalah mayoritas pekerja disana. Mereka juga shalat lima waktu tanpa terganggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan terakhir saya minta ke pasar untuk membeli sim card, ternyata saya tidak boleh membelinya karena tidak punya KTP Rusia. Apa boleh buat kawan saya juga gak ada yang bawa KTP. Kami lalu membeli buah anggur yang lezat diimpor dai Uzabekistan, buah buahan lain semuanya dari Asia Tengah atau China. Seandainya kita bisa mengirim pisang, mangga dan kangkung kita, betapa makmurnya gumi Selaparang. Sebab mereka mengkonsumsi buah dan sayur impor sangat besar jumlahnya. Sampai dirumah saya kedinginan dan diberi bubur yang dibuat dari biji sejenis sorgum, enak sekali tapi diberinya terlalu banyak mentega saya jadi nek setelah makan beberpa sendok. Seharusnya diberi susu saya bilang. Tapi orang rusia memakannya seperti itu. Ya sudah saya simpan di kulkas nanti kalau lapar saya makan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ziarah sesungguhnya adalah jalan untuk memahami hidup yang sesuai dengan ajaran agama. Kita harus mengunjungi tempat ibadah dimana orang masih membaca kitab suci dan menghidupkan apa yang dibacanya dalam praktik nyata. Mudahan kita yang telah berziarah baik secara fisik maupun lewat iptek dapat memberi sumbangan cahaya dalam kehidupan anak bangsa Sasak. Agar kita yang termasuk calon penghuni neraka ini dapat berbuat meskipun sebesar zarrah pada saat akhir perjalanan kita keluar dari rentang sang waktu. Insyaallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar dari yahoogroup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/30&lt;br /&gt;mamik junep,&lt;br /&gt;side hebat sekali bisa ziarah sampe rusia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/30&lt;br /&gt;Rifki H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk toleransi ideal yg harus diteladani oleh umat di&lt;br /&gt;indonesia, dan sasak dalam kehidupan bermasyarakat yang&lt;br /&gt;belandaskan atas nilai-nilai persaudaraan. Awalnya saya &lt;br /&gt;kira bentuk toleransi semacam itu sudah berakhir musnah&lt;br /&gt;di spanyol klasik, ternyata di rusia masih ada juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan-kapan ingin pergi ke sana kalo ada rezki. Selamat &lt;br /&gt;berziarah Mamiq HRJ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;// Terima kasih atas perhatiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Manis,&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Rifki H&lt;br /&gt;Teruna Sasak Si Mule Tulen Gagah&lt;br /&gt;Pubs    : http:[[www.maleficarum.net/&lt;br /&gt;Contact : bajang[@]maleficarum.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;2009/10/31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di Lombok yang terkenal adalah siarah.. &lt;br /&gt;Secara tidak langsung Siarahnya Miq Junep sampai Rusia.. terbayang dalam benak. Walaupun saya merasa masih siarah ditempat saja dan belum memperoleh hikmah seperti yang Miq Junep sampaikan, &lt;br /&gt;Seharusnya setiap perjalanan mendatangkan hikmah yang luar biasa untuk orang2 yang melakukan perjalanan dalam rangka siarah, &lt;br /&gt;Siarah dengan hikmah untuk menjadi bijaksana untuk melihat segala sesuatu itu yang saya tangkap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-3128662527052136727?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/3128662527052136727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=3128662527052136727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3128662527052136727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3128662527052136727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-sang-peziarah.html' title='Sasak Sang Peziarah'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-3641760594960321198</id><published>2009-11-02T03:50:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:51:47.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Sang Dukun</title><content type='html'>[Sasak.Org] Diantara sela sela pohon perdu yang lebat seorang perempuan berjalan perlahan mencari sesuatu didalam kegelapan lembah kokox Tojang persis dibelakang rumah dinas bupati Lombok Timur. Segera ia bergegas pulang dengan sesuatu dalam genggaman. Pagi pagi saat surya bersinar ia mengoleskan minyak ke pasiennya yang sakit bengkak bengkak diwajah. Penyakait itu banyak menyiksa anak anak balita dan remaja. Mereka bengkak sampai wajah miring. Orang yang mengerti pastilah dapat melihat bahwa penyakit itu adalah disebabkan karena kekurang gizi, vitamin dan mineral lainnnya. Keadaannya sudah sangat buruk sehingga syaraf wajah terganggu. Mulainya disebut gondongan dan banyak orang percaya sebabnya adalah sihir. Maka ramai ramailah orang beduyun ke dukun yang paling dipercaya. Pasienpun sembuh setelah diberi jampi jampi dan diberi makan jagung dan ubi rebus beberapa hari. Obatnya sebenarnya adalah makanan itu. Secara naluriah manusia dapat menemukan makanan dialam terbuka berdasarkan coba coba yang lama, akhirnya diperoleh makanan yang sesuai. Ketika terjadi ketidak sesuaian muncullah peyakit dan mereka berusaha mencari kekurangan itu, lalu saat menemukannya disebut obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang kemarin saya kedatangan seorang yang berwajah asia, dia keturunan orang asli Siberia. Mereka adalah penduduk pertama wilayah itu sejak 6000 tahun silam dan bertalian darah dengan orang orang Mongolia dan sekitarnya. Dia memmberi saya buket yang besar. Dalam hidup ini baru sekali saya dapat buket. Dia bertanya kepada saya soal shamanisme, perdukunan. Orang tradisioanal memang masih memperaktikkan perdukunan karena kebiasaan beribu tahun. Dia percaya penuh pada Tuhan tapi percaya juga pada shamanisme yang mistik. Sejauh ini saya telah bertemu dengan tukang jamu Rusia yang mengumpulkan bahan jamunya dari hutan liar Siberia. Tukang jamu ini sangat intelek. Perpustakaannya penuh dengan buku besar dan tebal. Saya mengira pastilah buku obat obatan. Saya kagum sekali bahwa bukunya terdiri dari buku sastera, filsafat, goegrafi dan seni internasioanal. Saya dikirimi oleh tukang jamu itu puluhan buku yang merupakan serial sejarah Rusia dan Jengis Khan. Buku buku lukisan pelukis klasik dunia lengkap di dalam rak yang berderet diatas tumpukan rerumputan, buah kering , jamur, asinan dan lain lain. Selain rajin membaca, pandai memasak dia juga rutin pergi berdansa ala timur tengah. Dia memadukan makanan, jamu dan dansa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu siang saya lewat di dasan dan ada yang sakit. Seorang inax mengeluh bahwa dia ketemux oleh bakex yang ada di Batu Bolong. Dia bilang bahwa dia sudah diganggu cukup lama. Sayapun mendatanginya. Melihat keadaannya hati saya pilu. Dia tak punya apapun bahkan saya tak melihat makanan diruangnya yang hanya satu bilik itu. Saya suruh dia banyak makan sayuran ini dan itu sebab dihalaman banyak tumbuh bahan pangan berupa sayur mayur. Dan kalau mau menggali ada umbi umbian ditepi memontong. Dia percaya bahwa saya dapat mengusir bakex. Maka saya bersedia memopotnya agar dia tenang. Saya berniat karena Allah dan memijit kepalanya sambil meniup keningnya. Saya ingat tangan inax dan amax saya yang sejuk membelai saat saya demam, sampai saya tertidur. Panas kepala saya diserap oleh tangan mereka berdua sampai demam mereda. Inax yang saya popot ini tidak deman tapi pusing. Maka saya katakan padanya, bakex itu kita yang kuasai, sekarang dia sudah pergi melarikan diri kembali ke Batu Bolong dan tidak akan datang lagi. Dia tiba tiba jadi sehat. Mudah sekali membuat orang sehat di dasan kami. Mereka hanya perlu menyadari bahwa mereka sesungguhnya hidup di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda tiba tiba mati meninggalkan anak dan istri. Dia telah praktik menjadi dukun hanya beberapa tahun. Sebelum itu pamannya juga mati muda dan juga meninggalkan anak dan istri. Kasak kusuk beredar bahwa mereka mati dengan cara yang sama akibat disihir dukun lain yang iri hati. Saya banyak bertanya mengenai apa yang dilakukan saat mengobati. Katanya lewat pijit dan jampi jampi. Mereka suka minum arak. Dan mengunyah sirih serta bahan rempah lain seperti merica atau jahe, kencur. Banyak pasien gawat ditangani dan jarang yang berhasil disembuhkan. Saya mengira mereka tentu tertular penyakit berbahaya karena kuman dan virus. Penyakit biasa yang umum adalah flu dan pada keadaan tertentu orang bisa mati. Sebab flu tidak ada obatnya hanya diperlukan kekuatan fisik lewat makanan bergiji yang harus diatur. Flu banyak sekali membunuh manusia tapi karena semua orang flu dan banyak yang sehat kembali tanpa berobat akhirnya kita meremehkannya. Nah mungkin saja dukun yang mati itu tertular virus atau kuman pasiennya saat kontak fisik dan sebagai dukun mereka tak dapat ditolong oleh orag lain. Dukun lain tentu segan membantu karena takut ketahuan bohongnya. Akhirnya dukun itu mati dan dianggaplah mati karena sihir dukun lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis bertanya kepadaku, apakah aku dapat membaca fikiran orang lain. Saya sangat terkejut atas pertanyaan itu. Secara alamiah kita sebenarnya dapat merasakan orang yang akan berbuat jahat atau baik. Tapi itu perlu ketelatenan luar biasa dan mempelajari karakter manusia secara mendalam. Lama lama bisa jadi biasa dan mengerti kemana arah perbuatan orang disekitar kita. Kalau membaca fikiran tentu saya tak bisa. Saya katakan bahwa saya tidak dapat membaca fikiran seseorang tapi saya dapat mengetahui si fulan akan jadi apa dalam satu dua tahun ke depan setelah meneliti gaya hidup dan perilakunya dalam satu tahun. Itu masalah kebiasaan. Setelah berbincang rupanya gadis itu ingin tahu tentang nasibnya. Saya bukan tukang ramal atau shaman tapi saya ajak dia berbicara lebih jauh tentang aktifitas dan cita citanya. Dia tidak suka gemuk dan ingin seperti model model di tv. Sama saja gadis di dasan atau di Paris maupun di Rusia. Mereka ingin langsing dan mempesona. Terus terang gadis ini jauh lebih cantik dari kebanyakan pemain sinetron Indon yang kebanyakan setengah bule itu. Aneh orang Indon suka sekali pada manusia setengah setengah seperti kebanyak artis itu. Mereka setengah karena kulturnya tidak kuat baik keindonannya maupun keasingannya. Jadi mana bisa dibuat panutan. Lama lama anak indon jadi mengkal semua. Kalau didasan disebut ugal. Asam yang belum matang. Asam yang ugal itu kecut tapi agak manis dan tak ada yang tahan memakannya banyak banyak. Saya memberitahu gadis itu bahwa yang terpenting adalah kecantikan dari dalam. Seorang yang akhlaknya baik akan bercahaya. Dan gadis itu adalah anak yang rajin dan baik hati. Saya harus meyakinkannya tentang menjadi wanita cantik dari dalam. Dia terpesona dan bahagia. Kita tak perlu jadi dukun untuk menyembuhkan anak yang sedang pusing bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Lantai bawah apartemen ada salon kecantikan yang tempatnya strategis tapi sepi pengunjung. Pemiliknya sangat pelit beriklan. Pendapatannya sangat rendah tapi dia tak mau disarankan agar beriklan. Meskipun strategis lokasinya tanpa iklan tidak akan maju pesat. Dia tidak mau, kemarin seharian dia hanya dapat duit 15 dolar, celaka duabelas. Pemilik saloln itu datang saat saya bekerja di komputer jadi saya tak sempat bertemu. Rupanya dia mebawakan sebotol air yang didapat dari batang birch (áåð¸çà) pohon putih yang umum tumbuh di daerah dingin. Air didapat dengan melobangi pohon dimusim semi. Rasanya segar dan agak sepat kecut tipis. Kalau didasan kami suka memotong akar besar dan meminum airnya. Atau buah nao dipotong untuk tuak manis dan rotan dihutanpun meberi air minum yang lebih sehat dari air kemasan. Katanya air dari pohon itu bermanfaat untuk kesehatan. Saya percaya tentu saja karena airnya bersih dan bermineral. Apakah di dasan masih ada anak muda yang mau mengambil tuak untuk gula merah?. Potensi gula nao sangat besar apabila dikelola dengan profesional. Banyak memontong dan tepian sungai yang dibiarkan kosong adalah lahan terbaik untuk nao. Sebelum cabut ke Rusia saya membeli gula nao dengan harga 15 ribu per kilogram. Alangkah kayanya orang dasan kalau ramai ramai bikin gula sendiri dan tidak akan mengeluhkan harga gula yang naik terus. Daripada pergi menombak sawit di negeri jiran, mengapa tidak menombak buah nao untuk jadi gula super?. Betapa banyaknya anak dasan yang menderita rabun dekat. Semua harta yang melimpah didepan mata dianggap bayangan dan semua bayangan dibalik halimun dianggap nyata dan menggiurkannya. Dasar kebanyakan meco matanya jadi rabun dekat semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-3641760594960321198?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/3641760594960321198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=3641760594960321198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3641760594960321198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3641760594960321198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-sang-dukun.html' title='Sasak Sang Dukun'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-7538102610466712592</id><published>2009-11-02T03:49:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T07:29:51.529-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Yang Berpuasa</title><content type='html'>[Sasak.Org] Beberapa tahun yang lalu seorang ibu bule datang menemui saya di Jogjakarta. Setelah makan malam dia minta waktu untuk berbincang dengan saya. Kamipun bercerita dari soal sejarah saat penjajahan dan dukungan negaranya kepada RI. Setelah ngalor ngidul sampailah waktunya dia menyampaikan sesuatu yang tak ada dalam bayangan saya sama sekali. Dia memasukkan saya dalam daftar pewarisnya dengan memberikan tanahnya yang &lt;br /&gt;H. R. Junep&lt;br /&gt;luas di depan kampus universitas terkenal di negaranya. Saya langsung men&lt;br /&gt;H. R. Junepolak karena saya &lt;br /&gt;tak dapat menerima pemberian yang sangat besar apalagi di tempat yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya berada di Den Haag saya tinggal di lingkungan elit dekat dengan jalan yang memakai nama nama pulau Indonesia. Salah seorang keluarga mengatakan pada saya bahwa rumah ini bisa kau ambil kelak kalau ibu sudah tiada. Saya bereaksi dengan tersenyum biasa saja. Saya tidak terkejut karena sebelumnya telah ada peristiwa waris mewariskan itu. Hanya saja saya terpesona dengan pengalaman spiritual yang luar biasa indah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini saya berada ditempat yang sedang membeku, dikenal sebagai Tanah Tengah alias Irkutsk di Siberia. Saat saya menulis ini udara dijalanan mencapai minus 8. Sesore ini saya diajak keliling oleh sahabat saya untuk mencari pakaian hangat yang bagus. Meskipun saya cukup dengan pakaian bekas yang saya beli dipojok perempatan Condong Catur Jogja, tapi dia berkeras mencari yang lebih tebal sejenis pakain pemain ski. Benar saja saya dapatkan di too dengan penjual dari China. Setelah berbincang dikit, chin chaila, kami dapat diskon 25% rupanya pedagang babah dimana mana sama. Saya bilang" xie xie", terimakasih, lalu dia jabat tangan saya dengan erat. Dingin ya disini katanya, saya mengangguk. Diseberang seorang lainnya bertanya darimana, yang saya jawab "woshe inni jen", saya orang Indon,. Dia tanya "muslim ya?", saya mengangguk dan tanya darimana kamu tau, dia jawab, saya tau negaramu negeri orang muslim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil setir kanan buatan Jepang yang kami tumpangi, berhenti diparkiran gedung baru di daerah elit bernama Akedemia, yaitu pusat kampus dan rumah para intelektual penting dalam segala bidang ilmu. Di luar kota ini ada fabrik pesawat terbang yang memproduksi pesawat tempur jenis Su yang kita beli untuk TNI AU kita beberapa tahun terakhir ini. Mobil disini ada yang setir kiri karena lalu lintas menggunakan jalur kanan tapi kebanyakan dari Jepang yang didesain untuk jalur kiri seperti Indonesia. Kami naik ke lantai delapan, saya pegel juga sebab lift belum berfungsi. Kami melihat pemandangan sungai Anggara, dari 600 sungai yang ada, sungai inilah satu satunya sungai yang keluar dari danau Baikal itu. Pemandangannya indah dengan jembatan yang sedang dibangun untuk memenuhi perkembangan kota yang pesat. Semua rekan saya dan terutama yang mengajak saya keliling ini sudah sering bicara mengenai bagaimana tentang pekerjaan disini dan apa yang akan ditawarkan sampai saya disiapkan untuk menjadi warga negara Federasi Rusai segala. Saya diberi bisnis yang sudah berjalan dan diminta menangani atau mau dijual. Saya telah menolaknya meskipun saat melihat bisnis itu saya sangat senang. Saya diajak memeriksa apartemen yang sudah diserahterimakan dan tinggal dipasangi pintu, mebel dan interior lainnya yang kata teman ini, bisa beres dalam dua minggu. Tiba tiba dia bertanya: " Kapan kamu mau, sekarang bisa, nanti bisa". "Kalau kau tidak suka apakah kita jual saja?". Saya bilang bahwa, kalau kau merasa lebih untung dengan menjualnya, mengapa tidak?. Dia menatap saya dalam dalam dan berkata: " Kau akan tinbggal disini". Saya terkejut sekali, kejadian itu berulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apartemen di daerah elit yang harga tempatnya saja satu setengah miliar rupiah, belum dibereskan dengan segala pernak pernik. Aduh… saya tak berhenti diuji oleh BOS saya yang kepadaNYA saya serahkan batang leherku ini. Semua yang saya kenal sepuluh tahun terakhir ini adalah miliarder dunia dan mereka baik hati. Tapi BOS saya yang sejati adalah SATU, Dia adalah Maha BOS dari semua jenis bangsa bos di alam semesta ini. Saya tak pernah susah, tinggal bilang saya mau apa diberikan saja. Subhanallah ampunilah hambaMU yang tak tahu diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya kos, saya menolak bantuan saudara saya, agar saya tidak manja dan apalagi kehilangan martabat. Saya diajar puasa dan berzikir oleh Inax dan Amax. Waktu tetangga kami membeli barang mewah, mulai dari motor tril dan mobil. Kedua orang yang diberi tanggung jawab oleh BOS MAHA BESAR untuk mengurusku itu bilang, tahanlah keinginanmu dengan bersabar dan banyak puasa. Ketika kita berpuasa kita tak tertarik dengan pesona duniawi berupa makanan dan minuman. Tentu ada selera terbit tapi kita cepat berkata bahwa kita puasa. Maka semuanya biasa biasa saja. Sekarang setelah berpuluh puluh tahun dan kedua pembimibng saya mencapai pengetahuan hidup itu sudah dipanggil oleh BOS MAHA BESAR, saya mengerti bahwa mereka selama hidup berpuasa. Berpuasa dalam arti menahan diri untuk tidak melakukan hal yang kurang berguna. Mereka mengesampingkan apa yang disebut gengsi, martabat dan kehormatan berdasarkan materialisme. Mereka puasa dalam arti yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang saudara yang pulang berlebaran sangat heran mengapa saya repot repot menulis buku dan membuat perpustakaan. Sudah hidup enak kok mau repot katanya. Ketika dia tahu saya sering bepergian ke mancanegara dia bertanya apa yang telah saya lakukan sehingga punya sahabat dimanapun. Saya melihatnya selalu kekurangan meskipun dia seorang manager di Jakarta. Dia banyak mengeluhkan harga bahan suplemen yang dibutuhkan agar dia lebih sehat. Saya memeriksa dia dan isterinya dan menanyakan keluhan keluhan mereka soal kesehatan dan gaya hidup. Salah atu suplemen atau obatnya berharga cukup mahal untuk kantong seorang manager menengah. Saya periksa obat itu dan saya terangkan bahwa barang itu bisa didapat dengan barga 10% dari harga yang mereka bayarkan. Mereka penasaran sekali, bagaimana mungkin. Maka saya katakan bahwa obat itu adalah campuran dari bahan bahan dan vitamin yang dapat diracik sendiri dengan membeli yang eceran dan terpisah di apotik mana saja. Ada sepuluh bahan yang harus dibeli dan harganya super murah. Campur sendiri. Anda akan memperoleh tabungan uang sebesar 90% dari harga beli barang bermerek itu. Mereka saling tatap dan mengkalkuklasi betapa besar tabungan mereka dalam satu tahun kelak. Tetapi akan jauh lebih baik bila mereka mengkonsumsi makanan sehat , halal dan baik, tanpa berfikir soal suplemen segala. Saya katakan inilah yang saya lakukan pada sahabat sahabat saya yang saya jumpai hanya dalam waktu 10 jam saja. Dan kami menjadi sahabat yang bagai telah bertemu ratusan tahun. Mereka mengangguk angguk senang. Entah karena merasa akan dapat tabungan atau dapat ilmu untuk menyelamatkan orang lain, entahlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya menjalankan puasa ala kedua orangtua saya sehingga saya tidak mudah tertarik atau ingin sesuatu. Di Jogjakarta hampir semua teman selalu bertanya dimana mobil saya parkir. Saya bilang tidak punya tak dipercaya. Mereka penasaran bagaimana saya bisa tiba ditempat kerja selalu lebih pagi dari kebanyakan orang padahal mereka naik mobil atau motor sendiri. Jangankan mobil sepeda saja saya tidak punya. Daripada terus repot tidak dipercaya saya bilang saja di cemara tujuh. Karena disana saya selalu menunggu kendaraan umum engkel isuzu yang sudah rapuh di siang atau sore hari sesudah jam 17.00 tidak beroperasi dan saya harus naik taksi pulang. Saya berpuasa dari keinginan yang besar besar agar tidak kelebihan beban sebagaimana saya menahan diri dari memakan segalanya agar beban badan juga tak kelebihan. Dua hari sebelum puasa yang lalu berakhir seorang semeton datang memberi saya zakat, saya berkata, bahwa saya sealalu memikrikan nasibnya. Dia memaksa saya menerima zakat itu yang kemudian saya sedekahkan lagi ke orang yang berhak. Tawaran dari sahabat sahabat saya itu adalah sebuah ujian dalam kehidupan saya. Dahulu kita ada disana bersenang senang bersama BOS kita. Sekarang dunia ini juga adalah tempat kita bersenang senang, masih bersama BOS kita. Kelak kita juga akan besenang senang bersama BOS kita. Ssesungguhnya hidup ini adalah sebuah permaianan. Marilah kita bermain sesuai dengan apa yang kita diperintahkan dan bukan bermain sekehendak hati kita. Saya hanya mengatakan kebenaran tentang hidup dan impian saya akan kedamaian dan kemuliaan manusia dan kemanusiaannya, ternyata diamanapun manusia mengimpikan hal yang sama sehingga sahabat sahabat saya itu dengan ringannya memberikan apa saja milik mereka untuk seorang sahabatnya. Puasa membuat kita tak tertarik pesona dunia dan ketika kita tidak tertarik, semua apa saja datang menari didepan kita, mau puasa atau mau berbuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar langsung lewat email sasak.org:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/29 11.17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum,&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tiang membaca tulisan tuaq niki dengan keterpesonaan yang sama dengan saat membaca kisah-kisah Old Shatterhand karangan Karl May di masa kecil dulu, Mudah-mudahan tuaq selalu dalam lindungan Allah SWT di dalam setiap perjalanan tuaq, aminn..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam Hangat,&lt;br /&gt;Hendra&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-7538102610466712592?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/7538102610466712592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=7538102610466712592' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7538102610466712592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7538102610466712592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-berpuasa.html' title='Sasak Yang Berpuasa'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-7871994779839836926</id><published>2009-11-02T03:48:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:49:48.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Katakan satu Ayat</title><content type='html'>[Sasak.Org] Tadi malam saya berbuka puasa jam 18.00 karena kulihat sudah gelap semua. Puasa tanpa sahur sama sekali tidak berat tapi karena dingin mungkin tidak sadar badan kehilangan cairan juga. Seorang teman ikut puasa tapi disiang hari dia lupa dan sempat merokok dikantor lalu lapor ke saya, tak apa kalau kau mau minum silahkan. Dia berkeras meneruskan puasanya yang terputus itu. Saya memasak daging dengan bumbu pala. Kalau di Jogja itu adalah hidangan pesta besar yang ada setahun sekali. Daging sapi terbaik harganya 80.000 perkilo. Telur dadar dengan daun bawang dan seledri. Yogurt dengan madu. Itulah hidangan berbuka saya dan teman tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 21.30 datanglah seorang kawan yang baru saya kenal malam itu, dia fasih menyebut nama saya. Orang Rusia seperti kita juga susah mengucapkan nama orang asing. Di Dasan, saya suka memerintah orang untuk mengeja ulang nama saya dengan ucapan sempurna karena mereka kebanyakan mengucapkan j dan bukan z yang terdapat dalam deret huruf nama saya. Ada yang beberapa kali salah dan berusaha untuk mengucap dengan benar. Di Rusia mereka menyebut nama saya dengan tepat dan mereka menuliskannya dengan 2 huruf I yang berbeda. Saya berusaha bicara dengan sebaik baikya dalam mengucapkan kata demi kata. Bahasa Rusia saya pelajari sendiri dalam jangka panjang sekali. Saya menelan setiap kata tanpa memikirkan bunyi yang tepat, boleh dikata bahwa saya berbicara bahasa Rusia model tersendiri. Kalau bahasa Inggris punya banyak gaya maka saya bikin juga bahasa Rusia dengan gaya Sasak dengan berusaha melafalkan tiap huruf dengan cara standar. Bahasa Rusia ada pada level 750 jam bersama sama dengan bahasa sulit lainnya. Tapi saya merasa sejauh ini dialah yang paling sulit. Selama ini saya melafalkan L hantam saja seperti L Sasak ternyata saya perlu ditraining 2 hari berturut turut untuk menemukan posisi lidah yang sebenarnya. Berkali kali saya bilang, aku capek!. Kawan kawan tertawa dan kamipun tertawa bersama. Memang sangat terasa bahwa orang yang terus belajar itu sangat hidup jiwanya. Alangkah Agungnya ciptaan Allah yang bernama manusia. Mereka mencari dan menemukan bentuk bentuk komunuikasi paling tepat sesuai dengan kondis dan kebutuhan masing masing. Rumitnya bahasa mereka ternyata tidak membuat mereka jadi manusia rumit. Hati mereka sama dengan hati kita. Ramahnya sama dengan ramah kita. Tentu sambil menghembuskan uap karena udara yang membeku namun hal itu tak sanggup membekukan hati mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Dasan kalau saya lewat di pengorong maka banyak orang tua baik laki maupun perempuan akan mengajak mampir dan berkata mari makan dulu, meskipun bukan jam makan dan tidak ada makanan. Di tempat saya ini tak ada yang berbasa basi begitu. Mereka langsung mengundang untuk makan siang atau malam dan semua hidangan dikeluarkan sampai saya tak bisa menolak. Mereka ramai ramai ingin membuat saya gemuk padahal saya sangat menjaga jangan sampai kelebihan berat. Mereka takut sekali kalau saya sampai sakit dan dapat masalah. Saya tidak boleh keluar sendiri agar tak diganggu. Saya bukan penghisap rokok, semua rekan yang madat rokok berkali kali minta iizin keluar untuk menghisap batang jahannam yang membunuh warga dasan bukan hanya karena bikin penyakit tapi juga menyebabkan balita busung lapar, sebab uang untuk makan mereka dibakar bapaknya. Tadi malam setelah berbuka saya nekad keluar dengan anak lelaki yang saya kenal dan pernah bertemu di Jogja dan main bersama di Bali. Dia murid kelas 9 berumur 14 tahun sudah keliling dunia dan bisa bahasa Inggris sedikit. Saya harus pakai bahasa Inggris dengannya agar dia lancar. Disepanjang jalan dia mengajak saya menelusuri lorong lorong diantara gedung gedung apartemen. Sampai rumahnya berjarak satu blok atau 1 kilometer. Dia berusaha menghindari polisi dan keramaian. Di jalan dia bertemu dengan anak anak satu sekolah dan dia populer sekali semua anak anak itu sudah mengetahui saya dan banyak bertanya. Tak ada yang bisa bahasa Inggris. Mereka bicara sangat aneh, tidak saya kenal bunyi bahasa mereka. Ketika saya tanya bahasa apa itu dia bilang Posadka. Ternyata mereka bahasa prokem! Persis dengan cara kita di Indonesia. Dengan menyisipkan K diantara suku kata. Prokem adalah dari kata prem untuk preman dan disisipkan OK sebelum huruf hidup pertma. Teknik itu berlaku juga di Siberia. Saya terpingkal pingkal menemukan bahasa rahasia mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menghidangkan nasi dan daging berbumbu pala pada tamu kami dan bercerita bahwa saya dan rekan yang satu itu puasa dan tidak makan ataupun minum. Dia bilang itu namanya puasa kering. Sebab dalam agama Kristen ada juga puasa tapi boleh minum. Tamu itu bercerita bahwa dia pernah puasa selama 24 jam dalam 10 hari berturut turut kecuali dia minum. Katanya setelah itu dia memandang makanan lebih sayang dan tidak bernafsu. Dia melihat buah buahan biasa biasa saja, makan sekedar sesuai kebutuhan. Makanya saya lihat dia awet muda padahal dia lebih tua 6 tahun dari saya. Kami adalah orang orang yang percaya pada Tuhan dan saling mendukung. Saya pernah mensyahadatkan salah satu orang Rusia tapi hati orang siapa yang tahu. Apakah dia terus percaya atau sekedar menikmati pengalaman budaya yang merupakan dagangan industri pariwisata , hanya Allah yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummat Islam di Rusia mencapai sekitar 15% dari 140 juta rakyanya. Mereka ada dimana mana. Ada juga provinsi atau republik dizaman Uni Sovet yang penduduknya mayoritas muslim seperti Tatarstan dan sekitarnya serta wilayah selatan Rusia yang lebih hangat. Rusia telah menjadi abggota OKI sejak Presiden Putin berkuasa. Perkembangan Islam tidak ada hambatan, karena siapa saja boleh berdakwah tapi orang Islam sendirilah yang kurang kuat berdakwah. Di aparteman saya ada perpustakaan dengan buku 70% berbau hindu budha dan ajaran lain. Litertur Islam hanya saya lihat dua yaitu karya Ummar Khayyam. Kemana para penulis muslim kita, selama ini?. Selain itu ummat Islam di Rusia banyak yang minum alkohol dan makan daging babi, alasannya dibuat buatlah, karena dingin, karena tak ada pilhan dan sebagainya. Shalat yang mereka sebut Namaz, jarang yang melakukannya. Di setiap kota besar ada masjid dengan mufti masing masing. Kalau idul Adha mereka menyembelih kambing dan makan makan di masjid. Di rumah, saya punya tafsir Al Qur'an dalam beberapa bahasa dan termasuk Rusia sejak puluhan tahun tapi tak ada satupun aktifis yang ramai datang berkeinginan untuk mempelajarinya. Kita punya da'i hebat dari Makassar di Amerika tapi tak ada di Rusia. Padahal Rusia jauh lebih toleran pada kita daripada Amerika. Orang Rusia mayoritas beragama Kristen Ortodoks tapi kebanyakan tidak begitu aktif karena selama Uni Sovyet mereka tak bebas. Begitupun dengan muslimnya. Jadi sekarang ini adalah kesempatan dakwah bagi semua agama untuk menyebarkan ajarannya. Nampaknya yang paling berhasil adalah misionaris dari Amerika. Mereka berasal dari semua aliran agama kristen . Mereka agresif dengan membangun pusat besar dengan fasilitas prima. Seolah seperti membuka industri, ada bidang usaha untuk menghidupi jamaahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada alumni ma'had Pancor mau berjuang ke Rusia, saya sanggup memberinya training 100 jam untuk dapat bicara Rusia dengan gaya Sasak agar bisa berdakwah dengan mengajarkan berhijib atau yang dari NU dan Muhammadyah serta yang lainnya. Jangan hanya ramai ramai nongkrong di dasan dan begejuh soal ibadah atau budaya, bid'ah atau sunnah dan sebagainya yang ujung ujungnya hanya memuliakan kelompok sendiri dengan menginjak kelompk lainnnya. Padahal semua kelompok sama mulianya. Ayo pepadu Sasak siapkan badan dengan berlatih berenang, berkuda dan memanah lalu tungganglah kudamu, seberangi samudra dan siapkan senjata diplomasimu yang berlandaskan Rahmatan lilalamin itu.Insayaalah, amiiinya Ya Rabbal Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-7871994779839836926?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/7871994779839836926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=7871994779839836926' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7871994779839836926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7871994779839836926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-katakan-satu-ayat.html' title='Sasak Katakan satu Ayat'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2589878514657116715</id><published>2009-11-02T03:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T05:36:52.086-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Sang Beberox</title><content type='html'>[Sasak.Org] Danau Baikal adalah menyedia air tawar terbesar di dunia dengan titik yang terdalam 1637 m. Ikan dan hewan endemik banyak sekali. Lingkungan, kebersihan dan peraturan sangat baik terjaga. Ikan air tawar yang dingin ternyata sangat lambat berkembangnya. Saya mencoba makan ikan bakar terbaik bernama Omul yang sebenarnya hanya diasap seukuran 25 cm ternyata berumur 11 tahun. Harga perekor matang sekitar 12.000 rupiah. Pada saat memilih milih suvenir di pasar yang separuh digunakan untuk ikan dan separuh untuk cindramata itu tiba tiba serombongan turis mendatangi saya dan ntah mengapa mereka bilang dalam bahasa Inggris bahwa kita harus berkonsultasi tentang suvenir yang tepat apakah memilih boneka rusia yang berlapis lapis atau patung atau hiasan berupa nerpa sejenis anjing laut yang hidup di Danau Baikal yan panjangya 600 km lebih. Maka saya sarankan untuk membeli nerpa itu sebab boneka bersusun lima itu ada dimana mana sedang nerpa hanya ada disitu. Kami berbincang dan ternyata mereka orang "Gunug Kidul" ya kami menyebut turis Australia sebagai orang Gunung Kidul di Jogjakarta. Si Australia itu nyemplung di danau yang beku sedikit berendam dan keluar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di apartemen ada tetangga dengan anak lelaki 24 tahun dan sudah berumah sendiri. Anak itu sangat manja dan goblok karena memang dimanja sejak kecil. Sekarang dia sakit keras dan harus minum obat tradisional, dari noni sampai kapsul entah apa namanya. Tapi anak itu suka mabuk. Dia menelpon berkali kali minta tolong ibunya untuk ini atau itu tapi dibiarkan saja. Hebatnya anak itu tidak mendatangi saja rumah ibunya. Dia datang ke kantor dan menunggu kapan ibunya mau bertemu tidak maju dan tidak mundur dan dia diberi syarat berat pula. Saya bingung melihat hubungan anak dan orang tua, disiplin jalan terus. Kalau di dasan pasti sudah runyam tetangga akan ikut kasihan baik pada si orangtua maupun si anak. Semua dicampur aduk sampai kusut. Disana mereka kusutkan sendiri dan tak ada orang yang ikut campur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangga sebelah lagi punya anak lelaki yang telah dilatih potong rambut di salon dan dapat upah 1000 dolar meskipun kerja hanya 2 kali sehari. Dia terperosok untuk mencari kesenangan dengan minum minum dan mabuk. Ayahnya sudah mati dan ibunya pontang panting cari kerja dan menjadi pembersih di rumah sakit setiap 1 kali 24 jam harus bekerja disitu dan 2 hari libur. Hasilnya cukup untuk sewa rumah tapi tak cukup buat makan sebulan. Kemarin siang dia telpon dan langsung datang ke tempat kerja gadis 18 tahun itu untuk minta diberi makan karena lapar. Sesudah makan dia masih membawa pulang untuk makan malamnya. Padahal tuan rumah sedang tidak ada. Dingin lapar dan miskin membuat orang itu lupa menjaga kehormatannya terhadap rekannya. Ibu itu pernah numpang 8 bulan pada tenagganya bersama anak lelakinya. Kata tuan rumah dia itu bodoh dan malas. Jadi ingat dasan yang penuh sesak dengan orang bodoh dan malas. Untung di dasan hawanya selalu panas sehingga kalau lapar cukup minum dan tidur pulas. Setelah bangun kereta sudah jauh berangkat tinggal diri sendiri yang momot meco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika udara mulai mencapai minus delapan dan segera akan terjadi minus 30 atau lebih, orang bergegas menjemput rezeki dimana mana. Meskipun matahari bersinar terang namun dia hanya lewat disisi langit selatan. Hangatnya tak sampai dikulit tapi orang tersenyum dan bersyukur serta menganggapnya hangat. Masing masing orang berfikir bagaimana dapat mengumpulkan kebutuhan agar tidak membeku. Mereka sangat kuat bergantung pada tangan sendiri. Tuhan tak akan menolong siapapun yang tak menolong diri sendiri. Orang orang malas pasti ada dimana mana tapi semalas malasnya dia harus bekerja untuk dapat makan seperti ibu dan gadis 18 tahun itu. Aku mengepel lantai sendiri dan memasak nasi. Badanku remuk redam ternyata mengepel berat juga. Mengapa kebanyakan dari kita kurang hormat kepada ibu rumah tangga padahal pekerjaannya sangat berat?. Aku memasak nasi seperti di rumah, teman teman yang ikut makan sampai berkedip kedip saking enaknya, sebab orang Rusia atau bule umumnya memasak nasi hanya sampai kelenger tidak sampai matang penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memasak udang namun terlebih dahulu membuang kepala, kaki dan kulitnya. Udangnya gemuk gemuk. Aku perlu menyiramnya dengan air panas agar tidak membeku. Satu persatu aku kupas sampai bersih. Aku termasuk orang pembersih di dasan sampai garam saja aku cuci dahulu. Ketika semua sudah beres seorang ibu melihat udang itu yang sudah aku taruh di penggorengan dan berlumur bumbu yang aku buat. Dia bilang udangnnya belum bersih bagaimana kau mau memakannya. Aku bingung melihat ibu itu. Dia lalu mengambil satu dan menyobek punggung udang itu. Ternyata disitu masih ada garis hitam memanjang sampai ekor. Masyaallah orang ini sangat pembersih. Garis hitam sekecil benang itu dibersihkannya dan aku menyelesaikan semua kembali dari awal. Aku bisa membayangkan betapa banyaknya para babu kita yang bekerja serampangan pada tuan yang kulturnya sangat berbeda. Kita di dasan bahkan kaki dan kepala udangpun kita pakai untuk terasi atau yang lain. Setelah matang kami makan dan aku dapat pujian atas masakan istimewaku. Buat mereka aku adalah chef hebat. Mereka belum tahu seni memasak ala dasan yang melempar apa saja ke dalam cobek. Makanan itu disebut bebrox karena hanya di beber beber dan dri bruk bruk kan. Semua sayuran dan lain lain hanya ditebar dan dijatuh jatuhkan dan orang yang makanlah yang harus menggulung, mencolek colek atau merendam semua bahan lalu dimakan. Cara seperti itu untuk standar Eropa tidak diterima. Lain lubuk lain ikannya tapi kita bukan ikan maka kita harus belajar terus untuk menerima hal baru yang baik dan sesuai kita ambil yang jelek kita buang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan kita yang terbesar dalam kehidupan di dasan adalah tidak banyak yang mencintai iptek meskipun Islam yang kita bela sampai moren itu mewajibkan menuntut ilmu setinggi langit ke tujuh. Makin baik pendidikan orang makin tinggi budi pekertinya. Pendidikan di dasan tidak perlu ada universitas. Cukuplah kita dengan pendidikan dalam keluarga dan diniyah tingkat dasan yang tersebar diseantero gumi Selparang. Kita memerlukan manusia berperilaku terbuka dan mau belajar sebab kematian seorang manusia adalah ketika dia mulai berhenti belajar. Nah silahkan hitung sendiri berapa persen warga dasan yang bergentayangan kemana mana tetapi sesungguhnya mereka adalah mayat hidup. Kita bisa menyebutnya apa saja atau mereka menyebut diri apa saja dengan terang terangan. Ada yang secara terbuka menyebut diri " aku si TG Bajang", "Aku si TGKH sekenox sekenex!" dan sebagaianya. Tapi tak satupun dari mereka berbunyi saat ada orang dasan tua peot miskin dan tidak berdaya mengaku diri nabi. Mereka tidak terusik tentu saja sebab nabi tidak akan merorongrong kekuasaan dan lahan garapan mereka. Tapi coba kalau ada dari KS berani mendeklarasikan Presidennya sebagai TGCKbH* Lalu Muhammad Jaelani, tidak usah lama lama menunggu pastilah salah dua atau salah banyak dari anggota KS sendiri mengamuk sebab sudah termakan oleh keyakinan keliru yang dipelihara di dasan bahwa TG adalah warisan oknum tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ribu tahun silam ketika Nabi Isya AS ditangkap oleh penguasa Romawi, persoalannya adalah kekuasaan dan ketakutan penguasa kehilangan lahan garapan. Tapi ketika Nabi Isya berkata bahwa kerajaannya bukan disini, sambil menunjuk tanah, tetapi disana, sambil menunjuk langit. Penguasa Romawi puas, tersenyum lalu berkata, dia tidak berbahaya. Lepaskanlah! Sayang Nabi Suci itu akhirnya ditangkap juga dan disiksa. Kini anak bangsa Sasak didasan tercinta bertindak seperti orang Romawi itu. Orang dasan yang mengaku nabi dilepas karena tak berbahaya dan dianggap gila. Tapi semua orang lupa bahwa orang yang mengaku TG sesungguhnya jauh lebih berbahaya daripada mengaku nabi. Sebab istilah TG adalah distorsi umum untuk istilah ulama. Ulama adalah penerus para nabi bukan penerus seorang nabi tapi semua nabi, dahsyat sekali bukan?. Maka sesungguhnya seorang TG adalah nabi juga tapi jamaah telah digoblokkan selama bertahun tahun sehingga mereka anggap TG bisa bertindak sebagai raja dan lihatlah mereka kaya raya tanpa tangannya kotor atau badannya bau keringat sedikitpun. Mereka tiap hari minghiba hiba agar jamaah rajin bersedekah sementara mereka tidak bersedekah. Jamaah diminta puasa senin kamis atau puasa Daud sementara mereka harus ganti jubah karena mode atau kegemukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah waktunya anak bangsa Sasak merdeka dari kebodohan dan beranjak menuju jalan terang benderang yang diretaskan Rasulluah SAW tanpa basa dan basi. Jangan membabibuta tunduk dan taat pada siapapun tapi lihatlah segala sesuatu dengan mata terang dan dengan hati bersih yang ikhlas. Berserahlah kepada Allah sahaja karena manusia tak boleh dipercaya. Datanglah kepada para akhli ilmu untuk mengambil hikmah. Peganglah Al Qur'an dan Hadits kalau perlu ikatkan dan gantunglah dileher dan bawa kemanapun melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;Irkutsk - RUSIA, 26.10.09 08.32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GLOSSARIUM:&lt;br /&gt;moren = mampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*TGCKbH istilah baru untuk Tuan Guru Cendekiawan Kyai belum Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar yahoogroup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar&lt;br /&gt;2009/10/26&lt;br /&gt;Sekali lagi tiang dirobek oleh kata2 miq Junep..&lt;br /&gt;Selamet dait rahayu miq..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadu kelambi sak anget2 laun kisut kulit pelungguh...&lt;br /&gt;Tabek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/26 Samsul Ma'rif &lt;soel_ika@...&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Ass. Wr. Wb.&lt;br /&gt;Saya tertarik sekali mengikuti perjalanan Mamiq Junep. Saya kebetulan punya perhatian atas kawasan yang sedang dipaparkan. Terkait hal tersebut sekiranya bisa diinformasikan secara faktual dari pengamatan langsung di lapangan, karakteristik sosial-budaya dari kawasan-kawasan tersebut, khususnya kawasan-kawasan yang berada di lembah Volga, Pegunungan Ural dan utaranya Kazakstan ini. Saya tertarik mengamati dinamika kawasan-kawasan ini menyangkut peran dari etnis Tatar, Kazakh, Russia, Mongol pasca USSR dalam konfigurasi sosial politis (juga perkembangan Islam di Rusia), mulai dari Tatarstan-Baskhorotan, Orenburg, Komerovo, Tyumen, Altay sampai dengan Buryat (Ulan Ude). &lt;br /&gt;Terima kasih atas perhatiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wasalam&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Samsul Ma'rif - Semarang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh... atas ruen ni pengaji leq kanda Junep.. bingung tiang.. &lt;br /&gt;mohon translate artine nike :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadu kelambi sak anget2 laun kisut kulit pelungguh...&lt;br /&gt;Tabek..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ampurayang...&lt;br /&gt;ragards&lt;br /&gt;abdullah AM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/26&lt;br /&gt;Saya sejak dari dulu setuju bahwa sebagai term baku, titel &lt;br /&gt;ulama tak bisa dgantikan oleh idiom apapun, entah itu oleh &lt;br /&gt;term Tuan Guru (TG), Kyai, maupun Buya. Hal inilah mengapa &lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak menyebut ulama asli, atau ulama palsu&lt;br /&gt;dalam sabda beliau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mengingat bahwa setiap kelompok masyarakat / manusia &lt;br /&gt;mempunyai kebudayaan!, dan itu merupakan suatu keniscayaan &lt;br /&gt;sejarah, maka dari segi pembahasaan, or penerjemahan, term&lt;br /&gt;TG, Buya atau Kyai masih bisa dipake untuk menyebut ulama. &lt;br /&gt;Sayang seribu kali sayang, keniscayaan budaya itu juga-lah &lt;br /&gt;yang justeru mendistorsi term ulama itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab kenyataan itulah, tidaklah salah apabila Hujjah &lt;br /&gt;al-Islam Imam al-Ghazali membuat tipologi ulama menjadi 2, &lt;br /&gt;ulama al-akhirah (ulama baik) dan ulama al-su' alias ulama &lt;br /&gt;busuk. Dan salah satu ciri yang membedakan keduanya adalah &lt;br /&gt;kedekatan dan pengabdian buta pada penguasa dan kekuasaan. &lt;br /&gt;[Ihya 'Ulumuddin] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jenis ulama', atau TG al-su' inilah yang sesungguhnya &lt;br /&gt;mendistori term ulama. Dan jenis itulah yang paling banyak &lt;br /&gt;beredar saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, karena mayoritas pendidikan umat masih sekedarnya &lt;br /&gt;maka, mereka belum bisa membedakan antara keduanya, lantas&lt;br /&gt;menerima TG al-su' itu bak Tuhan yang infabilitas - (tidak &lt;br /&gt;mungkin salah). Artinya, penerimaan yang membabi-buta oleh &lt;br /&gt;umat awam itu juga-lah yg semakin mendistorsi term ulama'. &lt;br /&gt;Sehingga umat memiliki andil jg dalam proses pendistorsian &lt;br /&gt;itu. Syukur bila ada yg menyadarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eniwei, apa yang dikatakan oleh Mamiq HRJ ini bener adanya &lt;br /&gt;dan menjadi pelajaran untuk semua umat terutama yg sarjana &lt;br /&gt;atau mahasiswa supaya tetap kritis pada siapapun, termasuk &lt;br /&gt;pada TG manapun. Hal itu mengingat, siapapun bisa berdusta &lt;br /&gt;dan melakukan manipulasi saat membela, atau mempertahankan &lt;br /&gt;kepentingan-kepentingan pribadi atau politiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Seven Diamonds sudah cukup menjadi bukti tertipu-nya &lt;br /&gt;ratusan bahkan mungkin ribuan umat awam saat harus menjual &lt;br /&gt;tanah dan harta benda lainnya karna dibohongi oleh para TG &lt;br /&gt;gadungan bin palsu, dan para pemimpin yang dengan pédé-nya&lt;br /&gt;mempolitisir ayat sakral: "sami'na wa ata'na".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;// Terima kasih atas perhatiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Manis,&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Rifki H&lt;br /&gt;Teruna Sasak Si Mule Tulen Gagah&lt;br /&gt;Pubs    : http://www.maleficarum.net/&lt;br /&gt;Contact : bajang[@]maleficarum.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2589878514657116715?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2589878514657116715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2589878514657116715' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2589878514657116715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2589878514657116715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-sang-beberox.html' title='Sasak Sang Beberox'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-4445268010838552290</id><published>2009-11-02T03:46:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T05:31:18.353-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Sang Nabi</title><content type='html'>[Sasak.Org] Malam kedua aku di Irkutsk aku mendengar seorang wanita memanggil tuan rumahku dan kami bergegas menuruni anak tangga, begitu gerbang dibuka udara dingin menyergap. Seorang wanita muda dengan mata hitam menggunakan masker membawa alat pel lantai. Dimalam yang dingin itu pada jam 10 dia seorang diri mengepel lantai dua tanga dengan upah 1.700 rubel. Dia harus mebersihkan pojok tangga yang penuh kotoran dan kencing para pemabuk dan madat. Itu cerita biasa saja di Rusia atau negara lain tentang wanita mengepel lantai atau rumah, tapi wanita ini adalah seorang office manager disebuah perusahaan real estate! Aku tak mengenalinya karena agak gelap dan dia bermasker. Aku pernah melihatnya divideo. Dia lincah dan cantik tapi dimalam itu dia seperti babu yang ada di rumah rumah orang Indonesia dengan tongkat pel dan ember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat aku bicara dngan sopir yang disediakan untukku itu, aku mengetahui bahwa kehidupan telah berubah drastis dan kesulitan harus diatasi dengan ekstra keras. Dahulu saat waktu Uni Sovyet ada kami setidaknya bekerja semua, ada uang untuk makan dan sewa kamar. Sekarang untuk makan saja susah. Istri saya punya titel dua dengan menguasai bahasa Jerman dan Prancis. Orang Rusia yang berpendidikan umumnya punya dua titel dari universitas agar dapat kerja yang bagus. Saya punya kenalan seorang doktor dibidang fisika dan bidang yang sangat berbeda yaitu doktor dalam kebudayaan dan bahasa China. Dia jadi dosen dalam dua bidang itu tapi dia justru sangat sukses sebagai agen teh berkat pengetahuan kebudayaan Chinanya. Dalam waktu singkat dia mengimpor teh dari Sri Lanka dan India. Di Siberia Timur ini kita dapat menemukan semua makanan di toko. Kurma dipaket sama dengan yang di Jogja. Hanya pisang saja yang satu macam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerja bangunan umumnya orang China, Mogolia dan Asia Tengah. Udara yang membeku tidak mengurangi semangat mereka bekerja padahal gaji sebulan tak lebih 1000 dolar. Kalau pepadu dasan kami yang dikirim ke sana pasti "begeriung pengome"nya kedinginan dan minta dihidangkan beberox sampai kenyang lalu tidur pulas. Udara dingin memerlukan pakaian khusus seperti sepatu kulit dengan bulu didalamnya seharga 100 dolar, kaos kaki katun tebal dan pakaian dalam berupa celana panjang seharga 13 dolar. Setelah saya kenakan rasanya nyaman dan hangat. Orang bilang bahwa di Siberia untuk melawan dingin perlu minum vodka alias arak rusia. Itu tidak benar sama sekali. Kita cukup makan dan minum teh hangat atau kopi badan terasa hangat. Kalau vodka reaksinya panas seketika karena alkohol membuka pembuluh darah dengan cepat lalu akan kembali menyempit dengan cepat pula sehinga perlu terus minum dan banyak yang mati saat mabuk tidak ketahuan jatuh ditumpukan salju semalam suntuk. Air minum dapat langsung dinikmati dari keran sebab asalnya dari danau air tawar terdalam dan paling sehat di dunia yaitu danau Baikal. Rasanya segar dan enak sekali . Kalau di dasan masih adakah air dari pengempokan atau ganang yang bersih dan segar? Enatahlah karena semua bidang tanah telah diketeng dan masing masing dapat menjual air kemasan, tanpa pengawasan mutu dan pemeliharaan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis 18 tahun kelas dua sekolah kejuruan terbuka tiap dua hari bekerja dua hari hadir di sekolah. Dia mengurus semua keperluannya dan tidak muluk muluk. Cita citanya adalah bekerja dengan baik dan memenuhi kebutahan serta berumah tangga. Dia datang membantu membersihkan apartemen tempat saya dengan imbalan makan! Gadis itu cantik dan baik hati seandainya dia anak dasan pastilah tangannya halus mulus tak pernah menyentuh pekerjaan. Di Malaysia 90% pembantu rumah tangga adalah orang Indonesia dan sebagian besaradalah perembuan Berbangsa Sasak. Baik dedare maupun bebalu yang masih belia sampai yang sudah ujurpun nekad menjadi babu. Mereka terbang ke Malaysia menumpang sapu ijuk menyeberang selat Lombok dan terus kekeber ke negeri jiran yang sangat ditakuti oleh pemimpin bangsa Sasak yang bernama pegawai negeri. Mereka biarkan wanitanya terbang dengan sapu tapi mereka takut mengirim bibit sapi. Bukan karena takut bersaing tapi jauh dilubuk hati mereka sebenarnya mereka adalah manusia pengecut yang tak berani berubah. Seharusnya kemajuan Malaysia adalah tantangan bagi mereka untuk lebih maju tapi mereka langsung menyembunyikan ilmunya. Sangat naif, mereka lupa banyak koruptor yang dapat menyelundupkan benih dan cepat atau lambat mereka akan tertingal jauh dan terus mengirim nenek sihir terbang dengan sapu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Sambelia ada seorang Amax yang membuka lowongan jamaah alternatif dengan mendeklarasikan diri sebagai nabi baru. Seharusnya gubernur langsung perjuangkan orang itu untuk menerima asuransi bebas berobat dan menerima pensiun. Amax Bakri adalah salah satu pepadu tua bangsa Sasak yang paling berani. Ketika semua anak bangsa Sasak mengkultuskan para TG yang tidak mengaku nabi dan berjaya memperkaya diri Amax Bakri datang dengan proklamasinya sembari hidup dalam kemiskinan dan kejujurannya. Sampi dia dianggap gila. Begitulah cara anak bangsa Sasak menyelesaikan masalah rumit dengan menerbitkan SK gila, semua beres tidak usah repot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat yang mengaku Islam di dasan kami berkelahi terus soal apakah suatu perbuatan bid'ah atau tidak. Aapakah suatu seremoni adalah ibadah atau budaya dan seterusnya. Mereka banyakan begejuh dari pada mikir terang secara sederhana. Mungkin kebanyakan makan vs busung lapar sehingga masing masing memandang dengan dengan cara berbeda. Yang satu ngantuk sehingga tidakbisa konsentrasi saking besuhnya yang satu lagi sangat lapar dan minta didengar segera. Tidak heran kalau sering terjadi mesiat antar pengorong. Seorang mukmin selalu mengatakan dalam kesunyian bisik yang teguh bahwa sesungguhnya shalatku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah. Berarti batang lehernya sudah terikat pada tali Allah. Lagi dia berbisik lirih 17 kali sehari atau bahkan ada yang rewel sampai tak terhitung berapa kali omong: Tunujkkanlah kami jalan yang lurus". Kalu ada yang sudah mengikat leher pada tali Allah mana perlu berdebad tentang satu hal ibadah atau bukan ibdah! Bukankah semuanya adalah ibadah?. Kalaã bukan ibadah jangan dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amax Bakri itu adalah nabi dalam arti sebenarnya, dia ingin agar orang ingat Nabi Besar yang terus didangdutkan, dirok, di blues, dijazz,di kasidah, di hadrah, digambus di pop dan di hip hop namanya tiap hari sampai gak ada yang peduli. Allah telah memutuskan bahwa kita adalah khalifah di bumi. Kita tidak hanya nabi, bahkan raja atau tuhan kecil di dunia ini. Karena kita diberi kekuasaan mengelola hidup ini. Amax Bakri berani menerima tanggung jawab yang tak seorang TG pun berani. Kalau ulama adalah para pengganti nabi, bukankah mereka harus bertindak sebagai nabi tapi mengapa mereka bertindak sebagai macam macama. Amax Bakri bukan siapa siapa tapi dia berani bermimpi dan mngatakan bahwa dia nabi. Dan lihat keberaniannya menerangkan ke kepada orang orang depag yang PNS itu, mereka cukup mengirim AMAX ITU ke RS Jiwa. Karena mereka tak mengerti persoalan yang sesungguhnya. Persis seperti gempa yang terus kita anggap bencana, padahal itu adalah peringatan atas perbuatan kaki tangan kita sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amax Bakri adalah nabi yang mengingatkan kita agar kembali kepada Al Qur'an dan Hadits bagi kita yang berfikir. Jangan kita terus bangga jadi lepang lolat yang selalu membiarkan perempuan kita terbang dengan sapu lidi ke mana mana. Sementara kebodohan merajalela, busunglapar disembunyikan dan kita terus disuruh mengaji tapi tak ada yang boleh mengaku nabi, cukup menyebut diri TG. Mulai sekarang mari kita semua mengaku nabi dan melakukan pembaharuan dengan kembali kepada jati diri kita, bukankah anak bangsa Sasak tidak punya jati diri. Cepatlah ikut Amax Bakri dari pada tidak jadi apa- apa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;Siberia Timur 21.10.09 jam 22.51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abdullah al muzammi: ... &lt;br /&gt;inspiratif.. &lt;br /&gt;apa kalau semua mengaku nabi nanti.. sperti papuq baloq tiang saq wah puluhan tahun memeluk agama islam temakan rezim makar zaman yang terus mempersulitnya, apa bisa dapat santunan dan kebijakan serpti miq bakrie nike...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengaku nabi dengan pembaharuan semacam apa nike maksudnya kanda? &lt;br /&gt;mohon sdikit penjelasan : &lt;br /&gt;matur tampi asih.. &lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 25, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar yahoogroup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/22&lt;br /&gt;Salah satu kesimpulan yg saya dapatkan adalah Amax Bakri memiliki kreatifitas&lt;br /&gt;yang tidak dimiliki oleh para tokoh sasak yang lain, dulu dan sekarang, yakni&lt;br /&gt;berupa KEBERANIAN dalam melakukan terobosan-terobosan sebagai inovasi baru yg &lt;br /&gt;terarah pada perubahan masyarakat sasak dan peningkatan kesejahteraan publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin, Amax Bakri bisa kita jadikan salah satu calon Pahlawan Nasional dari &lt;br /&gt;Lombok ditengah-tengah gencarnya isu tersebut? Atau mungkin itu justru kontra &lt;br /&gt;dengan prinsip perjuangan Amax Bakri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, saya jadi ingat ucapan Issac Asimov:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Never Let Your Sense of Morals Prevent You From Doing What is Right".[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] http://en.wikiquote.org/wiki/Isaac_Asimov&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Manis,&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Rifki H&lt;br /&gt;Teruna Sasak Si Mule Tulen Gagah&lt;br /&gt;Pubs    : http://www.maleficarum.net/&lt;br /&gt;Contact : bajang[@]maleficarum.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Muslifa.Aseani" &lt;zalwa412@...&gt; wrote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampi Asih Miq...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selamat menghabiskan waktu di Siberia.&lt;br /&gt;Teruslah perkaya kami dengan rangkaian kata-kata pembangkit semangat&lt;br /&gt;milik Miq Junep..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-4445268010838552290?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/4445268010838552290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=4445268010838552290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/4445268010838552290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/4445268010838552290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-sang-nabi.html' title='Sasak Sang Nabi'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8913251679169613318</id><published>2009-11-02T03:39:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T05:27:56.063-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Dari Siberia'/><title type='text'>Sasak Bersumpah Pace</title><content type='html'>[Sasak.Org] Jogjakarta,17 oktober 2009, Bandara Adi Sucipto. GA 203 berangkat jam 7.45. Pada jam 7.10 Andy kawan saya dari travel agent di Jogja menelpon dari smoking area di luar ruang tunggu. Kami berbincang banyak dan dia cerita kalau teman teman heran dengan kepergianku yang lamanya 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah persiapkan diri dengan dokumen untuk mencari pengalaman dan pekerjaan di Rusia. Paspor lamapun saya bawa untuk jaga jaga klau ada pemeriksaan karena isu populer untuk menstigmasi ummat Islam masih terjadi. Di paspor lama saya melihat diri saat umur 20 tahun, sebagian sudut kanan dimakan rayap. Itu adalah foto resmiku yang kedua untuk dokumen penting. Sebelumnya saya pernah punya kartu C7 untuk urusan di Pos dan Giro dengan foto gaya lama. Tapi dokumen itu sudah dimakan rayap. Kita sangat lemah dalam menyimpan dokumen penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat tiba di Cengkareng, keluar dari tempat pengambilan barang saya langsung pergi dan naik kelantai atas. Ada seorang porter yang membantu menguruskan dan mendorong barang bawaanku yang berat berisi buah buahan. Di Jogja saya mau dipunguti biaya ekstra untuk kelebihan berat koper, saya bilang bahwa saya dari travel agent tapi petugas gerundel namun saya bebas juga. Di Jakarta saya sekali lagi ditegur petugas Thai Air. Setelah berdebat saya diizinkan bebas dengan mengubah data berat barang. Bego sekali dia, untuk apa data diubah gampangnya tulis saja komplimentary untuk pelanggan.Saya kena airport tax 150.000 rupiah ditempat lain tak ada yang begitu apalagi fiskal 2 juta 500 ribu rupiah. Untung saya punya NPWP yang saya urus dengan perasaan malas seminggu sebelum cabut.saya cukup menyrahkan foto kopy NPWP lalu petugas menempelkan sticker di boarding pass, bebas fiskal. Memang bangsa kita belum merdeka kok keluar negeri dipunguti pajak fiskal macam hindia belanda saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thai air ternyata mempunyai pelayanan prima, sepeti Garuda Indonesia ditahun 90-an. Bisa disejajarkan denga Malaysia Airlines System. Garuda Indonesia terpuruk sekali dibanding yang lain dua macan ASEAN itu. Penerbangan memakan waktu 3 jam. Saya sangat khawatir ada bawaan yang akan disita. Ternyata di bandara tidak ada buka buka barang seperti di Indonesia. Saya menginap di Novotel Svarnabhumi dengan tarif kamar 185 dolar termasuk sarapan pagi. Malamnya saya dinner di restaurant denga 1000 bhat. Hotel ini melsayakan service yang sekelas dengan Hyatt dan Melia Jogjakarta pada tahun 90-2000an. Sekarang Kedua hotel itu hanya gedungnya yang bagus tapi servicenya sekelas hotel melati zaman orba. Di Bandara yang baru 3 tahun beroperasi itu pelayanan sekelas bandara besar seperti Osaka atau Amsterdam. Bandingkan denga Cengkareng yang telah menjadi tempat orang nongkrong seperti terminal bis di Jakarta yang kumuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harus berjalan sangat jauh untuk mengambik koper melalui pintu imigrasi dan pasporku dicap visa 30 hari. Barang kami keluar di lorong nomor 6, saya sampai keringatan jalan begitu jauh dan panas. Saya menukar uang 100 dolar dan dapat 3000 bhat lebih. Saya bertanya pada gadis penjaga yang berderet tiap beberapa meter dengan sikap sempurna. Di pintu keluar 4 sudah ada dua mobil Novotel dan salah satu sopir mengurus koper dan menghidupkan AC. Ada satu lagi yang naik dan kami hanya berputar dijalan yang melingkar lingkar lalu masuk hotel dikawasan itu juga. Saya memberi tip 10 dollar pada sopir yang menangkup tangan untuk sembah dan berkata "kun krap" atau apa yang artinya terimaksih. Seorang petugas mengantar koper ke kamar setelah chek ini, dia dengan sigap menerangkan fungsi fungsi semua peralatan dan apa yang tersedia. Saya memberinya tip 10 dolar juga. Tak ada pegawai hotel di Jogjakarta yang seramah dan seenergik itu. Ini adalah buah dari kedisiplinan di negeri gajah putih itu.Mereka bekerja dan bersikap disiplin. Tak ada anak nongkrong disekitar hotel itu.Hotel dengan tarif 185 dolar di Bali tidak sebagus hotel ku untuk servicenya. Makanan mungkin saja 100an ribu tapi mutunya tak bagus. Semua kita bikin murah agar tamu senang tapi yang kita beri makanan yang tak begitu bagus dan pelayanan kitapun buruk. Maka jumlah wisatawanpun tak beranjak naik. Untung kita punya alam yang indah sehingga mereka datang. Seorang turis Italia baru saja menghabiskan liburnya di Jakarta, bercerita bahwa Malaysia jauh lebih murah. Untung masih ada keramahan yang kita punya. Kumuh tapi ramah masih lumayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18.10.09 Saya kehilangan komunkasi sama sekali karena ada yang misscall 4 kali padahal saya baru minta disiikan kartu mentari 100 ribu untuk sms. Dengan adanya misscall 4 kali itu pulsa habis meskipun saya tidak menjawab. Pagi pagi saya jalan ke mini market dan membeli simkart Thai seharga 30.000 rupiah dan pulsa 125.000 rupiah agar bisa banyak sms dan nelpon satu dua menit. Indosat dan kartu indonesia berlalu di Bankok tapi mahal sekali jadinya. Lebih baik pakai simkart thai ini.&lt;br /&gt;Saat sarapan pagi saya duduk sendiri dan makan nasi goreng dengan mi goreng yang segar, mungkin mie buatan sendiri juga. Makanan bermacam tersedia dan saya tambah lagi nasi goreng dan mie gorengnya. Saya memberi tip 60 bhat pada gadis pelayan yang ramah dan trajin sekali mengurus. Setelah makan pagi saya bergegas ke reception untuk mengecek jam berapa peaswatku terbang. Reception bilang info ada di concierge lalu saya ke concierge. Di sana ada gadis dan pemuda yang gesit mencari yang satu menelpon yang satu mencari pada buku panduan. Saya ingat buku panduan yang saya mintakan untuk temanku berupa buku guide Thailand waktu SMP kelas 1 dan temanku gak mengerti lalu saya diberikannya begitu saja. Buku itu saya hafal sampai SMA. Sekarang saya di tempat yang terus saya hafalkan itu. Tapi saya tak berminat jalan jalan karena saya tak lagi penasaran dengan kota metropolitan seperti Bangkok dan sebagainya. Saya telah jatuh cinta pada desa dan tempat terpencil yang ada dibelahan dunia manapun yang kurang dikenal. Saya ingin pergi ke Mali dimana Tuhan memberi rezeki pada rakyat setempat dengan gunung garam yang cukup digali dengan tongkat kayu dan diekspor ke seluruh Afrika Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bergegas masuk ke Bandara di pintu 9 dan langsung mendaftar di counter pesawat S7 760. Rupanya saya yang pertama dan supervisor yang orang Rusia sangat penasaran saat dia tahu saya bukan orang Rusia. Petugas counter memakssaya memasukkan barang di bagasi. Tapi saya tolak dan hanya koper besarku yang masuk. Kelebihan berat ditagih dengan biaya 10 dolar per kg. saya berdebat dengan orang Rusia itu dan dia keras berdisiplin. Akhirnya saya bayar juga. Agak lama menunggu saya manfaatkan internte yang berserakan dan tak ada yang pakai. Terbalik denga Cengkareng, manusia bergelatakan dimana mana tapi internet mati semua bahkan wc pintu E1 rusak dan kami harus bolak balik ke pintu yang lain hanya untuk ke wc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk di pesawat ternyata Boeng 767-600 Ini adalah penerbangan perdana dengan 14 penumpang yang adalah staf pemasaran mereka . jadi hany sayalah satu satunya penumpang sebenrnya. Saya bebas duduk meskipuni kursiku bisnis saya tetap duduk di Ekonomy paling depan. Orang yang 14 itu berjarak 13 deret kursi kosong dibelakangku. Sayapun mencoba tidur di tiga deret kursi tengah. Beberapa saat kemudian pilot datang dan menyelimutu saya. Kemudian menawarkan bantal. Sesudah itu pramugari dan pramugara bergantian mengurus makan minumku. Meskipun tak ada penumpang tapi mereka tertib mempergakan cara penyelamatan diri. Tentu saja saya hanya menonton sambil memabaca majalah sebab saya gak tega melihat dua pramugari menerangkan ke abngku kosong. Dan masih ada lagi di deretan belakang entah berapa orang yang memperagakan hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba lebih cepat satu jam saya bergegas keluar dari pesawat dan udara dingin minus 1 drajat menampar muka ku, uap tebal keluar dari mulutku saat berucap "здравствуйте!" (zrastvuitye), Salam! Berulang kali kepada semua polisi dan petugas imigrasi. Mereka heran ada stu orang Indonesia. Kok tumben dalam sejarahnya ada orang Indonesia nongol jadi turis disaat dingin ketika mereka bermai ramai mengimpikan panasnya matahari kta. Dasar bego saya bukan turis tapi Sasak yang berkelana…mereka tidak tahu sih Sasak.org. Coba kalau tahu pasti lebih heran lagi kok ada babad ditulis sambil membabat dan saat berangkat sempat makan babat juga. Ternyata buah buahan yang kerangjangnya akhirnya putus persis saat tiba dan bumbu bumbu tak ada yang persoalkan. Kecuali sampo yang kegedean botolnya gak boleh di bawa naik pesawat. Saya sempat membuang sampo anti ketombe Selsan Blue itu ke tempat sampah di counter Bangkok tapi saya ambil lagi lalu saya sisipkan didalam plastik bungkus koper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya keluar dengan segera dan dijemput 2 orang kawan dengan pakaian dingin lengkap. Tapi saya sudah bawa dari Jogja yang saya beli di toko pakaian bekas impor seharga 350.000 lumayan untuk darurat. Yang saya heran kok ada yang pakai seperti itu di jogja dalam cuaca 31 drajad. Karena banyak sekali persediaannya. Taksi membawa kami ke apartemen sekitar 20 menitan dengan tarif 400 rubel. Kami sampai di apartemen dan disambut 2 orang yang sudah menyiapkan makan malam. Mereka telah saya peringatkan bahwa babi, alkohol dan hewan aneh aneh gak boleh saya makan bahkan cokelat dan sejenisnya lebih baik tidak saya makan. Mereka " samikna wa atokna". Saya capek sekali dan langsung rebah tak bisa merem. Rasanya tempat ini sudah saya kenal…letak kota ini kurang lebih sama dengan kota belahan utara yang pertama kali saya kunjungi di Kanada. Saya sempat berhujan salju saat muda itu sekarang dinginnya ternyata membuatku besin, ternyata peringatan yang tiga mulai bereaksi. Gigi nyeri, rambut beberapa uban dan gampang lupa serta badan lebih lemah. Sang waktu jauh lebih berkuasa dari diri yang sekedar menempel kos direntangnya. Malam pertama penuh dengan bersin bersin, salju tipis menutupi tanah dan jalan yang kulihat dari apatemen di lantai 4 gedung yang dibangun zaman sovet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 oktober 2009 siang pergi menemui rekan rekan lain dan ke "дача" (dacha, rumah peristirahatan di desa dekat hutan. Dinginnya lebih menusuk dan kami harus menghiupkan pemanas ruang baru bisa lega. Kembali ke kota dalam keadaan capek dan tertidur sampai sore. Makanan banyak daging dan roti. Orang Rusia ini banyak sekali mengkonsumsi jajanan. Coklat yang berbagai macam menumpuk dimana mana dan manisan serta panganan lain tak saya sentuh sebab melihatnya saja saya capek. Saat saya menunggu teman lain saya diajak sopir menunggu di mobil yang hangat. Sopirnya ramah dan banyak bercerita segala macam dari masa Uni Sovyet sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 otober 2009 kami makan siang di keluarga yang pernah ke Bali dan Borobudur. Mereka menghidangkan daging sapi, jamur, sop borsh dan kol gulung daging serta kentang goreng yang lezat. Mereka membuat sendiri selai buah liar, mengambil madu Siberia yang sangat kental dan mengumpulkan jamur dan membuatnya asinan. Semuanya didapat setelah naik mobil 5 jam ke hutan terdekat. Kita suka menyangka mereka susah hidup karena alamnya tak sesubur punya kita. Ternyata usahalah yang lebih penting. Di hutan yang seragam warnanya itu ada potensi besar makanan dan obat obatan. Ginseng Siberia adalah yang paling baik di dunia dengan skor 5. Tapi di masyarakat yang saya lihat justru mereka membeli sirup pace atau noni dengan harga 700.000 rupiah perbotol yang dimport dari Australia, meskipun pacenya adalah dari Tahiti sebagai Pace top dengan skor 5. Selain itu mereka mengkonsumsi minyak buah merah papua. Itu jauh lebih mahal dari semuanya. Kok bisa bisanya buah pace yang kami pakai saling sumpah dengan menghanyutkannya di kali sambil bilang, "agen ne bedok lok sekenox ino!" Biar si fulan itu kena gondok! Jahat sekali kami waktu kecil. Pace melimpah di dasan tapi semua bilang hiiii bau…dengan tampang jijik. Saya kira kalau amax kangkung yang anak anaknya berlagak hidup macam pangeran tidur makan itu dikerahkan menyebar bibit pace lalu memanen dan memerasnya dengan tangannya sendiri, maka dasan akan dapat income besar dari ekspor jus pace alias sirup noni. Saya menanam pace dirumah dan berbuah setelah 3 tahun, buahnya melimpah dan besar banyak orang mengambilnya untuk obat. Tapi tak satupun ikut menanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Siberia yang dingin saya sumpah pemuda momot meco dengan sumpah Pace, kalau terus momot biar gondok semua dan biar jadi manusia paling jelek sedunia karena pemalas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;abdullah al muzammi: ... &lt;br /&gt;[Dari Siberia yang dingin saya sumpah pemuda momot meco dengan sumpah Pace, kalau terus momot biar gondok semua dan biar jadi manusia paling jelek sedunia karena pemalas!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga saya tidak akan mejadi manusia pemalas,,, &lt;br /&gt;dan semoga bisa membaca tulisan kanda yang penuh semangat memberikan pemuda gumi sasak.org sebuah kado inspirasi dan semangat... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 25, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... http://lemuji&lt;br /&gt;Salam, buat anak muda sasak yang sedang mencari identitas mari ikuti semeton " sasak sang pengelana ",karena pengalaman " bertualangnya" akan membuat pepadu dan srikandi yang digenerasi berikutnya akan menambah perbendaharaan atau stock 'pemimpin ' lek zaman sik jemak .2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 26, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atun: ... &lt;br /&gt;Saya senang sekali membaca tulisan semeton H.R Junep. &lt;br /&gt;salam kenal dari pengagum Anda  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;groetjes&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Atun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 29, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;komentar di yahoogroup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar&lt;br /&gt;2009/10/21&lt;br /&gt;kayaknya lebih menantang perjalanan miq junep ke siberia.. daripada perjalanan dari jakarta ke pakem jam 9 malem dan mengganggu miq junep sampai 11.30 malem..&lt;br /&gt;he.he..he.. nantikan saya miq.. saya tidak akan momot meco ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009/10/21 lalu sudirham &lt;lalu_celeberitychef@...&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perjalanan yang sangat melelahkan mamiq junep dan semoga sekarang agak rilexxxxxxxxxx...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8913251679169613318?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8913251679169613318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8913251679169613318' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8913251679169613318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8913251679169613318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-bersumpah-pace.html' title='Sasak Bersumpah Pace'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2965179074373960356</id><published>2009-11-02T03:38:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:39:32.373-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Beranjaklah</title><content type='html'>" Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang orang kafir. Dan ampunilah kami, Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana". (Al Qur'an 60:5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. Junep&lt;br /&gt;[Sasak.Org] Hari hari dimusim panas ini debu berterbangan menerpa dusun yang makin tampak suram dan kumuh. Daun daun bambu luruh dan menerpa pengorong. Ada sebatang pohon yang menjorok menerobos ke sisi pengorong lainnya dan mengotori rumah tetangga sebelah. Suatu siang yang panas Amax Cenun didatangi Mamix Gunase. Mereka adalah tetangga terdekat dan sudah hidup berpuluh tahun. Mamix Gunase datang dengan wajah sekeras karang dan semerah api unggun di malam dingin kemarau ini. Kata katanya meluncur seperti bicaranya jendral Van Ham yang mati dibunuh di Cakra Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkaranya sangat spele, daun daun bambu kering menutupi sedikit pekarangan Mamix Gunase. Amax Cenun tahu hal itu tapi dia orang yang sangat segan pada tentangganya sehingga meskipun dia sangat ingin membersihkan halaman tetangganya, dia tak berani. Bahkan kalau lewatpun dia selalu menunduk nunduk mekok telor sepanjang pengorong sampai rumahnya. Mamix Gunase berasal dari dasan di sebuah wilayah di Tanah Selaparang. Orang mengenalnya sebagi datu pagah. Pagah dalam arti yang sebenarnya. Dia orang yang punya pendirian kuat dan tidak mau mengalah. Sebaliknya Amax Cenun yang asli kampung itu dikenal perot dan blok. Dia sangat menjaga kehormatan orang lain. Saking hati hatinya dia tampak blok dan perot tapi dibalik sikapnya itu ia setingkat dengan ulama dalam ilmu agama. Hanya saja dia tidak mampu berhaji dan tak terpandang karena bukan orang berpunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara penghuni dasan itu ada seorang terpelajar yang tinggal di tepi kali berbatas sawah. Dia pernah datang ke tempat Amax Cenun untuk menawar pekarangannya yang strategis. Orang terpelajar itu gagal mebeli pekarangan karena pemiliknya orang yang sederhana dan tidak ingin anaknya jadi gelandangan tapi bermobil. Ia tak ingin mewariskan barang rongsokan atau nekad naik haji tapi punya anak cucu kere dikemudian hari. Oknum terpelajar ini main mata dengan Mamix Gunase dengan mengarang cerita bahwa Amax Cenun adalah dukun santet, suka menenung orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Amax Cenun si oknum punya versi yang lain tentang Mamix Gunase itu. Katanya mamix itu akan merebut pekarangan Amax Cenun dengan segala cara. Sehingga kedua tetangga itu saling tidak suka dan bahkan seperti musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasan ini punya kebanggaan luar biasa, mana ada negeri yang dijajah hanya 50 tahunan, hampir semua wilayah Nusantara dijajah Belanda dan asing lain antara 350 sampai 400 tahun. Tanah Selaparang officially terjajah 50 tahun atau kurang. Memang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Bali tapi selalu ada perlawanan sampai jendral Belanda mati dan kerajaan Bali mundur. Kasus dua tetangga itu sangat sering terjadi pada saat adanya konflik politik. Perbedaan kepentingan membuat fihak tertentu menghalalkan segala cara. Memasuki ranah agama, adat dan budaya, merusak anak dasan dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diamanapun dan dalam tiap kesepatan musuh musuh yang tidak senang pada kekuatan ikatan anak Bangsa Sasak yang erat seperti cekelan padi atau rekatnya ketan bersiram gula merah. Beratus tahun mereka ditarik tarik agar terburai dan dapat dikuasai, berabad pula mereka berhasil lepas dan merekat lagi. Tak ada penjajah apapun yang dapat merusak kekuatan ikatan semeton dasan besar ini. Cerita yang mengatakan bahwa ada warga dasan sebelah yang bersembunyi saat perang dan dasan satu lagi kocar kacir lari adalah isapan jempol yang dibuat agar anak dasan besar ini pecah dan terburai. Kita telah lolos dari jeratan dan politik devide et impera. Sekarang kita sudah kuat tapi masih ada tugas besar pepadu untuk menjaga anak bangsa ini agar tak dijajah oleh penjajah baru yang canggih. Daya tarik hidup bebas, hedonis dan instant. Inilah musuh yang terus mengerogoti setelah musnahnya fitnah adu domba yang membelenggu kita dimasa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak anak Mamix Gunase dan Amax Cenun beruntung memahami persoalan sesungguhnya, sebab mereka mengaji bersama dan sekolah bersama selama 12 tahun. Hari hari hujan dan panas mereka lalui selama itu. Belajar dan bermain bersama. Meskipun anak Mamix sudah Doktor, masa 12 tahun sekolah jauh lebih berperan penting dalam hidup kedua orang itu. Tak akan ada oknum yang dapat memecah belah mereka. Inilah wajah anak dasan baru, yang kuat, pintar, cerdas dan pandai sekaligus. Mereka adalah Sasak pemberani dan pagah dalam arti yang sebenarnya. Pepadu harapan masa depan dasan. Maju dan Jayalah Bangsa Sasak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2965179074373960356?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2965179074373960356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2965179074373960356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2965179074373960356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2965179074373960356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-beranjaklah.html' title='Sasak Beranjaklah'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1989893860727601109</id><published>2009-11-02T03:35:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:38:12.668-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Lahir Kembali</title><content type='html'>[Sasak.Org] Dasan kami kecil tapi asri dengan selokan alami yang mengalir air sepanjang tahun. Belut, mujair serta lele masih bersembunyi ditepi tepi yang ada tumbuh rerumputan air. Kalau ikan kecil seperti pudah dan kepala timah atau yang lebih besar pudah jamax alias wader atau kami sebut ikan pelangi, tinggal ulurkan tangan dan dapat kita tangkap dengan mudah saking banyaknya. Kegiatan anak dasan adalah mencari kayu bakar, menggembala, menyabit rumput, membantu di sawah dan banyak kegiatan produktif lainnya. Hari hari dimulai ketika merebot mengumandangkan azan subuh, sesudah itu jalan jalan ramai dan musik yang sangat indah mengalun dari jalan yang ramai. Suara inax inax yang bergerombol jalan ke pasar satu satunya di dekat gedung Gabimas. Ditingkahi suara pelembaran bambu pengangkut terong dan ubi, bunyinya seperti musik keroncong Tugu yang teratur bersahutan dengan sesekali diselingi lenguhan hembus nafas para pengangkut. Terong yang besar besar warna lila dan tomat yang bentuknya lonjong disebut tomat Arab. Ubi jalar yang besar besar, labu , bokah, truwuk, komak dan kendokak dan banyak lagi. Kemakmuran yang lebih merata diantara masyarakat yang tawaduk itu hanyalah kenangan yang sekejab sirna ditelan kejahilan anak bangsa yang dengan mudah ditipu para penjajah modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu para anak dasan yang bersarung dan berbaju hanya satu itu, bermain slodor dan klereng atau main karet , yeye, bekel dan permainan yang paling bergengsi adalah main kasti, mereka punya idealisme hebat, cita cita yang banyak dibicarakan adalah ingin jadi Tentara, polisi, jaksa, dokter, guru dan ustad. Di dasan itu belum pernah ada pepadunya yang merantau jauh jauh. Kalau orang menyebut Karang Jangkong, Dasan Agung atau Monjok itu sudah seperti luar negerilah. Meskipun bagi orang dewasa ke Mataram itu hanya disebut turun. Dan Bis Sampoerna yang disetir Pak Jamal yang tinggal didasan kami hanya merambat dari Labuhan Haji ke Ampenan. Merambat sekali, tapi saat itu fikiran kami masih merambat juga. Kalau sudah ada yang muntah muntah berarti sudah capai dan kita sampai di Labuhan Haji. Kalau sampai Ampenan mungkin saja orang sudah remuk baru tiba. Kalau anak sekarang pasti sudah diinfus saat turun kendaraan karena dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di blok sebelah barat ada rumah Bapak HM. Amin Shaleh yang disewa oleh TNI untuk jadi Asrama. Itulah satu satunya bangunan besar dengan banyak kamar. Ada sepuluhan tentara tinggal disitu. Mereka itu sangat disegani oleh warga dasan. TNI saat itu mengayomi sekali, keamanan terjaga kecuali maling dapat mengibuli mereka. Ada satu anggota yang suka mabok dan dibuang oleh komandannya di selokan gombleng yang bau. Dia akan bangun sendiri dan rupanya kayak monyet dengan wajah belepotan raok. Kami nonton diatas dan lari lintang pukang begitu dia bangun, dia teriak seperti Tarzan. Setelah banyak membaca majalah intisari saya mengerti mengapa orang itu mabok terus. Kesepian di dasan asing yang hanya berlistrik malam, menyelimuti hatinya yang muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah TNI pindah asrama di embung, rumah berkamar kamar itu disewa oleh pendatang yang tiba tiba muncul dari antah berantah. Ada 4 orang yang saya catat dengan baik.mereka adalah pendatang dari Minangkabau. Meskipun saya sudah tahu letak semua pulau dan ibukota provinsi bahkan semua Negara dunia sampai yang terpencil saya tahu semua, tapi kali itulah saya berinteraksi pertama kali dengan orang asing. Sebenarnya dasan kami sudah banyak orang luar yang jadi warganya tapi sudah tidak lagi asing karena mereka menyatu dan berbahasa Sasak dengan sempurna. Kalau diberi skor semacam TSFL (Test of Sasak as Foreign Language) mereka sudah mencapi 600 semua. Ada Banjar, Madura dan Jawa bahkan guru SMA ada yang dari Bengkulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi empat orang Minang ini mebawa wawasan baru bagi kami, mereka rajin mengaji dan bekerja keras menjual obat, pakaian dsb. Mereka pandai berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pengetahuan kesusastraan tinggi sehingga kalau bicara, pantun dan pepatah melayang disan sini. Mereka banyak membaca padahal pendidikan formal tak ada. Warga dasan tak ada yang baca Koran atau majalah. Satu satunya bacaan adalah Al Qur'an tapi aneh sekali tidak ada usaha dari ulama untuk membumikan Al Qur'an itu agar warga melaksanakan isinya dengan baik dan benar. Sepertinya para Ulama itu sangat menjaga dan memelihara kebodohan warga agar jangan sampai hilang taatnya kepada sang ulama. Aneh dan jahat sekali karena ketaatan sesungguhnya ditujukan hanya kepada Allah bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu dari orang Minang itu, mengisahkan hidupnya sampai saya berlinang airmata hingga detik ini. Ia seorang laki laki yang di negerinya tidak punya hak waris karena Inaxnyalah yang berkuasa. Warisan diturunkan kepada perempuannya. Saat kelas 3 SD dia diusir ibunya dengan diberi sebutir telur ayam. Dia pergi ke langgar dan masjid masjid berkelana. Berbekal mengaji di langgar itulah dia hidup dari satu pulau ke pulau lain.Saya merasa orang ini hebat sekali sementara anak dasan malas belajar. Bagimana tidak hebat saya anak kecil dilayani juga, coba kalau ada bebajang ngotok di bough dan saya mendekat mereka serta merta bilang; pergi …anak kecil mau ikut ngotok! Satu satunya kesempatan saya main dengan anak yang lebih besar adalah kalau saya disuruh mengangkat layangannya saat ditarik terbang. Mendingan saya mengejar belalang dengan sapu lidi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Minang itu kemana saja bersama, bulan ini ke Timor, Bulan depan ke Bima atau ke Sumba terus saja bersama dan saling urus keperluan masing masing. Tapi aneh setelah sekian lama saya sering bertemu dengan mereka di Pancor atau di Selong lagi. Mereka rupanya cocok sekali dengan sifat religius warga dasan ini. Warung Padang belum ada saat itu. Orang dasam memasak makanan sangat lezat di rumah masing masing karena bumbunya sampai berpuluh macam dalam satu hidangan. Masakan Padang jauh dibelakang. Ada satu hal yang kucatat dengan baik dipangkal otakku yang paling tersembunyi agar tidak mudah hilang. Orang orang itu selalu saling menjaga karena merasa senasib dan sepenanggungan. Mereka adalah orang orang yang kita sebut Tilar Negara. Pegangan mereka sangat jelas. Adat bersendi Syara' Syara' bersendi Kitabullah. Adat itu bersendikan Syari'at dan Sayariat itu berinti Al Qur'an. Pendeknya mereka berbuat apapun berpedoman pada Syari'at dari Al Qur'an itu. Saya lihat mereka bertemu dan berpisah sama eloknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga dasan tiba tiba kehilangan seorang pepadu entah kemana rimbanya, dia itu selalu jadi problem, suka nyolong kecil kecilan karena kekurangan dan broken home. Meskipun sudah broken home dan orangtuanya bercerai tapi mereka rukun hidup bersama amaxnya yang kawin lagi dan tinggal besebelahan. Hebat sekali warga dasan satu itu. Setelah berpuluh tahun pemuda hilang itu pulang dan bingung menanyakan rumahnya dimana. Pohon nangka yang besar di depan rumah HM Amin Shaleh itu lenyap, selokan kering, pemuda seumuran sudah jadi amax amax dan inax inax. Akhirnya ketemu juga rumahnya yang telah menjadi gubuk karena semakin menyempit dibagi bagi. Dia sendiri sudah lama hilang dari ingtan orang kecuali ianaxnya yang selalu mengaharap. Pemuda itu merantau ke Sulawesi lalu ke Sumatra. Apa yang dibawa pulang?. Hanya cerita kosong melompong. Dia jadi buruh membantu di kapal nelayan Bugis dan menjadi petani membantu mertuanya membakar ladang, titik! Setelah pulang dia tak lagi balik kepada istri dan keluarganya di Sumatra sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya bertualang sampai Bali, tak ada tenmpat tujuan tak ada keluarga, tapi saya seorang pemuda tanggung 17 tahun kurang, sudah digembleng dan dibok bok amax dengan penyerahan diri kepada Allah. Dalam keadaan lemas dan kesulitan seorang muallaf menampung saya. Ia adalah istri merebot M.Ali seorang nelayan tua Bugis yang taat dan sederhana. Sudah miskin dan susah masih mau menampung saya dirumahnya. Sedangkan disebelahnya tinggal orang dasan berpangkat dan kaya, menolak sekedar untuk menolong memberi informasi bahkan saya diusir dari masjid!. Waktu di Dasan saya sering main ke pantai ke pantai sampai di Tanjung Ringgit dan bergaul dengan nelayan yang banyak Bugisnya itu. Kini ayah angkat saya adalah orang Bugis. Bangsa ini sungguh luar biasa, mereka sangat kuat berpegang pada akidahnya sehingga timbul keberanian yang luar biasa. Mereka adalah manusia paling berani mengarungi samudra luas. Mereka adalah pengunjung setia Australia sebelum disentuh para penjahat Eropah. Orang Bugis berlayar sampai ke Madagaskar. Semua pulau di Pasifik bahkan pulau Paskah di dekat wilayah Chili. Di Candi Borobudur ada gambar perahu besar di sisi barat dan utara, perahu itu sangat indah. Menurut catatan dari China jalur pasifik sudah dilalui pelayaran Asia ke Amerika. Sekali lagi sebelum pejahat Eropah yang datang 750 tahun kemudian menghancurkan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari di bulan agustis 2008 saya berkunjung ke sebuah desa kecil di Belgia Selatan kira kira satu jam dari perbatasan Prancis di sekitar Musium Napoleon Bonaparte dan patung Le Petit Corporal. Saya turun dari kereta api yang bersih sekali dan masuk trowongan menuju stasiun kecil untuk mencari taksi. Teman saya mencari transport, menelpon taksi tapi tak ada, bahkan bis juga tidak ada. Semua orang menggunakan mobil sendiri atau jalan kaki kalau yang dekat, satu dua kilometer itu tergolong dekat untuk desa ini. Karena tak berhasil dapat taksi sayapun keluar dati gedung kecil itu. Di depan saya ada seorang wanita yang menatap saya dalam dalam, saya berdebar, dia berpenampilan dan berwajah seperti orang Timor. Dia teriak dengan suara tersedu: "Indonesia?". Dia menghampiri dengan cepat sebelum saya selesai bilang "Ya" dan saya balik bertanya Ibu? Saya mengira dia orang dasan dan saya masih berbahasa Indonesia. Dia ternyata berbahasa Prancis. Kami sama sama terharu karean dua anak dasan yang terpisah ribuan tahun bertemu di negeri yang jauh sekali. Dengan bahasa Prancis kami berbincang, dia berdoa terus untuk saya dengan berlinang air mata. Saya akhirnya tahu dia dari Madagaskar dan mengaku sebagai anak Nusantara, siapa lagi kalau bukan Bugis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengambil fotonya, sesungguhnya dia adalah orang Madagaskar kedua yang saya kenal. Sebelumnya ada seorang dokter yang rindu negeri moyangnya datang dari Paris dan hanya sehari kami bersama tapi dia meperlakukan saya sebagai saudaranya sampai saat ini. Saya belajar dari bapak saya M.Ali, Orang Madagaskar dan teman saya seasrama dahulu, bahwa orang Bugis adalah orang yang berpegang pada tali Allah sehingga mereka dengan berani dan bangga jadi manusia Mredeka!. Ya, kemerdekaan hati dan fikiran membuat mereka kuat dimanapun dan kapanpun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan saya yang lain adalah, ketika sampai di Jakarta saya adalah participant Canada World Youth terakhir yang mendapat orang tua asuh karena masing masing berebutan mendahului. Saya paling beruntung seperti selalu saja saya alami. Saya mendapat orang tua asuh Batak dengan istri cantik jelita dari Jogjakarta. Saya mendapat keluarga dengan kultur berwarna warni. Saya belajar dari keluarga saya yang Batak ini, apa itu Ala Kita. Bagaimana mereka saling panggil Itok dan Lae. Dan banyak lagi tentang Batak Tembak labgsung. Mereka bicara apa adanya, meskipun kadang bikin panas telinga orang dari kebangsaan lain. Setelah sampai di Sumatera sayapun mendapat ibu asuh batak pula dan ayah saya seorang melayu intelektual yang selalu jadi khatib dan imam di masjid. Sayapun punya saudara angkat dari Aceh, Timor, Papua, Borneo dan Sulawesi, kalau Maluku banyak sekali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu di Bali, saya tersesat di Kuta dan ditolong seorang ibu pedagang asongan. Saya diantar ke rumah seorang semeton dari Cakranegara, dia seorang Hindu Bali tapi dengan segala kemampuan menolong saya. Dia akan pindah tugas ke kabupaten lain dalam beberapa hari. Maka saya diurus dan diberi surat pengantar kepada orang dasan kaya dan berpangkat yang saya sebut diatas. Saya belajar banyak dari semeton semeton kita yang kita sebut Dengan Bali ini, baik di Bali maupun di Lombok. Mereka bilang: "Engakau adalah aku, aku adalah engkau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya pulang ke Lombok sayapun dibuang oleh bangsa sendiri dan saya mendapat nikmat tingal di sebuah dasan terpencil di Sila Bima. Sayapun mendapat orang orang yang cinta kepada saya dan belajar kepada mereka sastra dan budaya Bima dalam waktu singkat. Mereka punya prinsip "duduk dulu baru belajar" artinya terima dahulu tanggung jawab baru dipeklajari. Dan merekaun saling tolong dalam kesulitan. Sepanjang hari dasan terpencil itu dihiasi oleh alunan orang mengaji dirumah rumah panggung reot dan bolong. Wajah mereka bercahaya dan bicaranya leas. Ntah mengapa dimanapun saya berada saya mendapat orang tua asuh atau saudara angkat yang menolong saya setiap saat. Di Sila inilah saya mulai membangun karakter kesasakan diantara perantau dasan dan sampai kini kami masih erat berhubungan meskipun sudah berpuluh tahun terpisah jarak dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan kecil kecilan saya di berbagai belahan nusantara dan dunia ini, mengajarkan banyak hal tapi ada yang penting yang membuka mata dan hati saya sehingga saya bertekad membebaskan anak bangsa Sasak dari ketertinggalannya yang makin mundur saja. Mengapa akhlak dan mentalitas generasi sekarang tergerus dan masyarakatnya terpecah belah?. Belajar dari para orangtua angkat saya dan saudara angkat saya dari Nusantara maupun manca Negara, saya melihat bahwa anak Bangsa Sasak telah menukar identitas dan ajimatnya dengan masalah duniawi berupa kepentingan sesaat. Mereka makin miskin tapi buka kemiskinan yang dilawan. Mereka makin bodoh tapi bukan kebodohan yang dilawan. Lihatlah berapa banyak yang terus memilahara kemiskinan dan kebodohan. Lombok Selatan dan Utara kesulitan air dari tahun ke tahun tapi bukan kesulitan iar yang diurus tapi proyek bantuan asing yang diperebutkan. Mengapa tidak mulai dengan membangun pipa pipa air atau menampung air hujan disetiap rumah. Hujan 3 bulan cukup banyak untuk kebutuhan sepanjang tahun. Air hujan melimpah dibiarkan mengalir ke laut begitu saja. Saya pernah bertualang di Gawah Sekaroh sampai Ekas dan bukit yang sekarang ada hotel paradisenya itu. Air tidak kurang tapi akal tidak jalan dan niatpun tidak ada. Sekolah mahal terus jadi alasan tetapi mengapa tidak dibuat sekolah ala dasan yag asli 100% murah dan bermutu yaitu datang ke berugax?. Jangan kita menyesatkan anak bangsa hanya dengan mengerahkan mereka ke sekolah untuk mengejar nilai UN yang akhirnya banyakan tidak lulus. Dan akhirnya bagai kutukan tak terampuni mereka dicap sebagai anak gagal, padahal yang diukur adalah ketangkasan ikut permainan proyek orang diknas!. Tapi mari kita ajar mereka untuk bercocok tanam dilahan yang ada. Biarpun kering harus kita usahakan dangan teknologi sederhana. Ada jenis pohon yang tahan kering diprioritaskan. Tampungan air hujan dan destilasi air laut sederhana dikembangkan. Lebih baik kita punya lahan kering daripada basah. Bukankah lebih gampang tanah kering daripada tanah becek?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasan yang maju pesat diberbagai tempat yang saya kunjungi mempunyai sejarah panjang banyaknya pepadu mereka yang merantau. Bangsa yang sering kita sebut lebih baik dari kita itu adalah bangsa perantau. Bandingkan dengan anak bangsa Sasak. Yang merantau sangat kecil. Yang terbesar berasal dari Lotim oleh karena itu Lotim jauh lebih berkembang dari kabupaten lain di Lombok ini. Di mulai dari ulama ulama dan kemudian pepadu pepadu sekarang sudah menerobos dunia. Kemudian Loteng lalu Lobar yang terakhir. Inilah saatnya kita perjuangkan sebanyak banyaknya generasi muda dikirim keluar untuk bekerja dan belajar. Kita harus tetap istikomah agar dapat mengejar ketertinggalan ini. Kalau kita kerja keras insayaallah dalam 5 tahun kita sudah melampaui zaman renaissance Bangsa Sasak. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan satu ikrar: Maju dan Jayalah Bangsa Sasak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lmjaelani: ... http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com&lt;br /&gt;Ayo merantau, kita kosongkan pulau lombok selama 10 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cari pengalaman dan pengetahuan hidup di rantau, jangan terpaku dan merasa cukup 1&lt;br /&gt;tinggal di tepurung kelapa.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 14, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimaz: ... &lt;br /&gt;Ha ha .... Miq Junep nulis panjang lebar. Cuma yang baca mungkin sangat terbatas. Kalau saja tulisan ini &lt;br /&gt;bisa dibaca oleh sebagian besar keluarga dan generasi muda sasak wah pasti akan berdampak positif terhadap kemajuan Bangsa Sasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, sasat ini tinggal di Kaltim sangat prihatin dengan penderitaan bangsaku Bangsa Sasak. Di saat orang lain kelebihan gizi, semeton jari di Lombok &lt;br /&gt;malah busung lapar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperbaiki kondisi perekonomian tidak diperlukan waktu terlalu lama bila masyarakat mau keluar meninggalkan pulau ini. Saya kenal beberapa &lt;br /&gt;orang Lotim yang di Kaltim. Ada yang dari Sakra jadi pengacara, ya tentu saja kaya raya untuk ukuran kita masyarakat sasak. Ada yang jadi pengusaha, dan banyak yang punya peternakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak ada pelajaran khusus untuk menjadi makmur. Buku tulisan Robert Kiyosaki mungkin bisa &lt;br /&gt;menjadi pedoman. Keluarga Sasak tradisional umumnya tidak mengajarkan pada anak-anak bagaimana &lt;br /&gt;agar kita hidup enak. Anak-anak disekolahkan, itu juga tidak begitu terurus. Makan seadanya. Para ibu biasanya hanya berlinang air mata bila memberi makan anak-anak mereka apa adanya. Jarang sekali yang memberi pelajaran gizi bagaimana agar &lt;br /&gt;anak-anak mereka sehat dan cerdas. Itu karena para ibu tersebut tidak punya pengetahuan tentang gizi. Juga karena tidak punya makannan yang baik &lt;br /&gt;untuk anak-anak mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kemajuan cara berpikir kita dan perbaikan finansial, maka tidak ada salahnya kita membaca &lt;br /&gt;buku semacam rich dad, poor dad, cash flow quadran. Buku-buku tersebut banyak sekali memberi &lt;br /&gt;saya inspirasi. Dan saya tercengang bagaimana bodohnya saya selama ini. Bahwa keluarga saya juga &lt;br /&gt;keluarga tradisional yang tidak tahu apa-apa tentang menndidik anak, menjadikan mereka cerdas &lt;br /&gt;dan melek finansial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Miq Junep. Dalam waktu 5 tahun kita dapat melampau renaisance bangsa sasak. Tapi bagaimana kita memulai renaisance ini. Biar semua &lt;br /&gt;masyarakat sasak tahu dan mau diajak melakukan perobahan ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam, &lt;br /&gt;Dimaz &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 16, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.MUSA SHOFIANDY: ... http://ramendsho.wordpress.com&lt;br /&gt;Tulisan sanak HRJ cukup membuat kita jd penasaran sambilan ngedumel base antah berantahnya. Penasaran dengan kepedulian org2 rantauan terhdp sesamanya apalagi sesama Bangse nya sendiri,dan tdk ketinggalan terhdp tanah kelahirannya, mereka saling bantu dan saling "angkat" tdk usah jauh2 cb lihat semeton2 kitan yg dari timur (Bima/Dompu) mereka saling bantu bagaikan sdr sekandung, baik dirantauan maupun di dasannya, mknya banyak semeton2 kita yg "jadi orang" Di Jkt yg tergolong Kota Besar dan Ibukota RI, kita tdk nyangka kalau tmn2 Bima banyak yang "jadi orang" Nah.. bagaimana dengan Bangsa kita Bangse Sasak? Kalau dirantau "mungkin ya" bisa saling bantu, saling "angkat:, tapi kalau di Gumi ne mesak, Tanak Sasak, bagaikan permainan "Jurakan" saling antuk (saling peterik) saling injak, saling tendang, saling ,menjerumuskan. Kalau ada yg kelihatan maju dan berkembang, berbagai upaya dilakukan utk menjatuhkan Bangsenya. Salah satu bukti terbaru adlh kasus pergantian 4 Direksi Bank NTB. bbrp waktu lalu. Ke empat2 nya diganti dg org luar (embeh jage). &lt;br /&gt;Beberapa hari setelah Rapat Pemegang Saham (Gubernur dan Bupati se NTB) dilakukan,pada hari Minggu tgl 7 Juli 2009 sy ketemu dg salah seorang Pimpinan Cabang Bank NTB. Saya tanya kenapa para Direksi yng org NTB. itu diganti semua? Apa mereka tdk mampu, pernah berbuat salah atau bgmn, tanya saya. Beliau jawab, bukan begitu dan permasalahan yg sebenarnya sampai ia diganti kita tdk tau persis, karena kalau kita lihat kemampuan dr k4 4 Direksi yg diganti itu, tdklah kalah dengan penggantinya yg semuanya org2 luar NTB. Tapi kenapa mereka yg Putra Daerah NTB itu diganti semua,dg org luar NTB. Kenyataan ini jg mendapat sorotan dan kritikan dr para wakil rakyat (anggota DPRD NTB) dan mempertanyakannya kepada para pemegang Saham, tapi namanya manusia yg sdh pinter semua, para pemegang saham membela diri,mrk merasa dr tdk salah menunjuk org luar, KECUALI, Walikota Mataram, Bp.HM.Ruslan,SH. yg ada kepeduliannya, yakni dengan mengusulkan agar dari 4 Direksi itu jangan diganti semua, tpi biarkan 2 org Putra NTB dan 2 orang dr luar, karena beliau juga yakin dan percaya bahwa Putra2 NTB yg ada di Bank NTB itu mampu untuk mengendalikan Bank NTB.Tapi rupanya usul itu tdk ditanggapi, dan beliau (HM.Ruslan,SH) keluar ruang rapat sebelum selesai. Kalau saja Bangse Sasak yg kebetulan saat ini lg berkuasa, tdk mau memperhatikan Bangse nya sendiri...Berembe.... meton...? Mknya bg semeton2 yg saat ini tinggal digumi kelahirannya dan mrk punya kepedulian terhdp Kemajuan Bangse Sasak yang kayaknya Sulit utk mewujudkan keinginannya Memajukan Bangse Sasak, banyak yg berfikir, Lebih Baik Hidup di rantauan dg tenang dp hidup di Gumi mesak, penuh kekesalan dg ulah polah mrk yg tdk peduli dg Bangsenya sendiri...Tetu ne meton LMJ..seperti yg diungkap di atas..... &lt;br /&gt;Tapi bg km sendiri, apapun yg terjadi, Usaha dan Upaya kita utk Membangun Bangse Sasak, tdk harus pudar, krn dunia... terus berputar... ada kalanya mendung, hujan, angin kencang dllnya, tapi suatu saat PASTI akan terjadi cuaca yang menyejukkan yg akan membawa kita untuk ingin Hidup Seribu Tahun Lagi......... Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1989893860727601109?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1989893860727601109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1989893860727601109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1989893860727601109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1989893860727601109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-lahir-kembali.html' title='Sasak Lahir Kembali'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8892554793388417033</id><published>2009-11-02T03:30:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:32:27.135-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Untung Rugi</title><content type='html'>"Orang yang hari ini lebih baik keadaannya daripada hari kemarin adalah Orang yang beruntung. Orang yang hari ini keadaannya sama saja dengan hari kemarin adalah Orang yang rugi. Dan Orang yang hari ini lebih buruk keadaannya dibandingkan dengan hari keamarin adalah Orang yang celaka". Al Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Sasak.Org] Merenungkan hadist diatas membuat saya jadi sedih sekali, karena sebagian terbesar anak dasan adalah orang yang momot meconya makin hari makin kronis. Artinya hari kini mereka terus menerus lebih buruk dari hari kemarin mereka. Membandingkan hari kemarin dan hari ini pada kehidupan ahli momot meco itu sperti melihat kebusukan yang terjadi pada penyakit kanker yang tak terobati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Pemililihan Presiden kemarin menunnjukkan bahwa yang ikut adalah orang berpendidikan SMP kebawah sebanyak 80%. Pantas saja mereka tak tahu menahu soal memilih pemimpin. Siapa yang dapat mengerti issue issue yang dikumandangkan oleh para kandidat selama ini. Apa itu neolib, pro rakyat, bekerja lebih cepat lebih baik, bahkan yang mau dilanjutkan yang mana dan apa saja juga tidak diketahui. Rakyat ini cukup melihat penampilan dan citra orang sudah berbondong memilih. Itu terjadi secara nasional sampai tingkat dasan. Banyak yang mengelabuhi rakyat dengan mengulang jargon bahwa rakyat sudah pinter, mereka tahu siapa yang harus dipilih. Rakyat sekarang sudah pinter semua. Rakyat hanya ingin tentram dalam bekerja. Berapa kali pemilu dan masih saja hasilnya membikin pilu. Sesudah kenduri besar itu kita selalu kembali berkutat dengan hutang, pengangguran dan masalah penyakit yang diimpor dari para penjajah modern. Flu burung dibuat agar kita lupa serbuan ke Irak. Flu babi dibuat agar kita lupa krisis moneter. Kita yang tak terkait dengan masalah orang asing itu kok ikut ikut menderita. Permainan para kapitalist ini makin membuat bodoh yang 80% dengan mengalihkan perhatian mereka pada satu hal. Gegap gempita kampanye, bagikan uang, bayarkan bonus. Kenikmatan itu membuat mereka menjadi hantu yang digiring ke dalam botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak bangsa Sasak yang terus celaka itu perlu disetir dengan kekuatan revolusi agar tidak jadi bahan mainan musiman. Pertama perhatian diprioritaskan pada masalah kesehatan. Orang sehat perlu makan cukup dan berimbang, orang yang mau makan harus bekerja keras dan baik. Kedua perbaiki pendidikan. Untuk dapat bekerja dengan baik dan lebih keras, orang harus diberi pendidikan dan pelatihan yang tepat. Ketiga ketahanan pangan. Orang yang ingin makmur, hidup sehat dan sejahtera harus menguasai iptek, bekerja keras dan displin tinggi. Disiplin tinggi hanya bisa dicapai oleh orang yang berbudi pekerti ( Budi artinya pengetahuan dan pkrti artinya kejujuran) alias berakhlak mulia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita buat hitungan kasar tentang isi dasan saat ini pasti kita ketir ketir untuk mulai usaha penyelamatan, apalagi mau buka usaha dagang atau industri. Dari Tiga juta penduduk sebanyak 2,4 juta berpendidikan SMP atau kurang. Kalau yang berpenghasilan Rp. 20 ribu perhari dianggap miskin maka silahkan hitung berapa banyak mereka dengan anak dan istri satu atau dua.Masih ada lagi yang bahkan tidak berpenghasilan karena bergantung pada alam sehingga mereka makan setiap jumat sekali!.Belum lagi yang tidak suka kerja atau kelompok momot meco. Kaum terpelajarnya 10% dan bertebaran di seluruh dunia. Kebanyakan pulang saat pensiun dan menunggu gorong batang baru, handmade asli produk dasan. Kondisi seperti ini menjadi lahan subur pertumbuhan maling, penipu, penjudi, tukang putar putar keling kota dan TKI bermasalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Selaparang ini adalah tanah yang penuh dengan ulama yang disebut TG. Dari sisi manapun TG ini selalu terlibat. Sebagai masyarakat yang cenderung menggantungkan diri pada segelintir orang yang dikultuskan, maka harapan anak dasan tidak bisa tidak , mereka bersandar pada para TG yang sama banyaknya dengan kelompok momot meco itu. Tiap dasan ada puluhan TG masakan mereka tak dapat memutar revolusi lebih cepat?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang untuk mengubah kehidupan sangat luas. Tanah subur yang terbengkalai dapat diusahakan menjadi lahan pertanian produk unggulan. Bukit bukit bisa disulap menjadi lahan subur dengan mengerahkan insinyur pertanian yang bergentayangan disetiap pengorong dasan. Bekerjasama dengan Insinyur peternakan yang masih menunggu nasib jadi PNS, bukankah lebih baik mulai menggarap apa yang ada didepan mata?. Masih banyak lagi para calon manajer abadi yang menyimpan rapi Ijazah SE dan calon abadi lawyer yang IP kumulatifnya tiga koma. Janganlah pendidikan sarjana membuat mereka jadi tidak mau memegang pacul dan sabit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekerja adalah bentuk ibadah, kekayaan yang utama adalah kekayaan hati. Kekayaan hati inilah yang akan menyelamatkan dasan dari celaka duabelas yang terus menerus menerpa selama 12 bulan pertahun dan entah sudah berapa putaran 12 berlalu.Anak dasan terjebak dalam pusaran yang membuatnya makin momot meco. Inilah saatnya kita hentikan lingkaran syaiton itu dan kita ganti dengan langkah tegap seorang yang bertawaf. Acungkan tanganmu dengan tawaduk(rendah hati dan taat) dan katakan, bahwa Allah menolong orang yang menolong dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walalohualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mansur: ... &lt;br /&gt;Untuk skala kecil, saja masih banyak orang-orang dasan yang cukup kaya untuk sekedar membuka lapangan usaha buat tetangganya tetapi enggan 1&lt;br /&gt;melakukannya. memang bukanlah suatu kewajiban tetapi sebuah keterpanggilan.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 13, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8892554793388417033?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8892554793388417033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8892554793388417033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8892554793388417033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8892554793388417033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-untung-rugi.html' title='Sasak Untung Rugi'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2967239411499409848</id><published>2009-11-02T03:29:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:30:46.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Yang melengket</title><content type='html'>[Sasak.Org] Sejarah Perang dingin sangat panjang menghiasi masa hidup beberapa generasi. Kalau kita baca atau lihat garis perjalanan manusia selama masa itu pasti tidak banyak yang mengetahui bagaimana orang hidup di belahan lain dunia ini. Warga Amerika yang menganggap Indonesia adalah suatu bagian dari Bali dan Orang Indonesia menganggap penduduk Uni Sovyet sebagai PKI semua adalah hal yang normal terjadi. Dimasa itu komunikasi terbatas dan semua orang lebih tertutup. Ketertutupan itu banyak disebabkan oleh situasi politik di bagian negara blok timur dan negera berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau di Amerika Serikat dan Eropah Barat keterbukaan disegala bidang mebawa perkembangan kemajuan disegala bidang dan kemunduran di bidang tertentu. Kualitas hidup yang makin tinggi tidak menghentikan penderitaan dan kemerosotan disebagian rakyatnya. Sampai saat ini banyak gelandangan dan buta huruf dan jangan lupa pemakai narkoba, angka aborsi serta perceraian lebih dari 50%. Adalah harga mahal dari kemajuan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uni Sovyet dan Negara Blok Timur, boleh saja tertutup dan kurang maju dibanding dengan Negara Barat itu. Nilai nilai yang berkembang mengarah pada pembangunan karakter kuat bangsa. Sekarang kita bisa melihat sisa sisa dokter, insinyur dan pakar berbagai bidang dengan tingkat professional paling TOP adalah hasil dari system tertutup Blok Timur. Olah ragawan terhebat muncul dari Blok Timur dan sekrang China yang masih menjalankan nilai yang sama. Satu satunya kekurangan adalah pertumbuhan industri modern sangat terbatas. Selama masa Uni Sovyet terjadi deficit. Ada uang tak ada barang. Orang sangat irit dan hati hati. Masyarakat tidak konsumtif dan pemboros. Tetangga saling kenal dan banyak berinteraksi. Kebudayaan berkembang dengan kemampuan berkelit dari tirai besi. Bermain dicelah celah tirai yang berbahaya membuat kecerdasan manusianya semakin tajam dan hasilnya sungguh brilliant. Teater besar bertumbuh dengan performance nilai seni tinggi. Film film yang dibuat selama 60 tahunan sampai saat ini tak ada yang menandingi mutu seni dan nilai nilai yang dikandungnya sangat manusiawi dan mendidik selian menghibur. Kini sudah berubah semua maka mulailah manusianya kena obesitas dan tumbuhlah gelandangan dan penyakit sosial lain dimana mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Gumi Sasak selama masa perang dingin?. Satu satunya yang dihafal anak anak dasan adalah musim kembang Bagik atau perekong tengkulak, saat musim kemarau dan suhu udara bisa sangat dingin dimalam hari maupun di siang hari. Kalau perang dingin tidak banyak dibincangkan di boug bough dasan. Sambil makan biji bagik yang menambah amunisi kentut yang dibincangkan adalah hal hal spele yang kurang membawa semangat kearah pembaharuan disegala bidang. Hiburannya bukan film bagus atau buku yang bersastra tinggi tapi sahut sahutan kentut akibat kembung biji bagik itu.&lt;br /&gt;Kalau ada pengajian bukan sibuk mencatat isi ceramah tapi sibuk menahan perut yang siap meletus. Itulah sebabnya banyak jamaah yang diam diam pulang duluan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu dan menunggu itulah satu satunya alasan anak dasan tetap hidup. "Lemax lamun wah menu atawa meni jax!". Kelak bila sudah begini atau begitulah!. Ketika tidak kunjung ada yang datang atau berubah mereka menghibur diri; lemax lamun wah muni guk! Itu sama dengan pepatah Rusia yang berkata : "Nanti kalau kepiting sudah bersiul di puncak gunung!". Diantara anak anak dasan itu sebenar banyak sekali yang pintar dan cerdas. Namun sayang mereka ini sering sekali digilas oleh oknum oknum tertentu sehingga sepintar dan secerdas apapun anak dasan, dia jadi takut bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada pepadu bicara kebenaran kemungkinan besar dia akan ditanya; "kamu ini siapa, siapa amaxmu?". "Baru merantau 2 hari berani bicara. Saya ini sudah 40 tahun merantau, kok kamu ajari!". Orang Sasak ini aneh, kalau tak boleh dibilang lucu, bila sedang bersemangat mereka bisa sesumbar bahwa mereka sanggup diinjaka injak demi menjunjung bangsa Sasak agar makin tinggi derajatnya, tapi tidak ada yang mau berjongkok dibawah. Bagaimana mau naik kalau tak ada yang menjunjung. Akibat dari kejadian demi kejadian yang membunuh kretifitas dan spirit generasi mudanya maka lambat laun tumbuhlah pemuda dengan mental mengkrut. Krut atu Krot adalah buah dari penindasan dan akar sebab musabab dari Perot (pérot). Kalau di Selong lebih jelek lagi namanya Pelot (pélot) artinya lengket, melekat, sperti tai ayam yang lengket. Melengket terus tidak berani lepas saking takutnya independent. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pelot atu perotnya itu, anak anak dasan tidak berani mengungkapkan kebenaran meskipun para TG mengajarkan dengan tegas dan jelas bahwa:" Kita harus mengatakan kebenaran itu meskipun pahit". Paling banter kalau sempat nyeletuk, mukanya merah dan sembunyi. Kasihan sekali mereka sampai menyebut nama saja takut sekali. Akibatnya surat kaleng merajalela. Padahal isi dan pesannya sungguh luar biasa, mengandung kebenaran dan keterdesakan untuk ditindaklanjuti. Sayang sekali karena yang menyampaikannya adalah orang yang tidak jelas maka issue yang diangkatpun hilang begitu saja. Pernah ada tetangga yang melempar rumah bosnya bermalam malam, tidak ada penyelesaian sampai keduanya capai. Sekarang ada masalah di dasan, ada busung, ada PSK, ada yang sakit keras, ada maling, ada koruptor semua didiamkan saja sampai bosan, sampai mati, sampai ada busung lagi, PSK lagi dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangya keterbukaan bangsa Sasak dalam menyelesaikan perkara ini bukan karena perang dingin tapi karena ditutupnya akses belajar IPTEK dan pengarahan pendidikan agama pada kebutuhan sesaat dan kekuasaan. Agama yang seharusnya menjadi sumber inspirasi menuju manusia Soleh dan beriptek jadi tidak berjalan karena terkooptasi oleh kepentingan tertentu. Dasan penuh dengan kiyai, guru, tukang, pedagang, polisi dan bahkan tentara, murid, nahasiswa dan mentri kleder. Ada satu kesamaan dari semua anak dasan itu, meskipun ada di kantor, di tempat ibadah, di kampus maupun di ladang. Mereka Perot alias Pelot! Mereka tak berdaya oleh UN, mereka tak berdaya oleh amplop, mereka tak berdaya melawan KKN mereka tak berdaya karena takut tidak kebagian jatah. Mereka mengeluhkan tetek bengek ritual yang tak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita mulai dari diri sendiri, satu butir pasir dan mari kita berjongkok agar anak anak dasan berani naik dipundak kita. Kita beri mereka kesempatan melihat jauh ke depan, mengibarkan bendera bangsanya, membuatnya bangga dan berani menyebut namanya dengan lantang dalam mengumandangkan kebenaran. Selamat Tinggal Perot! Berhentilah jadi pepadu melengket, Pelot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2967239411499409848?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2967239411499409848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2967239411499409848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2967239411499409848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2967239411499409848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-melengket.html' title='Sasak Yang melengket'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1836886491216937249</id><published>2009-11-02T03:26:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:29:47.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Yang Menggugat</title><content type='html'>[Sasak.Org] Kalau menyempatkan diri berbincang dengan para ahli momot meco di sepanjang bough dasan dan juga dengan penghuni lain yang bahkan lebih berpendidikan topik yang sering diangkat adalah tidak adanya kepeduliaan para datu kepada masyarakat dasannya. Bahkan gugatan itu sampai juga di sesangkok maya KS. Sangat aneh bahwa hal itu bisa terjadi di dasan yang sempit dengan kebiasaan berbincang sangat terbuka, tidak juga terjadi komunikasi yang baik antara datu yang dipilh sebagai penuntun dan masyarakat yang dituntun. Masyarakat dasan mengalami busung lapar, putus sekolah, pengangguran dan kriminalitas meningkat, tidak dibalas dengan kebijakan, keputusan datu untuk mengatasi semua problem yang berdatangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa setiap orang merasa putus asa begitu mudah dalam menyelesaikan persoalan dasan kita?. Datu merasa sedang berjuang meningkatkan kemakmuran sedang di fihak orang dasan merasa diabaikan, dibiarkan dan ditelantarkan. Para penguasa menjalankan kebijakan dengann bertindak tegas dan kalau perlu keras untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Lantas dimana kesalahannya kalau tujuan bertindaknya sangat bagus. Menertibkan, mengatur dan mempermudah adalah ancang ancang yang digariskan untuk ditindak lanjuti. Tiba tiba kita melihat balita mati mengerikan, PSK tenggelam di kali, anak jalanan lari dan datang lagi. Petani tembakau gantung diri karena terlibat lintah darat. Dan banyak sekali kejadian yang mencerminkan ketidak berdayaan para datu mengelola persoalan masyarakat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Dasan sekecil Selong tiba tiba dibuat municipal, para stakeholders mendasarkan pembentukannya hanya pada kepentingan tertentu sperti memperluas kesempatan berkarir segelintir orang. Membuka parlemen baru, membuka kantor baru dan merekrut pegawai baru. Akal akalan speperti ini adalah jalan pintas yang diusahakan untuk memberi lapangan kerja tanpa mengembangkan sumber daya alam dan SDM yang menyeluruh. Mengekpolitasi sumber keuangan yang terbatas akan membuat kreatifitas mentok dan akan berputar terus ditempat yang sama. Bagaimana mungkin SDM yang sama dapat menopang sendiri kehidupan kota (municipal) dengan administrasi baru tapi sumber keungan yang menyempit?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi saat ini berada pada level sekedar diperbincangkan semacam pelajaran teori mesin di zaman anak dasan belum pernah melihat mesin apapun. Demokrasi sebagai sebuah cara belum mampu dipraktikkan dengan sesungguhnya. Warga dasan masih miskin dan tidak faham disuruh memilih orang yang pandai menebar pesona, membangun citra lewat media segala macam. Setelah memilih lalu ramai ramai menggerutu karena pemimpinnya ternyata sama saja dengan orang dasan biasa yang tidak begitu faham posisi, kewenangan dan kepemimpinan. Lambat laun demokrasi hanya berjalan seperti bisnis MLM yaitu teknik memasarkan bertingkat dengan komisi sedikit sini, banyak untuk sana, sedikit buat kalian banyak buat saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu sebelum demokrasi diperbincangkan masyarakat dapat memilih datu dengan caranya dan kehidupan dasan lebih tentram dan gotong royong. Itu sudah dulu sekali, ketika anggota masyarakat memiliki tuntunan yang pasti yaitu ketaatan pada syariat. Mereka belum pernah memformalkan dengan bentuk perda atau UU tapi setiap orang menjalankan ibadah dengan tekun. Buah dari ketaatan itu menjadikan masyarakat yang tentram dan damai. Agama tidak diperbincangkan sebanyak para TG berceloteh dengan menakuti jamaah prihal neraka jahannam. Cukup orang dengan pengajian kecil di brugax sudah dapat menjadi energi positif yang diaktualisasikan dengan basa basi yang hangat. Ketika tetangga betegur sapa saling menawarkan makanan dan begawe bersama itu adalah bagian dari adat yang mengembangkan kebersamaan. Sekarang para TG berceloteh dengan lancar soal demokrasi dan issue isme isme lain yang sama menakutkannnya dengan Neraka. Kalau neraka tempatnya jauh maka sebaliknya ancaman isme lain menggerogoti mental spiritual anak dasan. Karena terus didera ceramah membingungkan maka anak dasan menjadi apatis kemudian mencari cara sendiri yang lebih menyenangkan hidupnya. Bukan hanya lupa dengan neraka bahkan surga juga sudah tak berarti apa apa. Anak muda dasan sudah ogah belajar, orang tua mereka memberi uang berkecukupan atau berlebihan sehingga disalah gunakan untuk narkoba dan kesenangan kecil lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pengajian berubah jadi sekedar ritual, sebetulnya ritual dalam islam sangat terbatas dan sifatnya langsung kepada Allah. Jamaah sangat penting untuk mengembangkan sistim sosial sebagai wujud dari hablum minan nas. Mengapa ritual dibesarkan dan akhirnya menjadi ajang berniaga juga semacam MLM itu. Kiyai kecil menyetor ke kyai besar dengan mengerahkan jamaah berbondong untuk mempebesar pengaruh orang perorang. Orang yang telah mencapai kekuasaan besar baik lewat ritus ataupun politik akan meningkatlah posisi daya tawarnya. Mereka dapat sangat berkuasa sehingga banyak orang disekelilingnya memanfaatkan dengan cerdik. Setelah itu tak akan ada anggota masyarakat di luar kelompoknyua yang dapat bertemu untuk menyampaikan inspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita ingin berubah kearah kemajuan yang berkemakmuran, maka kita harus mulai dengan diri sendiri. Kalau di dasan yang berkuasa adalah para dukun kuat maka kita harus mulai belajar perdukunan dan membuat padepokan dengan anggota yang kita bentuk sendiri dan kita kuatkan. Hanya dengan kekuatan dukunlah kita dapat berunding dengan dukun lain di dasan kita. Bahkan dengan kepala dari kepalanya dukunpun kita dapat menembus dan menundukkannya setElah kita mengetahui rahasia dukuN itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang yang berkuasa adalah TG, periksa saja orang disekitarnya disitu pasti penuh dengan TG kecil kecil. Berfikirlah dengan cara TG kecil kecil itu. Pelajari adat istiadatnya. Pelajari kebutuhannya kalau perlu setor jamaah dan bikin mereka menjulang tinggi tinggi kalau perlu tidak bisa turun lagi. Setelah itu tidak perlu berunding berunding apalagi mendatangi mereka bagai pengemis agar kita di dengar. Kalu kita telah beri dia singgasana setinggi tower Kuala Lumpur mana sempat dia mengurus yang dibawah. Buktinya TKW disiksa dan TKI diusir masih terus berlanjut karena suara kita sudah tidak terdengar. Kitalah yang membangunkannya singgasana. Kalau begitu kita juga sanggup membuat singgasana untuk diri sendiri dan singgasana untuk setiap individu anak dasan.&lt;br /&gt;Tidak ada kompromi antara orang lemah dengan orang kuat. Tidak ada bicara antara atasan dan bawahan. Tidak ada keputusan yang menunggu anak dasan selesai dulu dengan hajatnya. Oleh karean itu jangan pernah menganggap merekA sesungguhnya sedang bekerja untuk rakyat jelata. Mereka sedang bekerja untuk dirinya sendiri. Dan engkau, wahai anak bangsa Sasak, untuk siapa engkau bekerja?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bangun manuisa dan kemanuisaan, sebab bila kita mengira bahwa kita bekerja keras untuk membuat sesuatu maka sesuatu itu akan musnah. Bila kita mengira kita dapat membangun tangga ke langit maka ia akan runtuh. Tapi bulatkanlah tekad untuk berbuat hanya karna Allah. Karena apa yang kita buat karna Allah maka ia akan terus terjaga dari generasi ke generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1836886491216937249?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1836886491216937249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1836886491216937249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1836886491216937249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1836886491216937249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-menggugat.html' title='Sasak Yang Menggugat'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2361423857434110860</id><published>2009-11-02T03:18:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:26:16.989-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Yang Pagah</title><content type='html'>[Sasak.Org] Bajang Sulye Jati dan semua anggota KS yang ku cintai, Seandainya kita duduk di brugax dan bicara seperti ini alangkah dahsyatnya atmosfer kesasakan yang melingkupi perasaan kita. Lewat sesangkok maya ini saja saya merasa begitu menyatu denganmu dan semua semeton KS ini.&lt;br /&gt;Bajang jangan lupa, kita memang selalu welcome dengan semua orang Sesama Bangsa Indonesia. Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang sesungguhnya tidak punya budaya melainkan terdiri dari budaya berbagai bangsa seperti halnya budaya bangsa Sasak, bangsa Jawa, bangsa Bali dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu periode selama 32 tahun kekuasaan ada pada satu orang yang kuat. Saya tetap setuju dengan Pak Harto dengan caranya mengendalikan negara dengan sedikitnya 750 bahasa ini. Bahwa kita punya pemimpin import di Lombok, itu karena ada yang memaksakan. Bajang Sulye tentu tidak mengalami saat generasi saya dan sebelum saya, protes dan ditangkap. Setelah itu semua lebih terkendali mungkin sejak Dewan Mahasiswa dihapus. Kita selalu menginginkan pemimpin dari kalangan Sendiri bukan karena rasis tapi seharusnya memang demikian. Kalau ada pemimpin yang hebat dari orang luar kita dapat menerima asal sesuai dengan aspirasi kita semua. Zaman Orba tidak ada aspirasi aspirasian toh?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas Sasak adalah memiliki kebudayaan yang berkepribadian yang dipengaruhi budaya Melayu (Islam), Jawa dan Bali dan sedikit Bugis dan Banjar. Kita Punya Gamelan, Wayang dan Sastera lisan yang berciri kearifan lokal (genius lokal). Ciri utamanya adalah berwarna keislaman. Budipekerti yang kita terima turun temurun adalah dari tiga budaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degradasi nilai budaya Sasak itu mulai merosot ketika ada oknum yang bertopeng budayawan membenturkan satu nilai dengan nilai lain yang sebenarnya sudah jadi dan mengkristal di gumi paer. Misalnya segala hiburan adalah bagian dari budaya umum. Budaya terdiri dari dua suku kata, budi – pengetahuan dan daya- upaya, usaha artinya Mengupayakan, menumbuhkembangkan, pengetahuan adalah alat untuk mentransfer nilai Budipekerti, Budi - pengetahuan dan pekerti - kejujuran. Pengetahuan dan kejujuran itu adalah alat pembentukan karakter utama menuju integritas seorang manusia. Manusia sejati mempunyai integritas kuat. Integritas kuat berisi ilmu pengetahuan dan kejujuran. Inti dari pada akhlak itu adalah pengetahuan dan kejujuran. Oleh karena itu orang berilmu dan jujur dapat melaksanakan agamanya dengan sangat baik. Manusia religius inilah ciri utama bangsa Sasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri khas kita yang paling menonjol yang masih bisa kompak kita sebut dan setujui adalah PAGAH. Pagah berasal dari bahasa Kawi PAGEH mengandung makna Keteguhan, Ketabahan, Kekokohan, Kesetiaan, Keseimbangan, Ketepatan, Kemantapan. Adakah kita sadar apa yang kita ucapkan? Ketika kita mengatakan Aku si Pagah atau Kamu si pagah, apakah yang dimaksudkan adalah bahwa kita mempunyai kualitas PAGEH itu?. Kalau kita memang tahu apa itu PAGAH maka kita sesungguhnya punya jati diri khas, yang Bajang inginkan. Manusia Pagah adalah manusia yang tahu siapa dirinya, apa yang diinginkannya dan  kemana tujuannya melangkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ciri khas kita menghilang, karena dunia materialisme memang memerlukan masyarakat yang tak kuat akar budayanya. Maka kitapun mengalami apa yang dialami oleh sebagian besar bangsa di dunia yang menukar identitas diri dengan materi. Budayawan bertopeng itu menjual barang murah seperti musik dan lagu yang menonjolkan seks, tarian erotis dan segala kegiatan yang bersifat hedonis semata yang membunuh kreatifitas dan nilai peradaban kita demi mengeruk keuntungan duniawi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bajang, panjang sekali bicara kita tapi mungkin ini sekedar menggugah hati dan fikiran kita untuk dapat mengembangkan pembicaraan kearah yang lebih dahsyat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Roil Bilad: ... &lt;br /&gt;Tulisan diatas merupakan jawaban HRJ atas pertanyaan dan diskusi di milis KS tentang makna sasak yang pagah. Rasanya diskusi ini juga baik diikuti oleh pembaca lainnya di luar milis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu saya berinisiatif mengupload. &lt;br /&gt;Artikel bisa diturunkan atas permintaan penulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Pemban KS juga mengundang segenap pembaca untuk turut meramaikan.1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 07, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Roil Bilad: ... &lt;br /&gt;Tiang orang praye--- gak tahu diri apakah pagah apa tidak. Tapi yang tiang rasakan, adalah pagah mempertahankan pemikiran yang dianggap benar. Dalam hal ini, tiang mengakui kalau tiang pagah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi konon papuk balok tiang juga bukan orang praye, mereka dari merang-lebak, persis ditengah-tengah bendungan batujai yang tergusur akibat dibangunnya bendungan batujai tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi siapa orang praye yang sebenarnya??? Mungkin LWR lebih tahu----- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;Salam,2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 07, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2361423857434110860?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2361423857434110860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2361423857434110860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2361423857434110860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2361423857434110860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-pagah.html' title='Sasak Yang Pagah'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-7545287703883915164</id><published>2009-11-02T03:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:18:51.476-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Mengadu Kenari Pecah</title><content type='html'>[Sasak.Org] Pulang ke kampung halaman adalah kalimat paling romantis yang ada di benak setiap anak dasan. Di Prancis orang menyebutnya Retour aux Champs, kalau orang kota mungkin tidak punya istilah seromantis yang kita punya. Yang jelas adalah bahwa ditiap dada anak dasan ada kemauan baik yang tak pernah padam untuk pulang dan berbagi. Dasan kami yang sunyi telah melahirkan begitu banyak orang penting yang mendiaspora di seluruh dunia. Ketika pulang mereka sudah hampir renta, pulang lihat lihat lalu hilang lagi. Paling banter sekedar meramaikan jamaah masjid sesudah itu mati. Di makamlah kita mengetahui sang tokoh adalah orang yang pernah mengukir prestasi, mencapai pangkat dan jabatan tinggi di negeri orang. Jadi dasan ini hanya melahirkan, mengasuh dan membesarkan lalu menerimanya kembali dalam keadaan tua, luka, luruh dan beku, sesudah pohon pohon yang ditanam papux balox tumbang semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pernah punya gubernur, bupati, mayor, kolonel, doktor dan professor yang asli anak dasan tapi bersama mereka kami hanya diajak Pelagax Lekong Belax, Mengadu Kenari Pecah!. Bagaimana jadinya kalau dua kenari yang sudah pecah dibentur benturkan, sudah tentu isinya yang gurih dan nikmat tak dapat disantap karena jadi remah bercampur pecahan cangkang dan tanah. Sesudah itu bubar dengan rasa aneh, senang dan jengkel. Senang bagi yang iri karena orang lain tak dapat menikmati. Jengkel karena mau menikmati tidak bisa. Aneh karena perbuatan ini dilakukan seolah ini adalah tradisi yang dibudi dayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para Sasak diaspora pulang kampung, umumnya pada saat hari raya, keadaan dasan tentu lebih meriah dan gembira. Ritual sekali setahun akan diupayakan sedapat mungkin lain dari yang lain, sebisanya yang tidak ada diadakan, yang biasa dibikin luar biasa bahkan yang tidak biasapun dijadikan biasa. Pada hari itu terjadi pemborosan, penghamburan dan ekstasi meliputi perasaan anak dan orang dewasa. Satu Minggu berbinar binarlah wajah dasan. Selanjutnya 11 bulan 3 minggu, cerita mengalir sedih, tragids dan kadang mencekam. Pelagak Lekong Belax, adalah aktifitas menunggu waktu, padahal waktu tak pernah datang. Waktu dianggap datang dan pergi padahal waktu jauh lebih dahulu hadir dari pada papuk balok toker goneng. Kitalah yang ditunggu oleh waktu namun karena bongoh bin belok ajum kita menganggap diri sebagai tokoh utama yang duduk disinggasana untuk dilayani oleh sang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelagak Lekong Belax adalah ungkapan yang disamapaikan oleh Sasak Lokax kita untuk menyindir orang orang yang banyak berbuat sia sia, menghabiskan waktu melonjak lonjak girang di tanah lapang. Papux Balox kita telah membuat Brugax sejak zaman dahulu kala. Tempat itu adalah padepokan khusus untuk berkumpul dalam rangka melengkapi dan mengisi diri dengan senjata ilmu dan agama. Para Sasak Lokax bergilir memberi kuliah dalam rangka membangun karakter pepadu dan dedare yang tangguh. Ilmu mereka adalah budi pekerti. BUDI artinya pengetahuan KRTI artinya kejujuran.Dari Brugax itulah muncul para Sasak Kelet yang kelak sebagian menjadi Sasak Lokax. Mereka inilah yang sanggup meneruskan nilai nilai kesasakan yang dapat membuat badan kita tegap dan wajah kita sumringah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saat runtuhnya tanah Selaparang, di ujung barat Jawa para penguasa mabuk oleh anggur Porto atau Malaga yang dibawa orang asing yang mengincar kekayaan negeri ini. Setelah mabuk para raja dan pangeran bertelanjang melepaskan tanah tanahnya yang luas untuk dikuasai orang asing. Dalam keadaan mabuk itu mereak kehilangan semuanya termasuk kemerdekaannya. Manusia dimanapun sama saja, kalau hitungannya sudah tepat mereka bisa naik, turun atau hancur. Semuanya adalah akibat tangan mereka sendiri. Ketika memasuki gumi Selaparang, pesawat berhenti tepat di depan banguna besar bebentuk Brugax. Inilah satu satunya warisan yang masih dibanggakan bangsa Sasak. Keluar dari bandara, semua gedung besar bentuknya adalah brugax. Di pintu masuk setiap rumah sepanjang jalan sampai ke Selong, di kiri kanan dihiasi brugax kecil seperti tempat menaruh sesajen. Mengapa brugax ikut ikutan seperti pelagax lekong belax?. Seperti rongsokan yang tidak dilirik orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Sasak Lokax dan Sasak Kelet enggan bersuara karena semakin banyaknya Sasak Lebung yang tidak mau menghiraukan nasihat. Taka ada gunanya memberi wejangan karena tidak ada apresiasi lagi, masing masing orang bahkan tidak mendengarkan diri. Mereka tetap menenggak arak meskipun nuraninya berbisik HARAM. Mereka tetap mencuri meskipun hati kecilnya meronta. Lambat laun tak ada lagi bedanya antara yang satu dengan yanag lain, saking banyaknya maling dan pemabuk, khatibpun takut menyebutkan ayat ayat yang melarang tindakan mabuk dan maling, sebab jamaah bisa tersinggung dan mesjid yang 1000 itu bisa sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kritis itu dimulai dari Brugax juga, disiplin yang ikut rapuh ditelan materialisme, mengubah peri laku para sesepuh kita. Mereka ingin ikut menikmati kesenangan sesaat. Mereka suka pakaian dan makanan mewah. Ketika perut semakin membuncit otak makin bebal dan hati jadi tumpul. Apakah yang tersisa yang dapat dipersembahkan kepada generasi baru bangsa Sasak?. Brugax disepanjang jalan antara Ampenan sampai Labuhan Lombok paling bagus berfungsi sebagai tempat ronda sesaat. Lebih banyak digunakan untuk main kartu, mabuk dan bejorax. Memang kegiatan melengkapi diri atau mempersenjatai diri pernah dan sempat dilakukuan di masjid masjid. Tapi Sejak ustad jadi PNS dan kiyai jadi deputat, tinggal anak anak tanggung yang membimbing adik kecilnya membaca Alif Ba Ta, sudah itu mari kita begawe untuk khataman Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumi Sasak penuh oleh orang berperut buncit, berhati tumpul dan otaknya bebal, darimanakah kita mulai?. Dari diri sendiri, Bagi yang muda dan bersemangat hentakkan kaki tiga kali sembari mengulang syahadat dan takbir 3 kali, lalu singsingkan lengan baju beriuk mengajak bicara semua anak bangsa bahwa kita harus kembali ke Brugax karena jika tidak segera kembali bangsa ini akan menjadi pakar ilmu pelagax lekong belax!. Kepada yang punya anak, mulailah membuat anak jadi militant, dengan membangun akidah yang kuat dan tradisi mencintai ilmu. Kehancuran anak dimulai saat orangtua sangat cinta dan takut kehilangan anak, sehingga rusaklah anaknya itu tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Sasak diaspora, mari kita berbuat sesuatu tanpa menuggu; nanti kalau sudah kaya, nanti kalau sudah cukup, nanti dulu karena sekarang saya sedang ambil doktor, nanti dulu kalau sudah pensiun. Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi! Waktu tidak memerlukan kita, dia lebih tua dari kita, maka berhentilah mengadu adu kenari yang sudah pecah itu. Aku tak akan lupa Tanah Selaparang yang melahirkanku, menimangku, membesarkanku dan aku tak mau sekedar lewat diangkut orang dengan gorong batang dengan upacara membesar besarkan apa yang kulakukan hanya di negeri orang. Setidaknya aku ingin berkata kepadamu wahai anak bangsa Sasak, "Bacalah dengan nama Tuhanmu ….".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanga ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar: ... &lt;br /&gt;Satu lagi karya miq junep yang menghantam ulu hati.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiang tetap optimis bangsa sasak akan menemukan kembali jati dirinya, menjadi sasak kelet yang mampu berbuat untuk bangsa sendiri dengan tetap berpegang teguh akidah.. &lt;br /&gt;Mudah2an kami sasak odak ini bisa berbuat lebih banyak sehingga tidak seperti yang dikatakan miq junep.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasan kami yang sunyi telah melahirkan begitu banyak orang penting yang mendiaspora di seluruh dunia. Ketika pulang mereka sudah hampir renta, pulang lihat lihat lalu hilang lagi. Paling banter sekedar meramaikan jamaah masjid sesudah itu mati."&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 06, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-7545287703883915164?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/7545287703883915164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=7545287703883915164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7545287703883915164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7545287703883915164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-mengadu-kenari-pecah.html' title='Sasak Mengadu Kenari Pecah'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2381563639772514500</id><published>2009-11-02T02:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T03:16:35.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Yang Busuk Itu</title><content type='html'>[Sasak.Org] Dini hari yang dingin dan sunyi di bulan april bertahun tahun yang lalu, angin menghembus daun bambu sampai batangnya bergesekan dan mengalunkan musik seperti cello yang teratur mengiringi nyanyian malam. Inax membangunkan amax karena ada suatu yang mendesak. Sebelum amax sadar dari tidurnya yang masih terbawa saat berjalan, inax sudah terduduk dilantai. Tangannya sempat menggelar tikar pandan didepannya. Dalam kepanikan itu, amax membuka pintu untuk mencari bantuan. Tetangga sebelah yang terusik bangun dan mempelajari apa yang terjadi. Setelah amax berbasa basi, tetangga segera memberi pertolongan, semuanya serba cepat. Seorang papux tua yang menjadi tamu di tetangga itu, datang menolong persis ketika jabang bayi itu keluar dan berteriak keras: " Aku datang wahai dunia!". Berulang teriakan itu menghentak pagi yang sunyi membuat ensambel musik pohon bambu, angin dan nyanyian si bayi. Diantara konser itu orang orang bicara keras dan pelan seperti penyanyi rap dari Amrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papux itu, seorang belian dari dusun Jantuk, kelak oleh karena itu aku dipanggil "Jantuk" untuk merendahkanku. Papux itu mengangkat kedua kakiku tinggi tingi, kepalaku menggantung bingung, dia bilang kepada inax: " dengar semeton, anakmu ini akan pergi sangat jauh, jauh sekali". Inax menjawab dengan sangat lembut: "amin, mudahan dia dapat menjadi pembebas bagi anak bangsanya dimanapun dia berada". Amax yang berada disekitar dua wanita hebat itu berseru: "Amin ya Rabbal Alamin". Sesudah itu, amax mengazankan dan ikomah sekaligus lalu menyambar kitab yang selalu dia baca. Kelak waktu SD aku membaca judul kitab itu: "Kerukunan" berisi tuntunan ibadah, doa dan ayat aya pendek Al Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia lahir sebagai anak zamannya, angin politik selalu jahat menerbangkan impian orang kecil untuk hidup tentram dan damai, kalau sejahtera itu adalah buah dari tentram dan damai. Tentram dan damai adalah buah dari orang berserah diri. Aku menikmati hidup kanak kanakku dalam tembang kedamaian orang dasan yang berpeluh dalam perjuangan menjaga hati dan fikiran. Tidak lama aku tidur bagai biji bambu yang bertapa selama 7 tahun didalam tanah sebelum ia tumbuh dengan kecepatan 11 cm per malam!. Aku mengalami mimpi buruk yang dahsyat saat tidur 7 tahunku itu. Selax ngeres, bebai, maling, ancul ancul ditambah lagi peristiwa yang mengukir sejarah bangsaku. Pemberontakan panjang dan melelahkan, pembunuhan atas anak bangsa satu oleh anak bangsa yang lain. Tembang indah anak dasan sempat menghilang karena, musik malam diganti deru mesin truk dan bunyi roda menggilas batu jalanan. Berhari hari dalam beberapa bulan anak dasan tidak cukup tidur karena tiap malam ada keributan dan orang tua berbisik dalam bicara, ada yang akan dibunuh!. Meskipun berbisik tapi kami anak kecil mendengar juga dan gigi gigi kami bergetar seperti per berspiral yang di pantul pantulkan. Hati kami kecut dan ludah rasa asam. Kata orang truk truk itu mengangkut PKI ke Kembang Kuning atau Lepak untuk dibantai. Lain waktu Kelompok etnis China yang jadi sasaran. Dasan kecil kami yang tentram menjadi ajang mengerikan sebab disisi selatan melintas jalan lingkar luar menuju timur yang membelok ke jalan raya satu satunya. Berselang seling, tiap malam ada teriakan dari tetangga. Setelah maling menggerayangi , Tau Selax ngeres menghembus jampinya lalu truk truk tancap gas melintas, alangkah panjangnya rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun pertamaku sejak aku berteriak: "Aku datang wahai dunia!". Aku sama sekali tidak diterima oleh gumi ini, dasan ini, angin ini, matahari ini, bulan ini dan entahlah bintang bintangpun enggan menyapaku. Bagaimana tidak, sekujur tubuhku melepuh dan membusuk. Aku dapat menguraikan keadaan tubuhku tiap incinya karena aku disiksa lagi saat aku SD, penyakit yang mirip aku sandang lagi beberapa kali di tahun tahun sekolah dasarku. Saat UNICEF turun tangan membagikan alat cangkul dan sabun mandi atau susu, saat itulah keadaan negeri sangat menyedihkan, namun lagu "Ku Lihat Ibu Pertiwi" tidak dilantunkan, karena kami tak sempat nembang, tiap tiap mata kanak kanak yang ku tatap ada tersirat rasa khawatir dan was was. Semua orang tampak seperti dalam bayangan bagai difilm film yang diberi nuansa warna dalam mimpi. Orang di dasan yang jauh menderita kelaparan, ada yang mati karena tak punya makanan setelah tanaman rusak dan tak bisa dirawat. Penyebabnya selain faktor alam juga karena tak berhenti rusuh. Disebelah rumahku ada gubuk kecil dan ada papux Anci yang menderita penyakit gawat, tapi hebatnya tak dikucilkan, dia dirawat oleh semua orang. Aku suka masuk ke gubuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan membusuk selama dua tahun, inax merawatku dengan linangan airmata tumpah. Yang luar biasa lagi semua saudara inax berbondong bondong menolongku. Mereka datang menembus pekatnya malam menelusuri jalan berduri dan berbatu. Kalau sekarang kita jalan kaki Selong - Korleko tentu sangat cepat sampai tapi dahulu jalan tikuslah satu satunya jalur dan turun naik sungai berpasir pula. Berangkat sore bisa tiba jam 4 pagi. Demikian mereka berbondong menawarkan apa saja agar berhentilah airmata inax menetes. Bukan aku hebat atau obat obatan mereka yang dahsyat, penyakit itulah yang telah bosan menggerogotiku, aku tak mati mati, malah mataku melotot terus. Mungkin aku berkata : " teruslah kau makan tubuhku sampai puas!". Umur tiga tahun aku memakai celana monyet kuning emas yang sudah suram karena celana itu warisan kakakku yang enam tahun lebih tua. Kami bermain ke jalan raya di depan Penjara. Diseberang jalan ada kebun raya kecil yang bagi kami anak kecil besar sekali. Pohon pohon kenari besar sekali, kami menganggapnya sebesar rumah!. "Marax belex bale", kata kami kalau bercerita. Itulah pertama kali aku dapat mengucapkan satu kata: " Ibu Pati". Kakak dan amaxku tertawa dan semua juga ikut tertawa. " Bupati" kata kakakku. Aku Diam karena malu. Kata pertama itu masih melekat diingtanku bersama burjo, cao dan gule gaet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pergi mendaftar ke SD, sendiri, rupanya amax sangat percaya kepadaku sejak kecil, bukankah akau sudah seharusnya mati membusuk, tapi tetap survive?. Aku datang Ke SD I di dekat kuburan umum Selong dan aku dapat berbahasa Indonesia dengan lancar. Waktu itu SMA Selong baru beberapa tahun dibuka, SD kami dipakai pagi hari dan siang hari giliran kami. Aku pergi ke sekolah jam 12.00 atau sebelumnya sedangkan SMA selesai jam 13.00 atau lebih SD mulai jam 13.00 sampai jam 17.00 kelak waktu di SMA Selong aku masih bertemu guru yang suka aku lihat mengajar ilmu ilmu yang aku tidak ketahui saat itu. Merekalah guru terakhir di gumi Sasak ini. Setelah mereka SDM yang menjadi pengajar berubah warna dan rupa, sikap dan perilaku sangat jauh seperti " jaox lalang gunung!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kerusuhan bertubi bosan menghantui dasan kami, berangsur keadaan tenang tapi hidup masih susah sekali. Di musim kering pengemis berbaris di jalan jalan dan kami suka memesan ubi dari Paox Motong, makanan kami bermacam macam. Pernah kami makan ketan selama berbulan bulan karena kami sekeluarga sangat suka ketan, amaxpun menanam ketan, bukan padi seperti petani lainnya. Lain waktu kami makan padi padian sperti gandum biji, bulgur dan sorgum kalau umbi umbian lengkap kami santap sperti uwi, gembili, sudax, gadung, talas, ganyol dsb.. Kami punya kambing, ayam, bebek dan sapi. Aneh sekali susu kambing kami tidak ada yang memerahnya. Pengetahuan ternyata sangat berpengaruh pada pola makan. Sekarang susu kambing sangat dicari, sebab orang tahu manfaatnya. Celakanya wabah koreng melanda dasan dan semua orang kena, ada yang sangat parah sampai bopeng, aku juga tak luput, sekujur tubuhku bercak bercak dan ada yang bernanah, rasanya perih dan teriris. Lama sekali rasanya penderitaan itu, jalanku pincang dan aku harus disuntik penesilin beberpa kali. Aku berpikir bahwa dendam penyakitku yang membuatku busuk dua tahun rupanya bangkit dari tidur, dia tidak hilang, dia bercokol ditubuhku dan suatu saat yang ditentukan akan muncul lagi. Yah, aku tawakkal kepada Allah yang memberiku penyakit dan rezeki. Aku hanya bersandar kepadaNYA. Inax menyerahkanku kepadaNYA dan aku juga menyerahkan diriku kepadaNYA. Kalau bukan DIA aku pasti tidak hidup, tidak sakit dan tidak mati meskipun busuk, bahkan bususkkpun dari DIA juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah Dasar aku lalui dengan tanda Tanya besar, aku pernah bertanya tentang Tuhan, inax amax selalu dapat menerangkan dengan caranya dan aku puas tapi aku bertanya untuk apakah orang bersekolah?. Inak amaxku tak pernah memeberiku jawaban pasti, kalau untuk belajar tentu dirumah atau dimana saja bisa. Bukankah kakek moyang kami yang bernama Papux Guru tidak pernah makan genteng sekolahan tapi dia menjadi guru bangsanya. Aku kehilangan minat bersekolah setelah masuk SMP dulu hanya satu SMP di Selong. Aku kena malaria dan berbagai penyakit bahaya lain yang merontokkan rambutku, sampai obat keras ku telan semua tapi malaria sungguh dahsyat. Hingga sekarang masih ada aku dengar orang terkena malaria. Semua badan menggigil. Aku terkena malaria saat SMP dan SMA mengerikan sekali. Bergiliran orang dasan menggigil panas tapi dingin, dingin tapi panas. Semua berputar dan perutpun bergejolak memuntahkan semua yang diminum atau dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu kelas tiga SD aku sakit entah apa tapi aku muntah dan panas demam, rambutku ada yang rontok, aku sering dijenguk inax kake yang bekas perawat, dia banyak memberi instruksi pada inax. Pada suatu saat di hari hari itulah malaikat menggendongku terbang ke langit dan ku lihat alam smesta yang maha luas. Aku mampir di planet planet asing yang kosong saat aku kelelahan aku minta pulang dan aku ada di dipan besar satu satunya di rumah kami. Beruntung sekali aku dapat melihat alam raya ini dari atas, tapi rasanya terbang dan apalagi saat pulang tak pernah lagi aku rasakan. Kalau itu mimpi dari manakah dia datang. Bukankah mimpi adalah sesuatu yang pernah kita alami dan kita ketahui?. Aku tak tahu apa apa tentang planet dan alam semesta. Rasanya aku ingin belajar tentang alam ini, tapi sampai aku SMA tak ada seorangpun menjelaskan tentang astronomi lebih detail. Jangankan astronomi aku Tanya apa bedanya masuk IKIP dan Universitas saja tak ada yang dapat menerangkan kepadaku kecuali, satu jadi guru, satu jadi PNS. Bagaimana mau maju, jalan keluar saja tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa besar di dasan kami, tak pernah dicatat dalam buku sejarah, kalau sekarang kita susun berarti kita membuatnya bukan mencatat kejadia sebenarnya. Aku mencatat dalam ingtan dari cerita inax, bagaimana HM Faisal memimpin pemberontajan di gedung Gabimas didepan rumah kami. Amax Iman belo bulu adalah salah satu pahlawan besar bersama tokoh lain dia berjuang merebut kemerdekaan. Kata merebut ini aku banggakan sekali, sebab sesungguhnya kita merdeka dan telah dirampas kemerdekaan kita itu oleh bangsa Asing,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kira pemuda dasan tidak hebat, aku agak lupa suatu waktu kakak kakak kami yang di SMA Selong dan semua pelajar yang aktif berdemo besar, mungkin memperotes suatu kebijakan pemerintah. Tiba tiba dasan ribut karena ada dua yang tertembak yaitu Kak Nanang dan kak Saleh. Mereka ini akhirnya ditangkap juga. Lama kemudian aku dengar kak Saleh jadi pelaut dan kak Nanang jadi Bos di Aceh. Aku heran mengapa setiap pepadu pintar pergi dan tak kembali ke Dasan?. Mungkinkah dasan ini memang ditakdirkan melahirkan orang hebat untuk pergi jauh?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat belajarku jeblok waktu SMP, aku capek disuruh menghafal, aku capek dengan rumus, aku capek mondar mandir dan puncaknya aku pilih tidak naik kelas. Kawan kawanku hanya mentertawakanku, Yusuf Akhyar yang paling pinter hanya memandangku geli. Setelah aku tidak naik aku mengulang lagi tapi aku seperti anak autis dan bergerak sesukaku. Suatu hari aku diadu di arena oleh guru kami Pak Syafari. Semua murid menontonku beradu lawan Awan Jeweh. Pertarungan berakhir seri. Sementara kesukaanku berkoresponden dengan berbagai radio dan tokoh dunia terus aku lakukan, aku makin banyak menerima surat dari berbagai belahan dunia. Salah satu yang terkesan adalah aku berkoresponden dengan mantan tentara AS di Guam. Dia pernah terbang ke Rambang dan Taliwang di masa PD II, sayang kami putus, karena hilang kontak. Lalu aku berkoresponden dengan pusat misionaris terbesar di Amerika yang berpusat di Ekuador. Bertahun kemudian aku menguasai bahasa Spanyol karena mereka banyak memberi inspirasi. Aku berkoresponden dengan Igor seorang tokoh radio yang bekerja di radio Moskwa dan terakhir di BBC London, dia bersedia mengajariku berbahasa Rusia tapi tidak kesampaian. Siapa mengira sekarang aku lancar berabhasa Rusia. Ah, masih banyak lagi kawan kawan koresponden yang mempegaruhi hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berkoresponden aku suka filateli dan perangkoku boleh dibilang terlengkap di NTB meski aku tak pernah ikut lomba. Salah satu koleksiku adalah perangko yang masih utuh dengan amplopnya yang dikirm dari berbagai tempat oleh Le Mujitahid Amien. Orangnya tak pernah ku kenal secara pribadi tapi adik adiknya adalah kawan sekolah dan sekelasku. Dunia ini Tak selabar daun kelor tapi tiba tiba menjadi kenyataan karena tokoh ini tidak hanya memberiku inspirasi lewat amplop berprangko asing, tapi detik inipun kami terhubung lewat Sasak.org. nasib manusia selalu mencari titik berkumpulnya. Dimana semua cita cita baik akan menyatu, karena kekuatan energi cita cita mulia untuk menjayakan anak bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataan hidup aku terbang mengikuti arah angin bertiup, tepat seperti waktu kepalaku diayun ayun Papux Jantuk, kiranya doa tiga orang hebat itu merasuk dalam otakku dan saat pencarian diri, tiap tiap manusia dasan membangun karakterku dengan sebutir pasir termasuk Kak Muji tanpa dia ketahui. Aku Si Sasak Busuk itu sedang menunggu malaikat untuk mengembalikan aku dari pelanet asing ini, aku lelah dan haus. Aku ingin pulang dan mengajarkan anak anak dasan terbang dengan sayap keikhlasan, dengan roda kecerdasan, dengan tenaga dahsyat reaktor ketawakkalan. Aku ingin anak dasan terbang di awang awang dengan segala kemungkinan terbentang di bawah sana. Aku ingin pulang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;Hazairin . JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nazar: ... &lt;br /&gt;lagi dan lagi miq junep selalu menginspirasi.. &lt;br /&gt;suatu saat tiang juga akan pulang, menjadi guru untuk anak2 dasanku.. cita2 yang belum kesampaian samnpai saat ini walaupun telah dimulai perlahan2 dengan membantu anak2 dasan yang bercita2 tinggi bersekolah.. &lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Semoga Allah memudahkan dan mewujudkan semuanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 02, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mansur: ... &lt;br /&gt;Kelak waktu SD aku membaca judul kitab itu: "Kerukunan" berisi tuntunan ibadah, doa dan ayat aya pendek Al Qur'an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiang tdk sempat melihat bentuk buku itu, tapi apakah tiang yang salah dengar, kalu 2&lt;br /&gt;didusun tiang orang2 tua menyebutnya "Perukunan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 03, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, &lt;br /&gt;Tulisan meton HJUNEP yang menggelitik ini " sasak yg busuk itu " membuat disket otak tiang yang sudah banyak spamnya niki agak hang sedikit , maklumlah sudah rada sepuh karena senior an dari &lt;br /&gt;beliau ini,- &lt;br /&gt;Tiang jeri berkutat kebelakang mundur berpikir seperti nonton film " time tunnel " yang ber episode - &lt;br /&gt;seputaran tahun 1990 lalu, cuma menambahkan kejadian dari tulisan meton niki, seingat tiang priode &lt;br /&gt;tahun 1965 - 1966 waktu itu setelah meletusnya gunung agung yang menggelapkan hampir seluruh bali dan lombok di siang hari dan debunya hampir menjangkau seluruh kawasan daratan lombok dan kejadian pemberontakan PKI tahun 1965 yang menyebabkan tiang adalah "korban" naik klas selama 1,5 tahun dari klas 5 ke klas 6 disekolah SD yang satu satunya di tanjung teros ( sekarang kampung ini berpisah jadi kelurahan tanjung dan desa teros), seingat tiang para tokoh PKI golongan A dihabisi diseputaran antara tanjung - kembang kuning tepatnya di dasan sawe sekarang tempat ini sudah jadi perumahan masyarakat setempat dan satunya lagi antara tanjung- dasan geres/korleko tepatnya dua kilometer dari gubuk tanggak sekarangpun kawasan itu sudah berdiri perumahan dan SD Negeri tanjung 2,3 ?.- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saudara kita yang keturunan China ( mereka mereka ini adalah penjual barang sembako dan kelontong ), ada 6 keluarga di tanjung saat itu dan kebetulan anak anaknya adalah teman tiang sekolah SD dan main layang layang dan beselodoran, saat " pembantaian " mereka mereka semuanya pada sembunyi dan dilindungi oleh keluarga tiang yang kebetulan ditokohkan disana, cuman 3 orang yang terbunuh dan yang lainnya diselamatkan dan dibawa ke mataram, pendek cerita tahun 1969 - 1972 setelah agak dewasa tiang ketemu dengan mereka mereka ini diseputaran ampenan dan ternyata si pipo, asun, ayung menjadi juragan textile di kawasan kapitan ampenan, mereka mereka ini menjalin hubungan kembali dengan keluarga tiang dan sekali kali atas pesanan ibunya atau enciknya suka mengantarkan kue ringan ketempat tiang di asrama lombok timur di karang taruna mataram, Allah SWT memang punya rencana suatu saat tanpa disengaja tiang bersebelahan tempat duduk dg si pipo dalam penerbangan lombok - jakarta , ternyata beliaunya menjadi agent pabrik rokok terbesar di NTB, sampai di jakarta kami menyempatkan diri " makan malam " di restauran hotel dan bernostagia masa kecil dan cerita tentang kepedihan akibat dari pemberontakan PKI ini,- ( kalau ada waktu meton Hjunep coba buka cerita tentang saudara kita &lt;br /&gt;keturunan yang ada diseputaran sisik - labuhan haji ? ),- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meton HJunep ini memang betul belum pernah ketemu dengan tiang tetapi mungkin saja dulu waktu kecil siapa tahu ?, karena berdasarkan penelusuran dan " bakat intelejen kelas kampung" tiang niki ,karena orang tuanya " guru " dan almarhum ayah saya juga " guru " memudahkan ada interaksi &lt;br /&gt;diantara keluarga guru tsb, tapi lepas dari itu yang penting selepuk dengan sasak " besemeton " apalegi sik lek diaspora niki,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Ahyar yang teman sekelasnya juga sekarang dah jadi Prof dan direktur lemlit Unram, kebetulan adalah sepupu tiang almarhum ayahnya adalah adik dari inaq tuan tiang, bulan lepas tiang sempat makan malam dengan beliau dan Prof sunarpi ( rektor Unram terpilih priode 2009 - 2014 ) di restauran taliwang bersaudara di panglima polim jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeri becerita pribadi ite ine ? leguk ndek ne ngumbe ngumbe so,karena perjalanan dari masing masing dengan ino berbeda beda, kebetulan tiang dit meton Hjunep ini dipertemukan kembali oleh yang Maha Kuasa, karena visi,mission yang sama barangkali ya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemak telanjutang malik ,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus bangse sasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam , &lt;br /&gt;Nazar juga yang kampungnya di kembang kuning,padahal dianya kelahiran Bogor, ALLAH SWT menemukan tiang dengannya di sesangkok niki,ternyata, ayahnya Mayor Rawitah Ashari ( kak itah )yang sering mampir di kumpulan anak anak lombok di bogor dan karena kegigihannya sempat kuliah atas saran kawan kawan disamping beliaunya jadi POMAD ( PASWALPRES ) di Istana Bogor dan SEKNEG Jakarta ,terakhir adalah anggota DPR Lotim dari Fraksi ABRI, setelah melanglang buana dari Bogor ke Flores menjadi komandan PM disana,balik ke Mataram dan pulang kampung ke selong adalah senior tiang di Bogor, yang jelas macam nazar ini cuma akan dapat cerita saja 4&lt;br /&gt;dari meton Hjunep, he..he.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, &lt;br /&gt;Tulisan meton HJUNEP yang menggelitik ini " sasak yg busuk itu " membuat disket otak tiang yang sudah banyak spamnya niki agak hang sedikit , maklumlah sudah rada sepuh karena senior an dari &lt;br /&gt;beliau ini,- &lt;br /&gt;Tiang jeri berkutat kebelakang mundur berpikir seperti nonton film " time tunnel " yang ber episode - &lt;br /&gt;seputaran tahun 1990 lalu, cuma menambahkan kejadian dari tulisan meton niki, seingat tiang priode &lt;br /&gt;tahun 1965 - 1966 waktu itu setelah meletusnya gunung agung yang menggelapkan hampir seluruh bali dan lombok di siang hari dan debunya hampir menjangkau seluruh kawasan daratan lombok dan kejadian pemberontakan PKI tahun 1965 yang menyebabkan tiang adalah "korban" naik klas selama 1,5 tahun dari klas 5 ke klas 6 disekolah SD yang satu satunya di tanjung teros ( sekarang kampung ini berpisah jadi kelurahan tanjung dan desa teros), seingat tiang para tokoh PKI golongan A dihabisi diseputaran antara tanjung - kembang kuning tepatnya di dasan sawe sekarang tempat ini sudah jadi perumahan masyarakat setempat dan satunya lagi antara tanjung- dasan geres/korleko tepatnya dua kilometer dari gubuk tanggak sekarangpun kawasan itu sudah berdiri perumahan dan SD Negeri tanjung 2,3 ?.- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saudara kita yang keturunan China ( mereka mereka ini adalah penjual barang sembako dan kelontong ), ada 6 keluarga di tanjung saat itu dan kebetulan anak anaknya adalah teman tiang sekolah SD dan main layang layang dan beselodoran, saat " pembantaian " mereka mereka semuanya pada sembunyi dan dilindungi oleh keluarga tiang yang kebetulan ditokohkan disana, cuman 3 orang yang terbunuh dan yang lainnya diselamatkan dan dibawa ke mataram, pendek cerita tahun 1969 - 1972 setelah agak dewasa tiang ketemu dengan mereka mereka ini diseputaran ampenan dan ternyata si pipo, asun, ayung menjadi juragan textile di kawasan kapitan ampenan, mereka mereka ini menjalin hubungan kembali dengan keluarga tiang dan sekali kali atas pesanan ibunya atau enciknya suka mengantarkan kue ringan ketempat tiang di asrama lombok timur di karang taruna mataram, Allah SWT memang punya rencana suatu saat tanpa disengaja tiang bersebelahan tempat duduk dg si pipo dalam penerbangan lombok - jakarta , ternyata beliaunya menjadi agent pabrik rokok terbesar di NTB, sampai di jakarta kami menyempatkan diri " makan malam " di restauran hotel dan bernostagia masa kecil dan cerita tentang kepedihan akibat dari pemberontakan PKI ini,- ( kalau ada waktu meton Hjunep coba buka cerita tentang saudara kita &lt;br /&gt;keturunan yang ada diseputaran sisik - labuhan haji ? ),- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meton HJunep ini memang betul belum pernah ketemu dengan tiang tetapi mungkin saja dulu waktu kecil siapa tahu ?, karena berdasarkan penelusuran dan " bakat intelejen kelas kampung" tiang niki ,karena orang tuanya " guru " dan almarhum ayah saya juga " guru " memudahkan ada interaksi &lt;br /&gt;diantara keluarga guru tsb, tapi lepas dari itu yang penting selepuk dengan sasak " besemeton " apalegi sik lek diaspora niki,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Ahyar yang teman sekelasnya juga sekarang dah jadi Prof dan direktur lemlit Unram, kebetulan adalah sepupu tiang almarhum ayahnya adalah adik dari inaq tuan tiang, bulan lepas tiang sempat makan malam dengan beliau dan Prof sunarpi ( rektor Unram terpilih priode 2009 - 2014 ) di restauran taliwang bersaudara di panglima polim jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeri becerita pribadi ite ine ? leguk ndek ne ngumbe ngumbe so,karena perjalanan dari masing masing dengan ino berbeda beda, kebetulan tiang dit meton Hjunep ini dipertemukan kembali oleh yang Maha Kuasa, karena visi,mission yang sama barangkali ya ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemak telanjutang malik ,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus bangse sasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, meton Hjunep..araq waktu bernostalgia dan menambahkan " sasak yang busuk itu " , Kak saleh dan Kak Nanang Amin ini dulu para pepadu selong, kecuali kak saleh yang tiang agak lupa, tetapi angkatan beliau ini banyak yang maju maju, kak nanang seangkatan dengan I dewa putu alam ( dulu sekolahnya di Bogor ) dan sempat di amrik sana sekarang jadi bos salah satu perusahaan asing di purwakarta, juga ada lalu sukarno jadi staff departemen pertanian di bogor,juga kakak tiang Le Zainul Ittikhad Amien selepas di thailand sana sekarang di Universitas Terbuka Dekan fakultas Ilmu sosial politik ,sempat jadi calon rektor tapi kalah , kalau kak nanang ,tiang ada tiga kali mampir di Lhouksemawe waktu beliau jadi Direktur SDM PT.Arun LNG,sekarang setelah pensiun beliau balik ke Malang kerumah istrinya disana karena beliau adalah jebolan UNBRA Malang, sekarang ada satu lagi sasak diaspora di Aceh sana , semeton kertasih suherman jadi penerus kak nanang,tahun lalu tiang sempat jumpa di pesta perkawinan anaknya Ir Akansio sabri Vice President PT. Arun LNG yang jadi jiran tiang di Bogor, adiknya nanang, saeful jangan jangan seangkatan hjunep sekarang masih disana beranak pinak dengan orang aceh, dulu tiang sering ke aceh kebetulan tiang bemukim di medan sumut jadi wakil kepala suku salah satu perusahaan asing membawahi sumatra dan juga ada adik tiang Le M.Helmy Amien jebolan Bogor kerja jadi kepala lab di PT. AAF ( asean aceh fertilizer )...ngomong ngomong nanang, angkatan beliau ini banyak yang berhasil,kebetulan juga Alm Bapak nya Nanang namanya Amin sama dengan Alm Ayah tiang dan kebetulan juga makam kedua orang tua kita ini bersebelahan di makam pahlawan sinar rinjani selong , kalau pulang kampung saya selalu mampir di makam beliau beliau ini,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepadu peadu selong terutama seputaran gandor banyak sekali yang berhasil dari trahnya "lalu sahak " ada satriawan,iwan,amat, dari trahnya" Mahruf " ada ikhsan dan dari trahnya " TG zainal " ada Muhyi ( anggota DPD ) dan uyok pemilik taliwang bersaudara....sebenarne lueq sik jeri leguk seperti ongkat semeton jarang sik ulek ,- &lt;br /&gt;Mudah mudahan sasak.org ini membuka wacana kita untuk " PULANG " dengan cara lain tidak harus "badan kita" sukur kalau bisa modelnya pak guru mansur...he...he... &lt;br /&gt;coba kita wacanakan terus, insya ALLAH. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus bangse sasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 06, 2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, bernostagia bareng hjunep lek sasak.org ini menambah banyak semeton sasak yang saya temukan , salah satunya NAZAR ( AJENG GANTENG ), tiang sudah dua kali ketemu waktu pertama di kantornya di Bank Indonesia Jl. thamrin Jakarta , kebetulan tiang kesana jumpa kawan, keduanya di tete betu lombok waktu sasak.org kopi darat disana waktu lebaran tahun lalu, yang menariknya nazar yang kelahiran bogor adalah anak dari senior tiang Rawitah Ashari ( kak itah ) beliau ini adalah tentara ( POMAD sekarang PASWALPRES ) yang bertugas di istana bogor dan jakarta , kak itah ini sekali kali datang ke tempat anak anak lombok berasrama dan mengakui saja asrama lombok padahal rumah kontrak patungan rame rame, kak itah ini sering kami daulat untuk melanjutkan sekolah, alhamdulillah beliau menyelesaikan sarjana mudanya dan sampai berpangkat mayor, beliau pulang kampung sebelumnya jadi komandan CPM ( pomad ) di Ende, flores dan balik ke Mataram ,terakhir jadi anggota DPR fraksi ABRI di selong sampai masa pensiunnya....generasinya sekarang NAZAR ini sudah kelihatan "bertualangnya" untuk menjadi pepadu sasak. alhamdulillah....tiang yang sepuh ini selalu membangkitkan sasak diaspora siq bajang bajang untuk terus berkiprah dibidang masing masing, suatu saat anda anda ini akan jadi " pemimpin " ditanah sasak...dan mulai sekarang dan seterusnya " merapatkan barisan " , &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus bangse sasak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 06, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, tulisan sasak yg busuk ini banyak mengingatkan tiang ke masa lalu, kak nanang dan kak saleh,saya lupa lupa ingat kak saleh, tetapi kak nanang aini amin yang jadi boss sdm di pt.arun lng aceh,tiang sempat mampir di rumahnya di lhokseumawe dua atau tiga kali ditahun 1992/1993, kebetulan waktu itu tiang bermukim di medan sumut menjadi penanggung jawab salah satu perusahaan asing untuk kawasan sumatra, lagi pula saat itu secara tak terduga tiang ketemu pagah sasak Kertasih Sulaeman(loteng )anak buahnya nanang yg sama sama jebolan malang, sekarang kertasih yang melanjutkan posisi itu disana, terakhir ketemu kertasih tahun lalu waktu acara pernikahan anak bosnya agnasio sabri vice president PT. arun yang tetangga tiang di bogor,tiang juga ke lhokseumawe disamping urusan kerja ada adik tiang Le M.Helmy Amien jebolan bogor dan kerja di PT.AAF ( Asean Aceh fertilizer ) yang sekarang dah tutup, Nanang sendiri sekarang dah balik ke Malang dan pensiun disana...kalau adiknya Saeful Anwar ada di aceh sana sama dengan kertasih yang mendapatkan istri orang aceh...jangan jangan teman satu kelasnya hjunep di selong sana,-kebetulan sekali juga almarhum ayah tiang dan almarhum ayah nanang namanya sama " amin " dan makamnya almarhum berdekatan di makam pahlawan sinar rinjani selong, kalau pulang kampung tiang selalu berdoa di kedua makam tersebut. &lt;br /&gt;Memang angkatan nanang ini banyak yang berhasil di rantauan ada H.I dewa putu alam sekrang jadi boss di purwakarta,lalu sukarno jadipejabat di pertanian, dan teman sekelasnya kakak tiang Le Zainul Ittikhad Amien,selepas di thailand sekarang di Universitas Terbuka,terakhir jadi dekan fakultas sosial politik dan calon rektor yang kalah.... &lt;br /&gt;Kalau orang gandor - selong banyak yang jadi jadi ada dari trahnya " Lalu Sahak " ada satriawan,iwan,amat, dari "Mahruf " ada ikhsan,selamet ali, "trahnya TG Zainal" &lt;br /&gt;ada muhyi anggota DPD dan Baiq Zuhro pemilik ayam taliwang bersaudara yang franchaise nya ada di bali,bandung,jakarta... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus bangse sasak.&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 07, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, Nazar ( ajenk ganteng ) ini juga tiang pertama kenal di sasak.org, ternyata si ajenk ini kelahiran bogor , anak dari senior saya Rawitah Ashari ( kak itah ),beliau ini adalah salah satu serdadu sasak yang jadi Pomad/paswalpres, dan atas saran kawan kawan beliau melanjutkan sekolahnya di bogor disamping jadi tentara, setelah pulang kampung sempat jadi komandan cpm di flores dan terakhir jadi anggota DPR lotim dari fraksi ABRI... &lt;br /&gt;Sekarang nazar ajenk ganteng meneruskan kegigihan kak itah , mudah mudahan pagah sasak akan memajukan generasi nazar dan seterusnya menjadi pemimpin dikemudian hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maju terus bangse sasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 07, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2381563639772514500?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2381563639772514500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2381563639772514500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2381563639772514500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2381563639772514500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/sasak-yang-busuk-itu.html' title='Sasak Yang Busuk Itu'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8497339934634630503</id><published>2009-11-01T21:10:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:12:45.542-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar VII</title><content type='html'>[Sasak.Org] Rustambing segera memberi instruksi kepada Dewa Perang agar secepat mungkin mengambil langkah langkah efektif untuk mengantisipasi musim berkelahi di daerah Tengax dan Timux naupun Bawax negeri Sasak. Di gumi paer ini yang namanya berkelahi itu seperti musim buah buahan ada yang sekali setahun ada yang dua kali tapi ada juga yang tidak ambil pusing mau hujan mau panas berkelahi terus. Klau mau mencatat yang positif ada dua perkelahian ajax ajax yang jadi atraksi turis yaitu perang topat dan perang timbung. Meskipun namanya perang tapi penuh suka cita dan cinta. Kalau yang disebut sebelumnya bisa lebih ngeri dari perang Iraq!. Turun temurun di tempat yang sama oleh kelompok yang sama. Bikin pusing bangsa Sasak kalau sudah mulai ribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Perang sangat stress membaca instruksi tertulis dari bos. "Cari akar permasalahan sampai tuntas!". Kata perintah tertulis itu. Dia termenung, mulai dari mana perkara rumit ini harus diurai. Kalau benang kusut sudah pasti dibakar saja supaya tidak membuat yang lain kesait. Tapi ini yang kusut adalah otak anak Bangsa Sasak yang secara serentak terjadi dan berulang. Memfitnah politik, menuduh adat, menggugat tetua, semua tidak terkait langsung, sebab perkelahian itu melampaui akal sehat untuk dimengerti. "Lebih baik aku berkelana, seperti biasa kami lakukan saat Rustambing di gumi paer", angan si Dewa Perang. Mencari ujung perkara tidak bisa berkutat dipusat masalah harus pergi sejauh jauhnya agar tak terlibat secara emosi, apalagi jadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Dewa Perang untuk melanglang buana sendiri tanpa lapor bos sebenarnya akan membahayakan dirinya, sebab dia kurang dikenal sehingga tembok birokrasi dan pagar betis bebajang yang penuh curiga pada orang luar dasan tidak mudah diterobos. Dia merenung sehari penuh sampai lupa minum kopi dan makan talas rebus dan nasi dengan pes kerujuxnya. Sebelumnya mereka sudah mengembara diwilayah hutan dan gunung ada baiknya Dewa Perang mencoba ke tepian agar segar pemandangan dan fikiranpun lapang penuh inspirasi. Besok pagi akan dimuali kearah bukit bukit selatan. Sekarang siapkan tenaga dengan makanan sehat ala dasan dan tidur nyenyak. Berarti kopi terakhir adalah jam 14.00 agar efeknya tidak bikin insomnia nanti malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Perang mula mula masuk ke bekas tempat BERDIRI PEMERINTAHAN ( Kediri) dan mencari dimana puing puing kerajaan lama, tapi tak ada sisa. Kemudian meneruskan ke sebuah LUBUK (Gerung) siapa tahu masih ada ikan yang bersembunyi disana. Dia mencoba mendaki bukit bukit yang penuh ditanami ubi kayu, jagung dan kacang tanah, kalau musim kemarau angin berhembus dari LAHAN TERBUKA ( LEMBAR) ini, menyapu pelabuhan yang gersang. Para nelayan tak lagi bebas keluar masuk di pelabuhan sejak dijadikan sebagai tempat sandaran kapal kapal besar. Dewa Perang memutuskan menginap di sebuah dasan dengan 5 rumah yang sama sekali putus aksesnya pada jam 17.00 akibat air pasang. Kalau orang mau keluar harus menaiki perahu kecil namun mereka hanya keluar dalam keadan darurat. Di wilayah ini tak ada hansip, tak ada kantor tak ada puskemas. Kata orang disitu, pernah dasan mereka tenggelam saat TSUNAMI (Akibat gelombang) di Aceh. Pada saat azan subuh berkumandang dari masjid di seberang celah, Dewa Perang sudah naik dipuncak yang paling tinggi dari bukit di dasan. Dia shalat disana dan menanti matahari terbit. Sungguh luar biasa kuasa Allah menghamparkan gumi paer dengan pasak pasak besar dimana mana. Ada seberkas cahaya menimpa sisi timur bukit diseberang, bekas longsoran akibat pembabatan hutan yang sangat jahat yang telah diperbuat oleh tangan anak dasan sekitar. Bentangan TANAH KOSONG (Sekotong) tampak gersang. Dasan tempat menginap ini, berisi orang yang sangat bijak, kayu ditanam sendiri, rumput diusahakan dengan menanam juga, alam benar benar dijaga keasriannya. Jambu batu, pace, bumbu dan tanaman obat berlomba tumbuh memenuhi tiap jengkal lahan serta kelapa dan PALAWIJA (buah dan biji). Setiap menebang pohon selalu harus menanam dua pohon baru ditempat pohon lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cara hidup ini diterapkan di Ketare dan sekitarnya insyaallah tak akan ada perkelahian yang menjadi agenda rutin itu. Orang orang yang menghuni dasan ini sebaiknya ditransmigrasikan atau ditransplantasikan di Ketare dan dasan dasan yang hobi berkelahi agar mereka mencontoh kerja keras dan rasa hormat kepada alam. Sangat mengherankan banyaknya bebajang yang lebih suka momot di bough, seharusnya mereka pergi ke laut untuk mancing tinggal dilempar lalu momot nunggu ikan menyambar, tangkap dan momot lagi, itu jauh lebih bermanfaat. Mantri kleder seharusnya dapat disuruh berbaris dibelakang kerbau yang menginjak injak sawah, daripada memutari dasan 10 kali sehari. Dewa Perang hanya berangan angan, betapa hebatnya generasi ini kalau produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Perang melaporkan hasil pencarian di bukit bukit seputaran Lembar. Orang orang diseluruh gumi paer sedang repot menghadapi kenduri jamaah pengajiannya. Yang menjadi masalah adalah dua kubu dan kubu sempalan lain tampak saling bersaing merayakan dan membesarkan diri. Sebenarnya apa yang tampak diluaran hanya efek permainan politis orang orang yang mengambil keuntungan dilingkaran masing masing tokoh utama. Parasit yang doyan makan dengan menghalalkan darah saudaranya itu berbahaya tapi sekaligus bermanfaat. Masyarkat akan melihat daya tahan dari tokoh sentral masing masing kubu, apakah akan mati dihisap parasit atau dapat membebaskan diri dan membawa anak bangsanya menuju kejayaan. Itu urusan waktu buka urusan Dewa Perang atau Rustambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tratak daun bambu mulai memenuhi pinggir jalan sampai diareal luas seluruh dasan tempat pusat jamaah kumpul. Para pedagang souvenir dan makanan siap siap menyongsong hari H kenduri tahunan ini. Dewa Perang mendapat amanat dari Rustambing untuk bertemu dengan bajang Sasak tulen yang bersembunyi di lahan tumbuhnya BUNGA TANJUNG, Mimusop elengi (Tanjung). Di dasan ini banyak pepadu Sasak yang jago sepak bola dan salah satu dasan tempat para peniaga Sasak sejak dahulu. Di sebelah barat kira kira satu kilometer ada dasan yang dahulunya dibuat UMBUL UMBUL BESAR atau PENJOR (Klayu) yang juga tempat para entrepreneur asli Sasak berkumpul. Di Tanjung itulah Dewa Perang harus menemukan seorang yang bernama Demung Sandhubaye ( Penjaga Perdamaian). Dia ini adalah seorang terpelajar dan patriotis. Meskipun antara Rustambing dan tokoh ini hanya saling kenal lewat cerita dan hanya bertemu sesekali saat ada perisaian atau sepakbola tapi lewat hubungan antar kelompok bajang segumi paer, silaturrahmi virtual terjalin hangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah sekali dua kesebelasan favorit mereka bertemu di final , PST melawan kesebelasan SAAT YANG DAMAI (Sandhikala) kedua team itu saling berganti kalah dan menang, semua pendukung dari awal sampai akhir berjingkrak jingkrak tapi damai. Tak ada holigan di dasan apalagi bonek yang rusuh, semua adalah penggembira. Sesekali Wasit Pak Sulaiman di kecam tapi itulah salah satu wasit terbaik di dasan. Demung Sandhubaye punya pergaulan luas sehingga dia dapat dengan mudah mengumpulkan pepadu yang bahkan bersembunyi di LOBANG IKAN SIDAT ( Lowang Tuna), LOBANG ULAR PYTHON (Lowang Sawax), TEMPAT KEBAIKAN YANG HARUM ( Dharamawangi), Dasan orang yang SUKA MAKAN (Peneda), di Bukit dan Lekukan (Korleko), Ladang RUMPUT (Gegurun), MANGGA BERWARNA GADING (Poh Gading), BATU DEWA (Batuyang) sampai di pelabuhan TEMPAT BERTEMU DENGAN DEWA (Kahyangan) tak ada pengecualian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Perang harus bicara dengan Demung Sandubaye menganai tiga lembar takepan yang hilang. Takepan yang ditulis dengan torehan huruf Sasak yang sebenarnya adalah Hanacaraka yang dipakai di Asia Tenggara dengan gaya khas. Tiga Lembar takepan itu hilang saat terjadi kekacauan Ganyangan di Lombok Timur. Sejak hilangnya tiga lembar takepan itu kehidupan anak bangsa Sasak kocar dan kacir tanpa pegangan kuat kepada ajaran agama Islam maupun adat Sasak Lokax. Apalagi setelah kepergian satu satunya TUAN YANG MENGAJAR (Tuan guru) Almarhum Tuang Guru Al Pancori, makin runyamlah anak bangsa Sasak ini. Dewa Perang memberi nomor HP dan alamat elektronik Rustambing yang terakhir agar mereka dapat berkomunikasi lebih cepat.Menurut cerita isi dari tiga lembar takepan yang hilang itu menyangkut gambaran prilaku dan karakter Bangsa Sasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni gumi Sasak ini dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok DATU adalah mereka yang berkuasa atau berpengaruh karena politik atau harta. Kelompok berikutnya adalah orang yang deberi makan yang dalam bahasa Sasak disebut "DENGAN TEIMPAN". Kelompok ini adalah orang yang bekerja untuk datu, baik sebagai pegawai atau pekerja yang terikat dan menerima upah secara teratur. Kelompok terakhir adalah "DENGAN METANG DIRIX" atau Swadaya yaitu orang yang mengusahakan hajat hidupnya atas daya upaya sendiri. Mereka adalah para pedagang, pengrajin, petani dan buruh. Masih banyak lagi pembahasan lain yang akan diceritakan oleh Demung Sandhubaye tapi Dewa Perang sudah mengantuk, mereka beranjak tidur di brugak. Malam itu rembulan penuh dan udara hangat, kelelawar beterbangan menyambar buah jambu, mangga dan sawo. "Kekeyas", burung hantu menjerit berkali kali terbang kearah barat melintasi dasan yang semakin sunyi. Alam yang damai ini tak juga dapat menjadi pelajaran bagi penghuni gumi paer. Entah apa yang kurang sehingga penghuninya kurang pandai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab,&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yangikhlas&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadiprayitno: ... http://www.balenajwa.blogspot.com&lt;br /&gt;Akhirnya Kediri disebut juga hehehe..baru tau kalo kediri adalah bekas tempat 1&lt;br /&gt;pemerintahan berdiri...1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 31, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, akhirnya rustambing sampai juga di kampung saya di tanjung...memang kampung ini sampai sekarang jadi juara " sepak bola " di NTB kesebelasannya namanya PERSATA ( persatuan Sepakbola Tanjung ), kecuali tahun kemarin dikalahkan oleh Mataram, penontonnya atau pendukungnya mirip " bonek" atau " bobotoh " kalau sudah sampai di Mataram atau Ampenan ,karena hampir semua angkutan dari Lotim - Suwete ada di kampung ini dan sebagian jadi sopir,jadi bisa dibayangkan ?, masa kecil tiang kalau mau ke pantai Labuhan Haji selalu melewati Loang Tune dan Loang sawax serta Darmawangi, cuman sayang rustambing tak sempat mampir di lengkok dudu dan SISIK dulu menjadi Ibu kota di zaman jepang dan sekarang masih ada sisa sisa nya dengan adanya pekuburan china disebelah kali dan sebelah sma 1 labuhan haji, &lt;br /&gt;Keturunan Demung Sandhubaye masih pada bergentayangan di diaspora ini....ah.. 2&lt;br /&gt;jemak telanjutang malik.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 31, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, keturunan Demung Shandubaye ini adalah salah satu datu " sasak " pertama ( Gubernur Lombok pertama mamiq Ripaah },kalau di diaspora tidak jauh jauh berdekatan dengan tempatnya merantau rustambing di pakem jogya sana ada DUTA Seilla on 7 dia itu cucunya kiyai MOJO anak dari alm hakam mojo beristrikan keturunan demung shandubaye Baiq Hilwi atul akhla saudara dari Lalu Mawarir Haikal Kepala dinas perkebunan NTB dari generasi ke empat sedang generasi sebelumnya ada miq azhar mantan wagub dan banyak yang lainnya. &lt;br /&gt;Dulunya kalau ada wayangkulit atau pasar malam di gandor selong kampungnya rustambing, biasanya pepadu selong,klayu dan tanjung selalu " besual" tapi tak sampai "bejaguran " tapi beda pendapat yang bagus dan berdemokrasi yang cantik, pendek cerita generasi berikutnya arak sik numpuk lek seputaran tanjung,klayu,gandor sampai pancor pada ngukur bouge atawe besekolah dan jeri birokrat,politisien dan ' begelayat " lek diaspora. &lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Terusang maling perjalann rustambing mengelilingi gumu paer te lek lombok. 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 01, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jati: ... &lt;br /&gt;Hahaha TANJUNG, tiang tentu ingat sekaLi dengan kampungnya Miq. LMA ini.. duLu tiang sering mancing ke Tanjung, sewa sampan penyepax 5 sampai 10 ribu sehari hehehe.. umpannya pakai kotoran sendiri hahaha.. tapi dapet ikan serpix, tarikannya kuat..    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kahyangan dan Lembar, 2 pintu yang mesti kita 'jaga' agar orang2 yang masuk tetap bisa menjaga sopan santunnya.. Sip Miq ..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 01, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mansur: ... http://www.pakmansur.co.cc&lt;br /&gt;Miq.. ditungu babad Batu Besar VIII... &lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;apa hubungan kediri/mataram dengan kerajaan kediri/mataram yg di jawa. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jati: ... &lt;br /&gt;Jika ada semeton2 yang tahu.. Napi beda antara TANJONG (tiang jadi inget dengan guru oLah raga tiang waktu SMP duLu, beLiau berasaL dari sana..) di Lobar bagian utara dengan TANJUNG di Lotim..? napi cuma masaLah diaLek aja daLam penyebutannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mansur: ... http://www.pakmansur.co.cc&lt;br /&gt;Bang Jati.. di sibolga banyak skali TANJUNG.... &lt;br /&gt;7&lt;br /&gt;Macam mana pula bedanya...7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam meton Jati, yang bisa membahas beda tanjong di Lombok Utara dengan Tanjung di Lotim , coba tanyakan ke meton rustambing eh..eh.. meton HRJ , 8&lt;br /&gt;beliau ini punya banyak wawasan soal asal usul kita batur sasak,-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 06, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8497339934634630503?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8497339934634630503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8497339934634630503' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8497339934634630503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8497339934634630503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-vii.html' title='Babad Batu Besar VII'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-5889297186078822595</id><published>2009-11-01T21:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:10:28.713-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar VI</title><content type='html'>[Sasak.Org] Rustambing terguncang guncang dikursinya padahal dia baru saja duduk beberapa saat ketika Bom menghantam hotel sebelah. Gawat dua hotel sekaligus diledakkan dalam jarak 10 menit. Rustambing lari keluar ruangan bersama semua karyawan laki perempuan. Meskipun tak ada seorang yang tahu apa sesungguhnya yang terjadi. Dalam benak Rustambing hanya ada satu `gempa". Dia sering sekali diguncang sperti itu di gumi paernya. Setidaknya guncangna ini ada pada 6 skala richter. Di gedung samping, asap membubung dan manusia kocar kacir. Ada yang teriak histeris, `Booom" . Korban bermunculan dari dalam asap dan ada bebrapa orang yang dipapah dan digotong ke halaman lalu digeletakkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing sadar, terrorist telah beraksi memporak porandakan negeri. Dia meberi pertolongan dengan gesit pada orang orang yang lemas dan histeris. Dia sudah biasa menjadi belian kecil kecilan untuk urusan mental recovery (memulihkan mental). Kalau dikampung ada yang ngamuk ngamuk dia cukup meniup niup kening pasien dan mengurut urut tangan dan kaki seperti reflexiolgy itu. Orang dasan menganggapnya belian sungguh padahal Rustambing tidak percaya takhyul. Kebanyakan pasien itu sedang down atau common cold alias masuk angin, maklum kebanyakan momot meco. Yang momot orang yang disalahkan bakex berax.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah lima orang yang ditangani barulah muncul mobil polisi dan ambulan. Pertolongan sering sekali terlambat di negeri kami karena hambatan birokrasi dan alasan lain. Bagaimana mungkin orang akan menolong harus lapor atasan, isi formulir dan sebagainmya. Korban yang tewas banyak sekali karena keterlambatan PPPK. Waktu Tsunami Aceh, dibutuhkan antibiotik untuk tetanus, karena hambatan semacam itu obat obatan terlambat padahal masih harus bersepeda tau jalan kaki kalau sudah berhasil masuk daerah bencana. Orang yang kena tetanus akan mati dalam tiga hari kalau tak ada antibiotiknya. Dan entah berapa yang meninggal karena keterlambatan kita bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing berkoordinasi dengan para manajer yang berkantor disekitar Mega – Kuningan untuk mengambil langkah selanjutnya. Sebagian karyawan sudah pulang dan ada yang ke RSU untuk pemeriksaan kesehatan. Rustambing adalah salah satu manajer di daerah elit itu sejak dua tahun terakhir ini. Dia banyak diminta menangani masalah spiritual dilingkungan para kapitalist itu. Pergaulannya sangat luas menembus batas agama, adat dan bangsa. Untuk Ramadhan tahun ini dia sudah masuk daftar sebagai pengisi ceramah diberbagai mushalla kantor kantor besar di Jakarta. Dia bertekad akan membasmi terorisme dari bumi ini. Dia percaya keadilanlah yang harus ditegakkan. Kalau terrorist itu merupakan korban cuci otak, maka kita harus preventif dengan mengisi otak pemuda kita dengan kasih sayang dan pendidikan yang terbuka. Tidak cukup hanya berteori tapi kita buktikan dengan perbuatan. Mengajak mereka bermain bersama, out bound, kemah sambil pengajian. Menanamkan JIHAD untuk memerangi hawa nafsu sendiri adalah priorotas utama. Kalau sudah sampai ditema itu, Rustambing tanpa sadar berhenti bicara dan dadanya sesak. Jakunnya akan turun naik menelan liurnya yang pahit. Dia bisa bicara tentang JIHAD melawan hawa nafsunya di Jakarta dan bisa meyakinkan para karywan sehingga makin keras mereka bekerja dan makin tekun meniti karir. Semetara di dasannya ada 1 TG untuk 200 penduduk. Suatu prestasi gemilang yang tak ada bandingnya didunia ini. Kalau di suatu Negara ada 1 polisi untuk 300 penduduk, itu cukup untuk mengendalikan keamanan. Tapi TG yang berserakan itu tak kunjung sanggup mengamankan masyarakatnya dari momot meco, busung dan maling. Sering hati kecil Rustambing menjerit, karena dia bisanya ceramah diluar tapi gagal di gumi paer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing mulai bimbang dengan pilihannya tinggal di kota besar. Dia ingin pulang ke gumi paer. Dia sudah mulai mengumpulkan uang untuk sebuah revolusi di tanah kelahirannya tapi duit tak kunjung jadi banyak sebab 90 persen dia kirim dan dibagikan kepada yang memerlukannnya. Rasanya tak habis habisnya manusia yang kritis yang terus menunggu uluran tangan. Lambat laun Rustambing merasa lebih baik hidup dengan cara Rasul SAW. Kosnya hanya dua kamar dengan kamar mandi umum. Meskipun untuk kelas manajer seperti dia ada fasilitas kredit apartemen. Dia lebih baik membangun manusia dan kemanusian daripada benda yang akan musnah. Dia menghayalkan seandainya Fir'aun membangun Piramid bersama dengan membangun manusianya, niscaya ada generasi hebat yang lahir kembali setelah 1000 tahun peradaban itu. Nyatanya Mesir tamat juga, dan begitupula Babilonia. Mengapa manusia cendrung mengabaikan kemanusiaannya sendiri. Rustambing lupa bahwa manusia sesunguhnya adalah makhluk pintar diantara yang bodoh sehingga dia sering ikut bodoh dan banyak yang mati dalam kebodohannya. Berapa banyak yang mati karena mengejar lembaran rupiah di ibu kota ini. Berapa banyak yang tenggelam dilaut sebagai TKI illegal untuk mengejar harta?. Diantara pilihan bodoh itu momot meco masih lumayan, karena mereka paling banter hanya mengotori dasan namun tidak membikin susah orang dinegeri lain. Berarti orang yang momot meco itu punya potensi besar untuk dikembangkan. Sebab mereka sesungguhnya manusia murni yang sedapat dapatnya tidak mengganggu orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Perang sedang duduk di tengah sawah yang sedang siap panen, dia banyak bersiul dan mereret. Irama tembang merarix malik mendayu dayu dari balik bebalexnya. Dia dapat firasat bahwa ada instruksi dari bos. Laptop Toshiba satellite dibuka dan dia dapatkan email dari bos. "Perintah tertulis untuk Dewa Perang. Segera data para orang yang salah sebut. Dimana saja mereka berada dan berapa banyak pemuda pemudi yang momot meco dan ngotok otok tiap pagi dan petang dimusim ini!". Perintah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewa Perang bingung, siapa maksudnya orang salah sebut. Di dasan ini, semua orang dipanggil mamix sejak beberapa tahun belakangan ini. Akibat dari cara berbahasa Indonesia yang kurang baik dan tidak benar mereka bicaranya ngelantur. Dia ragu, mungkinkah yang dimaksud salah sebut itu adalah semua orang kampung yang disebut mamix?. Anak laki lakinya dipanggil raden nune dan yang perempuan jadi baix semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengotak atik semua informasi dan bicara dengan bajang bajang yang kuliah di Unram, IKIP, IAIN dan Hamzanwadi yang kebetulan suka ngotok otok di bough. Dewa Perang berkesimpulan. Daftar orang salah sebut dikampung itu, bukan orag yang dimaksudkan si bos. Setelah shalat isya dan ikut pengajian, Dewa Perang minum air putih sesudah sikat gigi pakai siwax. Dia merenung, dan sekejap dia dapat jawabannya. Pasti yang dimaksud adalah TG. Diapun tidur dengan nyenyak tanpa rasa takut akan kemalingan, sebab dia sudah popular juga diantara para maling. Seolah ada kode etik diantara orang yang sudah saling mengenal. Tapi maling yang tertangkap di dasan ini akan MATI!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anggota komunitas yang sangat aktif dan bersemangat memberi data lewat SMS sebab internet di gumi paer nyambungnya suka suka. Di Lombok Timur ada 500 orang yang SALAH SEBUT. Anggota yang satu ini sangat peduli dengan gumi paer sebab dia berhadapan langsung dengan kenyataan. Bisa dibayangkan alangkah pusing dan sedihnya hati. Apa saja yang dilakukan seolah seperti bola yang memantul terus. Sampai sampai dia sempat frustrasi. Dewa Perang melanjutkan SMS untuk menjawab keprihatinan semetonnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu cara meton, berhentilah menyebut mereka TUAN karena mereka gagal. Menjadi Tuan bagi dirinya saja tidak bisa, buktinya mereka sampai didaftar untuk pengobatan gratis dan bahkan hanya 120 yang layak dianggap miskin dan 380 tidak layak dimasukkan daftar mungkin karean tidak termasuk "TG". Mereka juga tidak berhasil menjadi Tuan bagi jamaahnya, buktinya para pemgikutnya tak juga maju dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pula kita sebut mereka Guru karena mereka tak punya akta mengajar dan tidak sedang menjadi GTT. Oleh sebab kita suka menyebut orang sembarangan maka kitapun tidak punya kriteria/syarat sehingga sembarangan kalau bicara dan memanggil orang. Memanggil keliru maka yang datang juga orang yang keliru dan apa yang kita harapkan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita sebut nama ULAMA barulah tepat, kriterianya jelas dan kasat mata, sebab ULAMA ini adalah ilmuwan, cendekiawan, tuan bagi diri dan masyarakatnya, guru bagi bangsanya tapi yang jelas ULAMA itu sunyi dari hingar bingar dunia. Sebab ULAMA itu bersifat sangat JUHUD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporanpun diteruskan ke Rustambing bahwa ada banyal orang yang salah sebut itu. Orang momot mecopun ternyata sangat banyak. Sehingga susah mendatanya. Selanjutnya disepakati bersama untuk mulai saat ini tidak memanggil orang dengan sebutan yang salah dam menuntaskan si momot meco. Mudah mudahan ini sebuah permulaan agar masyarakat kita yang sudah telanjang, sudah berikrar, sudah sangkep dan sudah piawai dan ingin professional, semakin memahami diri dan segera mengambil langkah besar untuk sebuah pembebasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambisswab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Roil Bilad: ... &lt;br /&gt;Wah semakin berkembang ini cerita Rustambing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================== &lt;br /&gt;Terlalu keras mengkritik TG, kadang-kadang jadi keder juga saya yang baca. Jangan-jangan ntar dianggap orang kalau pengritik itu pengen jadi tuan guru. Namun jika memang mungkin harus dibuat pedas, harus lebih pedas dari cabe rawit biar terasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Mugi-mugi sing nulis tetap dijaga keikhlasannya hanya karena Allah...1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 25, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP: ... http://www.hazairinrjunep.blogspot.com&lt;br /&gt;Kita tak boleh takut mengkritik ulama kita,mereka adalah orang yang mengganti para Nabi, jangan sampai mereka hanya bangga dengan nama dan jubah tapi tidak mencerminkan penerapan ilmunya dalam kehidupan nyata. Isnyaallah mereka 2&lt;br /&gt;adalah orang yang berlapang dada, amiin.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 25, 2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Roil Bilad: ... &lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;Sip, sepakat tiang----3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 26, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-5889297186078822595?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/5889297186078822595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=5889297186078822595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5889297186078822595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5889297186078822595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-vi.html' title='Babad Batu Besar VI'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-3305310161996859163</id><published>2009-11-01T21:06:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:08:52.140-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar V</title><content type='html'>[Sasak.Org] Rustambing ke Jakarta berbekal ijzah dari universitas swasta lokal di tanah Selaparang. Jurusannya pendidikan Agama Islam. Dia pandai mengaji dan pandai bergaul sebagai buah akidah yang berlandaskan Rahmatanlilalamain itu. Enam bulan yang lalu dia sempat tinggal di Jogjakarta menumpang di kos seorang kenalan dasan. Di Kota Gudeg itu ia menempa diri dengan ikut kursus kepribadian dan bahasa Asing. Meskipun nilai bahasa Inggrisnya A di transkrip nilainya, tapi begitu dia masuk gedung LIA dia mendengar anak anak setingkat SMP cas cis cus dalam bahasa Inggris yang bening. Sementara dia bicara dengan T tebal ala ABIST (Aceh, Bali, India, Sasak dan Tamil). Tak masalah yang penting usaha. Diapun lari pada periode jam belajar berikutnya ke Lembaga Indonesia Prancis dan Pada malam hari dia ikut Bahasa Arab tingkat lanjut di UIN Sunan Kali Jaga sebab dia sendiri meneyelesaikan S1 dalam studi Agama Islam yang sudah pasti harus lancar berbahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam temannya yang baik hati, siapa lagi kalau bukan satu satunya anak bangsa Sasak yang menjadi penyelamat dan diberi judul wali kota malam Jogja itu, mengajaknya pergi ke Malioboro dan berhenti di lesehan. Rustambing tidak mau makan setelah melihat tulisan GUDEG yang dia baca Godeg! Pikirnya daging monyet yang dijual. Dia jijik sekali dan mengajak pulang. Setelah beberapa bulan Rustambing dibawakan oleh oleh kawan kursusnya, kotak makanan putih berisi nasi dan sayuran dengan telur rebus yang berwarna gelap. Ada sambal tomatnya pula. Ketika dia memakannya dia merasa heran rasa sayur itu manis tapi perutnya yang lapar membuatnya terus menelan dan lama lama enak juga campuran rasa manis dan pedas. Ketika teman sekamarnya pulang dia cerita dapat kotak makanan yang rasanya aneh tapi enak. Sayur nangka kering rasa kolak, katanya. Sang wali kota malam nyemprak ketus, itu daging monyet yang kamu benci itu blo'on!. Barulah dia tahu gudeg bukanlah godeg alias monyet!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing ikut nebeng di rumah seorang teman sedasan lain dari Loteng yang kos di Cempaka Putih, dekat RSI dan Asrama Haji. Dia bertekad mencari pekerjaan dan dari teman lain dia dapat info ada lowongan di sebuah perusahaan besar yang memerlukan orang yang dapat berbahasa Inggris dan dapat mengoperasikan program computer untuk kantor. Rustambing merasa syarat itu pastilah sesuai dengan dia. S1 dan bisa bahasa Asing jurusan apa saja dan kalau Cuma word, power point dan sejenisnya sudah lama dibereskan saat ikut di LIA maupun LIP yang memberi tambahan pelajaran itu. Rustambing mencari alamat perusahaan itu di daerah Pasar Senin. Setelah memasukkan lamaran dan meninggalkan nomor HP dia pulang dan menunggu di kos sambil latihan memasang gaya ala John Robert Power penuh percaya diri. Sambil mengucap kalimat kalimat joss dalam bahasa Inggris yang bening berkat latihan rutin 5 kali sehari setelah zikir sholat lima waktu. Dia dapat SMS untuk wawancara besok pagi jam 11.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu hari Senin dan dia harus pergi ke daerah pasar Senin dan harus tiba jam 11.00 tepat. Supaya lebih cepat harus pinjam motor kawan pikirnya. Maka dia menunggu kawannnya pulang kuliah jam 10.30. setelah siap dengan segala keperluan dia keluar tepat 40 menit setelah jam 10.00. dengan doa yang sangat khusuk dia keluar. Penampilannya sangat berbeda dengan kebanyakan bajang momot meco, dia tampak seperti pemuda metropolis. Pakaian necis serasi. Langkahnya tegap karena dia hanya bergantung pada tali Allah. Selain Allah semuanya kecil. Kita semua kecil jadi tak ada rasa ragu sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru keluar dipertigaan dia melihat alangkah ramainya jalan itu. Rustambing agak kikuk maka dia hanya menjalankan motornya pelahan lahan saja. Sampai di dekat restoran minang dia melihat seorang wanita sedang berusaha mengganti ban mobilnya yang gembos. Rustambing menghentikan motornya dan lupa sama seklai bahwa dia sedang menuju tempat wawancara. Dia mendekati ibu itu sambil mengucap salam. Menawarkan diri untuk membantu. Ibu itu menolak tapi Rustambing mengatakan bahwa dia ikhlas melakukan kewajiban menolong sesama. Ibu itu terkesan dan membiarkan Rustambing membuka dan mengganti ban mobil. Stelah selesai, ibu itu berterima kasih dan berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah asap mobil itu tak tersisa, Rustambing menaiki motornya dan baru sadar hendak kemana. Ditancapnya gas dan secepatnya sampai di kantor tujuan. Dia melihat jam, lacur, Rustambing terlambat 15 menit. Dia sudah tak punya harapan tapi sekedar memuasakn rasa penasaran dia melihat juga ke dalam. Sampai di dalam satpam menanyakan identitasnya. Satpam berkata Wawancara baru saja akan dimulai karena ada masalah teknis. Setelah menunggu beberapa saat rupanya Rustambing adalah calon terakhir yang dapat giliran. Dia masuk ke suatu ruang yang bersekat sekat dan harus mengikuti wawancara 2 kali. Setelah selesai dengan seorang bapak yang dingin sekali dia disuruh pindah ke ruang bersekat didepannya. Ruang itu lebih besar dan ada sofanya. Rustambing masuk dan seorang ibu menunuggu sambil berdiri menyebut namanya, Bapak Rustambing, silahkan. Kedua orang itu sama sama terkejut. Belum pernah ada wawancara sepanjang itu. Ibu itu sangat terkesan menemukan pemuda yang seperti Rustambing di kota Jakarta, maka dia diminta menguraikan tentang dirinya ditambah visi dan misinya panjang lebar bagaikan caleg saja. Saat ibu itu mengatakan selesai, Rustambing mengangkat dua tangan dengan menyusun jemari, mohon pamit. Tidak, kata ibu itu. Mari saya bawa ke bagian HRD, Bapak Rustambing langsung masuk besok pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu mengajak Rustambing makan siang, di restoran Sunda. Di Prasmanan dia melihat gurami goreng, dan ada lalapan serta karedok. Waduh liurnya jadi kecut mengingat karedok ini adalah lelasux yang suka dimakan di sawah saat matax (panen). Kacang panjang mentah dengan sambal tomat. Mereka makan, dengan tenang, Rustambing yang biasa ngamuk makannya kali ini jaga image di depan bos. Padahal ibu itu terus menerus mengatakan supaya Rustambing berbuat seperti di ruamh sendiri. Slamet inax, aduh …Trima kasih Ibu, katanya. Ibu itu bertanya, itu bahasa Sasak ya? Terimakasih apa tadi? Slamet! Oh "Slamet" ya, Pak Rustambing katanya menirukan. "Ngiring tiang", jawab Rustambing, yang artinya, sama dengan bahasa Prancis, S'il Vous Plait atau Bahasa Rusia, Pozhaluista. Rustambing pulang ke kos temannya dengan hati berbunga bunga, dia kenang nasihat inax amaxnya ketika menggali lahan tandus sawah tadah hujannnya. Bahwa janganlah salah niat dalam melakukan apa saja. Niat harus bersih semata kerana Allah. Jangan bekerja karena memburu uang, bekerjalah sebagai bagian dari ritual ibadah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing menemukan jalannya seperti dia selalu membuka jalan bagi anak bangsanya. Jalan yang dilalui selalu terbuka lebar tanpa dia duga tanpa dia perhitungkan. Sekolah hanya mengajarkan hal hal yang logis tapi pengalaman hidup di tanah Sasak membuka dan memperkaya bagian lain dari sang diri. Kini pintu dunia terbuka lebar bagi sang anak dasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lmjaelani: ... &lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;Ternyata Godeg itu MANIS 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 21, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mansur: ... http://www.pakmansur.co.cc&lt;br /&gt;Tiang punya pengalaman manis bertemu godeg..eh..gudeg. &lt;br /&gt;pertama kali menginjakkan kaki di terminal jogja th.'90 tengah malam, perut keroncongan... pas pesan makanan teringat gudeg... pasti enak nehh... &lt;br /&gt;ternyata setelah dicicipi sesendok langsung kenyang karena kemanisan... dasar elat 2&lt;br /&gt;lombok. jangankan manis.. kecap asin aja gak pernah makan.2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 21, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jati: ... &lt;br /&gt;Hahaha.. pa Guru Mansur, kaLo di Sumatera kayaknya terkejut sama Lapo.. Mirip sama berugak gubuk baLi dibelakang Pure Praya, tiang dulu sempat 'begajulan' disana.. hahaha... masa lalu hehe    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 23, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Le Mujitahid Amien: ... &lt;br /&gt;Salam, banyak orang indonesia ataupun orang sasak yang berhati lembut dan jujur apa adanya seperti semeton rustambing yang begitu IKHLAS melakoni " jalur " hidupnya bak air yang mengalir lekan atas gunung rinjani berputar putar di sekitar sembalun ,bayan turun malik aning tengak tengak kopang sampai di batujai dan menyusuri bayan turun tipaq seputaran tanjung gunungsari, juga lewat sembalun turun lek dasan lian aikmel sampai menyusuri wanasabe kekanan tipak anjani terus ke suralaga lewat di belakang pondok NW pancor ke belakang selong , klayu, bertemu disamping kokok jaoq dan kokok reban dekat kuburan di tanjung sampai di darmawangi labuhan haji,- &lt;br /&gt;Memang si rustambing ini akal ne luek geti tapi dianya tak pernah menyerah dalam menantang hidupnya, dia lakoni terus sampai ke ujung dunia, jangan jangan setelah ne toaq mangkin keyekane mongkak minak pelecing bareng bebalung dit campurne bareng gudeg lek tanak ne sultan hamengku buwono X lek ngayogyokarto diseputaran pakem 4&lt;br /&gt;kaliurang ? jangan jangan ndih meton ? he..he..he... 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 23, 2009&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;mansur: ... http://www.pakmansur.co.cc&lt;br /&gt;Tiang sependapet kance Miq LMA &lt;br /&gt;Tiang tambah sekedik, .. Timak ne uah toak laguk penampilan kance 5&lt;br /&gt;semangetne ngalah2ang dengan bajang miq. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 24, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-3305310161996859163?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/3305310161996859163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=3305310161996859163' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3305310161996859163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3305310161996859163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-v.html' title='Babad Batu Besar V'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1818028222682699241</id><published>2009-11-01T21:04:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:06:12.280-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar IV</title><content type='html'>[Sasak.Org] Ristambing numpang disebuah rumah seorang petani tadah hujan. Hasil padi sekali setahun untuk satu lumbung. Kedelai, jagung dan sayuran serta ubi kayu cukup untuk memakmurkan keluarga sang petani. Di musim tanam mereka bergotog royong menanm padi beramai ramai melibtakan semua inax inax, dedare dan amax serta papux balox. Mereka bergilir menanam ditempat yang berpindah pindah. Begitupun saat Ngeder yaitu membersihkan tanaman padi dari rerumputan liar sampai pada saat Matax, panen sedangkan untuk Berelah atau mebersihkan lahan dari Roman atau sisa padi dilakukan oleh para pria termasuk anak laki laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang musim padi berbunga, cantik sekali pemandangan disepanjang lahan yang berundak dan berbukit. Sebagian orang membakar sampah untuk mengusir balang (belalang) dan kenango (walang sangit). Ada juga yang menjaring kedua serangga itu untuk dijadikan lauk yang sedap dan bergizi. Rustambing sibuk memberi makan ikan mujair, nila dan lele yang dipelihara di halaman rumah. Dengan modal terpal yang dibuat segi empat dan tingginya 40 cm, sudah dapat bak ikan yang bagus. Bibit lele 2 kg masuk dalam satu bak dan pakannnya habis 2 karung dalam 3 bulan. Saat panen padi lelepun sudah besar dan siap dijual atau dimakan sendiri. Inilah contoh keluarga Sasak yang masih menerapkan nilai lama. Memenuhi kebutuhan sendiri, bekerja keras dengan modal yang telah diberi Allah yaitu tanah yang subur, meskipun hujan hanya 3 atau 4 bulan setahun tapi ketika hujan deras menyiram, airnya harus ditampung. Mereka mempunyai bak penampung air yang dibuat sederhana dengan kolam sedalam 2m dan lebar 1.5 meter mengelilingi rumah. Air itu menjadi persediaan setahun cukup untuk minum dan memasak. Bahkan untuk ternaknya pada saat yang sangat kritis dapat ikut minum setiap siang hari yang terik. Di tepi bak penampung ditanam komak, botor, kemangi, terong, cabai, tomat, ubi kayu, ubi jalar, kedelai, jagung dsb secara tumpang sari. Ketika padi berbunga semua tanaman tumpang sari inipun memberi hasil yang melimpah. Rumah bambu beratap Rae (ilalang) dengan lantai bersih yang secara teratur disapukan kotoran sapi dan kerbau basah, adalah suarga bagi keluarga Sasak yang tentram dan sejahtera karena hasil upaya tangan dan kaki sendiri. Keluarga ini belum pernah mengalami kekurangan dalam makanan. Itulah sebabnya banyak sekali anak cerdas yang lahir dari dasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pencarianpun diteruskan ke wilayah sekitar PUSAT NEGERI (Cakranegara) dan mulailah Rustambing memasuki bekas bekas perjalanan sejarah anak bangsanya, dia mulai pergi ke tempat HIBURAN dan KEGEMBIRAAN (Narma- Mada : Narmada) disitu terdapat banyak mata air besar dan salah satunya adalah sebuah tempat untuk bersuci agar awet mda. Awet muda sering disangka untuk tetap muda secara fisik, sesungguhnya awet muda dimaksud adalah kembali ke awal, dan yang dapat kembali ke awal adalah kenangan dan spiritual. Kembali ke janji pati seorang manusia yang berpegang pada janji pati CINTA sang LINGGAM dan YONI (Pemalix dan Kawox). Manusia yang mengulang terus janji itu adalah manusia yang berimbang. Bukankah mereka terikat pada TRI HITA KARANA. Manusia harus menjaga keseimbangan keterhubungannya dengan TUHAN, dengan Sesama MANUSIA dan ISI ALAM?. Awet muda adalah mengawetkan daya pesona kita dengan kekuatan ruh seorang manusia yang menjadi pemban bagi dunianya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing sebagai lelaki sejati, kerap menitikkan airmata mengenang tingkah polah anak bangsanya yang tak kunjung lepas dari keterpurukan, sementara alat dan sarana untuk lepas landas sudah tersedia jauh sebelum kehadiran manusia sendiri. Waktu, Tanah, Air, Lautan, Gunug dan Matahari. Sayang manusia di gumi paer ini ibarat benda kusam yang hanya nyantel di ketiak harta besar itu. Hanya membuat jelek pemandangan saja. Dia ingat betapa banyak tanah ditelantarkan. Di ujung timur negeri ini ada tanah luas yang LANDAI (Rambang) yang hanya cukup diklaim oleh oknum tapi 60 tahun ditelantarkan sebagai landasan nganggur menunggu pesawat luar angkasa jatuh. Memontong bertebaran diseantero gumi, hanya kering kerontang, melompong ditinggal anak dasan menombak sawit di negeri seberang. Bahkan di tanah penuh DURI (Keruak) tanahnya belah belah tapi banjir dimusim hujan, adalah juga seperti tanah tak bertuan berbulan bulan. Padahal disitulah tempat sang DEWA CINTA (Medana) bertahta karena dahulu disana ada suarga loka yang akhirnya dibiarkan jadi ladang penuh duri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada sedih terus lebih baik perjalanan diteruskan, Dewa Perang yang selalu diam karena bingung melihat betapa gobloknya nak bangsa Sasak, dibentak Rustambing agar tidak melamun. Mereka Pergi melihat taman Kecil bernama BURUNG MERAK JANTAN (Mayure). Keindahan burung merak jantan tercermin di bangunan yang ada ditengah telaga. Alangkah bagusnya keadaan saat kehidupan harmonis, sehingga tangan dan kaki manusia dapat membangun monument sebesar itu. Kini orang cukup bangga membangun rumah berdinding tinggi yang memutus akses tetangganya karena takut berbagi. Orang bangga membangun masjid besar tapi yang datang shalat hanya satu shaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perut makin lapar Dewa Perang protes pada Rustambing. Dia minta makanan yang enak dan banyak. Maka meraka cukup ngacir ke barat sedikit sudah ada restoran ayam taliwang. Sayuran yang DISEBAR ASALAN (beberux), yang DICAMPUR ADUK (Urap urap) dan yang MELURUSKAN (Pelencang: pelecing) agar semangat yeng kendor jadi lurus lagi. Nikmat sekali mereka melahap kelor yang dicampur terong dan kacang panjang dengan kemangi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara terakhir adalah berziarah ke tempat BISIKAN yang MENYEBAR ( Lingsar). Disnilah mereka menemukan tempat ritual kuno bangsa Sasak dimana orang masih berdatangan untuk meminta berkah. Mereka membakar kemenyan sebagai bagian dari ritual kuno, menyebar beras kuning yang disapukan di kepala dan minum air kembang setaman lalu uang logam seratusan yang kuning dimasukkan ke salah satu mata air. Semua ini adalah ritual yang tak dikenal dalam agama Islam. Tapi karena orang masih mempertahankan budaya apa mau dikata. Kepercayaan masih kental pada hal hal yang bebau syirik bahkan ada yang meminta pada LINGGAM yaitu bentuk penyembahan agama tertua di bumi ini yang sudah ada 3000 tahun sebelum ISA. Linggam dalam bahasa Sasak disebut KEMALIX ( Pemali, Tabu, alat kelamin pria) yang menggambarkan kehormatan bila Linggam tetap tegak. Dalam kisah TG dan TT akhirnya TG membunuh diri dengan memukul KEMALIXnya artinya dia kehilangan kehormatan atau melanggar tabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing bimbang untuk menguraikan betapa manusia gumi paer ini sebagian besar telah bersinkretisme. Ada kelompok masyarakat yang mencampurkan dua aliran yang berbeda untuk mencari keselarasan. Sebenarnya hal itu sangat baik apabila dilakukan antara dua aliran sejenis seperti yang terjadi pada Agama SYIWA – BUDA di Jawa atau antara aliran agama KRISTEN. Tapi agama Islam dicampur dengan yang lain sudah tentu bikin pusing. Islam mengajarkan Allah Yang Esa dan Rahmatanlilalamin, kita sebar salam sudah cukup tugas kita. Kita tak perlu mengajak ajak apalagi dengan paksa orang lain agar ikut kita. Begitupun Oarang Hindu dengan Tri Hita Karanya cukup mereka sebarkan itu tanpa mengajak orang lain ikut menjadi Hindu. Sebaliknya Orang Kristen tak perlu menganjak siapa saja jadi Kristen bukankah mereka hanya disuruh menyebarkan cinta. Sebarkanlah Salam dan cinta kepada alam semesta ini agar kita semua damai jangan begejuh terus sampai kiamat. Marilah berusaha memahami diri dengan benar lalu menyelamatkan diri baru kemudian memahami dan menyelamatkan semua makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kedua orang itu sampai di tanah WARISAN (Praya), alangakah ramainya manusia memadati lapangan dan jalan jalan dasa. Mereka sedang ada hajat besar, tapi ini jam orang shalat ashar dan mengisi pengajian sore. Massa gegap gempita dengan gendang belex belax dan berbagai pentas budaya dari seluruh negeri se provinsi berjubel ambil panggung dan unjuk kebolehan. Sampai azan maghrib berkumandang, bunyi gendang betalu talu, massa terus bergembira, Ikomah lewat dan mesjid raya bebadan besar itu berisi kaum minoritas tua dan pejabat berseragam yang mengambil barisan pertama. &lt;br /&gt;Inilah buah sinkretisme dan neoliberalisme yang telah menyatu dalam gaya hidup anak bangsa Sasak. Indentitas paling hakiki dikikis habis. Generasi muda senang hidup instant setelah stigma islam teroris ditempelkan dijidat mereka. Sekarang bebajang dapat berkalung salib dan dedare membuka dada sambil berjingkrak jingkrak. Modernisasi diartikan bebas telak. Internet menghidangkan film film lokal di youtube, asli produk anak dasan yang lebih berani dari film barat sekalipun. Layaklah, bukankah murid lebih hebat dari guru?. Bodoh sekali anak dasan ini, orang barat sangat tekun belajar adat istiadat dan agama kita yang nilainya sangat tinggi sementara sebagian kecil anak dasan yang sudah jadi murid para orientalis atau kolonalis, petentang petenteng melebihi kekejaman dan kesombongan gurunya. Rustambing sangat khawatir, TG melanggar janji patinya dan ketika terlambat sadar, jamaahnya sudah habis apakah ia akan memukul pemalixnya juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mansur: ... &lt;br /&gt;Sinkretisme dalam berbagai bentuk memang sangtlah berbahaya dan merugikan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusunya dalam beragama, sudah jarang kita temukan tempat pengajian yang mendasar dari, sifat 20, bersuci, cara berniat, kebanyakan adalah ceramah dari orang2 yang tahunya agama juga dari ceramah sebelumnya. hasilnya banyak yang menghafal niat shalat (bahkan bahasa arabnya) tetapi tidak tau bagaimana berniat yang benar, bersuci yang benar, dan beragama yang benar. &lt;br /&gt;Kalau orang itu mau diajari/diperbaiki sih mending, tetapi banyak juga yang seolah lebih hebat karena telah banyak mengahafal ayat dan hadits. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;wallahu a'lam 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 20, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1818028222682699241?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1818028222682699241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1818028222682699241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1818028222682699241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1818028222682699241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-iv.html' title='Babad Batu Besar IV'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1905830617788961768</id><published>2009-11-01T21:03:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:04:45.992-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar III</title><content type='html'>[Sasak.Org] Melihat luasnya lahan yang dipakai untuk ambisi datunya membangun bandara, Rustambing tepekur, alangkah sayangnya keputusan itu. Bukan tidak boleh tapi sangat tergesa gesa seperti selalu saja terjadi pada setiap pembangunan apa saja. Mungkin watak datu datu Sasak sudah demikian pekatnya diliputi oleh sifat tergesa gesa sehingga mereka tak tahu sekal priritas yang dapat menyelamatkan anak bangsa dan sekaligus memajukan segala sector. Sore sore setelah macul dan melinggis sawah kering itu mereka duduk di brugax persis di tepi jalan di jebak dasan. Ada seorang yang dituakan ikut duduk sambil minum kopi dan ambon kulut. Temanya sederhana dan tak ada protokol, semua yang hadir sudah faham bahwa yang tua yang harus banyak bicara tapi sesepuh kita ini bilang: " Jangan sungkan sungkan, inilah saatnya kita kembali mengungkapkan rasa cinta kita yang lama dikubur oleh musuh kita yang tampak dan tidak tampak!". Rustambing heran apa gerangn musuh tak tampak itu. Dia hanya mengira kira maksud sesepuh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musuh yang tidak yampak itu jauh lebih dahsyat dari semua penjajah kuno disatukan dengan yang super modern. Yang tidak tampak itu ada didalam dada dan otak manusia yang tidak terpimpin oleh ruh. Ruh itu adalah titipan yang ditanam Nenex ke dalam benda titipan berupa awak. Kapan saja cangkokan titipan pada benda titipan ini diambil maka kedua titipan itu musnah. Titipan itu dijadikan pemimpin bagi yang tampak, tapi yang tampak sering terlalu pongah dan suka berlaku sesukanya, padahal dia hanyalah tanah yang sama dengan tain petux!. Bila sudah berkuasa sang penjajah yang tak tampak itu, Cahaya tak dapat dilihatnya karena kotoran tak punya mata. Kita adalah kotoran, tanpa adanya ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing geleng geleng, dia belum pernah mendengar seorang TG pun yang sangat kejam menganggap diri ini hanya kotoran. Sang Dewa Perang, suka senyum senyum sendiri, maklum semua yang diucap sesepuh itu telak mengenai dirinya. Dia doyan sekali makan dan siap melawan rintangan yang dihadapi di jalan pencarian ini. Istilah si Dewa Perang ini adalah "andelang baduk doang". Rustambing yang penasaran ingin sekali bertanya tapi dia ragu, maklum dia sudah belajar etika di berbagai belahan dunia. Agama apa saja dilahap, adat apa saja dicermati, maka sangat hati hati sekali dia soal berbicara, jangan sampai ada yang tersinggung dengan sepotong bunyipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi berikutnya mereka bawa lagi linggis dan pacul, Dewa Perang cekatan sekali melinggis tanah yang berempak empak dan liat itu. Campuran tanah vulkanik dan tanah liat yang kalau basah hanya kerbau yang sanggup menginjak injaknya agar empuk. Tak ada yang mengira jika musim tanam lahan tandus ini dapat berubah menjadi suarga padi yang hijau dan akhirnya menguning. Aroma tanah kering ini sedap sekali seperti ada yang membakar ubi jalar, aromanya terbang ke angkasa. Dalam dongeng inax dahulu, bidadari itu makannnya hanya dari aroma saja karena dia berwujud benda halus dan tinggal di awang awang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak siang sedikit saat orang shalat dhuha, terdengar teriakan dari seorang lelaki kurus. Dia menuntun istrinya ke bebalex di atas pelepe bangket. Nampak istrinya kesakitan, memegang perutnya yang besar. Rustambing dan Dewa Perang melempar senjata dan lari mendekat. Ibu itu sudah terlentang diatas para para dan suara bayi memecah diantara asap asap onggokan roman yang dibakar, mengalun bersama tiupan angina alus. Rustambing memberi instruksi kepada pengawalnya untuk mengambil air satu ember dan memanggil belian. Sementara itu dia memberi pertolongna pertama. Tangan dicuci bersih dan bayi diambil lalu diselimuti. Penantian yang lama sekali, belian tak kunjung tiba padahal Dewa Perang sudah siap denagn air seember penuh. Rustambing membaca basmillah dan mengambil silet cukur yang baru di tas pinggangnya. Dia bergerak seperti dokter puskesmas yang hendak mengoperasi pasien koreng. Dengan hati hati diambilnya benang yang juga ada di paket kecil dalam kembokannya itu. Di pelepe tumbuh kunyit yang subur dia cabut satu dan digerusnya sebagai antiseptic.Benang dibasahi kunyit agar steril lalu diikatnya tali pusar si bayi kira kira 10 cm dan dipotonglah dibagian atasnya. Kemudian bayi itu di bersihkan dan ditidurkan disisi ibunya. Rustambing bilang: Azankan!. Si Dewa Perang maju tapi disintat, sebab bila dia sampai kumandangkan azan pasti orang tengax mati tertawa dengan logatnya yang bermelodi dangdut. Maka Amaxnyalah yang mengzankan dan mengikomahkannya. Belian baru nongol saat ikomah selesai seperti mau sholat saja papux itu. Datang dishaf terakhir. Tapi giliran mengurus ibu bayi adalah tugas perempuan belian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing, Dewa Perang dan Tanax Awu menjadi saksi kelahiran anak laki laki dasan disaat orang membongkar dan merusak lingkungan hanya kerena urusan perut para datu ambisius dengan segudang rencana pada bandara itu. Ibu dan bayi itu dibuatkan tandu untuk diangkut pulang. Amax bayi dan Dewa Perang menandu sang ibu sementara Rustambing menggendong bayi sebab papux belian sudah peot sekali sehingga tak kuat membawa penginang sendiri. Terjal sekali lahan lahan ini, bongkahan tanah keras sekali. Sering petani yang melinggis celaka dibuatnya karena bongkahan menggelinding dan linggis mengenai kaki. Atau terpeleset saat jalan. Harus hati hati sekali melintasi sawah tadah hujan yang berhektar hektar itu. Sesampai di dasan, mereka sudah dinanti semua penghuni dasan yang tadinya bekerja di sawah. Mereka masukkan ibu dan bayi untuk istirahat dan mandi kemudian semua kumpul di berugak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesepuh datang, sangkep bersama. Rustambing dipangil bersama Dewa Perang dan amax bayi itu. Sesepuh berterima kasih pada Rustambing serta Dewa Perang. Dan sebagai tanda mata, sesepuh meminta agar nama bayi itu Rustambing. Rustambing tidak setuju karena takut jadi orang beken sebab baru kali inilah selama 500 tahun dasan itu ada, seorang laki laki menolong kelahiran bayi!. Dewa Perang melirik Rustambing memberi kode agar dia setuju. Tapi Rustambing punya nama buat bayi itu. Usulnya adalah " Tameng Muter". Sesepuh langsung senyum dan setuju. Rustambing adalah pepadu hebat di zaman dahulu dan dia bersenjatakan tombak dan tameng yang dapat berputar sangat cepat sehingga musuh jadi pusing. Dewa Perang bingung, mengapa di zaman modern kok masih ada nama begituan sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Papuk" kata Rustambing. Saya punya alasan kuat mengapa kita memerlukan tameng muter saat sekarang ini. "Apaan' celetuk Dewa Perang. Orang pakai bazoka situ masih muter muter!. Sang sesepuh mencoba menyetop Dewa Perang dan minta agar mendengar alasan pemilihan nama itu. Rustambing lalu menanyakan kepada sesepuh mengapa terjadi degradasi budaya, adat dan tradisi di dasan ini. Kecuali dasan Sade, yang dibuat sebagai iming iming turis apakah masih ada yang dibanggakan?. Rustambing ini lupa diri, seharusnya tak kasar dan tajam kalau bicara pada sesepuh. Dia segera minta maaf; " Ampure papux" saya khilaf. Sesepuh bilang: " kita sudah lama sekali tidak punya orang kritis di dasan ini bahkan di tanah Selaparang sudah tak terdengar lagi suara yang agak berbeda. Mereka selalu amin kepada apa dan siapa saja. Inilah akibatnya. Teruskan bajang apa yang menjadi pertimbanganmu dan beri alasan yang masuk akal agar bajang yang kumpul disini, di brugax ini kembali merasakan ruh dari padepokan kuno kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing melihat betapa komunikasi antar anak dasan sangat lemah dan jarang terjadi. Mereka tak dapat bicara satu dengan yang lain. Ada anak ngebut, dilarang tidak mau, akhirnya berkelahi. Tidak cukup sampai disitu masing masing kelompok saling undang untuk gabung dalam perkelahian. Lain waktu ada bajang yang mengganggu wanita dasan dan mulailah disulut api perang. Kenapa hari demi hari dasan makin aus, kumuh, beringas dan tak punya harapan?. Lahan yang luas untuk bercocok tanam makin hilang diganti bandara. Apakah kita tidak memikirkan dengan dalam bahwa manusia butuh beraktifiatas. Memacul, melinggis, pano, menanam, ngeder, matax, dan menggali dan memacul lagi. Hidup ini perlu aktifitas rutin. Itulah inti dari ibadah. Ibadah itu perlu ritual. Ritual itu perlu gerakan yaitu perbuatan dan aktifitas. Dari situlah roda kehidupan berputar. Makan itu adalah bagian dari aktifitas atau gerakan ritual. Jangan jadi tujuan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papux balox kita telah membuatkan kita sarung artinya supaya kita mengurung diri, membatasi diri. Kereng dari kata kurung seperti dereng dan durung ia berubah bunyi tanpa kehilangan makna. Kita harus membatasi perputaran diri sebagai mikrokosmos yang beredar di porosnya. Ada batasan jelas jika dilanggar jadi khaos. Perempuan kita memakai lambung. Lambung artinya panggul, karena sesungguhnya semua anak manusia dipanggul oleh wanitanya. Wanita yang baik melahirkan bangsa yang baik, apabila wanitnya buruk maka semua bangsanya buruk! Lambung dalam bahasa modern berarti juga melambung, mengangkat tinggi. Lihatlah betapa indahnya lambung yang dibuat berhias ditepian. Berwarna warni. Kita anak dasan serasa melambung melihatnya dan yang memakainyapun tak kalah melambungnya sehigga serasa terbang. Hitam adalah tanah, karean perempuanlah yang punya gumi, epen bale. Merah berarti darah kita yang sama. Kuning adalah padi kita dan hijau adalah hutan kita sedang biru adalah langit kita. Itulah warna warni dasan yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tameng Muter dipilih sebagai bentuk perlawanan agar terjadi kelahiran kembali di dasan ini. Saat ini dan disini dibutuhkan tameng muter yang dapat berputar cepat dengan kemampuan diplomasi tingkat tinggi. Ketika anak dasan masih beraktifitas seperti melinggis dan memacul ditawarkan bandara besar, akibatnya harkat martabat pasti terinjak. Alif bengkok saja tidak tahu bagaimana mereka dapat mengisi lowongan kerja yang beribu ribu banyaknya itu. Bandara memerlukan puluhanh ribu SDM kalau tiap orang menghidupi 3 orang maka semua anak dasan makmur. Tapi tak ada yang kapable untuk diandalkan sekedar jadi Klining servis!. Apakah kita akan melihat ahli momot meco pindah dari boug ke pinggir bandara nonton pesawat datang dan pergi?. "Papux, saya tak sanggup lagi membiarkan Tanax Awu yang sempat jadi ladang pertempuran tak berimbang antara anak dasan dengan para centeng kaki tangan asing dan datu lokal". Kita semua ingin agar para datu lebih bijak, mempersiapkan manusia dahulu baru yang lainnya. Jangan selalu tergesa ingatlah KERENG dan LAMBUNG, jangan sampai kita terus saling membantai. Tameng Muter harus kita didik dengan akhlak mulia, mengerti politik dan ekonomi, tahu lingkungan dan diplomasi, dengan kemampuan komunikasi seorang polyglot. Mari carikan lagi 9 Tameng Muter untuk mengahadapi musuh yang selalu saja pandai memutar mutar kepala kita sampai pusing. Sesudah pusing karena mabuk fulus, arak dan jabatan, tidak ada kecualinya para datupun hanya diarak dalam gorong batang! Tameng Muter adalah amunisi kita untuk memutar kembali roda kehidupan anak dasan yang siap dengan kemajuan zaman. &lt;br /&gt;Maju dan jayalah bangsa Sasak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bissawab&lt;br /&gt;Demikina dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1905830617788961768?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1905830617788961768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1905830617788961768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1905830617788961768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1905830617788961768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-iii.html' title='Babad Batu Besar III'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-3966926652048315152</id><published>2009-11-01T21:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:03:06.032-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad Batu Besar II</title><content type='html'>[Sasak.Org] Rustambing bersama Dewa Perang membawa keris kecil buatan abad ke 14 yang dibuat sendiri oleh kakek moyangnya, ahli keris yang terkenal tempat para raja dan bahkan Gajah Mada memesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencari sanak saudaranya keturunan Papux Guru yang berasal dari BARAT DAYA (Bayan) yaitu trah BATU BESAR yang bercerai berai di Seantero negeri orang LEMPANG (Lombox). Papux Guru Lahir tahun 1860 dan trahnya adalah semua orang yang menggunakan Bahasa TERSERET (Teros) yang menyebar hampir merata di Sasakstan. Mulai dari BUKIT BERBUNGA (Gunung Sari) TANAH KOSONG (Gomong), KAMPUNG RAYA (Dasan Agung), LAHAN yang banyak pohon SUKUN (Karang Sukun), BUNGA KERANG ( Kembang Kerang), TERCECER (Erot), KEBUN JARAK (Ketangga), TANAH TINGGI (Dasan Tinggang) dan BATU BESAR Tua (Selaparang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kabar angin yang mengatakan bahwa trah Papux Guru yang masih menyimpan takepan yang lengkap mengenai babad lama ada di selatan gumi. Rustambing harus menyeleksi dasan dasan paling strategis. Dia telah mencoret dari daftar berbagai dasan sepanjang jalur Ampenan - Labuhan Lombok. Mulai dari tempat PEMBANTAIAN (Sambelia), DEWA BATU TERJAL ( Pringga Baya), dasan sunyi yang JARANG penduduk (Rarang), dan dasan yang BERSERAKAN (Terara). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dia sudah ke utara di BARAT DAYA (Bayan) kemudian tempat orang MENGENDURKAN diri alias istirahat (Gondang) meluncur ke KARANG BERLUBANG (Batu Bolong) dan masuk ke sungai dan menyeberang dengan MENGANGKAT pakaian di SATU TANGAN (Peninting) sampailah di tempat KEPALA (Otak Dese). Karena capek dia memutuskan menginap sambil mencari pedang di LADANG BUNGA dan tumbuhan BEBELA (Sekarbela).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang ditentukan Rustambing berangkat lagi ke Selatan, kali ini tak mau sendirian dia menggamit Dewa Perang yang sudah kebanyakan momot meco selama ditingal ke Utara. Dia banyak dikomplen kalau bicara melodinya khas dan bikin senyum orang, tapi itu karena soal kebiasaan. Mulai memasuki pantai pertama tama mengunjungi tempat tua, dimana seorang perempuan BERANAK pernah DIASINGKAN(Selong Belanak). Disini mereka bertemu dengan sesepuh yang ternyata masih satu keturunan. Sorenya melewati tempat orang pernah MENGAMUK (Pengantap) menuju tempat PALING UJUNG (Sengkol). Inilah tempat paling lama disinggahi Rustambing untuk sinau penaox dari orang orang yang masih memegang adat yang lebih asli dibanding tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata di Selatan inilah terletak dasan dasan yang tetap mempraktikkan ajaran yang biasa disapaikan di BRUGAX. Ada satu dasan dimana dahulunya adalah tempat BERTAPA YANG AJEG (SADE), sempit tapi punya selera seni Sasak. Orang orang disini ternya masih bersaudara semua. Rustambing Masih mempelajari lagi tempat penting mana yang harus diprioritaskan, mengingat waktu yang terbatas dan informasi yang sangat minim. Rencana akan ke TUAN yang rumahnya ada pohon WARU (Jero Waru) dan harus mampir ke saudaranya yang kesulitan air unutk membantu satu Kontainer berisi 5000 liter air di tempat yang SERBA SALAH (Pemongkong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana petualangan sementara akan diakhiri di tempat ORANG RAMAH yang suka BERGOTONG ROYONG (Sakra). Tapi sekarang Rustambing dan Dewa Perang harus mengambil linggis dan pacul untuk menggali sawah sebagai persiapan menanam padi gogo dilahan tadah hujan disekitar TANAH yang berwarna ABU (Tanax Awu). Mereka bekerja sama bahu membahu dengan para pepadu dari dasan orang BERKULIT GELAP (Pujut) bertatap tatapan dengan centeng centeng sewaan mengawasi lahan luas yang sudah diborong untuk landasan pacu bandara besar. Entah apa yang akan terjadi pada nasib mereka kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comments (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lmjaelani: ... http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;wah, makin mangstab!1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 16, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nazar: ... &lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;berarti pertamax neh miq LM  2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 16, 2009&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aji: ... &lt;br /&gt;Asslkm....Wah kebetulan aku lagi nyari selewok papuk guru nih,konon yang tertinggal poton selewok yang tidak dimakan api....tapi sblmnya Papuk guru 3&lt;br /&gt;yang dimaksud disini yang mana yach....?3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 05, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP: ... http://www.hazairinrjunep.blogspot.com&lt;br /&gt;Aji, coba katakan Papuk Guru yang mana yang kamu sendiri kenal, siapa tahu di 4&lt;br /&gt;KS ada orang yang menyimpan sisa ujung sewox itu.4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;August 06, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-3966926652048315152?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/3966926652048315152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=3966926652048315152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3966926652048315152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3966926652048315152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-ii.html' title='Babad Batu Besar II'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-8690771772789792695</id><published>2009-11-01T20:54:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T21:00:12.908-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Babad Batu Besar'/><title type='text'>Babad  Batu Besar I</title><content type='html'>[Sasak.Org] Seorang pepadu bernama Rustambing dari BATU BESAR (Batu Belex) memutuskan pergi berkelana di seantero Tanah YANG SESAK (Tanah Sasak). Setelah agak siang dia mencapai dasan yang ada PANCURAN air (Pancor), dia lalu mandi dan minum sepuasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian meneruskan perjalanan ke dasan tempat PENGASINGAN (Selong), disana tumbuh banyak pohon kenari besar besar. Dari situ perjalanan diteruskan ke utara menembus kebun dan semak lalu keluar di dasan kecil Berlobang lobang (Kerongkong). Ia mencoba berjalan lebih cepat agar bertemu DEWA PERANG ( Suralaga) sebelum gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bertemu dengan dewa perang maka keduanya berjalan menuju HUTAN PERSEBAHYANGAN (Wanesabe). Di Sana mereka menginap sebelum pergi Ke tempat PERSEMBAHAN PARA HAMBA (Sembalun). Esok harinya pagi pagi sekali mereka pergi berziarah ke bekas Kerajaan BATU BESAR(Selaparang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mereka tidak tahu jalan dan memasuki dasan yang BERPUTAR PUTAR (Swela). Ternyata mereka salah jalan dan tahu tahu sampai di dasan BATU BATU TERJAL (Pringgasela) di dekat TANAH LUAS TEMPAT TUMBUHNYA POHON NANGKA (Lendang nangka). Mereka berfikir alangkah baiknya mencari kendaraan saja daripada tersesat terus. Kedua orang itu pergi ke BUAH ASAM MAS (Masbagik) menaiki bis kecil menuju TANAH IBUKU (MATARAM).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama mereka keluar dari batas wilayah di dasan PARA BUDAK (Jenggi) lewat dasan para PEMARAH (Kopang) lalu tiba tiba ada yang MERINTANGI (Mantang) setelah itu mengambil WARISAN (Praya) dan berbelok belok menuju terminal CAHAYA (Sweta) karena sopir menghidar dari polisi mereka tidak masuk di terminal ALAM SEMESTA YANG TUNGGAL (Mandalika) sesampai di PUSAT KERAJAAN( Cakranegara) mereka makan pelecing dan cabut ke tempat pembutan TALI TEMALI (Ampenan) di ujung paling jauh pulau ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rustambing belum mendapatkan sesuatu yang lama dicarinya, kita akan lihat kemana lagi dia bertualang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhklas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar:&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;lmjaelani: ... http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wow luar biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana dengan PEMONGKONG, RARANG, TERARA, REMBIGE, SAKRE, 1&lt;br /&gt;SEMBALUN, SEMBELIA, PUJUT, LOYOK, GONDANG, GOMONG, dll?1&lt;br /&gt;July 15, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;mansur: ... &lt;br /&gt;Kopang = Pemarah  &lt;br /&gt;sedih juga jari dengan kopang  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling Bagus Kutaraja : Kotanya para raja atau kota yang menghasilkan raja. (terbukti! ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 15, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;lmjaelani: ... http://lalumuhamadjaelani.wordpress.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nggih miq, tiang kebetulan dari King City 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 16, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Jati: ... &lt;br /&gt;Wah.. King City hehehe, tiang ingat ada seorang cewek disana.. cantik manis dan sopan, duLu pernah main kerumahnya tapi sekarang dia sudah nikah.. heuheuheu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 16, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5&lt;br /&gt;sasaki: ... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untolerable..story5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 25, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-8690771772789792695?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/8690771772789792695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=8690771772789792695' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8690771772789792695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/8690771772789792695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/11/babad-batu-besar-i.html' title='Babad  Batu Besar I'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2000720481283313407</id><published>2009-09-23T22:50:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T22:58:17.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='По Русски'/><title type='text'>Это Ты...</title><content type='html'>я напишу тебе фразу&lt;br /&gt;и получатся слова,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;я напишу тебе прозу&lt;br /&gt;и получится поэзия,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;холста не хватить, &lt;br /&gt;нарисовать тебя,&lt;br /&gt;ты слишком красивая&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;карандаша не хватит, &lt;br /&gt;описать тебя,&lt;br /&gt;ты очень интересная&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;не хватить времени&lt;br /&gt;просто объснить&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;потому, &lt;br /&gt;что я не понимаю,&lt;br /&gt;как люблю тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;будет темно &lt;br /&gt;и я люблю тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;будет светло &lt;br /&gt;и я опять люблю тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ничего не понимаю, &lt;br /&gt;без тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ничего не знаю, &lt;br /&gt;без тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ничего не помню, &lt;br /&gt;без тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;вот почему &lt;br /&gt;я всегда скучаю, &lt;br /&gt;без тебя&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Джогджакарта, 24 Сентябре 2009 г&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2000720481283313407?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2000720481283313407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2000720481283313407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2000720481283313407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2000720481283313407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/09/blog-post.html' title='Это Ты...'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-3341781376987205577</id><published>2009-06-30T22:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T23:07:20.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Yang Piawai</title><content type='html'>(Sasak.org) Saya mengira hanya tukang momot meco yang tidak mau belajar yang bisa bikin saya kelinggitan, ternyata anak Bangsa Sasak yang menggondol title akademis tertinggi pun bisa bikin keki. Saya tentu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan tidak bermaksud su'uzon tapi sekilas saya menangkap keterjebakan tokoh kita ini dalam pola pikir yang dependen sekali. Bagaimana tidak kelinggitan, saya berpandangan bahwa memiliki hak paten adalah kesempatan paling langka untuk 230 juta bangsa yang ada di Nusantara ini dan lebih langka lagi khususon bagi anak Bangsa Sasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya begitu menyayangkan keputusan sang cendekiawan yang melepaskan kesempatan mengangkat harkat martabat 3 juta bangsa Sasak, dan menukarnya dengan sekedar title yang hanya berlaku di lingkunagn akademis atau kampus saja. Dulu waktu SMA kasek saya beprestasi nasional dan kepala SMP saya berprestasi nomor satu nasional dan sangat diincar pusat, beliau tidak mau sebab ingin tinggal di Lombok saja. Saya membayangkan seandainya beliau menerima tawaran itu niscaya kita punya dirjen atau menteri. Itu tahun 80-an. Kakak saya seorang jenius dengan nilai hampir sempurna sejak SD dan autodidak tulen dalam ilmu pasti dan teknologi, sayang dia tidak berani mengambil langkah besar untuk minggat dari gumi paer dan terima hanya sekolah PGSLTP. Seandainya dia ke Malang atau Jogjakarta niscaya kita punya pakar IT pertama Bangsa Sasak di tahun tahun awal kemunculan komputer. Menyesali nasi yang sudah jadi bubur tidak baik, maka bubur itu kita harus buat spesial dengan telur dan ayam pelalah. Kelak bila kita memasak hendaknya menakar air dan pengatur panas agar nasi jadi pulen dan sedap. Manusia Sasak ke depan, dengan demikian, akan menjadi manusia matang, berdikari dan sedap dipandang karena ketokohannya mendunia. Bersama dengan Kangkung, Pelecing dan Brugax Elen yang siap kembali mempersenjatai pepadu dan dedare , para sarjananya perwira, pemudanya kesatria dan pemimpinnya integrasionis. Inilah daftar panjang keistimewaan intergritas anak bangsa Sasak masa kini dan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya indeng indeng dengan kapasitas orang menyesal tingkat dasan, saya mencatat hal hal besar yang mempengaruhi pepadu dasan dalam mengambil keputusan yang menentukan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fikiran&lt;br /&gt;Seorang anak dasan pertama tama harus mampu membebaskan keterbelengguan berfikirnya. Belenggu itu datang dari mitos mitos yang dikembangkan oleh orang lain untuk mengambil keuntungan dari kepicikan kita. Mitos merajalela di dasan, seperti mitos kebangsawanan, mitos goib dan mitos klenik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos kebangsawanan menghambat orang untuk menggugat ikatan istimewa segolongan orang sehingga kesempatan maju dikontrol satu fihak. &lt;br /&gt;Mitos Goib, biasanya dikaitkan dengan keistimewaan seorang yang dianggap mendapat wahyu atau karomah sehingga dia dianggap mempunyai hak jadi pemimpin spiritual, yang sekali lagi menyebabkan penguasaan tertentu atas hajat orang banyak di satu fihak saja. &lt;br /&gt;Mitos kelenik, masih adanya masyarakat yang mengkultuskan sesuatu atau seseorang karena mempunyai kekuatan supranatural. Kelompok masyarakat klenik ini menjadi santapan fihak lain, karena diekploitasi dengan tipuan dan permainan ala dukun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembebasan fikiran itu sudah dimuali sejak lahir saat ayah mengazankan dan mengikomahkan sang bayi, tapi lambat namun pasti lingkungan yang penuh mitos itu membentuk mental blok yang dahsyat sehingga terbawa sampai tua. Syahadat adalah pembebas fikiran manusia, karena satu satunya batas adalah syirik. Manusia yang tidak syirik inilah yang dapat mengontrol daya fikirnya yang terintegritas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalbu&lt;br /&gt;Kalbu yang sifatnya bergolak, berputar dan berputar adalah seperti halnya mata, hanya alat kelengkapan saja. Kalau mata adalah jendela hati, maka hati adalah filter dari fikiran itu. Mata dapat melihat yang jelek dan yang cabul kalau tak ada kendali dari fikiran dan filter dari hati. Inilah yang disebut rasa. Rasalah yang menentukan penggunaan alat alat itu dan semua alat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelak tiap alat yang terlibat akan mendapatkan perlakuan sama didepan pengadilan terakhir untuk bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan. Bukankah kita adalah alam kecil dengan planet yang berputar ditempat masing masing? Jagalah planet planet kita agar tidak meledak karena bertabrakan. Kalau bertabrakan kita menjadi gila dan bagai meteor akan melayang dan jatuh berkeping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amal sholeh&lt;br /&gt;Ketika kita sudah bebas dalam berfikir, kitapun bebas bertindak. Kebebasan kita itu dibatasi oleh kebesan dan hak orang lain sehingga sebebas bebasnya masih tidak bebas juga, apalagi kita telah bersyahadat pula. Lantas apalagi yang dapat kita lakukan selain beramal sholeh selama hidup kita. Untuk dapat beramal sholeh kita harus mempunyai integritas, loyalitas dan kesediaan berkorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integritas berarti menjaga kualitas diri sebagai manusia utuh yang bermutu tinggi karena kemampuan berfikir menyeluruh dan berpandangan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loyalitas adalah kesetiaan pada janji pati yang berpegang teguh pada akidah, sebagai buah dari syahadat. Sehingga dalam mengambil keputusan tidak ada keraguan dan ketakutan selain kepada Allah. Ditingkat ini pangkat, jabatan, uang dan iming-iming lain tak akan berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesediaan berkorban, suatu tindakan yang dilandasi keberanian mengambil resiko apapun karena berprinsip semuanya milik Allah. Seorang dapat mengorbankan diri karena ia berfikir bebas dan loyal maka oleh karena itu ia mengerti skala priotas dalam hidupnya. Mana yang utama, membawa manfaat lebih besar dipilih dari yang tidak penting dan mnedatangkan mudarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya membayangkan seandainya kita dapat menata diri menjadi manusia yang berintegritas tinggi, maka kita dapat memilih sesuatu yang lebih besar yang akan membawa kita kepada keuntungan lebih besar bahkan bukan untuk kita pribadi tapi untuk seluruh anak Bangsa Sasak dan seluruh manusia. Gelar akademis itu mudah sekali didapat tapi kesempatan besar untuk menyelamatkan dan memberi kesempatan banyak bagi anak bangsa untuk meraih title akademis, tidak akan datang dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah semeton jari inax amax kita buka diri dan rasakan dengan seksama apakah kita sudah memasang niat untuk belajar, bekerja dan beramal dengan menimbang sebesar besarnya manfaat bagi segenap anak manusia, khususnya bagi anak Bangsa Sasak. Janganlah kita terjebak pada kepentingan pribadi yang sempit dan sesaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohulambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-3341781376987205577?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/3341781376987205577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=3341781376987205577' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3341781376987205577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/3341781376987205577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-yang-piawai.html' title='Sasak Yang Piawai'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-7754450289336498451</id><published>2009-06-29T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:39:03.387-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Kembalilah Ke Brugax</title><content type='html'>(Sasak.org) Seorang amax mengamuk setelah anaknya diajak bersekolah oleh pepadu yang baru saja pulang dari menuntut ilmu di Jawa. Amax itu sangat tersinggung karena dia merasa terhina seolah tak dapat mengurus anaknya sendiri. Tetangga lainnya seorang inax marah marah dan memaki saat seseorang memberi anaknya makanan yang dibawa pulang oleh anak itu. Diapun tersinggung berat karena menyangka pemberi makanan itu menghinanya sebagai anak pengemis. Di dasan kami ada banyak pepadu yang diam saja di rumah meskipun sudah diajak gotong royong. Kalau di tegur, diapun mengamuk karena tersinggung diganggu kebebasannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ada berita Mikail Jackson meninggal, ramai sekali pepadu dasan berbondong ke taman kecil satu satunya disana. Masing masing mengekspresikan perasaan kehilangannya. Ada yang piawai melakukan gerakan moon walk dan menari ala jenazah zombi. Suaranyapun ditiru habis bahkan model pakaian tak ada yang kurang sedikitpun. Biaya untuk melengkapi diri agar sangat mirip dengan semeton Mikail cukup besar dihamburkan, sebab harga bahan dan ongkos jahit lebih mahal dari biaya sekolah sampai SMA. Itu tidak masalah, bukankah sudah biasa menghamburkan uang untuk beli HP canggih yang dapat dipakai berSMS ria dan bertelefon sampai mulut jeweh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekompakan masyarakat kami di dasan sudah agak rapuh, dahulu ketika dasan kami masih temaram karena listrik hanya malam hari dan bioskop bergenerator memutar film hindustan tiap malam, orang masih saling ajak beriringan pergi pengajian dan mengangkat pasir, batu dan apa saja untuk membangun masjid. Bahkan kalau nonton film ratapan anak tiri atau film hindustan mereka menangis bersama dan esoknya mereka bercerita tentang film yang sama dan masih dengan titik air disudut mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada anak nakal mereka serempak memberei peringatan atau merangkul anak itu, hampir tiap orangtua merasa memiliki terhadap anak bangsanya dan anak anak juga merasa segan, hormat dan sayang pada tetangganya yang dipanggil, kakax, tuax, amax , inax, papux , balox dsb. Mereka memang bertalian darah meskipun jauh sekali tapi hati mereka tertaut erat sampai begawe bersama dan lapar bersama dijalani. Mushalla hanya terbuat dari kayu dan daun kelapa, sempit bebentuk berugax. Brugax berasal dari bahasa Kawi "Rengga" yang artinya tempat duduk, tempat berkumpul. Orang Sasak mengadaptasi kata itu menjadi dua yaitu regang atu ringga dan brugax. Berengga jadi brugax. Brugax adalah tempat duduk sangkep. Nah, " sangkep" ini juga berasal dari bahasa Kawi yang artinya mempersenjatai pasukan. Entah sudah berapa puluh tahun fungsi Brugax yang sempat jadi mushalla itu sama sekali berubah jadi tempat momot meco! Alangkah besar dosa kita kepada papux balox yang mewariskan tempat berkumpul untuk mempersenjatai diri dengan ilmu pengetahuan dan agama, telah kita sia siakan untuk bejorax dan mengahbiskan waktu untuk hal bodoh sehingga kita tak lagi mempunyai generasi mumpuni sejak tahun 70 an! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak pernah absen mendengar azan dan bacaan shalawat dari megafon masjid dan mushalla di seantero dasan. Alangkah beruntungnya kita menjadi muslim yang hijrah dari kegelapan menuju chaya terang benderang. Tapi kebanyakan pepadu dan dedare kita mendengar lagu Mikail Jackson atau melototi acara dangdut di Televisi kabel sepuluh ribuan. Apa yang mau dipersenjatai, isi otak hanya dangdut dan kepiawaian bermoonwalk saja? Sedangkan si Mikail Jackson sudah pula bersyahadat dan ingin bertaubat serta berserah diri. Sedangkan para penirunya tidak pernah sdikitpun tahu apa yang terjadi kecuali moonwalk dan dia sudah mati!. Kanak dasan selalu menyangka kalau dia dapat berbuat seperti orang lain, umpama berlagak kebarat baratan, makan makanan barat sepertiyang berserakan di jalan dasan, sebut saja pizza yang dibaca PIZA oleh anak dasan dan Mc Donald yang dibaca MAK KDONAL, seolah setelah medengar musik,bergaya moonwalk dan makan barang aneh itu mereka sudah sama dan sederajat dengan orang yang ditiru tiru. Sekarang ramai lagi anak dasan menekuni face book dari pagi sampai malam, dari anak anak sampai dewasa. Sebagian menekuni PS sebagian menekuni Face book dan saat makan lari ke warung sampah, tahukah anak dasan bahwa makanan itu disebut JUNK FOOD?. Tentu tak peduli, bukankah semua orang berbaris antri ke sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika semua orang berpaling dari kebiasaan dan adat yang dibudi dayakan ribuan tahun dan menukarnya dengan hal hal instan, maka tampaklah kemerosotan disegala bidang. Sudah berapa ratus ribu anak bangsa Sasak rarut meninggalkan dasan dan mereka tidak lagi taat pada perintah agamanya. Mereka tak sadar bahwa buaian harta benda yang sifatnya sangat sementara telah membawa kesengsaraan berkepanjangan untuk anak bangsa yang kehilangan indentitasnya kelak. Orang Polandia dan Orang Portugis dahulu hidup sangat susah mereka bekerja keras bahkan jadi pembntu dan buruh namun mereka tak pernah menyerah dalam mendidik generasi mudanya. Ibu ibu Jepang sejak kalah perang mengorbankan diri unutk tinggal di rumah demi menjaga harta paling berharga yaitu anaknya. Anak anak Jepang diasuh penuh oleh ibunya dan mereka menjadi generasi muda terbaik di dunia. Sekarang kita dapat bertemu dengan turis dari negera negara tersebut. Mereka tetap jadi pekerja keras dan belajarnya kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pernah mempunya generasi Sasak kekah karena mereka dengans setia dipersenjatai di Brugax. Senjatanya adalah Agama, ilmu Sastera, Ilmu pertanian dan peternakan, perdagangan sampai ilmu falak. Mereka faham kapan menanam kapan memotong pohon dan bagaimana memelihara lingkungan.Mereka adalah generasi yang dipersenjatai, sehingga bila mereka merantau ke Jawa, naik truk dan jalan kaki bahkan ada yang jalan kaki ke kampus pulang pergi sejauh Ampenan sampai Terminal Mandalika! Generasi ini mungkin masih ada tersisa di kantor kantor atau jadi guru dan petani, tapi mereka sangat minoritas. Kini dasan dikuasai oleh orang yang hanya mementingkan diri sendiri. Apa saja dilakukan agar dapat memperoleh apa yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat 5 waktu adalah pengaturan waktu paling genius yang dapat menyelamatkan manusia dari kecendrungan merusak diri. Wajib berhenti sejenak tiap hari ada jeda lima kali! Kegilaan facebook tak akan berpengaruh apabila kita berpegangan pada 5 waktu itu. Kita bergantung pada Allah dan berkali kali kita lapor dan minta dikasihani agar terus berada dijalan yang lempang. Kini jalan yang lempang sudah bercabang ke PS, Facebook, mancing ramai ramai, pesta pora, kontes hebat hebatan moonwalk, dangdut dan cantik cantikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak Bangsa sasak pulang ke dasan dan meradang, tangisannya pilu tapi tak ada yang peduli. Dia berkata; `Papuxku mate, inaxku mate, amaxku mate, tao tao capoh!' Mbahku, ibuku, bapakku mati, tau tau semua lenyap! Brugax masih didatangi tapi dia hanya menemani anak anak bermain berlagak sebagai pemain band dengan lagu sangar dari kuburan. Hanya cukup sampai disitu orang dasan sudah sangat senang, makannya cukup beli di mall, pelajaran cukup di sekolah, berugax tinggal kerangka sunyi meskipun dibangun dan dihias dengan dana besar, dia tak lagi punya ruh sebagai tempat SANGKEP. Tak ada yang menguasai satu senjatapun untuk diajarkan, cukuplah dengan beramai ramai bertepuk tangan melihat anak dasan aneh bertopeng zombi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah, anak dasan, segeralah kemabali ke brugax untuk sangkep, sudah saatnya kita siagakan diri, menjadi pepadu dan dedare yang lengkap dengan senjata iptek, akhlak dan amal sholeh. Maju dan jayalah bangsa Sasak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-7754450289336498451?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/7754450289336498451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=7754450289336498451' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7754450289336498451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/7754450289336498451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-kembalilah-ke-brugax.html' title='Sasak Kembalilah Ke Brugax'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-4604909395737213956</id><published>2009-06-29T02:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T02:41:47.368-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Yang Telanjang</title><content type='html'>(Sasak.org) Lombok tidak hanya lebih indah dari Bali tapi dari semua negeri lain, karena Lombok adalah tanah airku! Baik Tidak baik Seleparang lebih baik! Ungkapan yang berkata, Bali dapat dilihat di Lombok menandakan ketergantungan dan rasa minder manusianya. Mau Promosi? Di Lombok juga bisa Lihat Malaysia, Timur Tengah, Jawa dst. Bukankah ratusan ribu mantan TKI dan keluarga TKI sangat berbau bau Malaysia dan Arab?. Itu tidak berarti apa apa. Oleh karena itu marilah kita putar kepala kita ke kiri kanan depan belakang atas dan bawah. Lihatlah apakah kita bicara sambil bertindak atau hanya bangga di tempat saja? Bagaimana mau bangga dengan masyarkat bali yang 10% yang sudah mendarah daging jadi Bangsa Sasak tapi masih belum kita perlakukan sama dengan semeton sendiri? Apakah Bali yang dilihat di Lombok itu adalah Bali pengecualian?. Kecuali bahwa di Lombok mereka hidupnya tidak sehebat Bali yang di Bali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubernur Lombok sudah dipegang oleh orang Sasak. Tapi gubernur darimanapun hanyalah seorang manager saja meskipun diambil dari datok datok dan Tuan Tuan Tidak akan membawa perubahan karena masalahnya adalah masyarakat Sasak yang tinggal di Gumi Paer sendiri masih morat marit, pendidikan rendah, kesehatan buruk, ketrampilan jauh dari harapan, itu ibarat Jendral Naga Bonar memimpin korban gempa untuk berbaris rapi dalam menyelamatkan diri. Lihatlah terlebih dahulu rohani rakyat sudah tenangkah, jasmani rakyat sudah normalkah, adakah kita sudah memberi pilihan yang memungkinkan mereka untuk berkata aku bisa maju! Sudahkah kita berfikir tentang membangun karakter yang kuat?. Harapan itu masih jauh panggang dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas Kesasakan sangat Rapuh. Pemimpinnya saja sisebut Tuan Guru atau Datok! Mengapa bukan Amax Guru dan Papux! atau lebih tinggi lagi Balox! Tuan tidak pernah ada dalam khasanah budaya Sasak sebelum kemerdekaan. Apalagi Datok yang diambil begitu saja dari Minangkabau kelak akan ada juga Buya. Kalau kiyai haji yang dari jawa sudah lama nempel kayak perangko. Ada juga yang nggeremon menyebut Ninik Tuan, entah apa maksudnya.Kalau berbahasa saja bingung bagaimana mau lempeng? Kakak Tuan? Adik Tuan? Papuk Tuan? Cucu Tuan? Tuan siapa? Makanya TKI disiksa dan diusir, ngomong saja bikin bingung orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan disegala bidang yang diklaim Bangsa Sasak belum sampai pada perilaku kesasakan yang mencerminkan karakter khas. Lihat teruna dan dedare yang tidak pernah becus berpakaian ala Sasak. Mereka akan pandai bercuap cuap kalau ada kontes ratu ratuan Sasak. Pakaian adat perempuan Sasak adalah salah satu desain terindah dan efektif sesuai dengan negerinya. Belum pernah ada model terlihat memakai lambung berlenggak di papan kucing bahkan gadis di Lombokpun tak memakainya. Seharusnya desainer lokal mengakali dengan bijak, seorang dedare dapat menggunakan dekker dan menutupi bagian atas badan dengan lambung dan stocking dan celana panjang yang sesuai dibagian bawah atau pakai kain tenun. Sampai sekarang tidak ada keberanian untuk menerobos dalam hal berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua anak Bangsa Sasak sangat suka makan yang enak enak bikinan inax kita, seperti Beberox, Urap dan Pelecing. Itu baru sebagian kecil karena masih ada ribuan makanan khas tapi tidak juga ada pengembangan kuliner agar makin bervariasi. Berapa banyak dari kita yang sungguh sungguh mempelajari bagaimana membuat sambal beberox dan pelecing dengan rasa Standar? Masing masing membuat makanan itu dengan rasa yang berbeda, berapa kali membuat sebanyak itupula banyaknya perbedaan rasa. Karena membuatnya angin anginan maka seringkali warung yang ada di dasan buka tutup sesuka hati. Rasa makanan yang tak standar adalah cermin kurang teguhnya hati. Selain rasa pedas apalagi yang kita tonjolkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah kita jujur, apakah generasi kita yang sekarang ini becus berbahasa Sasak dengan baik. Kebanyakan mengelak dan berkata bahwa dia tak bisa bahasa halus. Siapa yang suruh berbahasa halus, memangnya mau bicara dengan makhluk haluskah? Bahasa Sasak itu sama diseluruh gumi paer mau pakai dialek yang mana saja dari yang 4 macam shahih saja. Mau campur aduk juga boleh, komunikasikan diri dengan jelas sebagai bangsa yang jelas. Mengaku bangsa Sasak tapi bahasanya tidak becus padahal lahir dan besar disitu juga. Silahkan pakai mamix sebagai tanda sayang pada lelaki lain tapi mamix bini itu adalah bahasa bingung. Karena mamix adalah untuk AMAX, bukan? Diminutif dipakai untuk rasa sayang bukan rasa hormat. Kalau mau hormat pakai saja Yang Mulia Inax Tegining, Yang Mulia Amax Teganang, eh base Sasaknya bagaimana? Nah, kan memang tidak ada, apakah kita mau bikin?. Kalau begitu saya pakai jurus maut bangse Sasak; silax tiang ngiring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan tanah Selapatrang 100% tergantung dari tangan terampil dan keteguhan hati anak bangsanya. SDM yang memiliki ketrampilan dan ilmu kalau sudah kembali ke gumi paer tiba tiba jadi lumpuh tak berdaya. Sedangkan mereka yang sudah duduk di kursi kekuasaan setengah hati mendorong dan mengangkat harkat martabat bangsanya.&lt;br /&gt;Dari sisi manapun SDM Sasak ini dapat kendala karena tidak adanya ikatan yang kuat antara yang muda dan yang tua terutama diantara sarjana baru dan pejabat. Pejabat yang bekerja sebagai kerbau dicucuk hidungnya tidak bisa berbuat apa apa karena tidak biasa mengambil keputusan dalam hidupnya. Bahkan untuk berhenti jadi pegawai saja tidak berani tapi ngomel terus sampai pensiun dan mati sebelum sempat membuat perubahan kecil yang dapat mngubah hidup diri dan anak bangsanya. Sebaliknya papadu Retour aux champs (orang yang kembali ke kampung halaman) merasa semangatnya sudah sampai diubun ubun minta diperhatikan dan tancap memaksa pejabat untuk memberi tempat. Enak saja kelakuan macam Arya arya Sasak yang Cuma mau menuntut hak tapi kewajiban tidak dilaksanakan. Rasa hormat antara mereka tidak terlihat sama sekali. Yang muda nggeremon bahwa mereka lebih pintar dari para pejabat. Para pejabat melirik dengan satu mata pada pepadunya seolah berkata, kamu masih bau kencur! Nih lihat aku sudah mau pensiun saja cuma jadi pejabat tidak terpakai kayak jas hujan di musim panas!&lt;br /&gt;Lama lama pejabat dan pepadu sarjana hanya saling ejek seperti kebiasaan anak anak dasan saling polox olox! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah waktunya anak bangsa Sasak berembuk duduk bersama seperti anggota KS sangkep, semua sama dan sederajat, telanjangi diri dan jadilah kesatria Sasak sejati. Setelah itu mari bicara dengan rasa hormat kepada tanah lelulur kepada inax amax dan papux balox. Kepala yang sama hitam dan hati yang sama merah harus dibiarkan mengkomunikasikan diri ke segala arah agar kelak dari setiap silang menyilang akan kita temukan ide brilian yang membawa kita terbang dari sekedar menghembus hembus rasa pedas kayak makan sambal segenggam. Para pepadu yang brilian sudah sepantasnya dan seharusnya berpikir jauh ke depan, bahwa dunia ini kecil, meskipun tak selebar daun kelor tapi sebagai anak peradaban modern kita harus merasa sebagai warga dunia. Memelihara ambisi untuk jadi datu di gumi paer sudah harus dihentikan. Hanya kalau punya sesuatu yang dahsyat saja baru memutuskan retour aux champs dan berjihad untuk merebut kesempatan menjayakan Bangsa Ssak di tanah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita ganti pemimpin yang kurang tepat dengan pemimpin yang gemar beramal sholeh yang dipandu oleh ilmu pengetahuan tinggi dan akhlak mulia . Generasi baru harus berubah jangan hanya yang momot meco vs anak gaul yang keduanya sama sama bloon, menjadi teruna dan dedare yang cinta iptek dan rajin membantu orang lain. Kembalikan petani, nelayan dan peternak agar mendatangi kembali maqom mereka masing masing tentu saja pemerintah harus mendorong dengan infrastrukur dan fasilitas yang diperlukan. Makmurkan terlebih dahulu bagian terbawah masyarakat kita niscaya semua kita akan makmur. Bangunkan dahulu kaum wanita kita niscaya kita akn mulia. Hentikan kebiasaan kawin muda dan jebakan kawin lari yang bertentangan dengan akhlak mulia. Bangunkan para ustad dan TG agar tidak terus bicara teori tapi praktik sangat utama. Pesantren di Jawa menelurkan banyak intelektual muslim karena mereka kuat dalam praktik. Mereka mengaji sambil berdagang, bertani , beternak dan memelihara ikan. Semetara kita hanya punya ustad yang hafal hadits dan mungkin Al Qur'n tapi memberi makan anak istri saja tak sanggup, bagaimana kita memakmurkan sebuah bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Sasak sangat potensial apalagi jumlahnya hanya 3 jutaan, mari kita mulai dari diri sendiri, disini dan sekarang. The JUNEP Centre siap memberi sebutir pasir untuk membangun menara peradaban Bangsa Sasak yang menjulang tinggi sehingga tampak di lima benua, bukan karena diteropong tapi oleh sebab anak bangsanya menjadi Warga Dunia yang Pagah dalam mempertahankan kebenaran, kejujuran dan daya saing yang prima. Amiiin Ya Rabbal Aalmiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualambissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;Yang ihklas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-4604909395737213956?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/4604909395737213956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=4604909395737213956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/4604909395737213956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/4604909395737213956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-yang-telanjang.html' title='Sasak Yang Telanjang'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2879927778706722254</id><published>2009-06-22T16:16:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T21:44:54.150-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Sang Calon Juara</title><content type='html'>(Sasak.org)&lt;br /&gt;   "Buah nanas buah belimbing &lt;br /&gt;   Dibuat rujak segar rasanya&lt;br /&gt;   Nilai Unas tak terlalu penting&lt;br /&gt;   Akhlak mulia lebih utama". &lt;br /&gt;   SMS untuk Hassan dari gurunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selentingan tentang kecurangan pelaksanaan UN masih terdengar dimana mana dengan versi cerita berbeda tapi intinya adalah pembiaran atas pelanggaran aturan main. Ada yang mengatakan bahwa siswa saling beritahu lewat HP atau guru mengoreksi lembar jawaban dan lain lain. Apapun itu, dari gosip liar kita dapat menangkap keresahan,dan ketidak siapan semua pihak untuk melaksanakan UN. Guru tidak yakin muridnya bisa lulus apalagi murid. Banyak orang tua yang panik tiap kali dilaksanakan UN. Tapi entah sudah berapa tahun kejadian yang sama berulang tanpa adanya usaha besar besaran dan sungguh sungguh dalam meningkatkan kebiasaan membaca dikalangan anak dasan kita. Setelah kejadian kasus Prita dan Aseng tiba tiba masyarakat jadi sangat ketakutan mengungkapkan kejadian yang menimpa murid saat UN. Kita jadi tak tahu apa yang sesungguhnya terjadi setelah kelompok airmata guru kurang terdengar lagi kiprahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak anak ini adalalah generasi harapan Bangsa Sasak yang mudah mudahan menjadi Sasak Kelet dan insyaallah menjadi Sasak Lokax kelak. Modal utamanya tidak jauh jauh, ya apalagi kalau bukan sifat asli anak dasan, PAGAH. Pagah yang tak dapat ditaklukkan dalam memegang prinsip kebenaran, pagah yang tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan dalam menjalakan hidup yang polos, jujur dan berani mengambil resiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Gumi Selaparang ada 9 SMA yang tak dapat meluluskan satupun muridnya dalam UN tahun 2009 ini. Saya terusik sekali dengan keadaan itu. Apakah mungkin kesalahan baca pada komputer atau memang guru di SMA tersebut ádalah para malaikat yang tak tertarik menipu beramai ramai. Kalau mereka betul malaikat mengapa banyak murid yang meraung raung dan putus asa karena tidak lulus. Seharusnya lulus diterima dengan senang sebagai hasil kerja keras dalam belajar dan gagal diterima pula sebagai hal yang merupakan pembelajaran untuk kesempatan berikutnya. Apalagi sekarang tersedia paket C yang lebih sederhana. Kalau belajar sungguh sungguh pasti bisa melewati ujian. Jika memilih untuk mundur berarti tidak dapat ijazah, Namur sudahkah para sesepuh kita di dasan mempersiapkan terune dan dedarenya yang tanpa ijazah ini untuk menjadi generasi mumpuni yang tetap siap bekerja keras mencapai cita cita dengan cara yang berbeda dan melalui jalar lain yang kurang populer? Disinilah dibutuhkan para TG dan sesepuh yang banyak ikut momot meco di seantero gumi Sasak agar serentak bergerak bahu membahu mengawal mereka maju maraih masa depan yang gemilang. Tiap anak dasan hendaknya diberikan pengetahuan akan visi dan misi yang jelas sejak dini. Visi adalah cita cita ideal yang memandang jauh ke depan bagaikan cita cita setinggi bintang. Misi adalah tekad mengoperasionalkan visi itu agar dapat dilaksanakan. Sejauh ini kita hanya mendengar orang berceramah dari tahun ke tahun bicaranya hanya cita cita yang tak pernah di berikan cara operasional untuk meraihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami secara teratur mengadakan pengajian dan TPA sejak anak masih balita, dan ustad yang mengisi pengajian tak henti hentinya menghimbau agar kita banyak bersedekah dan mendidik anak agar menjadi generasi terbaik di negerinya sendiri. Kampung kami hanya begini begini saja keadaannya, entah berapa TG telah mengajar seperti ustad itu tapi tetap saja kami terpuruk. Mereka memang mengajarkan untuk banyak bersedekah tapi mereka linglung bahwa kami perlu diajar mencari harta dan rezeki yang dapat membuat kami bersedekah. Potensi kampung kami tak juga dikembangkan sedang penghuninya adalah orang yang kurang pendidikan dan pengalaman. Di dasan juga sama saja, kami disuruh banyak membaca tapi tak ada satupun dari orang yang pandai cermah itu membangunkan perpustakaan, bengkel ketrampilan, pusat kebudayaan dimana kami bisa berkreasi. Terus saja disuruh besedekah dan penghuni dasan tetap saja tidak bersedekah. Sang TG menyindir karena kurangnya masukan dari sedekah sang manusia dasan menyindir kalau TG cuma omong saja dan tak melihat kesusahan jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Singapura pasti ada juga TG atau Ustad yang mengajarkan demikian terus menerus tapi Lee Kwan Yew tidak pernah ikut pengajian dan dia terus membangun manusia sehingga orang orang China perantauan merasa Singapura ádalah tanah tumpah darahnya. Mereka bekerja keras sekali dan rajin membayar pajak, setia menjaga kebersihan dan sekolah serta rumah sakitnya jadi rebutan seluruh bangsa di dunia ini. Ada 15% penduduk Singapura yang muslim dan terus dijejali pengajian ala TG tapi prestasi dan peran mereka minim dan banyak yang akhirnya minder. Kaum Melayu itu kiranya sama dengan anak dasan yang merasa punya tanah air dan hanya sampai disitulah yang diandalkan. Semangat belajar rendah dan malas berusaha, kalau ada orang luar yang berprestasi mereka kurang suka. Tentu akhirnya minderlah yang akan menggerogoti hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Sasak punya keunggulan yaitu PAGAH dan JUJUR. Sifat ini dapat menjadi modal besar untuk membangun Lombok sebagai Tanah harapan dimana ketika semua manusia rontok oleh penyakit dunia, bangsa Sasak akan berdiri dan tertawa yang terakhir. Manusia Pagah adalah manusia yang sanggup menghadapi kompetisi dan cobaan seberat apapun. Manusia Jujur ádalah manusia tangguh yang tak dapat ditawar tawar dalam soal prinsip dan nilai kebenaran. Orang Pagah selalu dapat memimpin diri dan orang lain dalam keadaan buruk sekalipun. Orang Jujur dapat selamat dalam keadaan krisis yang terberat. Inilah yang seharusnya dikelola sebagai pintu masuk para sesepuh dalam membangun karakter anak Bangsa Sasak. Hendaknya para penceramah memberi jalan kepada jamaahnya agar dapat memperaktikkan topik ceramahnya. Jangan suruh orang shalat sedangkan mandi saja belum pernah. Kita ajari kebersihan dan membuat sabun terlebih dahulu. Sabun dapat dijual untuk membeli sarung baru kemudian praktik shalat berjalan dan sedekahpun akan mengikuti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa Sasak sedang tertatih mengejar bangsa lain yang sudah bersedekah dan makmur. Bangsa Sasak lari keluar dan mengejar kemakmuran di negeri asing, mereka pikir uang dapat menjadikanya hebat. Uang yang mengalir dari para TKI tak membuat kemakmuran karena sedekah tapi nilai nilai kehidupan yang saling asah asuh dan asih menjadi tergerus sedikit demi sedikit. Sekolah harus dibenahi, guru harus diuji lagi karena mereka banyak menipu kredit poin dan lalai mengajar. Masyarkat harus dibenahi, tidak ada kata terlambat, masíh lebih banyak orang baik daripada yang buruk. Tapi satu orang jahat di dasan dapat merusak semua yang baik. Oleh karena itu mari kita bangun akhlak yang mulia yang disandingkan dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang dapat mendorong semua beramal sholeh. Insyaalh Anak Bangsa Sasak akan mengukir sejarah kemanusiaan dimasa depan, Amiin Ya Rabbal Alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bissawab&lt;br /&gt;Demikian dan maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2879927778706722254?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2879927778706722254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2879927778706722254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2879927778706722254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2879927778706722254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/saak-sang-calon-juara.html' title='Sasak Sang Calon Juara'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-5139925802903590443</id><published>2009-06-14T02:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T23:03:58.938-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In English'/><title type='text'>Sasak against the palm tree</title><content type='html'>Assalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Brothers and sisters around Sanggau please help collect funds to save a Sasak who has worked for 10 years in the oil palm plantation without receiving his salary and now expelled from Malaysia. He is in our mosques, in a state of trauma, but he still comes to prayer. When the fund is  collected we will send him back with a volunteer to our village”. (an SMS from member of the Sasak Community in West Kalimantan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The tragedy of Manohara  that could  not be managed by our Embassy in Kuala Lumpur Malaysia that finally  invited  FBI and the United States  and Indonesian Embassy in Singapore to involve in the case,  made me aware of our nationalisme. I'm angry  and  I think about how  that government officials work such as in the  village level . Not because Manohara is a model, but because she is a woman of this country and I always cry out that if the women are bad the whole nation is bad. Fortunately Manohara has got two citizenships as she is only 17 and not old enough to chose  one.. Had she only has Indonesian citizenship how awful  she could have gone through the torture from her husband. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How many Sasak workers died and sent back home in a  package to Sasakland, how many families mourn  on the box of the cadaver that maight not be opened. How many women have become widows and children become orphans all at once?. How many people  have become beggars  because they sold their  rice field to pay the ticket only to get die. And leave heirs with a debt burden that may not even be paid by selling themselves as prostitutes or  thieves?. Give me  an answer   O Bajang Sasak, ahlil momot meco! ( O Young Sasak, the expert of idle and day dreaming!.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I checked  in at the Kuala Lmpur  internasioanal airport, I saw TKW (woman migrant worker)  lied on the floor like Pindang (salty fish)  covering the entire body with the traditional batik cloth, typical  dasan’s children. How the nation shows to the world the face of her own children?. The buried women creates a buried nation.  No wonder why  foreigners consider us a garbage. Only garbage   can ironed, burned, splashed with hot water, raped, aren’t we aware that  we  have treated our women like slaves?. They even could not speak well but we give them  fake identities, because the smart women  are not easy to handle and they would demand higher salary.. Our ignorant women are exploited like  dairy cows by officials and the mafia of woman and children traffics  and  become slaves to their  masters in neighboring country! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepadu (young) migrant workers are all the same , low education , less fluent of Indonesian  and childish. They undertake something on basis of not heeding consequences and risks because of the sweet stories from some one who tries to get the advantage fro them. They  go abroad mostly because they are ashamed to stay home to work in their plantation and paddy fields. They gain less money because of the less creativity ! If they are diligent why Lombok needs to import sugar and broad bins from Bali and Java?  Salty fish comes from Sulawesi and Sumbawa! While all sources in Gumi Selaparang are plenty. The number of migrant Pepadu Sasak is awful a lot that so many of them hide in the Malaysian forest and the forest around the border. They are already determined to sail away from Gumi Paer, without documents and they ended up to be taken by the Tekong, mafia of human trafficking. Those who own passport are  powerless, they must submit their documents to the company’s boss. Tratter clothes cover  their body and they work  until they  die, like  the fate of our brother in Sanggau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Revolution of  the Sasak Nation children  must include all of them in Gumi Paer and all the hiding or the legal ones  in other countries. Those who are in  Gumi Paer are easier and directly to be guided and for those who are abroad will be very difficult to be taken care of  but possible. Why many migrant workers plunged into misery and finally have become slaves that died, expelled and jailed?.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are three things that make them victims of migrant workers. &lt;br /&gt;1. HR does not comply with the requirements specified by the recipient of foreign workers. &lt;br /&gt;Foreign workers who enter another country using  legal documents but with falsified identity will receive salary that is cut here and there and then when they come home they will be robbed in every corner of the airports and bus stations. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. HR has the skills but not compeletely knowing rights and obligations.. Tehye have salaries but still they being expl;oited by their boss or provider of workers that keep their passports and salary for many moths.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HR bonek, are  migrant workers who own nothing but determined decision, leaving without skills and without  document they eneter other  countries  illegally, either through land or sea that often ended with the death. If they are not drawn in the deep sea, they would be  arrested at the border. If they have escaped they  hide in  palm plantation or in the forest. The third kind  is the majority of Sasak migrant  workers in Malaysia . And those who are expelled  as Pendatang haram ( illegal migrant) are found hack around along the borderline.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To prevent things like that continue taking place it is high time for all local government of Lombok to control the flow of migrant workers to leave for Malaysia. But people have to work extra hard to provide non formal training and education.. Because if formal one wil not be interesting to the yopung Sasak who actually have low disciplines. Skills training in agriculture, animal husbandry and fishery, what they are doing in foreign country is pearing the palm oil, isn’t it?. For a more diligent and ambiacious one give them vocational training in technology to work in industrial countries. And for those who speared  coconut palm, can hoe, build tunnel and water irrigation. The government should and must build the infrastructure to support the productivity of Gumi Paer. If  Israil  can produce the most delicious fruit in their desert why the fertile ground Selaparang land is deserted?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lets be honest to ourselves, Sasak Children, stop  deceiving ourselves to hide  weakness of our cover, that we continue sending slaves abroad that we will regert at the end. We have f more and more number of insanes , bad nutrition, thieves, prostitutes etc. The leaders must try hard to improve the quality of life in all aspect.. Young people should not play idle , only want to become musicans, movie stars, heroes, managers and governor without hard working and going through right procedures. It is better to be ourselves. So children of the Sasak nation will be strong, independent and dignified. Let us change the bad behavior  such as  attacking each other. Let's help each other, help such as shown by oyr ancestors.. Look at the situation of  our children and compare it with the history of our ancestors.. They took part in the parade during Maulid, with Gendang Belex, they had holydays in the time of  planting rice  and after harvest, they were always cheerful and sang, blew kendola (rice flute) in the field. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The scent of an expensive perfume&lt;br /&gt;doesn’t compete the fragrant of Gumi Paer&lt;br /&gt;when it rains and the sun touches her face .... &lt;br /&gt;Temptation from the beautiful life style&lt;br /&gt;will not be able to compete the  beauty of yellow rice. &lt;br /&gt;City dance will not be able to match the swaying flow of  coconut leaves&lt;br /&gt;Thundering waves is the hymn, &lt;br /&gt;call of the soul that invites us to gather&lt;br /&gt;wealth in the deep of clear water.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buffalo’s bellow is a call for children &lt;br /&gt;To the lap of  the fertile land. &lt;br /&gt;Rinjani stands still  beautifully, it is our&lt;br /&gt;faithful promise that never be exchanged&lt;br /&gt;by a moment of spoiled entertainment. &lt;br /&gt;O child of dasan, Gumi Seleparang &lt;br /&gt;Bore  you , gave life and spoiled you, &lt;br /&gt;Now is  the time to come and spread flowers on her lap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Only Allah knows everything&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do forgive me for all mistakes,&lt;br /&gt;Sicereley yours&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-5139925802903590443?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/5139925802903590443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=5139925802903590443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5139925802903590443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/5139925802903590443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-against-palm-oil.html' title='Sasak against the palm tree'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2631883342496025731</id><published>2009-06-07T16:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T16:57:14.935-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Membangun Langit</title><content type='html'>[Sasak.Org] Ketika anak anak dasan berlarian mengangkut batu batu untuk membangun Sekolah di dekat perkebunan kelapa di batas dasan, datanglah pemilik truk yang juga bos dari perusahan konglomerat dasan terbesar dimasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos itu mendekati merebot yang memimpin gotong royong seraya berkacak pinggang berkatalah dia: Amax biarkan anak anak dan pepadu yang bekerja , side betelah saja. Meskipun merebot enggan tapi untuk menghargai, dia diam juga untuk mendengar omongan bos itu. Bos meneruskan: Amax, saya yang akan membangun sekolahan itu, tolong doakan saya ya. Insya Allah jawab merebot. Ketika hendak melangkah bos itu mencegah lagi dan berkata: Coba lihat amax, sepanjang side melihat ke timur semuanya adalah lahan saya. Sepanjang side melihat ke barat, utara dan selatan itu semua lahan saya. Merebot heran sekali apa sebenarnya maunya si bos cerita begitu, meskipun dia tahu ini orang bterkaya tapi perlu juga diberi satu AYAT agar kiranya si bos mengambil hikmahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merebot yang berkeringat itu lantas bertanya dengan lembut: semeton, saya tahu luasnya lahan side, membentang sampai dikaki langit, tapi izinkan saya bertanya, apakah side punya lahan diatas sana? Sang bos bercucuran keringatnya padahal tidak satu batu kecilpun diangkatnya. Maka tanpa berpanjang panjang dia langsung njingkret pulang, sampai lupa mengucapakan salam. Bos ini memang kaya, tapi tabiatnya kurang ramah kepada pepadu dasan yang banyak direkrut jadi kulinya dengan bayar murah meriah karena tak ada yang berani protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun kemudian bos itu mulai merosot usahanya karena dia tak sanggup melawan nafsunya berspekulasi. Dan akhirnya seperti cerita orang dasan yang pernah kaya, bangkrutlah si bos dengan cara yang sama pula. Mulai berbisnis, mengahalalkan segala cara berhasil jadi kaya lalu terpuruk jatuh. Sesungguhnya manusi dalam keadaan merugi kecuali mereka yang bertakwa. Kita gampang lupa bahwa semua ini ádalah amanat, titipan sementara. Dan semua yang bersifat semetara akan segera lenyap hanya soal waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup manusia dihiasi oleh senang dan susah, berhasil dan gagal, rahmat dan bencana. Diantara kejadian kejadian itu kita mencoba bersembunyi dari yang tidak kita sukai dan kita mengejar yang kita sukai. Yang paling malang nasibnya ádalah orang yang terjerumus cinta mati pada masalah duniawi dan takut mati. Kejadian di dasan baik yang berkelahi di kampung sampai di kampus dan bahkan kondisi kerja di kantor pemerintah sesungguhnya mencerminkan perilaku manusia yang cinta dunia dan takut mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu muda saya pernah masuk ke 3 perguruan tinggi berbeda dengan dua kali pelonco dan yang ketiganya hanya penataran P4 dan perkenalan dengan senior tanpa seremoni.&lt;br /&gt;Saat pelonco itu saya melihat banyak sekali cama dan cami yang sangat ketakutan tanpa alasan jelas. Mengikuti pelonco ádalah wajib, saya tahu karena saya secara khusus minta izin dari ketua panitia untuk tidak ikut pelonco karena saya dapat tugas besar untuk membawa nama bangsa di mancanegara, tokoh kita yang dosen, tetangga dan senior saya di Selong itu menolak dengan alasan wajib ikut. Rambut saya digunting entah sebab apa dan sayapun melawan, sayang rambut saya terpotong juga, saya tak memperbaiki potogan rambut saya dan akhirnnya saya punya kesempatan membalas dengan menghukum senior yang memotong rambut saya itu. Untung ada yang melerai dan kami kasihan. Pelonco kedua saya lawan habis, karena sesungguhnya acara perkenalan kampus itu hanya untuk menyambung tali persaudaraan tapi disalah gunakan. Mengapa begitu banyak kita lihat mahasiswa disiksa óleh seniornya seperti di IPDN dan terakhir di Universitas Nurtanio? Karena kampus diisi oleh orang lemah, tidak mengerti dan picik. Seandainya senior mengerti dan berpengtahuan dan seandainya mahasiswa baru tahu bahwa semua yang dilakukan oleh senior hányalah permainan tolol niscaya tidak ada kasus menghebohkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiwa baru begitu inginnya dapat kuliah sampai mengorbankan diri digasak fisiknya hinggá ada yang mati. Orang orang yang telah melewati masa sulit itu kelak kemudian akan bekerja di pemerintahan dan swasta dengan membawa luka trauma bathin yang berkepanjangan. Ketika saya diangkat jadi pegawai negeri saya memandang atasan sebagai orang yang wajib membantu bawahan yang memerlukan bantuan karena mereka digaji untuk itu. Kepala, rektor atau apapun harus membantu staf dan karyawan mereka untuk maju bersama. Tapi apa yang terjadi di dasan kami ádalah pegawai yang sangat takut kepada atasan dan atasan yang sangat represif kepada stafnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pimpinan bertindak sebagi diktator karena haus kekuasaan. Menghalalkan segala cara untuk mengambil keuntungan dari kelemahan bawahan. Bawahan sangat ketakutan kalau sampai pimpinana menutup aksesnya naik pangkat. Kedua orang itu sama sama kuatnya dalam mempertahankan hidupnya sedemikian rupa sampai lupa seolah satu orang dapat menentukan hidup orang lain dan seolah si staf adalah makhluk tak berdaya yang harus menyembah. Pimpinan dan bawahan tidak lagi saling asah asuh tapi saling manfaatkan dengan cara kotor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tumbuh menjadi manusia kerdil karena kita fokus hanya kepada kesempatan menikamati kesenangan dunia. Meskipun banyak Tuan Guru yang memberi peringatan agar kita menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani tapi jauh panggang dari api. Masyarakat sudah cinta mati pada harta, jabatan dan kekuasaan sehingga segala cara dihalalkan. Seorang tetangga di dasan nekad pinjam uang di bank 50 juta, karena pengecutnya sejak awal datang ke bank kelakuannya seperti pengemis. Tidak hanya itu sejak mengurus surat dan meminta tanda tangan kepala kantornya dia juga harus nyembah. Orang seperti ini tidak hanya mencelakai dirinya tapi juga atasannya dan karyawan sampai direktur bank itu. Melihat orang bodoh seperti itu timbullah niat jahat dari orang yang terlibat. Uang tidak dicairkan dengan cepat. Ketika uang cair bukan peminjam yang datang ke Bank tapi karyawan dan kalau perlu kepala yang datang dengan staf mengantar uang. Si bodoh ini dengan cepat menyiapkan amplop dan menyodorkannya kepada masing masing petugas dan juga pimpinannya. Berapa banyak biaya yang harus keluar dari kantong pengecut itu?. Sesudah itu dia akan mengangsur hutang selama 10 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegecut seperti itu ada dimana mana disetiap pojok dasan kami, korupsi merajalela karena yang paling keras memprotespun terlibat. Para penguasa senang membuat orang jadi pengecut, makin kecut makin banyak amplop. Korupsi sesungguhnya datang dari tabiat pengecut kita. Tabiat pengecut itu bersumber dari sifat cinta mati kepada dunia dan takut mati. Sekarang dan disini kita benahi karakter bajang Sasak agar menjadi satria, yang menjunjung kebenaran dan tidak takut mati. Jangan sampai ada yang mengeluh nanti saya tidak dapat kalau tidak ikut yang lain! Semua juga berbuat begitu, saya bisa tersingkir kalau melawan. Sekarang dan disini kita hentikan darah kotor dalam jiwa kita yang membuat kita jadi pengecut! Biarlah kita hidup sederhana tapi bermartabat. Biarlah kita tinggal di dasan tapi bersih dan asri namun kita punya kapling di atas sana. Insyaallah, amiiiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bissawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf,&lt;br /&gt;Yang ikhlas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2631883342496025731?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2631883342496025731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2631883342496025731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2631883342496025731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2631883342496025731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-membangun-langit.html' title='Sasak Membangun Langit'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-2957430161260191966</id><published>2009-06-07T16:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T16:54:07.456-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kesasakan 2'/><title type='text'>Sasak Menerobos Dunia</title><content type='html'>[Sasak.Org] Anak anak SMP dan SMA di dasan kami sedang semangat sekali mengikuti pertemuan dengan senior mereka yang sedang pulang kampung dari Negeri Kanguru. Mereka bergembira menyambut acara ngobrol bareng bule. Inilah kesempatan yang ditunggu oleh semua siswa sekolah yang sangat capai didera oleh latihan menghafal dialog dan grammer. Acara kumpul seperti ini sangat efektif untuk meningkatan kemampuan komunikasi anak Sasak yang sangat pendiam kalau disuruh bicara serius dan sangat cerewet atau ribut kalau ada kesempatan saling ejek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya anak Sasak sangat pemalu sehingga sangat susah mengungkapkan pendapatnya apalagi kalau disuruh menggunakan bahasa Asing. Meskipun mereka sangat sering diajak mengaji dan melihat orang berceramah semalam suntuk tapi mereka tidak banyak yang berhasil menjadi orang yang komunikatif. Ada hal yang sangat kuat digenggam oleh orang Sasak dalam hal berbicara ini. Mereka mengatakan bahwa DIAM ITU EMAS. Ortang tua kami di dasan terus menanamkan pepatah yang sangat jitu mematahkan bicara orang itu karena kesadaran yang sangat tinggi akan kapasitas pengetahuan yang sangat terbatas. Selain itu para ulama kami atau TG kami yang sudah wafat sangat lama tapi masih diingat terus pesannya, seperti rumus hafalan murid sekolah, mengatakan bahwa, orang itu kalau terlalu banyak omong akan selalu kelelahan menjaga eksistensi kebenaranya. Nah ini sangat luar biasa menjaga mulut warga dasan kami yang hidup sederhana dan rukun. Paling paling orang dasan kalau bertegur sapa akan bilang; mari mampir, makan makan dulu. Yang mendengar akan dan harus menjawab ; ya, tidak usah, nanti dirumah saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kami anak dasan mau berani bicara dengan bule yang berbahasa Inggris, waktu belajar di kelas hanya disuruh mengisi petak petak kosong dan mengulang kalimat seperti beo. Sering sekali kalimatnya tidak ada urusan dengan kehidupan sehari hari. Begitu juga yang di santren, kami mati matian disuruh menghafal ayat tapi tidak ada tuntunan untuk memahami kata demi kata secara tuntas. Akhirnya kami lulus dan khatam dengan tanda koma. Ya, maksudnya belum sampai titik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modal kemampuan koma masing masing anak dasan mencari cari identitas sampai bingung menentukan kemampuannya sebenarnya di bidang apa sih? Heran juga para TG kami yang sudah wafat wafat kok punya kapasitas full sehingga berguna sampai akhir hayat dan kata kata mereka masih saja terngiang dan samapi ke kami generasi sekarang. Kami sesungguhnya ingin mencapai full stop bukan koma, tapi guru dan ustad kami rupanya juga manusia koma. Buktinya banyak guru yang gagal melewati proses sertifikasi dan harus menipu angka kredit point segala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri kleder di dasan kami banyak sekali, ya tentu saja mereka lebih dinamis daripada yang momot meco, tapi kerjanya hanya jalan dari timur ke barat atau utara ke selatan dan turun naik dijalan setapak berbukit dasan kami. Lumayanlah mereka akhirnya terkikis oleh angin sementara yang momot meco akan habis menguap dengan sendirinya. Inilah kesedihan yang sudah menjadi kebiasaan dan semua sudah terbiasa dengan kenyataan ini. Dasan ini penuh dengan manusia koma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribahasa dan pesan filosofis dari TG kami tercinta seharusnya membuat kita untuk sedikit bicara hanya karena perlu dan banyak bicara hanya karena perlu. Kalau kita telah menuntaskan pelajaran dibidang apapun hendaknya kita mampu mengkomunikasikan ilmu kita, meskipun hanya satu Ayat! Jangan mentang mentang, ayat disini, bukan saja dari Al Qur'an tapi kalimat yang benar dari sumber yang benar juga adalah ayat! Bahkan tanda alam sekalipun adalah ayat Allah bukan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tak dapat mengkomunikasikan diri lantas bagaimana memasarkan diri dibidang pekerjaan dan bisnis? Orang dasan kami ini cendrung mengisi satu blok saja dari empat pilihan tersedia yaitu jadi buruh. Padahal diantara mereka ada yang berbakat jadi pengusaha, manager, dan freelancer atau orang yang bekerja lepas. Karena menumpuk disatu tempat akhirnya potensi yang hebat menguap. Karena tidak adanya kemajuan dalam pekerjaan disebabkan oleh manajeman yang buruk maka pepadu yang sangat potensial akan menjadi apatis. Itu adalah fakta yang terjadi di dasan kami yang penuh dengan pegawai dan karyawan apatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan kita untuk memerdekakan anak dasan di tahun 2015 hendaknya dimulai sekarang juga. Para Sasak diaspora seperti Nurul Hilmiati, M Roil Bilad, L M Jaelani dengan dibantu Le Wharid Rakhmana yang ada di dasan harus kita sambut dengan rasa hormat dan syukur yang dalam karena mereka ini adalah para pembebas. Tetapi kita tak akan mungkin berhasil guna apabila kita tidak mendapat dukungan penuh dari pemimpin setempat. Untuk itu kita harus mencari pemimpin ruhani yang sejati agar kita dapat mengembalikan kemerdekaan dan harkat martabat anak bangsa kita yang rapuh agar secepat mugkin tumbuh menjadi generasi yang kuat fisiknya, tinggi ilmunya, indah akhlaknya dan pandai berkomunikasi. Inilah generasi yang kita siapkan untuk menghadapi tantangan besar agar anak dasan menjadi warga dunia kelas wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mugkin kita mencari seorang TG yang dapat menuntun kita kepada kesejatian diri?. Anak bangsa Sasak sejati dengan karakter diatas dapat dituntun bersama sama. Tinggal kita mencari ulama yang juga sejati diantara jerami impor, sampah kapitalis dan pakain bekas neoliberal! Ciri ciri ulama yang kita cari diantara bisingnya penjaja ideologi asing itu adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak pernah absen daripada berzikir, mengagungkan Allah dalam segala keadaan.&lt;br /&gt;2. Tidak menyembah berhala bernama materi, pangkat jabatan dan hal duniawi&lt;br /&gt;3. Selau bertaubat kepada Allah&lt;br /&gt;4. Menjaga silaturrahmi, menjadi pemersatu, garda terdepan dalam menjaga kesatuan ummat&lt;br /&gt;5. Hanya takut kepada Allah&lt;br /&gt;6. Takut kepada balasan Allah di hari akhir&lt;br /&gt;7. Senantiasa bersabar menghadapi beban berat demi mencari rida Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang semua anak dasan harus punya catatan mengenai ciri ciri ulama itu agar dicocokkan dengan kehidupan keseharian orang yang mengaku sebagai ulama atau TG di dasan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau ada yang masih suka mengoleksi harta benda, makan makan enak di restoran, mengejar jabatan dan memecah umat. Apalagi sampai memperlihatkan kehidupan hedonis macam kyai masuk bar dan panti pijat, jangan pernah dipercaya. Anak dasan rusak karena melihat contoh buruk dari orang tua dan lingkungannya. Kalau anak anak Bali pandai menari karena sejak lahir melihat orang tua dan pemudanya menari, maka anak Lombok otomatis langsung meniru, kalau hanya melihat orang memenuhi boug dan berugax untuk ngotok otok atau meco.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita perjuangkan anak bangsa Sasak agar menjadi manusia full yang siap mengahadapi segala tantangan. Kita mulai disini, dan sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahualam bissawab,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dan maaf,&lt;br /&gt;Yang ikhlas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hazairin R. JUNEP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-2957430161260191966?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/2957430161260191966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=2957430161260191966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2957430161260191966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/2957430161260191966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-menerobos-dunia.html' title='Sasak Menerobos Dunia'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1114034108880156759</id><published>2009-06-03T22:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T07:02:15.651-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Dari Gumi Paer'/><title type='text'>Sasak Lintas Sektoral Multi Disipliner</title><content type='html'>Oleh : Mansur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan pulang dulu, lebih baik kita berkembang dulu di luar, kalau sudah maju  ...! “ Kalimat inilah yang mempertemukan saya dengan sosok Miq Junep lewat sebuah  comment di blognya. Saat itu saya berpikir “Orang macam mana Miq Junep ini, kok benci Lombok ”, karena semua orang yang pernah saya hubungi selalu mengatakan “Cepatlah balik ke Lombok”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan “Akidahku” telah melenyapkan kesangsianku pada Miq Junep. Tulisan itu  membuktikan bahwa beliau membawa sifat religius-kesasakan yang murni dan mumpuni.  Dengan sebutan “Guru Bolang” beliau justru telah mengamalkan apa yang tidak terpikirkan oleh  para TG. Dan “SOS” telah membuktikan beliau mencintai orang Sasak lebih dari cinta inax amax “Sasak Ultra Modern”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan tanpa tedeng aling-aling yang hanya dibalut oleh keihlasan seorang pengembara dunia menyiratkan rasa ”kelinggitan” yang dalam kepada “Setitik Tuba Sasak” dan “Cupak” yang “Maling” sangat mudah untuk dipahami, kecuali oleh “Sasak Napoleoniah” yang masih saja menganut ”Kepemimpinan Skat Mat Ala Sasak”. Betapa jalan keluar menuju ”Rahayu Pemban Selaparang” terbentang dalam setiap tulisan beliau yang bersumber dari kejadian masa kecil yang  bersahaja sampai kajian seorang Sasak yang telah mengecap dunia secara holistik dalam pemaparan yang gamblang secara lintas sektoral dan multi disipliner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai bangsa Sasak ”Quo Vadis”. Cukuplah ”Dunia Daun Kelor” dalam tulisan saja. Buatlah ”TKI Sasak” enggan untuk meninggalkan pulau Lombok. Bangunlah  dasanmu hingga  ”Sasak Diaspora”  kembali bukan bak orang asing. Tebarlah ”Slogan dan Niat” untuk mendobrak tirani ”Momot Meco” dan belenggu keangkuhan religius semu . Rebutlah ilmu pada orang sederhana yang mengerti ”wallahu a’lam bishshawab”. Mulailah dari diri sendiri saat ini juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandan, 04 Juni 2009&lt;br /&gt;Guru SMAN 1 Matauli Pandan&lt;br /&gt;Tapanuli Tengah Sumatera Utara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1114034108880156759?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1114034108880156759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1114034108880156759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1114034108880156759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1114034108880156759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/sasak-lintas-sektoral-multi-disipliner.html' title='Sasak Lintas Sektoral Multi Disipliner'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1016725460597774297</id><published>2009-06-02T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T21:22:47.048-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Dari Gumi Paer'/><title type='text'>Mededex dait mesangin</title><content type='html'>Assalamualaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berembe uninku paran miq Junep senikn.. iya sak ta paran dengan sak nyerat kadu angen..langan seratan ne tetu-tetu bing te pencerahan lahir bathin, berembe ampok ku sebut dengan nyerat kadu angen,  jak kerana tetu tetu  tama lek angen seratan seratan senukn. Kadang-kadang marak ku tulak malik lek saman laek waktun te kode, nyelem lek oloh, nostalgia kanak dasan iya jagak aran ne. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain cerita fiktif sak buka angen dit otek ta lek dalem narasi senikn,  te cerita sak sesuai dait nilai-nilai kesasakan tulen, berembe setetu-tetun menuse Sasak senukn. Mun te paran menggugat berembe kesasakan sak terpengaruh isik budaya modern iya sak teparan menggugat... Laguk lek sisi lain kebanggaan jari dengan Sasak tetepne penggitan. Berembe pandangan pandangan penulis pekare Tuang Guru,  Lepank Lolat dit sak lain-lain tumpah nuah lek Buku senikn..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lamun semeton selapuk pade maca buku senikn, selapuk nuah ak temauk, pengalaman, nostalgia, pencerahan. aro selapukn nuah..&lt;br /&gt;Angkak pada baca buku senikn ah?...(teanjurang 3 x sejelo marak dengan sak nginem owat...)&lt;br /&gt;he..he..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tabek&lt;br /&gt;Gorontalo, 3 Juni 2009&lt;br /&gt;Nazar H.&lt;br /&gt;Bank Indonesia Jakarta&lt;br /&gt;Kanak Kembang Kuning, Teros Tulen..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glosarium : &lt;br /&gt;Mededex ; menghibur&lt;br /&gt;mesangin ; mencerahkan, memberi cahaya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/718166817551803634-1016725460597774297?l=hazairinrjunep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/feeds/1016725460597774297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=718166817551803634&amp;postID=1016725460597774297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1016725460597774297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/718166817551803634/posts/default/1016725460597774297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hazairinrjunep.blogspot.com/2009/06/mededex-dait-mesangin.html' title='Mededex dait mesangin'/><author><name>Hazairin R. JUNEP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00573039991395967396</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_hWWPGt8MefU/SD5ZGdE_pVI/AAAAAAAAAAM/54Y1OYMJGoc/S220/Justo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-718166817551803634.post-1672165248794447235</id><published>2009-06-02T19:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T20:53:42.648-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengantar Dari Gumi Paer'/><title type='text'>Boyax Nyereng Olex Keru</title><content type='html'>Oleh : Le Wharid Rakhmana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ape sax keru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sax keru yesino jiwantite, ruh, pikiran, lelakon dait pegawean, moral, etika dait padatan pepadu Sasak sax seke suwe seke keru dait gerix. Selapux sifat sino  jaux bangse Sasak jari remuk dait telang jati dirixn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ape sax  nyereng?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sax nyereng yesino  bantelan ongkat dait seratan cantik  Hazairin R. JUNEP sax  petitox  ib
