Senin, 02 November 2009

Sasak Yang Busuk Itu

[Sasak.Org] Dini hari yang dingin dan sunyi di bulan april bertahun tahun yang lalu, angin menghembus daun bambu sampai batangnya bergesekan dan mengalunkan musik seperti cello yang teratur mengiringi nyanyian malam. Inax membangunkan amax karena ada suatu yang mendesak. Sebelum amax sadar dari tidurnya yang masih terbawa saat berjalan, inax sudah terduduk dilantai. Tangannya sempat menggelar tikar pandan didepannya. Dalam kepanikan itu, amax membuka pintu untuk mencari bantuan. Tetangga sebelah yang terusik bangun dan mempelajari apa yang terjadi. Setelah amax berbasa basi, tetangga segera memberi pertolongan, semuanya serba cepat. Seorang papux tua yang menjadi tamu di tetangga itu, datang menolong persis ketika jabang bayi itu keluar dan berteriak keras: " Aku datang wahai dunia!". Berulang teriakan itu menghentak pagi yang sunyi membuat ensambel musik pohon bambu, angin dan nyanyian si bayi. Diantara konser itu orang orang bicara keras dan pelan seperti penyanyi rap dari Amrik.

Papux itu, seorang belian dari dusun Jantuk, kelak oleh karena itu aku dipanggil "Jantuk" untuk merendahkanku. Papux itu mengangkat kedua kakiku tinggi tingi, kepalaku menggantung bingung, dia bilang kepada inax: " dengar semeton, anakmu ini akan pergi sangat jauh, jauh sekali". Inax menjawab dengan sangat lembut: "amin, mudahan dia dapat menjadi pembebas bagi anak bangsanya dimanapun dia berada". Amax yang berada disekitar dua wanita hebat itu berseru: "Amin ya Rabbal Alamin". Sesudah itu, amax mengazankan dan ikomah sekaligus lalu menyambar kitab yang selalu dia baca. Kelak waktu SD aku membaca judul kitab itu: "Kerukunan" berisi tuntunan ibadah, doa dan ayat aya pendek Al Qur'an.

Setiap manusia lahir sebagai anak zamannya, angin politik selalu jahat menerbangkan impian orang kecil untuk hidup tentram dan damai, kalau sejahtera itu adalah buah dari tentram dan damai. Tentram dan damai adalah buah dari orang berserah diri. Aku menikmati hidup kanak kanakku dalam tembang kedamaian orang dasan yang berpeluh dalam perjuangan menjaga hati dan fikiran. Tidak lama aku tidur bagai biji bambu yang bertapa selama 7 tahun didalam tanah sebelum ia tumbuh dengan kecepatan 11 cm per malam!. Aku mengalami mimpi buruk yang dahsyat saat tidur 7 tahunku itu. Selax ngeres, bebai, maling, ancul ancul ditambah lagi peristiwa yang mengukir sejarah bangsaku. Pemberontakan panjang dan melelahkan, pembunuhan atas anak bangsa satu oleh anak bangsa yang lain. Tembang indah anak dasan sempat menghilang karena, musik malam diganti deru mesin truk dan bunyi roda menggilas batu jalanan. Berhari hari dalam beberapa bulan anak dasan tidak cukup tidur karena tiap malam ada keributan dan orang tua berbisik dalam bicara, ada yang akan dibunuh!. Meskipun berbisik tapi kami anak kecil mendengar juga dan gigi gigi kami bergetar seperti per berspiral yang di pantul pantulkan. Hati kami kecut dan ludah rasa asam. Kata orang truk truk itu mengangkut PKI ke Kembang Kuning atau Lepak untuk dibantai. Lain waktu Kelompok etnis China yang jadi sasaran. Dasan kecil kami yang tentram menjadi ajang mengerikan sebab disisi selatan melintas jalan lingkar luar menuju timur yang membelok ke jalan raya satu satunya. Berselang seling, tiap malam ada teriakan dari tetangga. Setelah maling menggerayangi , Tau Selax ngeres menghembus jampinya lalu truk truk tancap gas melintas, alangkah panjangnya rasa takut.

Dua tahun pertamaku sejak aku berteriak: "Aku datang wahai dunia!". Aku sama sekali tidak diterima oleh gumi ini, dasan ini, angin ini, matahari ini, bulan ini dan entahlah bintang bintangpun enggan menyapaku. Bagaimana tidak, sekujur tubuhku melepuh dan membusuk. Aku dapat menguraikan keadaan tubuhku tiap incinya karena aku disiksa lagi saat aku SD, penyakit yang mirip aku sandang lagi beberapa kali di tahun tahun sekolah dasarku. Saat UNICEF turun tangan membagikan alat cangkul dan sabun mandi atau susu, saat itulah keadaan negeri sangat menyedihkan, namun lagu "Ku Lihat Ibu Pertiwi" tidak dilantunkan, karena kami tak sempat nembang, tiap tiap mata kanak kanak yang ku tatap ada tersirat rasa khawatir dan was was. Semua orang tampak seperti dalam bayangan bagai difilm film yang diberi nuansa warna dalam mimpi. Orang di dasan yang jauh menderita kelaparan, ada yang mati karena tak punya makanan setelah tanaman rusak dan tak bisa dirawat. Penyebabnya selain faktor alam juga karena tak berhenti rusuh. Disebelah rumahku ada gubuk kecil dan ada papux Anci yang menderita penyakit gawat, tapi hebatnya tak dikucilkan, dia dirawat oleh semua orang. Aku suka masuk ke gubuknya.

Dalam keadaan membusuk selama dua tahun, inax merawatku dengan linangan airmata tumpah. Yang luar biasa lagi semua saudara inax berbondong bondong menolongku. Mereka datang menembus pekatnya malam menelusuri jalan berduri dan berbatu. Kalau sekarang kita jalan kaki Selong - Korleko tentu sangat cepat sampai tapi dahulu jalan tikuslah satu satunya jalur dan turun naik sungai berpasir pula. Berangkat sore bisa tiba jam 4 pagi. Demikian mereka berbondong menawarkan apa saja agar berhentilah airmata inax menetes. Bukan aku hebat atau obat obatan mereka yang dahsyat, penyakit itulah yang telah bosan menggerogotiku, aku tak mati mati, malah mataku melotot terus. Mungkin aku berkata : " teruslah kau makan tubuhku sampai puas!". Umur tiga tahun aku memakai celana monyet kuning emas yang sudah suram karena celana itu warisan kakakku yang enam tahun lebih tua. Kami bermain ke jalan raya di depan Penjara. Diseberang jalan ada kebun raya kecil yang bagi kami anak kecil besar sekali. Pohon pohon kenari besar sekali, kami menganggapnya sebesar rumah!. "Marax belex bale", kata kami kalau bercerita. Itulah pertama kali aku dapat mengucapkan satu kata: " Ibu Pati". Kakak dan amaxku tertawa dan semua juga ikut tertawa. " Bupati" kata kakakku. Aku Diam karena malu. Kata pertama itu masih melekat diingtanku bersama burjo, cao dan gule gaet.

Aku pergi mendaftar ke SD, sendiri, rupanya amax sangat percaya kepadaku sejak kecil, bukankah akau sudah seharusnya mati membusuk, tapi tetap survive?. Aku datang Ke SD I di dekat kuburan umum Selong dan aku dapat berbahasa Indonesia dengan lancar. Waktu itu SMA Selong baru beberapa tahun dibuka, SD kami dipakai pagi hari dan siang hari giliran kami. Aku pergi ke sekolah jam 12.00 atau sebelumnya sedangkan SMA selesai jam 13.00 atau lebih SD mulai jam 13.00 sampai jam 17.00 kelak waktu di SMA Selong aku masih bertemu guru yang suka aku lihat mengajar ilmu ilmu yang aku tidak ketahui saat itu. Merekalah guru terakhir di gumi Sasak ini. Setelah mereka SDM yang menjadi pengajar berubah warna dan rupa, sikap dan perilaku sangat jauh seperti " jaox lalang gunung!".

Setelah kerusuhan bertubi bosan menghantui dasan kami, berangsur keadaan tenang tapi hidup masih susah sekali. Di musim kering pengemis berbaris di jalan jalan dan kami suka memesan ubi dari Paox Motong, makanan kami bermacam macam. Pernah kami makan ketan selama berbulan bulan karena kami sekeluarga sangat suka ketan, amaxpun menanam ketan, bukan padi seperti petani lainnya. Lain waktu kami makan padi padian sperti gandum biji, bulgur dan sorgum kalau umbi umbian lengkap kami santap sperti uwi, gembili, sudax, gadung, talas, ganyol dsb.. Kami punya kambing, ayam, bebek dan sapi. Aneh sekali susu kambing kami tidak ada yang memerahnya. Pengetahuan ternyata sangat berpengaruh pada pola makan. Sekarang susu kambing sangat dicari, sebab orang tahu manfaatnya. Celakanya wabah koreng melanda dasan dan semua orang kena, ada yang sangat parah sampai bopeng, aku juga tak luput, sekujur tubuhku bercak bercak dan ada yang bernanah, rasanya perih dan teriris. Lama sekali rasanya penderitaan itu, jalanku pincang dan aku harus disuntik penesilin beberpa kali. Aku berpikir bahwa dendam penyakitku yang membuatku busuk dua tahun rupanya bangkit dari tidur, dia tidak hilang, dia bercokol ditubuhku dan suatu saat yang ditentukan akan muncul lagi. Yah, aku tawakkal kepada Allah yang memberiku penyakit dan rezeki. Aku hanya bersandar kepadaNYA. Inax menyerahkanku kepadaNYA dan aku juga menyerahkan diriku kepadaNYA. Kalau bukan DIA aku pasti tidak hidup, tidak sakit dan tidak mati meskipun busuk, bahkan bususkkpun dari DIA juga.

Sekolah Dasar aku lalui dengan tanda Tanya besar, aku pernah bertanya tentang Tuhan, inax amax selalu dapat menerangkan dengan caranya dan aku puas tapi aku bertanya untuk apakah orang bersekolah?. Inak amaxku tak pernah memeberiku jawaban pasti, kalau untuk belajar tentu dirumah atau dimana saja bisa. Bukankah kakek moyang kami yang bernama Papux Guru tidak pernah makan genteng sekolahan tapi dia menjadi guru bangsanya. Aku kehilangan minat bersekolah setelah masuk SMP dulu hanya satu SMP di Selong. Aku kena malaria dan berbagai penyakit bahaya lain yang merontokkan rambutku, sampai obat keras ku telan semua tapi malaria sungguh dahsyat. Hingga sekarang masih ada aku dengar orang terkena malaria. Semua badan menggigil. Aku terkena malaria saat SMP dan SMA mengerikan sekali. Bergiliran orang dasan menggigil panas tapi dingin, dingin tapi panas. Semua berputar dan perutpun bergejolak memuntahkan semua yang diminum atau dimakan.

Waktu kelas tiga SD aku sakit entah apa tapi aku muntah dan panas demam, rambutku ada yang rontok, aku sering dijenguk inax kake yang bekas perawat, dia banyak memberi instruksi pada inax. Pada suatu saat di hari hari itulah malaikat menggendongku terbang ke langit dan ku lihat alam smesta yang maha luas. Aku mampir di planet planet asing yang kosong saat aku kelelahan aku minta pulang dan aku ada di dipan besar satu satunya di rumah kami. Beruntung sekali aku dapat melihat alam raya ini dari atas, tapi rasanya terbang dan apalagi saat pulang tak pernah lagi aku rasakan. Kalau itu mimpi dari manakah dia datang. Bukankah mimpi adalah sesuatu yang pernah kita alami dan kita ketahui?. Aku tak tahu apa apa tentang planet dan alam semesta. Rasanya aku ingin belajar tentang alam ini, tapi sampai aku SMA tak ada seorangpun menjelaskan tentang astronomi lebih detail. Jangankan astronomi aku Tanya apa bedanya masuk IKIP dan Universitas saja tak ada yang dapat menerangkan kepadaku kecuali, satu jadi guru, satu jadi PNS. Bagaimana mau maju, jalan keluar saja tidak tahu.

Peristiwa besar di dasan kami, tak pernah dicatat dalam buku sejarah, kalau sekarang kita susun berarti kita membuatnya bukan mencatat kejadia sebenarnya. Aku mencatat dalam ingtan dari cerita inax, bagaimana HM Faisal memimpin pemberontajan di gedung Gabimas didepan rumah kami. Amax Iman belo bulu adalah salah satu pahlawan besar bersama tokoh lain dia berjuang merebut kemerdekaan. Kata merebut ini aku banggakan sekali, sebab sesungguhnya kita merdeka dan telah dirampas kemerdekaan kita itu oleh bangsa Asing,

Jangan kira pemuda dasan tidak hebat, aku agak lupa suatu waktu kakak kakak kami yang di SMA Selong dan semua pelajar yang aktif berdemo besar, mungkin memperotes suatu kebijakan pemerintah. Tiba tiba dasan ribut karena ada dua yang tertembak yaitu Kak Nanang dan kak Saleh. Mereka ini akhirnya ditangkap juga. Lama kemudian aku dengar kak Saleh jadi pelaut dan kak Nanang jadi Bos di Aceh. Aku heran mengapa setiap pepadu pintar pergi dan tak kembali ke Dasan?. Mungkinkah dasan ini memang ditakdirkan melahirkan orang hebat untuk pergi jauh?.

Minat belajarku jeblok waktu SMP, aku capek disuruh menghafal, aku capek dengan rumus, aku capek mondar mandir dan puncaknya aku pilih tidak naik kelas. Kawan kawanku hanya mentertawakanku, Yusuf Akhyar yang paling pinter hanya memandangku geli. Setelah aku tidak naik aku mengulang lagi tapi aku seperti anak autis dan bergerak sesukaku. Suatu hari aku diadu di arena oleh guru kami Pak Syafari. Semua murid menontonku beradu lawan Awan Jeweh. Pertarungan berakhir seri. Sementara kesukaanku berkoresponden dengan berbagai radio dan tokoh dunia terus aku lakukan, aku makin banyak menerima surat dari berbagai belahan dunia. Salah satu yang terkesan adalah aku berkoresponden dengan mantan tentara AS di Guam. Dia pernah terbang ke Rambang dan Taliwang di masa PD II, sayang kami putus, karena hilang kontak. Lalu aku berkoresponden dengan pusat misionaris terbesar di Amerika yang berpusat di Ekuador. Bertahun kemudian aku menguasai bahasa Spanyol karena mereka banyak memberi inspirasi. Aku berkoresponden dengan Igor seorang tokoh radio yang bekerja di radio Moskwa dan terakhir di BBC London, dia bersedia mengajariku berbahasa Rusia tapi tidak kesampaian. Siapa mengira sekarang aku lancar berabhasa Rusia. Ah, masih banyak lagi kawan kawan koresponden yang mempegaruhi hidupku.

Selain berkoresponden aku suka filateli dan perangkoku boleh dibilang terlengkap di NTB meski aku tak pernah ikut lomba. Salah satu koleksiku adalah perangko yang masih utuh dengan amplopnya yang dikirm dari berbagai tempat oleh Le Mujitahid Amien. Orangnya tak pernah ku kenal secara pribadi tapi adik adiknya adalah kawan sekolah dan sekelasku. Dunia ini Tak selabar daun kelor tapi tiba tiba menjadi kenyataan karena tokoh ini tidak hanya memberiku inspirasi lewat amplop berprangko asing, tapi detik inipun kami terhubung lewat Sasak.org. nasib manusia selalu mencari titik berkumpulnya. Dimana semua cita cita baik akan menyatu, karena kekuatan energi cita cita mulia untuk menjayakan anak bangsa.

Dalam kenyataan hidup aku terbang mengikuti arah angin bertiup, tepat seperti waktu kepalaku diayun ayun Papux Jantuk, kiranya doa tiga orang hebat itu merasuk dalam otakku dan saat pencarian diri, tiap tiap manusia dasan membangun karakterku dengan sebutir pasir termasuk Kak Muji tanpa dia ketahui. Aku Si Sasak Busuk itu sedang menunggu malaikat untuk mengembalikan aku dari pelanet asing ini, aku lelah dan haus. Aku ingin pulang dan mengajarkan anak anak dasan terbang dengan sayap keikhlasan, dengan roda kecerdasan, dengan tenaga dahsyat reaktor ketawakkalan. Aku ingin anak dasan terbang di awang awang dengan segala kemungkinan terbentang di bawah sana. Aku ingin pulang…

Wallahualambissawab

Demikian dan maaf
Yang ikhlas
Hazairin . JUNEP



Comments (9)

Nazar: ...
lagi dan lagi miq junep selalu menginspirasi..
suatu saat tiang juga akan pulang, menjadi guru untuk anak2 dasanku.. cita2 yang belum kesampaian samnpai saat ini walaupun telah dimulai perlahan2 dengan membantu anak2 dasan yang bercita2 tinggi bersekolah..
1
Semoga Allah memudahkan dan mewujudkan semuanya



July 02, 2009


mansur: ...
Kelak waktu SD aku membaca judul kitab itu: "Kerukunan" berisi tuntunan ibadah, doa dan ayat aya pendek Al Qur'an.

Tiang tdk sempat melihat bentuk buku itu, tapi apakah tiang yang salah dengar, kalu 2
didusun tiang orang2 tua menyebutnya "Perukunan"

2

July 03, 2009


Le Mujitahid Amien: ...
Salam,
Tulisan meton HJUNEP yang menggelitik ini " sasak yg busuk itu " membuat disket otak tiang yang sudah banyak spamnya niki agak hang sedikit , maklumlah sudah rada sepuh karena senior an dari
beliau ini,-
Tiang jeri berkutat kebelakang mundur berpikir seperti nonton film " time tunnel " yang ber episode -
seputaran tahun 1990 lalu, cuma menambahkan kejadian dari tulisan meton niki, seingat tiang priode
tahun 1965 - 1966 waktu itu setelah meletusnya gunung agung yang menggelapkan hampir seluruh bali dan lombok di siang hari dan debunya hampir menjangkau seluruh kawasan daratan lombok dan kejadian pemberontakan PKI tahun 1965 yang menyebabkan tiang adalah "korban" naik klas selama 1,5 tahun dari klas 5 ke klas 6 disekolah SD yang satu satunya di tanjung teros ( sekarang kampung ini berpisah jadi kelurahan tanjung dan desa teros), seingat tiang para tokoh PKI golongan A dihabisi diseputaran antara tanjung - kembang kuning tepatnya di dasan sawe sekarang tempat ini sudah jadi perumahan masyarakat setempat dan satunya lagi antara tanjung- dasan geres/korleko tepatnya dua kilometer dari gubuk tanggak sekarangpun kawasan itu sudah berdiri perumahan dan SD Negeri tanjung 2,3 ?.-

Kalau saudara kita yang keturunan China ( mereka mereka ini adalah penjual barang sembako dan kelontong ), ada 6 keluarga di tanjung saat itu dan kebetulan anak anaknya adalah teman tiang sekolah SD dan main layang layang dan beselodoran, saat " pembantaian " mereka mereka semuanya pada sembunyi dan dilindungi oleh keluarga tiang yang kebetulan ditokohkan disana, cuman 3 orang yang terbunuh dan yang lainnya diselamatkan dan dibawa ke mataram, pendek cerita tahun 1969 - 1972 setelah agak dewasa tiang ketemu dengan mereka mereka ini diseputaran ampenan dan ternyata si pipo, asun, ayung menjadi juragan textile di kawasan kapitan ampenan, mereka mereka ini menjalin hubungan kembali dengan keluarga tiang dan sekali kali atas pesanan ibunya atau enciknya suka mengantarkan kue ringan ketempat tiang di asrama lombok timur di karang taruna mataram, Allah SWT memang punya rencana suatu saat tanpa disengaja tiang bersebelahan tempat duduk dg si pipo dalam penerbangan lombok - jakarta , ternyata beliaunya menjadi agent pabrik rokok terbesar di NTB, sampai di jakarta kami menyempatkan diri " makan malam " di restauran hotel dan bernostagia masa kecil dan cerita tentang kepedihan akibat dari pemberontakan PKI ini,- ( kalau ada waktu meton Hjunep coba buka cerita tentang saudara kita
keturunan yang ada diseputaran sisik - labuhan haji ? ),-

Meton HJunep ini memang betul belum pernah ketemu dengan tiang tetapi mungkin saja dulu waktu kecil siapa tahu ?, karena berdasarkan penelusuran dan " bakat intelejen kelas kampung" tiang niki ,karena orang tuanya " guru " dan almarhum ayah saya juga " guru " memudahkan ada interaksi
diantara keluarga guru tsb, tapi lepas dari itu yang penting selepuk dengan sasak " besemeton " apalegi sik lek diaspora niki,-

Yusuf Ahyar yang teman sekelasnya juga sekarang dah jadi Prof dan direktur lemlit Unram, kebetulan adalah sepupu tiang almarhum ayahnya adalah adik dari inaq tuan tiang, bulan lepas tiang sempat makan malam dengan beliau dan Prof sunarpi ( rektor Unram terpilih priode 2009 - 2014 ) di restauran taliwang bersaudara di panglima polim jakarta.

Jeri becerita pribadi ite ine ? leguk ndek ne ngumbe ngumbe so,karena perjalanan dari masing masing dengan ino berbeda beda, kebetulan tiang dit meton Hjunep ini dipertemukan kembali oleh yang Maha Kuasa, karena visi,mission yang sama barangkali ya ?

Jemak telanjutang malik ,-

Maju terus bangse sasak.

3


July 05, 2009


Le Mujitahid Amien: ...
Salam ,
Nazar juga yang kampungnya di kembang kuning,padahal dianya kelahiran Bogor, ALLAH SWT menemukan tiang dengannya di sesangkok niki,ternyata, ayahnya Mayor Rawitah Ashari ( kak itah )yang sering mampir di kumpulan anak anak lombok di bogor dan karena kegigihannya sempat kuliah atas saran kawan kawan disamping beliaunya jadi POMAD ( PASWALPRES ) di Istana Bogor dan SEKNEG Jakarta ,terakhir adalah anggota DPR Lotim dari Fraksi ABRI, setelah melanglang buana dari Bogor ke Flores menjadi komandan PM disana,balik ke Mataram dan pulang kampung ke selong adalah senior tiang di Bogor, yang jelas macam nazar ini cuma akan dapat cerita saja 4
dari meton Hjunep, he..he..

4

July 05, 2009


Le Mujitahid Amien: ...
Salam,
Tulisan meton HJUNEP yang menggelitik ini " sasak yg busuk itu " membuat disket otak tiang yang sudah banyak spamnya niki agak hang sedikit , maklumlah sudah rada sepuh karena senior an dari
beliau ini,-
Tiang jeri berkutat kebelakang mundur berpikir seperti nonton film " time tunnel " yang ber episode -
seputaran tahun 1990 lalu, cuma menambahkan kejadian dari tulisan meton niki, seingat tiang priode
tahun 1965 - 1966 waktu itu setelah meletusnya gunung agung yang menggelapkan hampir seluruh bali dan lombok di siang hari dan debunya hampir menjangkau seluruh kawasan daratan lombok dan kejadian pemberontakan PKI tahun 1965 yang menyebabkan tiang adalah "korban" naik klas selama 1,5 tahun dari klas 5 ke klas 6 disekolah SD yang satu satunya di tanjung teros ( sekarang kampung ini berpisah jadi kelurahan tanjung dan desa teros), seingat tiang para tokoh PKI golongan A dihabisi diseputaran antara tanjung - kembang kuning tepatnya di dasan sawe sekarang tempat ini sudah jadi perumahan masyarakat setempat dan satunya lagi antara tanjung- dasan geres/korleko tepatnya dua kilometer dari gubuk tanggak sekarangpun kawasan itu sudah berdiri perumahan dan SD Negeri tanjung 2,3 ?.-

Kalau saudara kita yang keturunan China ( mereka mereka ini adalah penjual barang sembako dan kelontong ), ada 6 keluarga di tanjung saat itu dan kebetulan anak anaknya adalah teman tiang sekolah SD dan main layang layang dan beselodoran, saat " pembantaian " mereka mereka semuanya pada sembunyi dan dilindungi oleh keluarga tiang yang kebetulan ditokohkan disana, cuman 3 orang yang terbunuh dan yang lainnya diselamatkan dan dibawa ke mataram, pendek cerita tahun 1969 - 1972 setelah agak dewasa tiang ketemu dengan mereka mereka ini diseputaran ampenan dan ternyata si pipo, asun, ayung menjadi juragan textile di kawasan kapitan ampenan, mereka mereka ini menjalin hubungan kembali dengan keluarga tiang dan sekali kali atas pesanan ibunya atau enciknya suka mengantarkan kue ringan ketempat tiang di asrama lombok timur di karang taruna mataram, Allah SWT memang punya rencana suatu saat tanpa disengaja tiang bersebelahan tempat duduk dg si pipo dalam penerbangan lombok - jakarta , ternyata beliaunya menjadi agent pabrik rokok terbesar di NTB, sampai di jakarta kami menyempatkan diri " makan malam " di restauran hotel dan bernostagia masa kecil dan cerita tentang kepedihan akibat dari pemberontakan PKI ini,- ( kalau ada waktu meton Hjunep coba buka cerita tentang saudara kita
keturunan yang ada diseputaran sisik - labuhan haji ? ),-

Meton HJunep ini memang betul belum pernah ketemu dengan tiang tetapi mungkin saja dulu waktu kecil siapa tahu ?, karena berdasarkan penelusuran dan " bakat intelejen kelas kampung" tiang niki ,karena orang tuanya " guru " dan almarhum ayah saya juga " guru " memudahkan ada interaksi
diantara keluarga guru tsb, tapi lepas dari itu yang penting selepuk dengan sasak " besemeton " apalegi sik lek diaspora niki,-

Yusuf Ahyar yang teman sekelasnya juga sekarang dah jadi Prof dan direktur lemlit Unram, kebetulan adalah sepupu tiang almarhum ayahnya adalah adik dari inaq tuan tiang, bulan lepas tiang sempat makan malam dengan beliau dan Prof sunarpi ( rektor Unram terpilih priode 2009 - 2014 ) di restauran taliwang bersaudara di panglima polim jakarta.

Jeri becerita pribadi ite ine ? leguk ndek ne ngumbe ngumbe so,karena perjalanan dari masing masing dengan ino berbeda beda, kebetulan tiang dit meton Hjunep ini dipertemukan kembali oleh yang Maha Kuasa, karena visi,mission yang sama barangkali ya ?

Jemak telanjutang malik ,-

Maju terus bangse sasak.

5


July 05, 2009


Le Mujitahid Amien: ...
Salam, meton Hjunep..araq waktu bernostalgia dan menambahkan " sasak yang busuk itu " , Kak saleh dan Kak Nanang Amin ini dulu para pepadu selong, kecuali kak saleh yang tiang agak lupa, tetapi angkatan beliau ini banyak yang maju maju, kak nanang seangkatan dengan I dewa putu alam ( dulu sekolahnya di Bogor ) dan sempat di amrik sana sekarang jadi bos salah satu perusahaan asing di purwakarta, juga ada lalu sukarno jadi staff departemen pertanian di bogor,juga kakak tiang Le Zainul Ittikhad Amien selepas di thailand sana sekarang di Universitas Terbuka Dekan fakultas Ilmu sosial politik ,sempat jadi calon rektor tapi kalah , kalau kak nanang ,tiang ada tiga kali mampir di Lhouksemawe waktu beliau jadi Direktur SDM PT.Arun LNG,sekarang setelah pensiun beliau balik ke Malang kerumah istrinya disana karena beliau adalah jebolan UNBRA Malang, sekarang ada satu lagi sasak diaspora di Aceh sana , semeton kertasih suherman jadi penerus kak nanang,tahun lalu tiang sempat jumpa di pesta perkawinan anaknya Ir Akansio sabri Vice President PT. Arun LNG yang jadi jiran tiang di Bogor, adiknya nanang, saeful jangan jangan seangkatan hjunep sekarang masih disana beranak pinak dengan orang aceh, dulu tiang sering ke aceh kebetulan tiang bemukim di medan sumut jadi wakil kepala suku salah satu perusahaan asing membawahi sumatra dan juga ada adik tiang Le M.Helmy Amien jebolan Bogor kerja jadi kepala lab di PT. AAF ( asean aceh fertilizer )...ngomong ngomong nanang, angkatan beliau ini banyak yang berhasil,kebetulan juga Alm Bapak nya Nanang namanya Amin sama dengan Alm Ayah tiang dan kebetulan juga makam kedua orang tua kita ini bersebelahan di makam pahlawan sinar rinjani selong , kalau pulang kampung saya selalu mampir di makam beliau beliau ini,-

Pepadu peadu selong terutama seputaran gandor banyak sekali yang berhasil dari trahnya "lalu sahak " ada satriawan,iwan,amat, dari trahnya" Mahruf " ada ikhsan dan dari trahnya " TG zainal " ada Muhyi ( anggota DPD ) dan uyok pemilik taliwang bersaudara....sebenarne lueq sik jeri leguk seperti ongkat semeton jarang sik ulek ,-
Mudah mudahan sasak.org ini membuka wacana kita untuk " PULANG " dengan cara lain tidak harus "badan kita" sukur kalau bisa modelnya pak guru mansur...he...he...
coba kita wacanakan terus, insya ALLAH.

Maju terus bangse sasak.

6

July 06, 2009


Le Mujitahid Amien: ...
Salam, bernostagia bareng hjunep lek sasak.org ini menambah banyak semeton sasak yang saya temukan , salah satunya NAZAR ( AJENG GANTENG ), tiang sudah dua kali ketemu waktu pertama di kantornya di Bank Indonesia Jl. thamrin Jakarta , kebetulan tiang kesana jumpa kawan, keduanya di tete betu lombok waktu sasak.org kopi darat disana waktu lebaran tahun lalu, yang menariknya nazar yang kelahiran bogor adalah anak dari senior tiang Rawitah Ashari ( kak itah ) beliau ini adalah tentara ( POMAD sekarang PASWALPRES ) yang bertugas di istana bogor dan jakarta , kak itah ini sekali kali datang ke tempat anak anak lombok berasrama dan mengakui saja asrama lombok padahal rumah kontrak patungan rame rame, kak itah ini sering kami daulat untuk melanjutkan sekolah, alhamdulillah beliau menyelesaikan sarjana mudanya dan sampai berpangkat mayor, beliau pulang kampung sebelumnya jadi komandan CPM ( pomad ) di Ende, flores dan balik ke Mataram ,terakhir jadi anggota DPR fraksi ABRI di selong sampai masa pensiunnya....generasinya sekarang NAZAR ini sudah kelihatan "bertualangnya" untuk menjadi pepadu sasak. alhamdulillah....tiang yang sepuh ini selalu membangkitkan sasak diaspora siq bajang bajang untuk terus berkiprah dibidang masing masing, suatu saat anda anda ini akan jadi " pemimpin " ditanah sasak...dan mulai sekarang dan seterusnya " merapatkan barisan " ,

Maju terus bangse sasak

7

July 06, 2009

Le Mujitahid Amien: ...
Salam, tulisan sasak yg busuk ini banyak mengingatkan tiang ke masa lalu, kak nanang dan kak saleh,saya lupa lupa ingat kak saleh, tetapi kak nanang aini amin yang jadi boss sdm di pt.arun lng aceh,tiang sempat mampir di rumahnya di lhokseumawe dua atau tiga kali ditahun 1992/1993, kebetulan waktu itu tiang bermukim di medan sumut menjadi penanggung jawab salah satu perusahaan asing untuk kawasan sumatra, lagi pula saat itu secara tak terduga tiang ketemu pagah sasak Kertasih Sulaeman(loteng )anak buahnya nanang yg sama sama jebolan malang, sekarang kertasih yang melanjutkan posisi itu disana, terakhir ketemu kertasih tahun lalu waktu acara pernikahan anak bosnya agnasio sabri vice president PT. arun yang tetangga tiang di bogor,tiang juga ke lhokseumawe disamping urusan kerja ada adik tiang Le M.Helmy Amien jebolan bogor dan kerja di PT.AAF ( Asean Aceh fertilizer ) yang sekarang dah tutup, Nanang sendiri sekarang dah balik ke Malang dan pensiun disana...kalau adiknya Saeful Anwar ada di aceh sana sama dengan kertasih yang mendapatkan istri orang aceh...jangan jangan teman satu kelasnya hjunep di selong sana,-kebetulan sekali juga almarhum ayah tiang dan almarhum ayah nanang namanya sama " amin " dan makamnya almarhum berdekatan di makam pahlawan sinar rinjani selong, kalau pulang kampung tiang selalu berdoa di kedua makam tersebut.
Memang angkatan nanang ini banyak yang berhasil di rantauan ada H.I dewa putu alam sekrang jadi boss di purwakarta,lalu sukarno jadipejabat di pertanian, dan teman sekelasnya kakak tiang Le Zainul Ittikhad Amien,selepas di thailand sekarang di Universitas Terbuka,terakhir jadi dekan fakultas sosial politik dan calon rektor yang kalah....
Kalau orang gandor - selong banyak yang jadi jadi ada dari trahnya " Lalu Sahak " ada satriawan,iwan,amat, dari "Mahruf " ada ikhsan,selamet ali, "trahnya TG Zainal"
ada muhyi anggota DPD dan Baiq Zuhro pemilik ayam taliwang bersaudara yang franchaise nya ada di bali,bandung,jakarta...

Maju terus bangse sasak.
8

July 07, 2009


Le Mujitahid Amien: ...
Salam, Nazar ( ajenk ganteng ) ini juga tiang pertama kenal di sasak.org, ternyata si ajenk ini kelahiran bogor , anak dari senior saya Rawitah Ashari ( kak itah ),beliau ini adalah salah satu serdadu sasak yang jadi Pomad/paswalpres, dan atas saran kawan kawan beliau melanjutkan sekolahnya di bogor disamping jadi tentara, setelah pulang kampung sempat jadi komandan cpm di flores dan terakhir jadi anggota DPR lotim dari fraksi ABRI...
Sekarang nazar ajenk ganteng meneruskan kegigihan kak itah , mudah mudahan pagah sasak akan memajukan generasi nazar dan seterusnya menjadi pemimpin dikemudian hari.

Maju terus bangse sasak.

9

July 07, 2009

Tidak ada komentar: